Santa Claus bukan Sinterklas

Written on 26 December, 2008 – 11:00 | by Rahmat Zikri |

Semalam, pada sebuah mal besar di Kelapa Gading Jakarta, terlihat serombongan orang (kurang-lebih 8-10 orang) yang berpakaian khas berwarna merah dan putih, berjenggot putih dan membawa karung merah berisi beragam snack yang dibagikan kepada anak-anak yang ada di mal tersebut. Ya, semua orang yang melihat langsung tahu bahwa mereka adalah Santa Claus. Tokoh yang selalu muncul dan identik dengan perayaan hari natal di berbagai tempat, termasuk di mal-mal.

Sambil menonton rombongan Santa Claus tersebut melintas di depan saya, terdengar beberapa ibu memberitahu anak-anaknya, “Itu ada Sinterklas!”. Penyebutan Santa Claus sebagai Sinterklas merupakan hal yang sangat lazim bagi kebanyakan orang. Acapkali orang mengira bahwa Sinterklas adalah bahasa Indonesia-nya Santa Claus. Begitu juga bagi saya pribadi setidaknya sampai 1-2 tahun yang lalu, sampai ketika itu saya menemukan sebuah artikel yang menyebut bahwa Santa Claus tidak sama dengan Sinterklas!

 

Sinterklas

Sinterklas bernama asli Nikolas, lahir sekitar tahun 280M, di Turki, dari ayah seorang Arab. Santo Nikolas merupakan inspirasi utama figur orang kristen tentang Sinterklas.  Nikolas adalah seorang uskup yang sangat terkenal akan kebaikannya memberi hadiah untuk orang miskin. Dia digambarkan berjanggut dengan jubah resmi sebagai uskup, lengkap dengan tongkatnya. sint_in_spanje

Pada cerita rakyat Belanda, Santo Nikolas alias Sinterklas ini dibantu oleh seorang budak Afrika yang disebut Zwarte Piet (di sini dikenal sebagai Piet Hitam). Beberapa cerita melukiskan bahwa Piet Hitam akan memukul anak nakal dengan tongkat dan memasukkannya ke dalam karung. Gambar Sinterklas dan Piet Hitam seperti terlihat di samping (gambar diambil dari Wikipedia).

Karena terkesan rasis, beberapa dasawarsa lalu cerita tentang Piet yang seorang budak Afrika ini diubah menjadi budak modern yang mempunyai muka hitam karena memanjat cerobong asap.

Karena kedekatan histori antara Indonesia dan Belanda, maka dapat dimaklumi bahwa cerita rakyat Belanda ini-lah yang lebih tersohor di Indonesia. Padahal selain berdasarkan cerita rakyat Belanda, masih ada beberapa versi cerita Sinterklas, walau sumber inspirasinya tetap sama: Santo Nikolas.

Akibat dari banyaknya versi dongeng tentang Sinterklas, sekali pun Sinterklas adalah cerminan seorang uskup gereja, Paus tidak yakin akan kebenarannya. Akibatnya, Vatikan menghapus nama Sinterklas dari kalender nama-nama orang suci.

Santo Nikolas wafat pada tanggal 6 Desember. Di negara-negara Eropa, tanggal 6 Desember ini diperingati sebagai Hari Sinterklas.

Santa Claus

Walau Santa Claus adalah juga terinspirasi oleh Sinterklas, Santa Claus bukanlah Sinterklas. Santa Claus adalah tokoh ciptaan Public Relation Manager Coca-Cola! Untuk meningkatkan penjualan dari Coca-Cola, mereka menciptakan tokoh Santa Claus. santa-claus

Santa Claus di sini digambarkan sebagai seorang kakek baik hati yang berasal dari kutub utara. Berjanggut putih lebat juga. Berjubah merah dominan dengan selingan warna putih, namun bukan berjubah uskup dan juga tidak bertongkat. Inilah bedanya. Perbedaan lain yang sangat jelas terlihat adalah Santa Claus tidak ditemani oleh Piet Hitam. Ini karena alasan orang Amerika tak mau disebut rasis, jadi Santa Claus tidak ditemani oleh pembantunya yang berkulit hitam.

