NKRI Harga Mati!

Written on 3 July, 2007 – 14:14 | by Rahmat Zikri |

Satu peristiwa mengejutkan banyak orang terjadi di Maluku beberapa hari yang lalu. Tanpa diduga-duga, serombongan pemuda, sekitar 28 orang, menari-nari di depan rombongan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, yang juga dihadiri beberapa tamu negara. Yang jadi masalah, tarian yang dibawakan adalah tarian perang, lengkap dengan tombak dan pedang panjang yang asli –bukan imitasi… dan itu semua terjadi di luar skenario acara.

Ceritanya, Presiden dan rombongan sedang menghadiri peringatan Hari Keluarga Nasional ke-14 di Lapangan Merdeka, persis di depan kantor Gubernur Maluku. Tak lama setelah acara di mulai, tiba-tiba serombongan pemuda tadi memasuki daerah tengah lapangan, berlari-lari membentuk formasi sambil membawa pedang dan tombak sungguhan.

Masalah kemudian muncul ketika rombongan penari yang bertelanjang dada ini mengibar-ngibarkan bendera Republik Maluku Selatan (RMS) sambil berteriak-teriak dan membagikan selebaran ajakan makar terhadap pemerintah Republik Indonesia. Ironisnya lagi, rombongan penari dengan senjata tombak dan pedang ini bisa masuk ke tengah lapangan dan menari-nari persis belasan meter di depan Presiden RI, rombongan pejabat daerah dan pusat, serta tamu-tamu negara!

Pada jarak sedekat itu mestinya pengamanan seorang kepala negara amat-lah ketat. Istilahnya ini adalah Ring 1. Semestinya tidak sembarang orang bisa ada dalam jarak lingkaran dalam Ring 1. Tapi yang terjadi di Maluku beberapa hari yang lalu adalah justru beberapa puluh pemuda dengan senjata tombak dan pedang tulen bisa menari-nari di dalam Ring 1.

Terkecoh. Ini adalah kata yang paling pas untuk petugas keamanan di lokasi tersebut. Kalau bicara soal intelijen, tanpa bekerja pun bisa kita tebak bahwa acara semacam ini –yang dihadiri oleh Presiden dan tamu-tamu negara– yang diadakan di daerah ‘panas’ pastilah sangat berpeluang untuk diboncengi oleh aksi-aksi sejenis ‘pertunjukan’ tari cakalele ini. Masalahnya tinggal rekomendasi apa yang harus diberikan oleh badan intelijen.

Kemunculan para pemuda ini tentunya tidak tiba-tiba. Jumlah mereka lumayan banyak (sekitar 28 orang). Mereka menggunakan berbagai atribut hiasan di badan, khas penari. Mereka membawa senjata tajam (tombak dan pedang). Seharusnya jika atraksi resmi yang digunakan adalah tombak dan pedang tiruan. Tapi ternyata pihak pengatur acara tidak melakukan koordinasi dengan baik. Buktinya, petugas keamanan tidak tahu kalau rombongan ini adalah ilegal. Artinya, bisa dibilang tidak ada koordinasi soal jadwal dan kelengkapan acara di level pelaksana.

Orang Indonesia terbiasa dengan ‘untung’. Insiden ‘cakalele’ ini masih untung cuma menari-nari dan mengibarkan bendera saja. Coba kalau mereka berniat jahat terhadap Presiden dan rombongan. Bisa saja dalam masa ‘kaget’-nya para petugas keamanan yang belum mengambil langkah pengamanan, rombongan ini terus merangsek masuk lebih jauh, mendekati Presiden. Dengan senjata di tangan mereka, hal yang terburuk bisa saja terjadi. Ini menunjukkan betapa rapuhnya standar pengamanan di negara kita. Bahkan keamanan kepala negaranya sendiri nyaris terancam dengan ditonton oleh ribuan orang yang hadir!

Konon kenekatan mereka melakukan aksi tersebut karena dipicu oleh keinginan adanya pengakuan eksistensi terhadap gerakan mereka (Republik Maluku Selatan). Momen di mana dihadiri oleh Presiden RI dan tamu-tamu negara adalah momen yang sangat bagus, karena pasti aksi ini akan mendapatkan ekspos sampai ke manca negara.

Pemilihan tari cakalele sebagai atraksi yang dipertontonkan oleh rombongan pemuda ini bukan tanpa alasan. Tari cakalele adalah tari perang. Itu artinya, mereka membunyikan genderang perang terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tarian dipakai sebagai bentuk ekspresi pernyataan perang untuk memisahkan diri dari NKRI. Ini juga sekaligus bukti bahwa gerakan separatis di beberapa tempat di tanah air belum sepenuhnya ditumpas habis.

Dulu ketika kecil, pada masa sekolah dasar, saya senang sekali melihat betapa luasnya wilayah Republik Indonesia. Seperti halnya anak kecil lain yang bercita-cita menjadi presiden, saya pun demikian. Ada satu kenangan yang tetap saya ingat. Dulu saya menarik garis batas impian bahwa Indonesia itu mestinya seperti ini (sambil menarik garis ‘mencaplok’ beberapa negara tetangga, yang belakangan saya tahu itu adalah negara-negara ASEAN). Bisa dibayangkan, ketika Timor Timur harus lepas dari NKRI saya pun sedih. Teringat masa lalu. Bukannya jadi tambah besar, ini koq malah menyusut.

Rasanya cukup sudah kehilangan satu saudara muda, Timor Timur. Walau daerah tersebut hanyalah sebuah wilayah gersang yang sebenarnya lebih banyak menggerogoti APBN, tetap saja rasa nasionalisme saya mengatakan bahwa mereka [dulu] tetap layak sebagai satu kesatuan dengan saudara-saudaranya yang lain di Indonesia.

Setiap gerakan separatis yang ada pasti mempunyai asal-usul. Walau sebenarnya di beberapa tempat (seperti RMS di Maluku ini atau OPM di Papua) adalah warisan yang ditinggalkan Belanda sebelum angkat kaki dari bumi Indonesia di tahun 1950-an, tapi tetap saja perlu digarisbawahi juga bahwa mereka tetap tumbuh berkelanjutan karena ada rasa ketidakpuasan terhadap pemerintah pusat. Semacam ketidakpuasan karena adanya ketidakadilan dalam pembagian ‘kue’ antara pusat dan daerah. Jadi, upaya-upaya penumpasan gerakan separatis juga harus dibarengi dengan keinginan untuk berbuat lebih adil. Buat saya, NKRI adalah harga mati!

Be Sociable, Share!

Related Posts

--related post--
  1. 59 Responses to “NKRI Harga Mati!”

  2. By sarung cap mangga on Jul 3, 2007 | Reply

    Setuju, kawan NKRI harga mati . Pertanyaannya seberapa besar sih kita sudah mencintai negeri ini ? Lihat sekeliling kita , apakah kita sudah mencerminkan ke-Indonesiaan kita ? Dalam berpakaian?dalam percakapan ? Dalam tingkah laku ?
    Cinta itu khan tergores di hati, meski tdk diucapkan dgn kata kata, tapi tercermin dalam tingkah laku . Seperti cinta sama pacar , khan gak mesti bilang “Cinta” tiap hari , tapi tercermin dari cara kita memandang si dia, menjaganya dari invasi org lain atau memelihara raganya dari rasa sakit atau bahaya .
    Tanya tuh sama koruptor, investor yg melarikan dananya ke LN, atau pejabat negara yg jalan jalan ke LN dgn biaya negara . Hidup Indonesia !!

  3. By susanvirna on Jul 3, 2007 | Reply

    Setujuuuuu !!!!! jadilah warga negara Indonesia yang baik dan benar.

  4. By butet on Jul 4, 2007 | Reply

    yup bener banget, terutama point yg terakhir , menurut aq dari pemilihan tarian-cakalele, peralatan teknis, momentum dan personil untuk melakukan ‘pertunjukan’ ini, mustahil kalau tanpa perencanaan, yg jadi pertanyaanq dalam usaha gerombolan penari ini-untuk masuk ke acara, kan tidak mungkin tanpa berinteraksi dengan panitia penyelenggara, terlepas dari kekurangsigapan panitia, kurangnya koordinasi aparat, dsb-nya, ada apa dengan kepanitiaan itu sendiri? mungkinkah ada infiltrasi?
    pak, kerja yg bagus, blognya banyak info yg orisinil tp segitunya ama segala sesuatu ttg militer
    punya info/cerita gak seputar pembawaan SP 11 maret?
    matur tengkyu

  5. By mita aka omith on Jul 6, 2007 | Reply

    bener …………emang harga mati mas..
    setujuH..

