Anti Megawati di Facebook

Written on 5 April, 2009 – 12:37 | by Rahmat Zikri |

Saya dari dulu memang ngga pernah mendukung Megawati, apalagi PDI Perjuangan-nya. Sikap saya selama ini terhadap Megawati adalah diam, dengan kecenderungan tidak pro. Tapi apa yang terjadi dalam hari-hari terakhir masa kampanye Pemilu Legislatif justru membuat saya berada di posisi yang jelas-jelas menolak Megawati.

Dengan berlindung pada pepatah “Diam itu emas”, Megawati pada saat menjadi Presiden nyaris tidak pernah membuka mulut. Banyak yang bilang, itu untuk menyembunyikan keterbatasan pengetahuan dan kemampuannya. Buat saya, walau diam-nya itu “menyebalkan”, terserah saja. Mungkin saja memang itu strateginya. Gayanya.

Setelah “tergusur” dari kursi kepresidenan, apalagi dari orang-orang yang (mungkin) menurutnya seharusnya menjadi pembantunya, Megawati mengambil sikap diam seribu bahasa, bahkan tidak mau bertemu dengan mantan bawahannya yang menjadi pasangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Tidak sampai di situ saja, ternyata aroma dendam tetap terus dikobarkan sampai menjelang Pemilu 2009 ini. Bagaimana mungkin seorang negarawan bersikap seperti itu?

“Kelucuan” pertama di minggu terakhir masa kampanye yang membuat saya sedih melihat seorang Megawati adalah ketika beliau dengan nada penuh emosi memerintahkan agar rakyat jangan mau dibodohi, disuruh mencontreng… “Selama puluhan tahun kita Pemilu dengan cara mencoblos, kenapa sekarang kita mau disuruh mencontreng???! Untuk itu saya minta saudara-saudara agar jangan mencontreng, tapi coblos saja!!!” Kira-kira begitulah yang diucapkannya pada sebuah kesempatan berorasi kampanye. Kita pada saat ini sedang belajar menjadi lebih terpelajar. Menghilangkan budaya “primitif” main coblos, tusuk, tikam, menjadi menggunakan pena, menulis, memberi tanda, yang lebih melambangkan kecerdasan. Saya yakin bahwa jika ada masyarakat yang karena ketidaktahuannya lalu mencoblos, suara tersebut tetap sah! Kalau begitu, apa salahnya ikut mendukung memasyarakatkan peraturan baru, mencontreng! Kenapa harus penuh emosi melarang rakyat menuruti peraturan tersebut? Mengapa mengajarkan rakyat tidak patuh pada aturan? Artikel terkait contohnya bisa dibaca di sini.

Puncak kelucuan benar-benar terjadi beberapa hari lalu… Setelah sebelumnya selalu berteriak tidak setuju dengan penyaluran BLT (Bantuan Langsung Tunai), tiba-tiba saja dalam beberapa hari terakhir ini muncul sebuah iklan tv yang bertolak-belakang… berbunyi kira-kira: “PDI-P turun ke lapangan… berbaur dengan rakyat… memastikan BLT diterima oleh rakyat…” dsb, dst. Lantas sebelum ditutup, ada sebuah pernyataan menggelikan… “Terimakasih PDI-P!”. Sebuah pernyataan yang seakan-akan menempatkan diri PDI-P sebagai pahlawan BLT yang dielu-elukan oleh rakyat! Munafikun.

Saya termasuk orang yang tidak setuju program bagi-bagi duit dalam bentuk BLT. Saya lebih memilih dan mendukung jika dana yang besar tersebut dipakai untuk membangun unit-unit usaha kerakyatan, sehingga menjadi modal produktif, bukan konsumtif. Dengan demikian, secara tidak langsung juga dapat membuka kesempatan kerja mandiri, membantu rakyat miskin dapat berusaha dan berharga diri.

Anda setuju dengan BLT? atau Anda tidak setuju dengan BLT? Apa pun pendapat Anda, terserah saja… Saya menghormati semua pendapat. Yang berpendapat BLT penting pun tidak salah. Yang penting adalah konsistensi dalam memegang ucapan. Bukan plintat-plintut, kemarin bilang apa, hari ini beda lagi. Bagaimana kita bisa percaya dengan pemimpin yang seperti ini?

