Terbang Bersama Sumanto

Written on 11 March, 2007 – 01:51 | by Rahmat Zikri |

Jarum jam hampir menunjukkan pukul 19.30 WIB, ketika pesawat Garuda yang saya tumpangi bersiap lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta menuju Bandara Changi di Singapura. Pramugari di samping saya baru saja hendak memberikan welcome drink ketika tiba-tiba saya tertawa mendengar suara sapaan dari pilot di kokpit pesawat yang memperkenalkan diri, captaint Sumanto!

Wah, apa yang bakal terjadi selama penerbangan nanti ya? Untungnya mbak pramugari langsung memberikan jawaban, Sumanto yang ini cuma doyan makan nasi. Syukur lah.

21.30 waktu Singapura, saya sudah tiba di ruang dalam bandara Changi. Langsung menuju check-in counter khusus untuk penumpang transit. Ya, karena perjalanan masih jauh. Masih harus menuju Bandara Narita di Tokyo, Jepang, lantas lanjut kembali menuju Bandara Tacoma di Seattle, Amerika Serikat. Eh, ternyata counter untuk penerbangan saya yang menggunakan maskapai Northwest Airlines baru dibuka pukul 03.00 pagi.

Okay, here we go… menuju executive lounge yang sudah disediakan. Lumayan deh, dapat kamar untuk rebahan. Bisa mandi juga kalau mau. Tapi sebelum menikmati fasilitas-fasilitas tersebut, jalan-jalan terlebih dahulu di Bandara Changi adalah alternatif yang baik. Banyak yang bisa dilihat. Selain untuk menambah koleksi foto-foto narsisme sejati.

Iseng-iseng ke luar area penumpang transit. Toh sebagai sesama warga ASEAN, orang Indonesia bisa keluar-masuk setiap saat tanpa visa di Singapura. Voila, tiba di luar… jalan-jalan sampai puas di area publik di Bandara Changi, lantas hendak masuk kembali. Oops, forbidden access!!! damn… lupa, kalau untuk masuk restricted area di bandara kita mesti punya boarding pass. Sedang boarding pass untuk naik pesawat menuju Tokyo belum dipegang. Berbagai upaya dicoba. Menunjukkan ke security tiket ke Jepang/Amerika Serikat, bilang bahwa barang saya ada di lounge di dalam sana, sampai menelpon pihak information and costumer services bandara yang sudah ngga ada lagi di mejanya, karena hari telah lewat dari jam 23.00 waktu setempat. Semua gagal.

Terpaksa deh duduk-duduk di lorong bandara, yang untungnya dapat bocoran sinyal wifi dari lounge nya Emirates. Cihuyy.. menunggu jadi tidak terasa menjemukan. Dan tanpa terasa ternyata sekarang sudah waktunya saya menuju counter desk Northwest Airlines. Ya, 10 menit lagi jam 3 pagi waktu Singapura :-)

Be Sociable, Share!

Related Posts

--related post--
  1. 4 Responses to “Terbang Bersama Sumanto”

  2. By Sevenbluerose on Mar 11, 2007 | Reply

    Ya ampyunnnnnnnnn……… kaciannnn… :D

    Kirain tadi lagi enak2an di Lounge… ternyata… ;))

    Selamat terbang lagi, ditunggu foto2 narsisnya!

  3. By Jembar Segarane on Mar 12, 2007 | Reply

    Ngga ada info nama pramugarinya? Jangan2 Sumanti…!

  4. By Turi Syahdarina on Mar 14, 2007 | Reply

    pengalaman elo banyak juga yah..jack….dan ternyata asyik2 dan beberapa lucu.. hehehe…. salam buat sumanto..!!!! ;))

  5. By ivan on Apr 5, 2007 | Reply

    lu emang ga ada kerjaan sih zik, iseng-iseng jalan2 di changi… kagak bisa balek lage.. :))

Post a Comment

About Me

The smiling geekIndependent IT Consultant and Trainer, mastering in Microsoft technologies. 13 years experience in all level of systems and network engineering. Currently being awarded as Microsoft MVP in Exchange Server. Live in Jakarta, Indonesia. Claimed himself as a not ordinary geek, who loves photography and hanging out with friends. More.

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Google