    -mendukung sepenuhnya-

  6. By Rahmat Zikri on Jul 10, 2007 | Reply

    #3
    Supersemar itu kontroversial dan masih sensitif untuk dibahas :-)

  7. By aBang on Jul 17, 2007 | Reply

    bubar aja deh…^^. waduh terlalu memancing y?hehhe…. paling g itu lah yg ada di benak bawah sadar dari beberapa orang tanpa mereka sadari…untuk orang2 yg cinta negeri ini-termasuk saya-keutuhan nkri adalah harga mati…gerakan separatis di segala sudut negeri harus diberangus…
    tapi apa iya begitu??
    gw bicara sebagai orang yg berasal dari belahan waktu indonesia barat indonesia, perrtanyaan nya: APA IYA KALO KAMU KERJA, MAU DI TEMPATIN DI NEGERI UJUNG SONO?? nah kalo bicara dalam konteks ini, gw yakin 100%, haqqul yakin, insyaALLAH bener, pasti pada gak mau…ya kan? nah,,kalo gt, apa bener kalian masih menganggap negeri ujung timur sono sebagai bagian dari indonesia??hehehhee,,,
    tapi pikiran2 seperti itu lah yg seharusnya di berangus,,, pemerintah harus seimbang dalam pembangunan diseluruh wilayah indonesia, kalo tidak ada niatan seperti itu, keutuhan nkri cuma omong kosong! ^_^

  8. By vanabout on Jul 18, 2007 | Reply

    Masalah tarian RMS aja belum diusut tuntas eh.. ada partai lokal baru yg berbau separatisme (Partai GAM) diresmikan.. Selamat!
    Kalo dibiarkan bisa jadi nanti ada Partai RMS, Partai OPM, dsb..

    Bubar NKRI..

    Wualahh!!!

  9. By vanabout on Jul 18, 2007 | Reply

    Ditambah lagi perjanjian DCA dengan Singapura.. Harga diri bangsa Indonesia benar2 ditindas dan diinjak2!

  10. By Mr. Nunusaku on Jul 20, 2007 | Reply

    Kalau ada yang mengatakan NKRI adalah harga mati, berarti mereka telah tertipu dengan dengan NKRI dalam pembodohan RI pusat.

    Sdr dapat menjawab pertayaan saya ini :

    MANA YANG BENAR, UUD 1945 ATAU KONSTITUSI RIS 1949…?

    Apakah saudara pernah belajar NEGARA FEDERASI REPUBLIK INDONESIA (RIS)…?

    Awas jangan kita kena tipu dengan pembodohan NKRI…belajar sejarah tentang tentang kemerdekaan RI dan belajar politik pembodohan, apakah saudara dapat membuktikan kemerdekaan RI17 agustus 1945…?dari mana dan dimana tempat penyelenggaraan penyerahan kedaulatan itu …?

    Tolong jawaban reaksi komentar saya ini.

  11. By Mr. Nunusaku on Jul 21, 2007 | Reply

    Yang dikatakan negara separatis ini adalah RI Jawa pusat yang merampok kekayaan daerah Maluku, Papua, dan Aceh.
    Keteledoran Ir. Soekarno membongkar struktur ketatanegaraan negara Federasi republik Indonesia (RIS) pada tanggal 7 maart 1950 diibukota negara Republik Indonesia JOGJAKARTA, menjadi RI, membuat setiap orang yang takluk padanya, ikut berbicara secara dusta dan memutarbalik fakta dan sejarah dan hukum.
    UUD 1945 DAN khap 1959, ADALAH HUKUM KEPALSUAN ATAU DAPAT JUGA DIKATAKAN SEBAGAI HUKUM ILEGAL. Inilah negara separatis RI pusat Jawa dalam penjajahan terselubung di Maluku.
    Bagaimana mungkin, rancangan KONSITUSI RIS diuntukan untuk Kedaulatan negara Federasi republik Indonesia yang terdiri dari 16 negara bagian, berdasarkan keputusan PBB 1949, sekarang, malah UUD 1945 dan KHAP RI 1959? Bukankah ini, adalah fakta bahwa pemerintah republik Indonesia, berada dalam negara ilegal? inilah negara separitis RI Jawa Pusat dalam pembodohan…belajar dong jangan tertipu lalu ada yang berani mengatakan NKRI adalah harga mati, berarti kita mau menjadi jogosnya RI Jawa dapat ditipu mentah-mentah dalam pembodohan sejarah negara ilegal RI buatan jawa. Apakah kita tidak belajar tentang penipuan negara separatis RI Jawa, terhadap negara jajahannya Aceh, papua dan Maluku yang selalu sumber alamnya dikoras dan dirampok oleh negara ilegal separatis RI pusat yang membuat kemelaratan Maluku dan papua.

    Kita harus banyak belajar tentang pembodohan sejarah bangsa Jawa ini terhadap maluku, mengapa RI pusat negara ilegal ini tidak berani berdikusi dengan RMS…? surat sudah kami buat pada mereka untuk berdiskusi terbukah dengan RMS tetapi meraka takut karena mereka tahu bahwa negara RI separatis adalah negara ilegal tidak mampu berhadapan dengan RMS untuk berdiskusi dengan RMS
    mengapa meraka takut? karena negara RI ilegal separatis mereka sudah mengetahui kelemahannya dalam penipuan sejarah terhadap anak-anak bangsanya. RMS tidak pernah unduree apa datang dari mukah kami siap hadapi didunia international utk membukah segala kebusukan dan kemunafikan bangsa RI ilegal ini. Politik yang berbicara dengan segala fakta yang ada kami siap hadapi karena kami belajar sejarah penipuan RI Jawa ini terhadap RMS.

  12. By Rahmat Zikri on Jul 24, 2007 | Reply

    #9 & #10:

    Pertanyaan dan pernyataan anda buat saya adalah masalah basi. Dunia internasional pun mengakui bahwa kemerdekaan Indonesia adalah per 17 Agustus 1945.

    Pernyataan anda tidak lebih seperti pernyataan pihak Belanda yang lebih memilih mengakui Negara Federasi Republik Indonesia Serikat (RIS) yang diperoleh dari Konferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda. Harap dicatat bahwa Belanda ini telah menjajah Indonesia –dari Sabang sampai Merauke– selama hampir 3,5 abad lamanya.

    Dalam sejarah penjajahannya di bumi persada nusantara, Belanda kerap kali menggunakan politik adu domba mengadu sesama anak bangsa demi keuntungan pribadinya sendiri (baca: Belanda).

    Tak terbilang banyaknya pahlawan yang tertangkap dan gugur, justru karena adanya ulah anak bangsa yang terperangkap buaian politik adu domba, sehingga mau diperalat untuk membantu menghabisi mereka yang justru tengah berjuang mengusir penjajah Belanda dari bumi pertiwi.

    Tempat penyerahan kedaulatan? Maaf, kemerdekaan Indonesia bukan pemberian Belanda, melainkan hasil perjuangan dengan keringat dan darah. Proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 merupakan pernyataan kepada dunia bahwa Indonesia merdeka. Belanda tidak terima?

    Fase perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan Belanda secara umum terbagi dalam 3 (tiga) fase. Yang pertama adalah fase sebelum tahun 1908, yang bersifat sporadis, sendiri-sendiri di masing-masing tempat. Fase ke-dua adalah fase antara 1908-1945, dalam bentuk gerakan nasional. Salah satu momentum utama pada fase ini adalah Sumpah Pemuda pada Kongres Pemuda II di tanggal 28 Oktober 1928, yang dihadiri oleh delegasi organisasi-organisasi pemuda dari berbagai daerah di seluruh Indonesia, termasuk Jong Ambon. Hasil penting dari Sumpah Pemuda ini adalah pernyataan sikap bahwa seluruh pemuda menyatakan sikap bersatu padu melawan Belanda. Menyatakan bahwa bertumpah darah satu, Tanah Indonesia; berbangsa satu, Bangsa Indonesia; berbahasa satu, Bahasa Indonesia. Fase yang ke-tiga adalah fase setelah 17 Agustus 1945.