Hari ini, saya mendapat invitation menjadi supporter “Say “NO!” to Megawati!” di Facebook. Luar biasa, dalam tempo singkat (konon baru dibuat kemarin), anggota yang bergabung telah melampaui angka 35.000! Dengan kata lain, kecepatan pertambahan anggotanya sekitar 1.000 anggota baru setiap jam. Mungkin bisa diajukan ke MURI sebagai group yang tercepat dalam penambahan jumlah anggota. Grup bisa dilihat di link ini. Bandingkan dengan supporter Megawati Soekarnoputri yang hanya berjumlah 1.400 (kurang dari 1/30-nya).

Iklan parpol lain yang membuat saya muak adalah iklan Partai Demokrat yang BBM turun 3x.. dengan visualisasi penyebutan kata “TURUN” diulang 3x. Come on men, harga BBM memang sudah harus turun… Lha harga minyak dunia memang turun. Jadi bukan karena PD menurunkan harga minyak. Lebih parah lagi, seharusnya kan bisa langsung turun sekaligus, sehingga tidak perlu dipolitisasi angka 3x gitu. Kenapa ngga sekalian saja turun 10x. Bisa-bisa saja kalau diirit turun sedikit demi sedikit. Lebih luar biasa lagi bukan? Untung iklan menjijikkan itu tidak muncul lagi.

Be Sociable, Share!

Related Posts

--related post--
  1. 80 Responses to “Anti Megawati di Facebook”

  2. By prita on Apr 5, 2009 | Reply

    saya dukung pendapat anda

  3. By armin on Apr 5, 2009 | Reply

    Ayo pilih PKS !!!
    Allahuakbar.

  4. By Alfri on Apr 5, 2009 | Reply

    hm… saya pendukung SBY. Tapi, anti mega di facebook menurut saya terlalu berlebihan. Kita harus hargai beliau (megawati). Bagaimanapun juga, ibu mega sempat jadi presiden kita.

  5. By soepriadi on Apr 5, 2009 | Reply

    Bun . ini negera demokrasi jika anda tidak suka dengan seseorang jangan buat statement Anti seseorang , Anda seorang yang munafik buat apa beragama , jangan jangan anda salah satu orang yang anti demokrasi atau yang pernah disakiti oleh kebijaksanaan Beliau, Biar rakyat yang menentukan Bung. Anda bilang sudah terkumpul 34,000 anggota ini sih masih sedikit , Rakyat Indonesia ada berpa banyak. jangan asal bicara.

  6. By t471m on Apr 5, 2009 | Reply

    Kan uda pernah Memerintah. Cuma sengsarain rakyat kecil. Ngomong gede, belain wong cilik. Tapi yang dibelain malah Wong Gendheng.
    Kasus 27 Juli 1996, tidak diusut tuntas, malah dilupakan. Sama anak buahnya saja begitu, apalagi sama rakyat. Gak becus mimpin Pemerintahan.
    Mana kenyang rakyat dikasih makan janji doank.
    Pemimpin yang plin-plan. Dia bilang jaman SBY-JK, sembako pada mahal. Tapi sama JK diterima jadi Sekutu. Dulu bilang BLT membuat rakyat jadi pengemis. Sekarang diiklannya mati-matian mendukung program BLT.
    Gak tau malu. Kalo mau ngomong, apalagi didepan rakyat banyak, mbok yaa dipikirin dulu.
    Saya gak mau dipimpin sama Pemimpin Plin-Plan dan Bodoh.
    Sorry buat warga Banteng, That’s a Fact.
    Kalau memang anda pendukung Megawati, silakan tunjuk 5 Alasan Megawati pantas jadi Presiden RI.

  7. By budi on Apr 5, 2009 | Reply

    Saya tidak suka sama Megawati karena menjual banyak milik rakyat diantaranya adalah Indosat. Indosat yang tadinya bersaing dengan Pertamina sebagai penyumbang dividen terbesar sekarang hanya menguntungkan Temasek Singapura saja.

    Kemana duit hasil penjualannya kemarin???? Dipakai untuk biaya kampanyenya tahun 2004 ya?

    Lebih guoblok adalah Federasi BUMN Bersatu kalau mereka sampai mendukung Mega sang penjual aset rakyat.

    Kaum Buruh jangan mau dibohongi dong, PDIP itu kedoknya aja pro rakyat dan buruh, namun kenyataannya seperti diatas.