Sebagai pelengkap cerita, Santa Claus diceritakan datang dari kutub utara dengan mengendarai kereta yang ditarik oleh beberapa ekor rusa.

Be Sociable, Share!

Related Posts

--related post--
  1. 12 Responses to “Santa Claus bukan Sinterklas”

  2. By Endah on Dec 27, 2008 | Reply

    Lho, berarti ibu-ibu itu nggak salah dong…
    Kan beliau ngambil istilah dari tokoh yang jadi inspirasi pertama.

  3. By Aiven Cruise on Jan 3, 2009 | Reply

    Keduax..

    wah nice inpo zik! :D

  4. By bonnie2405 on Jan 28, 2009 | Reply

    halo zikri…salam kenal dr belanda.
    kebetulan nyasar kesini gara2 IKA SMANDA 93. Kebetulan saya jg anak SMANDA tp angkatan 93 (masuk 93 keluar 96).

    soal sinterklas…wah kalo di Belanda sinterklas punya harinya sendiri. tanggal 5 desember. hari itu sinterklasnya datang ke kota2 belanda pakai kapal uap. karena ceritanya oom sinterklas datang dari spanyol. lucu banget rame banget..kanal2 penuh anak kecil. jadi anak2 disini dapat kadonya pas tanggal 5 desember. kalo tanggal 25 mah hadiahnya kecil2 saja :)

    yg lebih kocak lagi kalo di belanda sempat diyakini bahwa sinterklas atau sint. nicholaas itu orang katolik tp ternyata…kalau membaca dokumen2 tua sebenarnya pak nicholas ini samasekali bukan katolik…lebih ke golongan reformasi jadi kalo engga salah baca (maklum pakai bahasa belanda) beliau itu bukan uskup atau santo.

  5. By Rahmat Zikri on Feb 7, 2009 | Reply

    @bonnie: thanks sudah menambahkan ceritanya :) sudah daftar milis SMANDA? :)

  6. By paul on Feb 9, 2009 | Reply

    Sedikit meluruskan. Sebenarnya Vatikan tetap merayakan pesta St. Nikolaus pada tanggal 6 Desember. St. Nikolaus yang dirayakan ini adalah anak seorang pedagang kaya di Myra, sekarang masuk wilayah Turki.

    Nikolaus inilah yang melemparkan tas berisi emas melalui jendela yang terbuka di sebuah rumah milik seorang kaya yang jatuh miskin karena usahanya bangkrut, Tindakannya tersebut menyebabkan sang ayah membatalkan menjual anak gadis sulungnya.

    Hal itu terjadi hingga dua kali tanpa diketahui siapa pelakunya, dan dua anak gadisnya pun batal dijual. Pada kesempatan ketiga, ketika sekali lagi, sang ayah tersebut kehabisan uang dan berniat menjual anak gadis bungsunya, barulah ketahuan siapa pelakunya. Ketika ditanya mengapa melakukannya secara diam-diam, Nikolaus menjawab: “Karena memberi itu indah, jika hanya Tuhan saja yang mengetahuinya.”

    Selama menjabat sebagai Uskup Myra, Nikolaus menjadi semakin lebih sadar akan kebutuhan banyak orang. Ia secara istimewa memberi perhatian agar keluarga-keluarga mempunyai makanan yang cukup serta tempat tinggal yang layak, anak-anak tumbuh dan berkembang, para lanjut usia menempuh hidup mereka dengan martabat dan hormat. Ia senang menawarkan pertolongannya kepada siapa saja yang sedang berada dalam kesulitan, dan kemudian pergi diam-diam tanpa menunggu ucapan terima kasih. Ia tidak ingin menjadi terkenal.

    Menilik tahun hidupnya, 270-346 (sumber:wikipedia), jelas tidak benar apabila mengatakan bahwa St. Nikolaus adalah seorang dari golongan reformis / protestan. Saat itu, kekristenan hanya ada satu. Dan yang satu itu adalah Katolik. Adapun Ortodoks, apalagi Protestan, baru memisahkan diri beberapa ratus tahun sesudahnya.