    Selain kesamaan akar budaya, hal yang mempersatukan semua pemuda tersebut adalah kesamaan nasib, sama-sama di bawah penindasan Belanda, serta sama-sama ingin mengenyahkan penjajah bukan hanya dari bumi pertiwi, tapi dari atas bumi. Oleh karena itu, pernah pula didefinisikan bahwa yang dimaksud dengan Indonesia adalah wilayah eks Nederlands Indie. Dalam hal ini jika kita merujuk kepada peta dunia, wilayah yang dimaksud adalah wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dikenal pada saat ini.

    Sejarah mengatakan bahwa dalam proses tumbuhnya Negara Indonesia, sempat merasakan berbentuk negara federasi yang bernama Republik Indonesia Serikat. Hal ini sesuai dengan kesepakatan dengan pihak Belanda ketika terjadinya Konferensi Meja Bundar di Den Haag pada tahun 1949. Yang harus anda ketahui dan anda ingat adalah bahwa konferensi atau perjuangan secara diplomatik ini terjadi karena Belanda enggan angkat kaki dari bumi pertiwi. Walau bangsa Indonesia telah menyatakan proklamasi kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, namun kenyataannya di sebagian wilayah Indonesia masih bercokol bangsa Belanda yang tidak rela meninggalkan ladang emasnya di nusantara. Dan ini berlangsung sampai tahun 1949. Baru setelah Konferensi Meja Bundar, yang ditengahi oleh Persatuan Bangsa-Bangsa, Belanda akhirnya bersedia angkat kaki dari Indonesia.

    Perlu dicatat pula bahwa terjadinya Konferensi Meja Bundar di Den Haag pada 1949 bukan karena kebaikan hati Belanda. Tapi karena suksesnya lobi delegasi Indonesia untuk menekan Belanda dalam percaturan politik internasional, setelah sebelumnya Belanda selalu berupaya untuk menyatakan bahwa masalah proklamasi 17 Agustus yang terjadi adalah masalah “intern” Belanda. Sampai akhirnya Belanda harus mau menerima perantara perdamaian dari Persatuan Bangsa-Bangsa, yang kemudian membentuk good offices Commission yang terdiri dari 3 (tiga) negara (Belgia, Australia dan Amerika Serikat).

    Hasil dari Konferensi Meja Bundar ini adalah negara Indonesia berbentuk negara federasi bernama Republik Indonesia Serikat (RIS). Dengan Indonesia yang berbentuk federasi, Belanda masih berharap suatu saat akan kembali. Anda tentu tahu bukan, bahwa sebatang lidi akan mudah dipatahkan. Tapi jika sekumpulan lidi dijadikan satu, ia sulit untuk dihancurkan.

    Saya kurang mengerti maksud anda menyinggung soal RIS. Apakah yang anda maksud jika Indonesia saat ini tidak berbentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia, melainkan masih tetap berbentuk RIS, anda menganggap bahwa masalah gerakan separatis semacam Republik Maluku Selatan (RMS) tidak terjadi? Melihat nama dan tulisan anda, saya yakin anda adalah pendukung RMS. Anda sendiri tahu tidak sejarahnya RMS? Saya akan ceritakan sedikit. Berkaitan dengan berdirinya Republik Indonesia Serikat, maka dibentuklah Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS). Tapi ternyata para tentara eks KNIL (Koninklijk Nederlands Indisch Leger–Tentara Kerajaan Hindia Belanda) asal Maluku selatan yang pro-Belanda tidak bersedia bergabung! Mereka lebih memilih mendirikan negara yang bernama Republik Maluku Selatan. Tidak tuntasnya penyelesaian masalah inilah yang membawa ekses gejolak di wilayah Maluku selatan sampai hari ini.

    Saya tidak tahu berapa usia anda. Tapi sepertinya anda lebih tua dari saya. Jangan-jangan anda sendiri adalah salah seorang eks KNIL yang dimaksud. Ingatkah anda bahwa dulu anda (atau ayah anda) diangkut oleh Belanda ke Rotterdam dalam rangka demobilisasi serdadu-serdadu Ambon dan keluarganya ke negeri Belanda, segera setelah APRIS di bawah pimpinan Kolonel A.A. Kawilarang menumpas sempalan RMS? Ketika itu Belanda menjanjikan suatu hari kalian bisa kembali ke “Ambon yang bebas”.

    Ingatkah anda dengan berbagai aksi kekerasan yang [mungkin] anda lakukan di Belanda pada tahun 1970-an? Berbagai aksi kekerasan mulai dari serangan ke kedutaan besar Indonesia, pembajakan kereta api di Wijster, sampai pernah berusaha menculik Ratu Yuliana, sebagai buah atas kekecewaan terhadap “janji” Belanda tersebut di atas.

    Hal yang kurang lebih serupa terjadi juga pada tanah Papua. Belanda memiliki kepentingan. Dan sekali lagi, seperti pendahuluan yang saya tulis. Belanda kerap kali memanfaatkan politik adu domba. Mengadu sesama anak bangsa agar saling menghancurkan. Sedangkan pemenangnya adalah Belanda sendiri.

    Kembali ke soal Republik Indonesia Serikat, “penyerahan kedaulatan” yang anda maksud tentunya adalah “penyerahan kedaulatan” dari Belanda ke Republik Indonesia Serikat berdasarkan Konferensi Meja Bundar. Kedaulatan “diserahkan” setelah Indonesia memiliki konstitusi berupa Undang-undang Dasar RIS, yang terdiri dari 7 bab dan 197 pasal.

    Konstitusi yang dibuat di Belanda ini hanya bertahan selama 10 bulan. Sebagian besar pemimpin sepakat bahwa RIS merupakan hasil kompromi dengan Belanda, yang pada saat itu masih bercokol di sebagian wilayah Indonesia, dan hanya bisa dipaksa angkat kaki melalui perjuangan diplomatis melalui KMB. RIS bukanlah cita-cita proklamasi. Ia tak lebih dari strategi untuk membebaskan diri dari rongrongan Belanda yang terus bertahan bertahun-tahun setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Rongrongan yang menolak menerima kenyataan bahwa Indonesia telah merdeka!

    Satu hal lainnya yang anda singgung, soal “perampokan” yang anda singgung. Saya tidak merampok atau merasa merampok. Saya hanya merasa bangga sebagai bangsa yang besar. Bukankah pada tulisan saya di posting ini saya juga menyinggung soal saudara kita yang ada di Timor Leste, yang dulu disebut Timor Timur. Sekian puluh tahun hidup bersama, apakah kami merampok? Kalau mau bicara jujur, yang ada malah defisit. Selama bersama-sama, mereka selalu ada di posisi yang ‘termiskin’.. dan kita sebagai saudara harus rela membantu. Tanpa pamrih apa pun. Dalam sebuah keluarga yang beradab, sudah pada tempatnya yang lebih mampu membantu yang kurang mampu.

    Seperti juga yang saya singgung dalam tulisan saya di posting ini, bahwa benang merah adanya ketidakpuasan di beberapa tempat adalah lebih kepada kekurangsempurnaan sistem yang dijalankan. Beberapa tahun belakangan ini dijalankan konsep otonomi daerah. Komposisi perimbangan pembangunan daerah dan nasional diatur oleh masing-masing daerah. Perhatian terhadap pemerataan kesejahteraan dan keadilan diharapkan dapat menjadi resep nasionalisme yang mujarab, sehingga dapat meminimalisir ketidakpuasan yang meluas menjadi gerakan-gerakan separatis disintegratif terhadap negara dan bangsa.

    Jika anda merasa apa yang anda katakan dan anda perjuangkan itu benar, anda tahu ada yang namanya PBB bukan? Websitenya http://www.un.org . Perdebatan kita di sini tidak akan berujung hasil apa pun. Saya bukan siapa-siapa.

    Meneer Nunusaku, jika saja hari ini kita masih hidup di jaman Indonesia masih dijajah Belanda, mungkin kita akan bertemu dalam posisi saya sebagai si Pitung, dan anda adalah marsose Belanda yang sibuk membawa pisau cukur si jangkung, Jan Pieterszoon Coen :-) *just kidding/ si Pitung tidak hidup pada jaman JP Coen*

    NB:
    1. Tidak semua eks KNIL adalah pendukung RMS.
    2. Tidak semua orang Ambon di Belanda adalah pendukung RMS.