    Ini hanyalah satu contoh saja.

  8. By Ifan on Apr 5, 2009 | Reply

    Klo bicara masalah keburukan seseorang, harusnya anda juga bersikap realistis. Dulu anda kemana aja???? Semua orang mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing2. Anda menganggap SBY bersih???? buka deh mata dan hati anda… Apakah anda tahu SBY turut memberi kontribusi atas penyerangan kantor PDI thn 1996??? Apakah anda tahu trik SBY yang INGIN MERASA DIKATAKAN DI DZOLIMI pd pemilu 2004, hanya karena pura2 tidak di undang dalam rapat-rapat pertemuan menteri, itu karena SBY’nya bersikap tertutup. MEGAWATI berjuang melawan rezim otoriter sejak tahun 1980′an. Anda kemana aja???? masih ingusan????

  9. By Ifan on Apr 5, 2009 | Reply

    Klo masalah hujat menghujat itu urusan gampang… tinggal cari url partai anda, trus kasih comment anti partai anda, selesai dah. Para elite politik aja ga saling menghujat dengan perkataan yang kasar, eh simpatisannya pada goblog semua. Anda beragama ga sih??? punya keyakinan ga sih??? apa anda seorang OMDO??? yang bisa menghujat tapi diri anda sendiri berantakan…??? 35.000 member hanya secuil TAI kuku dibanding dengan jumlah pemilih pada PEMILU 2009, dan saya yakin itu pun yg menghujat pasti dari simpatisan partai lain. Prihatin dengan orang2 goblog seperti ini…!

  10. By Ifan on Apr 5, 2009 | Reply

    Klo anda merasa netral, silahkan approve comment saya. Tapi klo tidak berarti, ya…anda pendukung dari partai yg menyerang PDIP.

    Bukan begitu bung….!

    Banyak sholat, ngaji dan berdzikir deh…

  11. By Kristupa Saragih on Apr 5, 2009 | Reply

    Di internet, hanya segelintir orang saja yang “aware”
    Padahal, orang-orang yang paling gampang dipengaruhi, adalah “grass root” yang tidak paham internet
    Sudah mahal, sulit (dan malas) pula mengakses-nya

  12. By Pochi on Apr 5, 2009 | Reply

    komentar yang ada di facebook itu adalah aspirasi rakyat, rakyat juga sudah capek dibodohi seperti yang dilakukan oleh “Ibu Suri” yang satu itu.contohnya saja permasalahan BLT. berkoar2 menolak BLT dan skrg berusaha mengambil hati rakyat dengan peduli terhadap BLT. rakyat itu pintar, mereka tahu mana yang baik dan mana yang buruk.

    untuk masalah BLT saya sependapat dengan kang Rahmat Zikri, cobalah buat buat sebuah program yang membuat masyarakat lebih bersifat produktif bukannya konsumtif. klo hanya BLT kita gak perlu seorang prof utk menjadi seorang menetri keuangan.

  13. By puki on Apr 6, 2009 | Reply

    untuk yang pro maupun yang anti megawati, kita gak perlu berbusa busa membuat komentar yang emosional dan saling hujat…sekali kali cobalah berfikir ilmiah dan sesuai fakta saja…mari sama sama kita inventarisir apa yang layak dan tidak layak dari seorang megawati sebagai calon presiden…JANGAN PILIH CALON PRESIDEN YANG TIDAK LAYAK…!!!

  14. By hamkanen on Apr 6, 2009 | Reply

    Kalau melihat tulisan di wall Page itu, justru terlihat aspirasi rakyat yang jujur dan bebas. Banyak teman saya yang jarak ngomong politik, tiba-tiba mengutarakan pendapatnya di wall itu (terlepas dari komen2 kurang sopan).
    Memang angka di facebook itu terlihat kecil. Tapi bila dibandingkan dengan pengguna aktif facebook, justru angka itu dapat mewakili secara signifikan DPT usia 20-40 tahun. 50.000 pendapat dalam 2 hari itu fantastis. Lembaga survei pun tidak akan sanggup mencari sampel sebanyak itu.

    setuju BLT emang tidak pantas, OK-lah itu solusi cepat itu sebagai imbas kegagalan rencana pemerintahan mengantisipasi kenaikan harga minyak dunia. Semoga jangan ada lagi model-model BLT di pemerintahan selanjutnya

  15. By Sarimin on Apr 6, 2009 | Reply

    :)

  16. By kontra ifan on Apr 6, 2009 | Reply

    to Ifan: Dengan postingan anda begitu…apa anda sendiri tidak merasa seperti yang anda sampaikan…mulai berkacalah!!

