Kehilangan Login Yahoo

Written on 28 December, 2007 – 16:43 | by Rahmat Zikri |

Siapa pengguna Internet yang tidak tahu Yahoo? Sepertinya sebuah jawaban yang sudah tidak perlu didebatkan lagi. Mungkin hampir semua orang pengguna Internet pernah menggunakan fasilitas yang ditawarkan oleh Yahoo. Apakah itu menjadi pengguna email gratis yang diberikan oleh Yahoo, atau memanfaatkan instant messaging yang terkenal dengan nama Yahoo! Messenger a.k.a YM, atau “terpaksa” menjadi anggota mailinglist di bawah Yahoogroups, atau sekadar memanfaatkan search engine-nya. Sebenarnya masih banyak lagi fitur yang ditawarkan oleh Yahoo.

Awal mula saya menjadi pengguna Yahoo sekitar awal tahun 2000. Ini jika dihitung dari secara resmi saya membuat login, bukan hanya memanfaatkan search engine. Semula saya ogah membuat login, yang artinya hanya menambah banyak alamat email yang saya miliki. Ketika itu, selain sudah memiliki beberapa alamat email di bawah domain ITB, juga domain-domain lainnya, email saya yang berdomain pribadi zikri.com pun sudah ‘hidup’ dan menjadi trademark yang mudah diingat oleh semua orang. Kalau tidak salah, pertama kali ada teman yang mengajak untuk bikin login di Yahoo adalah pada tahun 1999. Teman saya ketika itu bilang, “daftar gih, supaya bisa online pakai Yahoo Messenger dan kita bisa chatting”. Ketika itu saya menolak mendaftar, karena yang ada di dalam benak saya yang namanya ‘chatting’ adalah kegiatan tidak produktif yang hanya buang-buang waktu. Baru pada tahun 2000 saya menemukan manfaat penting dari sebuah instant messaging seperti YM ini, ketika mulai melakoni hidup yang ‘mobile’, dari sebuah tempat ke tempat lain. Dari sebuah kota ke kota lain. Instant messaging seperti YM (saya juga memakai Live Messenger, yang dulu dikenal dengan nama Windows Messenger atau MSN Messenger) sangat terasa manfaatnya.

Ketika sedang berada di luar kota, apalagi untuk keperluan pekerjaan, bisa jadi tiba-tiba ada sesuatu yang tidak saya mengerti dan perlu teman diskusi. Atau sebaliknya, ada teman yang butuh bantuan, padahal saya sedang berada entah di mana. Tanpa harus mengirim email –yang jelas tidak instan– atau menelpon –yang jelas mahal–, instant messaging hadir sebagai solusi murah dan cepat. Walau demikian, tidak semua orang mengerti arti penting seperti ini. Sebagian pengguna menganggap bahwa YM dan sejenisnya adalah media untuk ‘ngerumpi’, tempat ngobrol ngalor-ngidul dengan teman, yang jika dikembalikan lagi ke ‘tuduhan’ saya pada awalnya yaitu hanya sebagai kegiatan tidak produktif yang membuang-buang energi dan waktu secara sia-sia.

Beberapa kali saya pernah menerima protes dari beberapa teman yang di dalam isi kepalanya masih menganggap YM hanya untuk chatting –online di YM artinya sedang ingin chatting–, protes karena saya online tapi kalau diajak ngobrol hanya menjawab1-2 patah kata. Kalau ngga mau chatting ngga usah online! Pola pikir pengguna yang belum mencapai tahap ‘mature’ dalam ber-Internet semacam inilah yang mengakibatkan beberapa perusahaan membuat policy dalam akses ke Internet bagi para pegawainya, termasuk di antaranya policy untuk mem-blok akses ke instant messaging. Tentu agar pegawainya bisa lebih berkonsentrasi ke pekerjaan ketimbang chatting sepanjang hari. Padahal, sisi positif dari instant messaging juga ada. Setidaknya seperti yang saya sebutkan tadi, bisa dipakai untuk minta bantuan!

Dengan arti penting login Yahoo seperti itu buat saya dan juga mengingat saya telah menggunakan Yahoo secara aktif sejak tahun 2000, bisa dibayangkan apa jadinya jika tiba-tiba kehilangan akses ke Yahoo. Apalagi kalau mengingat daftar contact yang ada sudah luar biasa. Dulu, pernah ada batasan jumlah contact, seingat saya pernah mengalami beberapa kali peningkatan dalam batas, 100, 200, 300, 500. Padahal daftar ‘antrian’ yang hendak masuk list lebih dari itu. Dulu, tidak jarang saya terpaksa menghapus beberapa ID yang dianggap pasif, ngga jelas, nyaris tidak pernah online atau yang ngga ada gunanya, agar bisa menambahkan contact baru yang perlu di-approve. Sekarang, saya tidak tahu berapa quota daftar contact/friend yang diberikan oleh Yahoo. Yang jelas pada saat ini list di YM saya –yang beruntung tidak tereliminasi– mendekati angka 700! Rasanya kapan pun saya online, hari kerja atau libur, siang atau dini hari, seabrek orang akan tetap terlihat online di jendela YM saya :D