  13. By vanabout on Jul 24, 2007 | Reply

    Saya setuju dengan Om Zikri..!!!

    Hidup NKRI! MERDEKA!!!

  14. By Opi on Jul 24, 2007 | Reply

    RMS = Gombalisme gaya kuno, Memanfaatkan ketidak-sejahteraan orang Ambon buat cari Dana, Hayoo ngaku aja deh, klo dapet dana dari society tertentu… kasihan tuh orang2 yang tertipu….

  15. By raiyani on Jul 24, 2007 | Reply

    apa perlu idola indonesia dimenangkan saja si wilson, biar gak ada kerusuhan? OOT gak sih gw?

  16. By Oki on Jul 24, 2007 | Reply

    Yahhh…inilah kalo yg jajah Belanda, sorry ya, tapi Belanda itu cuma ninggalin t*ik doang. Ada ga negara hasil bentukan Belanda yg makmur? Balik lagi ke org2nya lah…udah pada dewasa ato belum? Semua juga butuh proses. Dapet kemerdekaan aja kaya Timtim malah pada gontok2an, apakah ada jaminan? Yg pasti perbaikan hrs jalan terus…sori aja, kemarin baru nonton Piala Asia dan bangga banget sama pemain2nya yg datang dari berbagai suku bangsa, sekarang merasa punya harga diri buat bilang “Aku Orang Indonesia”.

  17. By Yuliana Tan on Jul 24, 2007 | Reply

    Aduh… duh.. mau di culik :”>

    Hidup NKRI…! Ajang Idol bisa menimbulkan rasa kedaerahan yang kental… Ajang AFC bisa menimbulkan rasa nasionalisme yang tinggi! Ah.. aku cinta bangsa ini… aku cinta negeri ini!

  18. By Denny on Jul 24, 2007 | Reply

    menarik..

    mari menunggu respon Mr.Nunusaku selanjutnya

  19. By Irvan on Jul 24, 2007 | Reply

    wah, komennya mas zikri melebihi baris postingannya. ngeri banget ini. :D ikut baca aja ah.

    -IT-

  20. By Setan Kridit on Jul 24, 2007 | Reply

    Mr. Nunusaku,,
    Statement anda persis seperti kasus Aceh, cuma anda pintar untuk memodifikas jadi RMS.

    Lagu lama … “banyak bacot”

    * gudubrakkk…..

  21. By Ratna on Jul 24, 2007 | Reply

    Baca ‘keributan’ ini, aku kok mbayanginnya seperti ini…

    Tiba-tiba ada orang masuk kerumah kita lalu ‘membongkar rahasia’ keluarga. Katanya orangtua kita itu ‘palsu’, selama ini mereka telah membodohi kita, coba deh periksa yang bener dokumen-dokumennya.

    Hmm… Lepas dari benar atau ngga nya ‘rahasia’ itu, lepas dari masalah legal ilegalnya mereka sebagai orangtua. Ada hal lain yang sudah tertanam dalam di hati anak-anaknya. Kita tumbuh dan besar bersama, melewati suka dan duka bersama, kita juga sering merasa kesal bersama, kita juga sering (banget) mengritik ‘perilaku’ orangtua kita itu (walaupun belum tentu didengar), pokoknya banyak bersamanya deh.. termasuk korupsi bersama hehe.. (bukan gw lho..). Semua itu berlangsung di ‘rumah orangtua’ kita, Republik Indonesia tea.

    Ada banyak sekali hal yang telah mengikat, mempersatukan kita dan membuat kita cinta orangtua ini. Lalu, gara-gara ‘katanya’ dia ortu palsu, apakah semua itu akan membubarkan kita dalam seketika? Mungkin ada yang ga beres dari perilaku ortu kita itu. Mungkin dia banyak melakukan kesalahan. Termasuk terhadap orang-orang yang saat ini meragukan legalitasnya. Tapi kan.. manusia tidak ada yang sempurna, eh RI mah bukan manusia ya? :-)

    Tapi yang penting nih ya, di dada ini sudah ‘terlanjur’ tertanam rasa cinta padanya; bahasa kerennya udah ada ‘feel of belongingness’ euy.., udah PW sih ;-).

    Coba deh oom keluar lagi, liat alamat dan nomer rumahnya, jangan2 salah masuk.. hehe..

  22. By Ratna on Jul 25, 2007 | Reply

    Eh, lupa kesimpulannya.. :-)

    Jadi oom, keaslian dokumen itu memang penting, tapi bisa jadi ga berarti tanpa adanya rasa cinta atau ‘feel of belongingness’ tadi. Apalagi disini udah ada bagian pemeriksa dokumennya tuh, si Mamat ;-) infonya aja sampai lengkap kaya gitu.

    Tapi kalau ternyata besok-besok ada pemeriksaan ulang, trus katanya status ortu kita itu bener illegal, maka, so pasti kita orang akan mengusahakan supaya RI itu teteeep jadi ortu kita. Kalau perlu daftar ulang ke RT, RW terdekat :-) trus hari Kemerdekaan mundur deh jadi tgl 17 Agustus th 2007.. hehe.. Ntar oom pasti kita undang deh.

  23. By aBang on Jul 25, 2007 | Reply

    meneer nunusaku cuma ngelempar bola api…ga papa,,seru juga kalo ditanggepin…berhubung ini blognya om zik,bgs juga kalo dikasih pelajaran PSPB lagi tuh orang…kayaknya pikirannya terlalu byk intrik,,nah orang2 kyk gini nih yg byk ngadalin pahlawan2 kita dimasa lampau…dasar kompeni!

    nb. jan pieterzoon coen a.k.a meneer murjangkung musuhnya sawung kampret bos…^^

  24. By Mr.nunusaku on Jul 29, 2007 | Reply

    Karena sejak 14 desember 1949 negara RI telah menjadi salah satu dari 16 Negara bagian Republik Indonesia serikat (RIS). Jadi negara RI bukan satu negara yang berdaulat dan berdiri sendiri. Wilayah kekuasaan negara bagian RI adalah di Yogyakarta dan daerah sekitarnya menurut perjanjian Renville 17 Januari 1948 sebagaimana yang di akui oleh PBB dalam Resolusi No.67(1949) 28 Januari 1949.

    Pertayaan saya, apakah Muhammad Hatta memimpin delegasi RI…?
    bukan NKRI baru dijelmakan pada tgl 15 Agustus 1950 diatas puing-puing 15 negara Bagian RIS.

    Berarti negara RI adalah negara separatis…Memang negara RI adalah berdiri diatas mitos buatan Soekarno CS.
    Soekarno yang mencaplok Aceh, Papua, dan Maluku dan seterus kekayaan sumber alamnya dirampok oleh penerusnya elte RI Jawa.
    Karena RI Jawa adalah bangsa perampok yang menguras habis-habisan kekayaan sumber alam kekayaan Aceh,Papua dan Maluku membuat kemelaratan dimana-mana. Aceh yang sesama mulim dengan RI Jawa tidak sudih bergabung dengan negara separatis NKRI buatan Soekarno.

  25. By Setan Kridit on Jul 30, 2007 | Reply

    Yahhh…..!

    Kebanyakan baca 30 TAHUN INDONESIA MERDEKA nihhhhhhh!

    tapi seru deng… :))

    terusin dongggggg…. payah nih… =))

  26. By Setan Kridit on Jul 30, 2007 | Reply

    Mr.nunusaku,

    Trus anda maunya apa?

    Coba.. coba .. coba sini utarakan curhat anda disini.. kita2 mau koq denger…

    * jangan pake nangis ya… saya ga bisa nahan air mata kalo ada orang yang sedih .. .hiks…

  27. By Rahmat Zikri on Aug 3, 2007 | Reply

    #23

    Saya mau tanya kembali, sebelum 14 Desember 1949, yang namanya Republik Indonesia itu yang mana? Bukankah asal-usulnya sudah saya ceritakan pada jawaban yang terdahulu. Yang dimaksud dengan Republik Indonesia adalah seperti apa yang dicita-citakan oleh para pemuda dari Sabang sampai Merauke, dalam Kongres Pemuda II di tahun 1928, yang melahirkan Sumpah Pemuda.