  17. By Ahmad on Apr 6, 2009 | Reply

    Mas,review sistem tabulasi elektronik KPU yg sekarang pake ICR itu dong…urgent banget tuh..Thanks.

  18. By wiek on Apr 6, 2009 | Reply

    asli gw juga sebel sam pemimpin yg hny bisa ngomongin orang aja tp ngak nyadar klo dia tdk mampu . Megawati mah payaaahhh hny sengsarakan rakyat .

    lebih baik pilih GOLKAR aja yaaa

  19. By Herman on Apr 6, 2009 | Reply

    to Ifan :
    kutipan anda–> “MEGAWATI berjuang melawan rezim otoriter sejak tahun 1980?an. Anda kemana aja???? masih ingusan????”

    :)
    anda sebaiknya berpikir 1000x menulis tulisan di atas jika tidak mengenal beliau (our former president) dengan baik. :)

    itu saja.. :) sayang.. pada kenyataannya, beliau memang tidak layak memimpin negara ini.

  20. By Rahmat Zikri on Apr 6, 2009 | Reply

    @soepriadi & ifan:

    bung, anda salah alamat kalau mau marah2 sama saya…

    pertama, saya hanya mewartakan fenomena yang sedang muncul di facebook.

    kedua, saya juga hanya menambahkan pendapat pribadi saya yang jelas2 didasari oleh apa yang sangat kasat mata dan tak terbantahkan. 2 hal yang saya angkat: Ibu Mega melarang rakyat mencontreng, tapi memerintahkan agar tetap mencoblos!!! apa ini contoh teladan yang baik sebagai seorang negarawan? Lalu saya juga berpendapat tentang plin-plan-nya PDI-P terhadap BLT. awal masa kampanye saja masih teriak2 menolak BLT. bahkan Mega sampai bilang kalau dia tidak ikhlas liat orang miskin harus berdesak-desakan tanpa harga diri antri untuk dapat uang senilai 100rb/bulan… eh, tahu2 minggu lalu muncul iklan PDI-P yg seakan jadi pahlawan BLT.. seakan BLT ada atas usaha dan jasa PDI-P. Anda bisa kasih saya jawaban atas 2 hal yang saya angkat ini mas?

    ketiga, angka 35.000 orang yang telah bergabung dalam page Say “NO!!!” to Megawati itu memang kecil jika dibandingkan jumlah rakyat Indonesia. tapi bukan itu masalahnya mas.. tahukah anda, kalau saat ini tinggal menghitung menit untuk mencapai angka 100.000 orang?!! padahal baru lewat 1 hari sejak angka 35.000 kemarin! berapa banyak sih populasi orang Indonesia yang pakai Facebook? dari populasi ini, angka 100.000 (yg tentu akan terus membengkak) adalah patut diperhitungkan. Mestinya anda membaca dengan cara lain mas: kenapa bisa ada orang yg berbondong-bondong sukarela bergabung? ada apa ini?

    keempat, tahukah anda, di Facebook juga ada gerakan Say No ke beberapa capres lainnya.. tapi bisa dibilang ngga laku. Bahkan ada juga gerakan Say YES to Megawati, sama saja, ngga laku juga. sekali lagi, tanyakan kenapa?!

    kelima, apakah ini black campaign? jangan salah tangkap.. memang saya lihat ada sebagian yg kebablasan dgn berkomentar di wall yang cenderung menghujat. namun sebagian lain bisa bersikap lebih dewasa, SAY NO, dengan menyebut alasan yang tepat, tanpa harus menghujat… kalau mau tahu, ada juga gerakan sejenis, namanya “Organisasi Penjegal Megawati for President” di alamat http://www.facebook.com/pages/ORGANISASI-PENJEGAL-MEGAWATI-FOR-PRESIDENT/85764890831, tapi ini tidak laku! apa artinya? banyak orang di Facebook yang murni tanpa bersikap partisan, hanya sekedar ingin mengatakan TIDAK, tanpa berkeinginan menjegal! Anda saja yang kebakaran jenggot.

    keenam, maaf bung! orang2 yang mengatakan TIDAK untuk Megawati bukan berarti mereka semua adalah pendukung SBY. dari mana anda bisa menyangka saya pendukung SBY? Anda punya mata kan bisa dipakai melihat di tulisan saya ini, setidaknya saya menyebut kalau saya tidak mendukung BLT. saya juga muak dengan iklan BBM nya Partai Demokrat. masih belum mengerti juga mas?!