    Kalau Belanda merayakannya tanggal 5 Desember atau mengatakan bahwa St. Nikolaus itu bukan Katolik, itu hanya sekedar ingin ‘pokoknya beda’ dalam mengenang kebaikan St. Nikolaus. Sayangnya hal itu mengingkari sejarah. Apalagi Reformis / Protestan tidak mengenal adanya santo-santa, atau orang-orang kudus, sebagaimana yang diamini oleh kalangan Katolik dan Ortodoks.

    Demikian sedikit koreksi. Semoga berguna.

  7. By dian880 on Apr 5, 2009 | Reply

    yang saya mau tanyakan apakah benar 25 desember itu hari kelahiran yesus? kenapa yg melantiknya menjadi seorang raja? seandainya yesus itu tuhan jadi yang melantik yesus itu gelarnya apa? maaf saya hanya ingin menambah keyakinan dan keimanan saya saja maaf kalau pertanyaannya terkesan menyudutkan

  8. By giovanno ruhulessin on Oct 27, 2009 | Reply

    santa claus tetap ada di hati anak-anak, walaupun banyak yang mempertanyakan kebenaran sosok santa, namun dari tokoh inilah spirit natal selalu menjadi bagian yang paling dinantikan anak-anak

  9. By Bebe_Beib on Nov 24, 2009 | Reply

    Buat Dian:

    Yakinkah kamu bahwa Anda ingin menambah keyakinan? atau cuman ingin mencoreng nama saja? Karena kami selalu menulis nama Tuhan Yesus dengan huruf kapital untuk penghormatan, tidak demikian dengan Anda.

    Saya rasa Anda sendiri tidak yakin bahwa Tuhan itu ada, karena Anda tidak bisa menghormati-Nya. Lagipula semua orang tahu bahwa 25 Desember itu adalah sebuah kesepakatan saja untuk merayakan Natal dan menghormati perayaan tersebut. Jika ingin tahu lebih dalam tentang kekristenan, belajarlah pada tempatnya. Bukan bertanya di blog seperti ini sehingga jawaban bisa simpang siur dan menyinggung banyak pihak.

  10. By alist on Dec 23, 2009 | Reply

    mas Gio aku setuju dengan pernyataanmu,buat ytk Dian:ada tempat yang tepat untuk bertanya soal Tuhan Yesus.Kalo lalu mengatas namakan keyakinan dan keimanan?, menurut pendapat saya tekunilah keyakinan dan keimanan yang saat ini Anda miliki menjadi nafas hidup.Lalu orang lain bisa merasakan dalam perjumpaan.

  11. By say no to majority ttyranny on Jul 22, 2010 | Reply

    tolong dian jangan bersikap rasis jk mau hidup berdampingan secara harmonis krn Indonesia bkn negara satu agama / negara agama

  12. By Kucing Bundel on Dec 26, 2010 | Reply

    Semoga kita jadi penganut agama yang benar. Tuhan Maha Benar. Agar jadi benar, mari kita sama2 memohon kepada Yang Maha Benar untuk dituntun ke jalan yang benar. Berpikir jernih, beningkan hati,gunakan akal sehat, mohon pentunjuk-Nya. Kalau sudah sama2 benar nanti tidak ada lagi pertikaian. Agama kan gunanya agar kita hidup yang enjoy dan benar.

  13. By say no to minority tyranny on Dec 17, 2011 | Reply

    Paling sip memang artikel-artikel seperti ini dilabeli: untuk kalangan sendiri… daripada eker-ekeran terus hit and run…

Post a Comment

About Me

The smiling geekIndependent IT Consultant and Trainer, mastering in Microsoft technologies. 13 years experience in all level of systems and network engineering. Currently being awarded as Microsoft MVP in Exchange Server. Live in Jakarta, Indonesia. Claimed himself as a not ordinary geek, who loves photography and hanging out with friends. More.

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Google