    Nah, oleh tuan-tuan di Belanda yang dari beratus tahun lalu selalu menggunakan akal bulus, ditekan supaya jadi terpecah-pecah. Terutama untuk beberapa daerah yang masih dikuasai oleh Belanda. Salah satu poin nya adalah, yang dimaksud dengan Republik Indonesia adalah yang berkedudukan di Yogyakarta. Ini yang saudara maksud dengan Indonesia Jawa.

    Per 14 Desember 1949 RI memang menjadi bagian dari RIS. Tapi harap diketahui, sebelum ‘dipaksa’ oleh tuan-tuan di Belanda untuk menjadi negara federasi yang bernama RIS, semua negara bagian itu sebagai kesatuan bernama Republik Indonesia. Yang di kemudian hari dipertegas dengan sebutan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Jika anda membawa-bawa soal pengakuan PBB, saya tanya kembali, apakah anda sudah tanyakan kembali kepada tuan-tuan di PBB itu, apakah Republik Indonesia yang saat ini adalah ilegal? Apakah PBB mengakui kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus 1945? Mohon dijawab. Buat tambahan pengetahuan anda, Republik Indonesia yang anda sebut sebagai Indonesia Jawa ini beberapa kali mengirimkan pasukan perdamaian atas nama PBB, pernah pula menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Apakah PBB mengijinkan negara ilegal untuk mewakili lembaganya yang terhormat?

    Saya juga sudah menjawab, bahwa yang namanya ketidakpuasan itu pasti ada. Walau sekecil apa pun. Namanya hidup, semua tidak bisa dibikin seragam. Yang perlu dicari adalah keharmonisan. Dan tak kalah penting adalah keadilan. Anda bawa-bawa saudara kami yang juga muslim di Aceh, yang katanya tidak sudi bergabung dengan RI. Sekali lagi saya tegaskan, hal-hal seperti itu mungkin terjadi. Kenapa? Pasti ada asal-usul ketidakpuasan. Tapi apakah anda juga tahu, bahwa pada awal kemerdekaan Republik Indonesia, rakyat Aceh pernah berbondong-bondong menyumbangkan harta-bendanya untuk mendukung berdirinya Republik Indonesia yang menjadi idaman bersama? Coba cari di google tentang sejarah pesawat terbang yang bernama Seulawah.

    Terakhir, saya lagi-lagi ingin bertanya, sebuah pertanyaan saya yang belum terjawab, memangnya kalau RIS itu tetap ada sampai detik ini, apakah anda (yang pendukung RMS) akan berada dalam pangkuan RIS? Bukankah sejarahnya sudah saya sebut, ketika RIS dibentuk, tentara eks KNIL yang berasal dari Maluku menolak bergabung dengan APRIS dan kemudian mendirikan RMS. Lalu maksud anda mempertanyakan keabsahan NKRI itu apa? Supaya anda tahu juga sedikit perkembangan jaman anak muda di sini, beberapa tahun yang lalu bisa ada yang bilang begini: “Jaka Sembung makan golok” :-D

  28. By Anthony Fajri on Aug 13, 2007 | Reply

    KOK GAK ADA POSTINGAN TENTANG LAGU INDONESIA RAYA BAGAIMANA NIH? KATANYA NASIONALIS? MASAK KALAH AMA ROY SURYO

  29. By alikova75 on Aug 22, 2007 | Reply

    TAK USAH BAHAS SEJARAHLAH … KITA DAH TAHU YANG MAKMUR TUH CUMA JAWA DAN KAKI TANGAN PUSAT DI DAERAH … REPUBLIK KITA NIH SEBENARNYA NYIMPAN BOM WAKTU … SADARIN TUH DISTRIBUSI EKONOMI NEGARA KITA INI … DAN KITA SEMUA TAHU BAHWA KATA … UNITED .. ADALAH KATA SIFAT … JADI .. KATA KESATUAN BERWATAK KATA SIFAT … DISATUKAN … SEKARANG YANG PERLU DIINGAT PEREKATNYA APA … KEMAJUAN JAWA ??? … ATAU … DAERAH MANA … PAPUA KAYA TAPI ORANGNYA MASIH PAKE KOTEKA … JAKARTA MISKIN NDAK ADA SUMBER DAYA ALAM … TAPI KAYA RAYA …

    YANG SALAH POLITIKUS DAN PEMERINTAH … TIDAK DAPAT MELIHAT LUASNYA INDONESIA .. TAHUNYA JAWA DOANG … DAN … KAKI TANGAN PEMERINTAH PUSAT DIDAERAH … NGGAK MAU DERAH MAJU … COBA TENGOK STASIUN TEVE NASIONAL … DI JAKARTA MELULU .. COBA KALO DISETIAP DAERAH ADA RCTI ACEH, SCTV PADANG, TPI KALBAR DE EL EL … PASTI DAERAH CEPAT MAJU DAN NGGAK RIBUT … BANYAK PELUANG KERJA … PRODUCTION HOUSE, MODEL/ ARTIS DAERAH, ETC … SEKARANG KALO ADA DAERAH NUNTUT PERCEPATAN KEMAJUAN DENGAN JALAN BEBAS DARI REPUBLIK MO BILANG APA … WONG DAERAH KAYAK SAYA DAH NDAK MAU MAKAN BATU … MEN … KITA DI REPUBLIK INI BERUNTUNG BANYAK ORANG ISLAMNYA KARENA KALO PERUT LAPAR BISA PUASA … TAPI BAYANGKAN KALO SATU SAAT MASALAH PERUT BUKAN LAGI DENGAN SENTUHAN PUASA TAPI DENGAN GARONG, MALING, COPET DE EL EL … LEBIH PARAH REVOLUSI BERUJUNG SEPARATIS …. MO APA JADINYA … GUA AJA MUAK LIHAT TINGKAH PEMERINTAH PUSAT … CUMA MIKIRIN JAKARTA … GENERASI MUDA SEKARANG SEBAIKNYA BERTERIAK … MAJULAH … MULIALAH … MAKMURLAH … SEPERTI TEKS LAGU ASLI … BUKAN MERDEKA … MERDEKA … MERDEKA …. SAMPE KAPAN TERIAK PEJUANG INI SELESAI … APAKAH KITA NIH MEMANG BLOM MERDEKA … SHG GENERASI SKRG TERIAKNYA ITU-ITU AJA.

  30. By alikova75 on Aug 22, 2007 | Reply

    BUNG-BUNG YTH …

    MOHON JANGAN CUMA NGOMONG .. NKRI … HARGA MATI … LOE-LOE ORANG TELAH BEBUAT APE SAMA NI NEGERI … COBA JELASIN DONG KERJA ORTU LOE MASING-MASING … JANGAN-JANGAN YANG BAHAS DISINI … ORTUNYA KORUPTOR .. SHG STJU NKRI HARGA MATI … BIAR ORTUNYA DAN LOE PUAS KORUPSI NIH NKRI … NGOMONG AJA … BUKTIIN MERAHMU … BAPAK GUA CUMA BURUH DAGANG … JADI SUSAH KORUPSINYA ….

    BUAT MODERATOR … KALO LOE MEMANG MO NGEBUKTIIN CINTA NKRI COBA LOE KASIH KEMAMPUAN PENGUASAAN IT LOE INI DENGAN NGEBUAT DAFTAR ORANG-ORANG KAYA REPUBLIK YANG KEKAYAANNYA DICURIGAI …

  31. By alikova75 on Aug 23, 2007 | Reply

    woiii … ngape posting gue dihapus … pengecut loooe … dasar …. lampung markas belande tuh …. gimana meneer zikri …

  32. By Rahmat Zikri on Aug 23, 2007 | Reply

    #28:
    Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai sejarah. Catat itu.

    Kalau anda anggap politikus dan pemerintah yang salah, ini negara demokrasi. Besok-besok jangan pilih yang salah. Tapi, jangan gara-gara mau membasmi tikus, lumbung padi malah dibakar habis berikut seluruh padinya.

    Saya tahu, masalah yang dimaksud adalah selama rejim Orde Baru berkuasa. Buat contoh, kalau yang dimaksud pemerintah (secara keseluruhan), lihat saja jamannya Sukarno. Apakah dia menumpuk kekayaan? Bahkan meninggalnya pun dalam kondisi yang menyedihkan untuk seseorang sebesar beliau.