  21. By ryusei on Apr 7, 2009 | Reply

    sekedar info, page “say no to megawati” di FB akhirnya sukses dibungkam oleh pihak2 tertentu begitu pendukungnya mencapai 97 sekian ribu orang.

    mudah2an ini bukan pertanda matinya kebebasan berbicara di indonesia…
    :(

  22. By Rahmat Zikri on Apr 7, 2009 | Reply

    @ryusei: iya nih, profiles yang sudah hampir 100 ribu fans-nya itu dihapus. mungkin karena banyak yg kebablasan menjadikan ajang caci-maki. tapi skrg gantinya muncul dalam bentuk group: http://www.facebook.com/group.php?gid=76200719488

  23. By Kai on Apr 7, 2009 | Reply

    bukan soal kebablasan caci maki kayanya deh.. ada ‘penyusup’ yang upload foto porni maho gitu.. :( banned ma FB jadinya

    mudah²an di group yang baru para anggotanya lebih menjaga sikap dan kesopanan berbicara.
    :)

  24. By slam on Apr 8, 2009 | Reply

    saya suka dengan caleg-caleg diisi oleh kader-kader PKS …sedangkan untuk Presiden-nya…Kalau Prabowo gimana ya…apa ada pendapat? Boleh dikasih inputan?

  25. By Dian on Apr 8, 2009 | Reply

    Gw golput dah Zii… secara gw gak mudik buat mencontreng ;)

    Lagian bingung mau contreng yang mana :(

  26. By pemilu on Apr 8, 2009 | Reply

    saya setuju dengan pendapat saudara mengenai Mega dan PDI-P nya… pada waktu menjabat hanya banyak diam dan jual sana-sini.. setelah tidak menjabat malah menjelek-jelekan pemerintah, sama seperti “jarum di muka orang jelas terlihat, tapi balok di muka sendiri tidak terlihat…”
    tidak jauh berbeda juga dengan para kandidat pemimpin kita mendatang… SBY dan PD nya juga setali dua uang dengan MEGA dan PDI-P nya… weleh-weleh…
    Ada juga yang menggembar-gemborkan Partainya bersih dan caleg-calegnya patut dipercaya.. yang punya slogan Partai Kita Semua…. nyatanya?? hanya mementingkan satu golongan tertentu saja…
    Mengenai Prabowo dan Gerindra… Orasi-orasi nya masuk diakal… cara pendekatannya bagus.. tapi kalau mau di lihat masa lalanya wuiiihhh serem om… Dia salah satu antek orde baru yang tidak punya prikemanusiaan….
    Skarang jadi bingung mau pilih yang mana.. semua negarawan sudah terkontaminasi dengan politik kotor…
    Terus terang saya sendiri bingung harus menetapkan pilihan ke siapa… tapi saya berharap siapapun yang akan naik sebagai President Indonesia nantinya akan bisa merubah semua tanggapan-tanggapan miring tentang politik kotor di Negara Kita….
    Kita berdoa saja supaya pemimpin kita tidak “NATO” tetapi “ACTION”
    Inga.. Inga.. ! Jangan salah pilih… (*Tinggg…)

  27. By antho on Apr 8, 2009 | Reply

    wadoh…..

    msih bnyak di sini manupulasi partai…

    bnyak caleg2 yang membeli suara warga, dengan rp 50.000. para caleg bersedia mengeluarkan untuk satu suara..

    kalu warga yang setuju she berhanggapan bawasannya ne kesempatan buat makan uang yang ada di atas ntar, lagian warga juga beranggapan kalu aja ntar mreka suda duduk pasti mereka lupa ma yang ud di bawa…

    ktanya indonesia mao blajar maju…

    apanya yang blajar maju, malah belajar saling nguntungin untuk ngebodohin….

    oya aku yakin ne gak cuma ada di kampung ato kota saya kali yah….

    tapi di daera laen juga pasti gni….