Tahun lalu, pertengahan 2006, tiba-tiba saja saya tidak bisa login. Sebenarnya ini salah saya. Mengganti password, lalu lupa dengan password baru tersebut. Karena salah satu standar password yang saya pakai adalah harus kompleks, ada huruf besar, kecil, angka dan special character! Ketika itu sedang ‘mewabah’ email ‘phising’ di Internet, yang bisa berakibat password anda bisa diambil alih oleh orang lain. Pada periode sekitar Mei-Juli 2006, tiba-tiba saja ada beberapa teman yang meng-add saya di YM dengan menggunakan ID baru. Ke mana ID lamanya yang selama ini mereka pakai? Kenapa ganti baru? Ternyata mereka tidak bisa login ke ID nya yang selama ini dipakai.

Buat saya –dan tentu juga beberapa di antara mereka– hal itu adalah seperti mimpi buruk. Ada banyak contact penting di dalam list YM dan tiba-tiba kita kehilangan akses ke sana. Lebih buruk lagi jika mengingat ID Yahoo saya juga dipakai untuk mengelola beberapa mailinglist yang saya anggap penting. Kehilangan akses ke login Yahoo sama saja mematikan milis-milis tersebut secara perlahan. Sebelum terjadi, sekaligus dalam rangka periodik mengganti password, saya ganti saja password Yahoo dengan yang lebih kompleks. Saking hebatnya, esok harinya pun saya sendiri lupa nulis apa!

Hey, it’s okay… Kita bisa pakai fasilitas Yahoo untuk men-generate password baru. Saya coba masukkan data saya, it worked. Tapi sampai batas validasi data saja. Ketika masuk ke pilihan apakah akan menampilkan password baru di monitor atau kirim via alternate-email yang pernah didaftarkan, saya coba tampilkan di monitor. Kali ini ada satu pertanyaan rahasia yang harus saya jawab. Pertanyaan yang saya buat sendiri. “When is your anniversary?” Buset. Anniversary. Bukan birthday. Lagi-lagi saya lupa anniversary apa pula? Bisa jadi hal-hal yang saya anggap penting dalam kehidupan, atau jangan-jangan hari jadi kesatuan semacam Kopassus! haha.. Kalau pun ingat apa yang saya maksud, ‘bencana’ berikutnya adalah bagaimana ketika itu saya menuliskan format tanggalnya? Benar-benar secret question yang gila!

Gagal lah upaya untuk menampilkan password baru. Harapan berikutnya adalah pada option untuk mendapatkan password baru yang akan dikirimkan secara otomatis ke alternate-email. Saya sudah mendaftarkan beberapa alamat email sebagai alternate-email. Ada beberapa, karena saya menggunakan beberapa nama domain untuk identitas saya di beberapa milis. Saya klik pilihan ini. Sukses. Ada pesan yang mengatakan bahwa email yang berisi password baru telah terkirim ke alamat email alternatif. Ditunggu-tunggu, ternyata tidak sampai-sampai. Di folder junk-mail pun tidak ada. Saya ulangi lagi. Sama saja. 2-3 hari coba, akhirnya menyerah. Ini pasti ada apa-apa dengan sistemnya. Apalagi beberapa teman telah lebih dulu menyerah dan membuat login baru di Yahoo.

Tapi saya masih belum benar-benar menyerah. Saya coba hubungi pihak Yahoo melalui email. Saya tulis permasalahan saya apa. Juga saya sebut bahwa saya mengerti bahwa saya hanyalah user gratisan. Bukan pengguna premium yang membayar ke Yahoo. Tapi saya sangat berharap mereka mau menolong, karena saya sangat membutuhkan seabrek contact list di YM saya kembali, juga tentunya akses ke beberapa milis penting bisa saya kontrol kembali! Lagi-lagi, 2-3 hari tidak ada respon. Kali ini saya ulangi lagi email saya, lebih panjang lebar dan terstruktur. Juga dilengkapi dengan penjelasan action apa saja yang sudah saya ambil. Saya sebutkan kalau saya sudah coba menu untuk men-generate password baru. Tapi sampai detik itu saya tidak pernah mendapatkannya di mailbox @zikri.com. Email saya lengkapi dengan beberapa capture screenshot langkah-langkah yang sudah saya kerjakan. Saya lingkari beberapa bagian penting dengan warna merah dan diberi keterangan dalam textbox. Saya juga menyebutkan beberapa bukti kepemilikan saya atas login Yahoo yang sedang saya klaim. Email ini saya kirimkan rangkap 10! Untuk memastikan bahwa mereka harus “pay attention” pada kasus saya.