    TV di daerah? Saat ini sudah ada undang-undang yang mengatur dan mengijinkan penyelenggaraan stasiun televisi di daerah. Lalu?

  33. By Rahmat Zikri on Aug 23, 2007 | Reply

    #29:
    Orangtua saya bukan koruptor tuh. Apa yang mau dikorupsi? Lha ngga kerja ama orang lain koq :)

    Otak anda ini keblinger. Boro-boro mau ngebahas soal NKRI, soal kemakmuran, dsb. Masa’ orang IT seperti saya disuruh bikin daftar koruptor? Jaka Sembung makan golok jek… Dari mana mau bikin daftarnya? Lu kira daftarnya bisa didapat dari google?

  34. By Rahmat Zikri on Aug 23, 2007 | Reply

    #30

    Bukan dihapus. Sebenernya saya males ngeladenin omongan blepotan seperti anda. Saya masih lebih respek dengan posting/comment dari orang macam Mr.Nunusaku.

    Tulisan anda buat saya sangat tidak bermutu, sampah dan ngga jelas batang hidungnya. Lebih dari itu, sopan santunnya ngga ada. Nulis pakai CAPSLOCK pula.

  35. By oRiDo on Aug 29, 2007 | Reply

    mulai lah dari diri sendiri..
    mulai dari yang kecil..

    merdeka!!!

    :)

  36. By Mr.Nunusaku on Sep 2, 2007 | Reply

    62 TAHUN NKRI sudah merdeka tetapi merdeka dalam kemiskinan dan tetap dalam kemelaratan bangsa, karena dipimpin oleh manusia-manusia jahat yang sukah menipuh sesama anak bangsa dan banyak melakukan pembodohan manupulasi sejarah NKRI sebagai harga mati membuat negara ini tetap dalam kemelaratan bangsa, 62 tahun dikuasai pemimpin RI Jawa dengan segala penipuan karena pemimpin yang krop membuat negara eligal ini tetap dalam penderitan dan kemiskinan selama 62 tahun dan banyak TKI mencari ringgit di Malaysia saudi Arabiah walupun tersiksa dianiaya, diperkosa dan dibunuh tetap saja mau membuang diri mencari ringgit di Malaysia sedangkan Indonesia disebut negara kaya dengan segala sumber alamnya ternyata kekayaannya dalam mimpi yang suka dirampok oleh RI Jawa mas.

  37. By Faisoul on Sep 5, 2007 | Reply

    Ada ungkapan terjemahan, jangan buang air mandi bayi sama bayi2nya….

    fakta bahwa terjadi kesenjangan antara Jawa/Pusat dan daerah lain tidak berarti NKRI adalah suatu kesalahan. Yang salah adalah praktek di lapangan dan mentalitas oknum penguasa.

    Jauh sebelum perdebatan RIS vs. RI, UUD 45 vs. apa lah, ada 28 Oktober 1928. Poin yg menarik sebenarnya soal pemilihan bahasa Indonesia. Waktu itu pilihannya adalah bahasa Jawa, dng pertimbangan pengguna terbanyak, atau bahasa Melayu, yg walaupun lebih sedikit penggunanya tapi lebih tersebar. Keputusan utk memenangkan akar bahasa Melayu sebagai Bahasa Indonesia bukti bahwa dulu pemuda emang lebih bijaksana kali ya.

    Singkat cerita, saya tetap mendukung NKRI, sesuai semangat Sumpah Pemuda, tapi mari kita membereskan praktik di lapangan bersama2.

  38. By jayawardhana ( arek smpn 2 balen ) on Sep 6, 2007 | Reply

    buat mr.nunusaku

    kalo anda belum belajar tentang pspb, mending sekolah dulu.
    tanya sama pak guru, kalo elo kurang puas hub aku, tak ajak ke arsip nasional dan perpusnas. cari data yang anda mau tentang sejarah nkri.

    anda pikir ada bisa bangun rms? coba aja kalo bisa. indonesia kuat bung. tadi aja beli pesawat lagi 4 unit. 2 kapal selam, 40 tank amphibi, dan paket rudal lengkap. cukup untuk menghajar rms yang sok hebat. negaraini dibangun dengan susah payah dan bersama sama, kok sekarang mau sok sendiri. baca tulisan bung rahmat zikri. itu benar ( kalo gak salah sih )

    kalo kita mau habisi, sebenarnya bisa aja. kita takut dosa bung.( padahal bisa gak ya? ) lagian saya merasa anda itu bagian dari saudara kami. satu bangsa satu negara, NKRI.

    kirim aja sukhoi 1 unit, bawa senjata lengkap. habis deh….!!!

    anda itu sok banget. lihat timor timur?? tiap hari berantem ama saudaranya sendiri. gak jelas…

    mari kita bangun sama sama nkri ini, gak usah berantem sesama saudara. siapa yang untung?

    selama ini, apa yang anda dapat dari rms?
    anda tinggal di negara mana?
    kalo anda rms, harus punya negara sendiri. jangan berdiri di NKRI, keluar dari NKRI. lari aja ke kepulauan pasifik.

    anda tahu kan syarat berdirinya sebuah negara?

    punya tentara,punya wilayah,punya rakyat.

    anda punya semua. nol besar.

    pengecut….sampai kapanpun gak akan bisa.

  39. By Rahmat Zikri on Sep 7, 2007 | Reply

    Meneer Nunusaku,

    Anda pernah dengar ini: “right or wrong is my country?” If it is right, keep it right. And if wrong, set it to be right.

    Maaf, komentar anda mulai saat ini tidak akan saya approve. Kecuali anda mau menuruti ajakan saya untuk berdiskusi dengan cara yang benar. Kalau begini caranya, artinya anda hanya membuat kericuhan. Mengapa semua pertanyaan saya ke anda tidak dijawab satu pun juga? Kalau begitu, buat apa saya meladeni pertanyaan anda?

    Oh iya, saya sudah mengambil sebuah kesimpulan, anda bukan eks KNIL yang desertir menolak bergabung dengan APRIS. Yang eks KNIL itu ayah anda.

  40. By Diaannn on Sep 12, 2007 | Reply

    Baru baca lagi postingan ini lagi, ternyata udah rame kali comment-nya.

    buat #27… fyi aja ya… kalo Zikri nanti diajak membahas lagu Indonesia Raya temuan si Om Roy, bisa gak selesai selasai nanti ngebahasnya. Minta ajah tuh ama dia link-nya tentang pembahasan Indonesia Rayanya Om Roy, stock-nya banyak kok ;-)

  41. By ovie on Dec 7, 2007 | Reply

    seru beneeeeeer…

    ada lg yg mau comment?

    sekalian belajar euy!!!!

  42. By Daun on Dec 14, 2007 | Reply

    Bangeet!
    Biar bukan jawab mr.Nunusaku, ceritain sejarah lagi donkzz…
    Saya juga sebenernya bingung kenapa dia ngomongin pelajaran sejarah kelas 3 bab 2.
    Biar pelajaran Sejarah remed terus tapi saya mendukung Indonesia sepenuh hati (dan organ2 lainnya). MERDEKA!!! (Hhh… It feels good…)
    Nb: bagian remed terusnya don’t try this at school ya… Hahaha

    Ngomonin soal NKRI, katanya malah ada yang bikin Pancasila-NO ya? wah aliran sesat ga cuma di agama aja yawh

    Maaf kalau ngomongnya kebanyakan

  43. By wong bodho melu ngomong on Dec 16, 2007 | Reply

    aneh neh, di situ perang mulut. padahal disini yg lg jadi TKI adem ayem aja. satu barak di huni orang2 dari banyak suku. damai2 aja. tiap perwakilan daerah cuma bisa bilang, bahwa yang banyak mulut itu malah nggak ada sumbangsihnya sama sekali buat negara. yang ada malah kemungkinan dia sendiri orang malas yg pengin dapat jatah. soalnya klo dia jadi anggota parlemen, bisa2 ikut2an ngelirik duit rakyat juga khan…

    klo memang cinta negara, udah nggak usah banyak mulut. toh yang jadi pemerintah sekarang di pilih oleh kita2 juga. jadi baik dan buruknya mereka menjadi salah satu tanggung jawab kita juga. (mau nggak mau tapi itu kenyataan loh, lha wong kita2 orang yang milih mereka khan!!)

    jadi daripada ribut misahin diri, kenapa nggak ngambil jalan buat ngebangun yang sudah ada saja. memang apa bedanya coba… malah kayaknya lebih mudah dalam segala segi, soalnya ngirit waktu dan ngirit biaya khan. ngelakuinnya jangan nunggu di perintah, tapi lakukan sendiri, lakukan hal2 yang berguna buat semuanya (meski jadi kuli, tapi singkirin tuh mental kuli, bisanya nunggu2 perintah dan menghindar dari tanggung jawab!!)

    aku nggak tahu banyak soal pspb, jadi nggak bisa ikut2an banyak omong tentang hal begitu, yang aku tahu, indonesia sudah berdiri, dan aku jadi salah satu warga negara negaranya. jadi berhubung aku nggak tahu kebenaran apa di balik semua ini dan yg ada di masa lalu. so, mendingan jalani aja semuanya yg ada dan bisa aku jalani sekarang ini dengan benar. jadi masa depan bisa jadi lebih baik.

    intinya JUST DO IT or just DU IT. :(

  44. By regae on Apr 25, 2008 | Reply

    Pokoe waspada penetrasi asing dalam berbagai bidang yang tidak menguntungkan NKRI cuma untuk keuntungan perut segelintir orang yg merasa bangsa Indonesia,banyak loh antek2 asing yang siap memangsa..Iiihhh serem

  45. By Dimas on Mar 19, 2009 | Reply

    Merah darahku putih tulangku “NKRI” harga mati merdeka…!!!

  46. By black on Apr 28, 2009 | Reply

    woi kenapa sih mesti ngeributin sejarah ???? bukannya sejarah tu cuma untuk tolak ukur saja, ibarat kita naik motor saat kita melihat belakang cukup pakai spion,begitu juga sejarah, buat saya sejarah tu cukup buat pembelajaran kita dimasa depan,coba kota bayangkan jika sebuah bangkai yang sudah terpendam cukup lama kita gali kembali pasti kita akan kesulitan untuk mencari potongan-potongannya dan andai kata bangkai tersebut masih belum lama n kita bongkar kembali pasti deh baunya kemana2 n tu bukan yang gali saja yang ngerasaain tapi juga yang ada disekeliling kita.jadi menurut saya sekarang bagaimana kita membawa Negara ini kedepan .sory baru belajar nulis.

  47. By Noe on Jun 12, 2009 | Reply

    Mr. Nunusaku,ada baiknya anda coba buat ringkasan hasil berbagai perjanjian Indonesia-Bld yg pernah tjd, kl anda betul2 ingin buktikan bahwa kita2 ni lg dibodohin NKRI. Trus, bgm kaitan hsl perjanjian2 tsb dg keberlangsungan NKRI sekarang?

  48. By Jun on Jun 23, 2009 | Reply

    Sebelumnya perkenalkan, gw ni orang Ambon tulen lho.
    klo gw bisa milih, gw lebih stjh ama pendapat mr Zikri. Punya nkri seru banget, punya bermacam2 suku, agama, dan budaya. klo Maluku jadi merdeka paling agama yang diakui cuma muslim dan nasrani doank. kebayang ga sih hari liburnya cuma berapa..? he..he..
    klo masalah dibawa ke sisi kemakmuran daerah, memang kita semua taw klo selama ini yang diperhatikan serius cuma jawa doank. memang ada perhatian pemerintah pusat ke daerah, tapi cuma sedikit itupun dah bocor ditengah jalan. itu yg bkn gw kuliah di Jawa. klopun RMS merdeka belum tentu orang Maluku bisa mensejahterakan diri dan negara(rms) dengan SDA yang ada. orang Ambon pada umumnya khan malas, belum lg mentalnya yg payah(sk mabuk2an). contohnya orang Jawa, Cina, Bugis, dll yg tinggal di Ambon mampu bersaing dan sukses. orang Ambon sendiri malah beli sayur dr org Jawa yg ditanam di tanah sendiri.
    so, mending kita ga usah ribut. ada baiknya kita berusaha bangun ini Indonesia tercinta. pemilu dah dekat, pilih calon pemimpin yg kualitas ok dan nasionalis 100%. apalagi terasa banget ada yg mw mengesahkan syariat islam di nkri. wah..wah.., para petinggi negara udah ga nasionalis lagi.
    satu lagi, jgn mengidentikan rms dgn kristen. itu hanya provokasi dr pasukan muhajidin yg tdk suka dgn kedamaian di Ambon.
    hidup Ambon, hidup NKRI…
    kpn ya PSA(klub sepak bola)Ambon masuk LSI..?

  49. By Sarjianto on Aug 31, 2009 | Reply

    Mbok yo ojo ngomong terus NKRI harga Mati marang bongso lan rakyate dewe, saiki wis titi wancinya mbukteke NKRI yo rego mati marang Negoro lio sing sambendino anggawe perkoro kuwi Negoro Malaysio/ Malaya.

    Jangan bicara NKRI Harga Mati sama Bangsa maupun Rakyat Indoensia, sekarang waktunya membuktikan bahwa NKRI juga merupakan harga mati kepada Negara lain yang selalu membuat masalah yaitu Malaysia/ Malaya.

  50. By Sarjianto on Aug 31, 2009 | Reply

    Mbok yo ojo ngomong terus NKRI harga Mati marang bongso lan rakyate dewe, saiki wis titi wancinya mbukteke NKRI yo rego mati marang Negoro lio sing sambendino anggawe perkoro kuwi Negoro Malaysio/ Malaya.

    Jangan bicara NKRI Harga Mati sama Bangsa maupun Rakyat Indonesia, sekarang waktunya membuktikan bahwa NKRI juga merupakan harga mati kepada Negara lain yang selalu membuat masalah yaitu Malaysia/ Malaya.

  51. By BOY on Sep 15, 2009 | Reply

    Negara ini terlalu luas bro.., Indonesia rentan untuk pecah, bukan saja rentan gempa, tapi juga rentan tercerai berai…, jika selagi saja ada kata2 mayoritas dan mayoritass. Malaysia tau kelemahan Indonesia, cuman digoyang lewat perbedaan agama di Indoesia aja udah afdol

  52. By Indra on Nov 12, 2009 | Reply

    Mari semua saudara-saudaraku untuk membangun bangsa ini,jikalau pemerintah yang salah dalam mengelola bangsa ini bukan berarti dapat menyalahkan bangsa ini atau salah suku atau daerah lain.percayalah dari seluruh anak indonesia tidak mungkin mereka senang bila saudaranya hidup dalam serba kekurangan atau penderitaan dan itu terbukti dengan adanya kepedulian seluruh komponen anak bangsa bila terjadi musibah di salah satu daerah ditanah air tercinta ini,mereka berbondong-bondong berusaha untuk mengumpulkan sumbangan untuk dapat memberikan bantuan tanpa mngenal mereka dari suku mana jawa,cina,sumatra,kalimantan maupun papua semua bersatu hanya dengan satu tujuan menolong saudara yang sedang kesusahan,kalau saya boleh punya angan-angan nantinya tidak adalagi sebutan putra daerah tetapi melainkan putra-putri indonesia,lebih baik kita bersatu untuk membangun negara ini dimulai dari kita sendiri untuk maju agar dapat membantu saudara-saudara kita dengan membuka lahan pekerjaan bagi saudara-saudara kita,dan bersama sama bersatu untuk membantu memajukan daerah-daerah saudara-saudara kita yang tertingga dengan segenap apa yang kita miliki sekecil apapun itu sangatlah berarti ketimbang tidak ada kepedulian sama sekali,bangsa ini yang indah yang penuh dengan corak sayang untuk dihancurkan hanya untuk memikirkan atau mengutamakan kepentingan individu. BANGSA INDONESIA INI ADALAH BANGSA YANG BESAR,BANGSA INDONESIA INI ADALAH BANGSA KAYA KARENA BANGSA INI MEMILIKI KALIAN SEMUA PUTRA-PUTRI BANGSA INDONESIA,APALAH ARTI BANGSA INI TANPA ADANYA SALAH SATU DIANTARA KALIAN WAHAI SAUDARAKU PUTRA PUTRI BANGSA INDONESIA,untuk saudaraku nunusaku dan para pengikut RMS lainnya marilah kita bersatu membangun bangsa ini,apabila kita tidak puas dengan pemerintahan maka marilah kita berjuang bersama untuk memperbaikinya dengan turut serta didalam organisasi partai atau membangun partai nasional baru yang dapat menyuarakan secara nasional pula bukan secara kedaerahan