Beberapa hari berturut-turut, email tersebut saya kirim ulang. Sampai sebuah kejutan terjadi di hari ke-tujuh. Tiba-tiba ada respon dari pihak Yahoo. Tapi ternyata mereka hanya seperti “mesin” di sistem generator password mereka. Lagi-lagi bertanya beberapa data yang sudah saya jawab lewat web. Tapi pada bagian “When is your anniversary?” saya jawab ini masalahnya. Saya lupa. Saya berikan ‘pelajaran’ singkat kepada mereka, bahwa jika saya bisa menerima email mereka lewat alternate email saya di luar Yahoo ini, kemudian saya bisa membalas kembali, artinya saya dan dia telah sukses melakukan autentikasi 3 arah (3-way handshake authentication). Jika masih tidak percaya juga, bisa kontak saya lewat salah satu email namamilis-owner@yahoogroups.com pada milis-milis yang saya kelola. Ternyata mereka cerdas dan baik hati. Segera setelah itu, mereka mengirimkan email yang berisi password baru untuk saya! Gotcha!

Perjuangan ternyata tidak sia-sia. Saya mendapatkan kembali akses ke Yahoo. Sungguh tidak terbayang, Yahoo yang user-nya jutaan orang, ternyata masih mau melayani user yang menggunakan fasilitasnya secara gratis seperti saya.

Hampir 1,5 tahun berlalu, kasus hampir sama kembali berulang. Penyebabnya kali ini karena YM 9.0 Beta yang saya coba. Beberapa kali ada error yang menyebut bahwa ID atau password saya salah. Aneh. Padahal sejak pagi saya bisa online. Hanya ketika tiba-tiba disconnected, jadi ngga bisa online. Kalau saya coba di YM 8.1, bisa masuk. Awalnya saya pikir mungkin YM 9.0 Beta pusing dengan password yg kompleks. Saya coba ganti jadi password sederhana. Tapi ternyata masih juga sama. Awalnya bisa login, tapi terus error lagi. Beberapa kali ganti password, sampai lagi-lagi saya lupa lagi. Kali ini saya berharap sistem Yahoo sudah OK. Saya coba generate password agar dikirim via email. Ternyata gagal lagi.

Kali ini saya langsung kirim email kembali ke pihak Yahoo. Email respon mereka tempo hari itu saya forward saja. Biar ngga usah banyak basa-basi. Saya langsung bilang kalau kasus 1,5 tahun lalu terjadi kembali. Sambil menunggu jawaban dari mereka, saya iseng login dengan ID alternatif saya di Yahoo, yang sempat saya buat 1,5 tahun lalu dan rencananya dipakai permanen andai saja ID ‘asli’ saya tidak kembali lagi. Tapi saya juga lupa password di ID alternatif ini. Saya coba get new password. Ternyata berhasil. Akhirnya saya simpulkan, sistem Yahoo ‘mabok’ ketika berhadapan dengan ID yang memiliki beberapa alternate-email yg teregister di sistem mereka. Setelah sukses mendapatkan password baru untuk ID alternatif saya, saya coba kembali untuk men-generate password baru untuk ID ‘asli’ saya. Kali ini berhasil! Mungkin karena alamat email alternatif satu-satunya yang saya pakai di ID Yahoo alternatif saya sama persis dengan salah satu alamat email alternatif (dari 4 alamat yang saya daftarkan) pada ID Yahoo ‘asli’ saya. Akhirnya, kembali saya bisa online. Tapi esok harinya, passwordnya invalid lagi. Ternyata kali ini pihak Yahoo yang langsung mengganti password saya berdasarkan request saya lewat email. Tanpa korespondensi lagi, mereka langsung percaya :)

Kali ini support mereka benar-benar saya berikan acungan jempol… dan kali ini mereka meminta saya mengisi kuisioner soal kepuasan terhadap layanan mereka. Saya pun mengisi dengan senang hati dan memberikan semua jempol buat mereka.

Be Sociable, Share!

Related Posts

--related post--

Post a Comment

About Me

The smiling geekIndependent IT Consultant and Trainer, mastering in Microsoft technologies. 13 years experience in all level of systems and network engineering. Currently being awarded as Microsoft MVP in Exchange Server. Live in Jakarta, Indonesia. Claimed himself as a not ordinary geek, who loves photography and hanging out with friends. More.

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Google