  53. By Ben on Nov 12, 2009 | Reply

    NKRI bisa goyang, itu karena Pemerintah tdk konsisiten. di Negara ini banyak pemrintah2 yg bisa membuat Pemerintah resmi diam dan tertunduk, yaitu adanya aksi organisasi yg mengaku dirinya orang suci dan merasa ada hak utk menghakimi orang2 yg tdk berdosa. dan di Republik ini seolah-olah tdk mempunyai perbedaan Suku, agama, dll. saya yakin jika orang2 mayoritas ingin menjajah minoritas dgn mengatas namakan agama. saya yakin dan percaya NKRI akan bubar. saya yakin yg minoritas jauh lebih cerdik. maka hargailah yg minoritas, karena mengusir penjajah kita tdk berbicara suku dan agama. tp setelah merdeka jadi aneh. Irian jaya, kalimantan, sumut, Sulawesi tdk akan bergabung dgn NKRI jika tau akan sperti ini. Masa orang Sulawesi blm saatnya jadi Presiden??? komentar apa itu, saya kira komentar itu tdk datang dari tukang becak.

  54. By Syam on Nov 20, 2009 | Reply

    Saya tidak sengaja membuka blog ini. Hanya karena kebetulan saya bantu anak saya membuat tugas PKN tentang fase perjuangan Indonesia.

    Tidak ada di dunia ini yang dapat menjadi hukum mutlak, kecuali yang datang dari Allah SWT. Bahkan teori-teori ilmu pun banyak yang sudah bergeser dan dibuktikan keliru. Tidak berarti NKRI ini keliru. NKRI dalam konteks bahasa mungkin bisa kita terima untuk masa yang panjang. Tetapi NKRI dalam konteks sosial politik, harus siap menghadapi perubahan. UUD 45 yang diperdebatkan disini pun sudah diamandemen lima kali. Bahkan amandemen keenam sedang dipersiapkan, dengan dalih penyesuaian kondisi. Soal RMS juga tidak perlu dipermasalahkan terlalu jauh. Bahkan lepasnya Timtim pun sebenarnya karena Habibie tidak melihat aspek positif dalam mempertahankan Timtim. Beliau melihat dari aspek efesiensi dan pembangunan nasional. Terlalu berat biaya mempertahankan Timtim. Padahal Timtim adalah sumber pendapatan dan kesejahteraan ABRI pada saat itu. Dampaknya laporan pertanggung jawabannya ditolak oleh DPR. Sejahterakah Timor Leste? Tidak. Adilkah Timor Leste? Tidak. Siapa sebenarnya yang disejahterakan oleh Timor Leste? Ada 11 mahasiswa Timor Leste di kampus saya. Gaya hidupnya persis seperti anak pejabat RI yang kuliah di luar negeri.

    Jadi pada dasarnya NKRI hanya sebuah akronim saja. Mungkin yang harus kita pertahankan adalah keinginan kita untuk bersatu dan bekerja bersama-sama. Bila pada suatu saat nanti ternyata situasi sosial politik memerlukan perubahan dan Indonesia tidak lagi menjadi negara kesatuan, tetapi federasi, kita harus bisa menerima dengan lapang dada. Seperti pemilihan bahasa Indonesia yang berbasis bahasa melayu.Toh otonomi daerah juga sudah merupakan bentuk pengingkaran sistem politik kenegaraan terhadap konsep persatuan. Bila mengacu pada konsep kesatuan, maka tidak perlu ada pemilihan langsung gubernur dan bupati/walikota.

    Lebih baik kita coba bekerja keras untuk membantu bangsa ini menjadi lebih cerdas dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Tidak usah berebut, berkeras kepala, sehingga kita terkesan sedang bermasturbasi ilmiah.

  55. By ariz on Apr 14, 2010 | Reply

    bangsa indonesia terlahir pada tanggal 28 oktober, merdeka pada tanggal 17 agustus 45 dan membentuk negara pada tanggal 18 agustus 45, jika kita mengakui sebagai bangsa indonesia kita harus paham dengan runtut perjalanan bangsa kita. sehingga kita bisa katakan bahwa sistem NKRI berbeda dengan negara lain didunia, mulai dari buaya, aturan dasar, sosial,politik, ekonomi dan lingkungan untuk mengelola dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,

  56. By dani on Nov 29, 2010 | Reply

    Agama dapat mempersatukan, dapat juga memecah belahkan antar umat beragama. Contoh yang ada, kenapa Kalau Muslim tidak boleh/susah/tidak disetujui kalau menikah dengan yang bukan muslim?

    Ya inilah salah satunya, agama memang baik dibanyak hal, tapi juga agama perlu perubahan dimana biarkan orang memilih agama yang mereka mau, mau pindah dari satu agama ke agama lain jangan ditekan,dilarang dll.

  57. By Framm on Mar 16, 2011 | Reply

    jangan salah bicara ,,,, lo bilang timor timur gersang dan hanya bikin habis APBN ????

    lo kelihatan kurang baca …. Timor Timur sekarangnya timor leste itu,,,, punya hasil tambang minyak di laut yang belum sempat di intervensi indonesia pada saat itu … hal ini hanya duluan diketahui Australia….

    alasan Australia dukung kemerdekaan Timor leste karena ada indikasi perkembangan komunis disitu dan indonesia tidak tanggap akan hal itu sehingga USA jalan dengan make jasa Australia…..gtu

  58. By Jerry on May 5, 2011 | Reply

    saya tidak percaya NKRI ini masih bisa bersatu untuk beberapa tahun ke depan. karena di media hanya selalu memberitakan berita Fitnah, fitnah lebih kejam dari peperangan. Media yang hanya takut pada suatu organisasi keagamaan. hanya negara ini yang takut pada ajaran paham agama. malah agama yang tdk mengganggu orang lain disebut sesat, agama yg menjatuhkan banyak korban malah di lindungi. bener2 terktuk negara ini. di Eropa dan Amerika agama tidak bisa mencampuri institusi negara. tapi di Indonesia malah dipelihara.

  59. By andry on Jul 1, 2011 | Reply

    kayanxa seru tuh NKRI vs RIS…tapi ingat bung skarang kita udah merdeka.kalo pun kita bicara ketidak puasan atas pelaksanaan jalananx pemerintah kita kembalikan ke karakter individualis,coz dari sekian banyak pejabat kita yang korup saya yakin ada ko diantara mereka yang patriotis.say ga setuju banget kalo ada steagment yang menuduh jawa adalah penguasa apalagi menanamkan ideologi sparatis.saya pernah tinggal lama di luar pulau jawa,dan kenyatanx yang menyunat anggaran dan menghambat pembangunan daerah itu orang perbuminx juga bukan orang jawa atau daerah lain.aplagi sekarang dengan sistem OTDA…ga usahlah lempar batu sembunyi tangan.kembali ke vosting bung nunusaku,saya heran sebenarnya anda itu lahir dan dibesarkan dimana?sadar bung,mungkin dari sekian ribu nyawa pahlawan indonesia,salahsatunya telah menyelematkan anda atau keluarga sehingga anda bisa hidup sampai sekarang!!!apa pun alasanx sparatis adalah tindakan makar,tidak mengakui NKRI adalah munafik,ingat sejarah bung…berapa ribu nyawa yang gugur demi ibu pertiwi,,,??berapa juta anak yang jadi yatim piatu,,,??mereka gugur demi NKRI.nkri yes…sparatis nazjissssss!!!!

  60. By bubar on Aug 3, 2012 | Reply

    korruptor berpesta, hukuman penjara korruptor hanya 2 Tahun dan 2 tahun… NKRI terancam bubar

Post a Comment

About Me

The smiling geekIndependent IT Consultant and Trainer, mastering in Microsoft technologies. 13 years experience in all level of systems and network engineering. Currently being awarded as Microsoft MVP in Exchange Server. Live in Jakarta, Indonesia. Claimed himself as a not ordinary geek, who loves photography and hanging out with friends. More.

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Google