    WOI………. KPK, jangan molor mulu dunk…..

    jangan cuma yang di atas aja yang di musnakan, apa yang di bawa juga gak perlu dia ajarkan supaya menjadi pemimpin yang baek……

    molor mulu…….

    apa mungkin kalu ngebrantas yang besar bakalan cepat terkenal kyak pasha (ungu) penyayi top itu, ato krna bnyak duitnya kali yah………..

    ha ha ha hah……….

    HANCUR DWHE……

    masing2 saling bilang si pembrantas….

    tapi yang besar aja yang ajarkan…

    yang kecil2 gak perna diperatiin….

    kalu yang kecil jadi besar baru lah di brantas…

    dari kecil bsar nanti kalu gak di brantas yah… jadi lihai lah dy….

    baok……

  28. By monokun on Apr 8, 2009 | Reply

    hiiii….. aku mah ga mau milih mega da…
    ya gitu deh sesuai dgn perkataan mas nya…
    males ah megawati tukang ngambeg…
    besok milih apa yah…

  29. By syila on Apr 8, 2009 | Reply

    saya sich….ikut hati nurani aja. wong Bu mega orangnya plin plan gitu koq mau mencalonkan diri lagi jadi presiden,saranku buat Bu mega ….Biarlah nama Sukarno yang di hormati DAN DI HARGAI SEBAGAI BAPAK PROKLAMATOR.itu sudah cukup. Bu Mega jangan mendompleng nama bapaknya kalau memang kagak mampu mimpin bangsa ini.karena memang Bu Mega tak akan bisa mengikuti jejak Bung Karno. Kita berikan kesempatan kepada mereka yang masih muda. Kita selaku orang tua cukup mengarahkan aja.Bukan begitu Bu Mega….

  30. By Hari Prasetyo on Apr 8, 2009 | Reply

    SEPAKAT GA MILIH MEGA…!!

    Yang yang jelas pilih caleg yang BERSIH PEDULI dan PROFESIONAL byar negara ini ga BANKRUT…!!1

  31. By Muhammad Heri Sebayang on Apr 9, 2009 | Reply

    Sepertinya Group Facebook Say no to Megawati ada yg aneh.

    Keponakan dan ada salah seorang teman saya, tidak pernah menjadi Fans di Group tersebut.

    Namun Account Facebooknya bisa masuk menjadi Supporter di group tersebut.
    Sepertinya ada pihak2 yang menggunakan cara2 Hacker untuk memperbanyak Jumlah Supporter di group tersebut.

    Silakan dicek apabila anda mempunyai Account Facebook dan tidak pernah merasa ikutan bergabung di group tadi, namun account anda tercantum sebagai member.

    Saya juga melihat di group tersebut terdapat Ribuan Account Facebook yang baru dibuat. Mungkin sengaja dibuat hanya untuk memperbesar Jumlah member.

    Semoga Allah SWT memaaafkan pembuat Group ini, bermaksud tidak menyebar Kebencian, Namun jadinya sebagai penyebar kebencian baru.

  32. By T4jir on Apr 10, 2009 | Reply

    Mau nanya nih… soal Say No To Mega di facebook. Pdi-p mo nuntut pembuat grup tsb, padahal yg mencaci maki blm tentu si pembuat, bisa saja anggota grup yg memberi komen yg kasar.
    Saya sih bukan member, dan orientasi politik saya bkn karena pengaruh Facebook, sampai saat ini bagi saya lebih baik memilih capres lain d/p Ibu Mega. Banyak alasan sih… tp sementara tak perlu di post, khawatir dianggap black campaign.

  33. By yan on Apr 10, 2009 | Reply

    Sya yakin SBY-Nurwahid lebih layak dibandink Megawati, sebaiknya Megawati suruh banyak belajar dulu, dia memang anak Soekarno, tetapi jangan samakan dia dengan Soekarno, Soekarno itu Insinyur, udah jelas ada kecerdasan akdemiknya, tetapi megawati sebaliknya, dia itu hanya apa seh….? lagi pula PDI-P itu partai yang arogan, para simpaitsan PDI-P terkenal dengan Brutalnya. Rakyat itu udah pintar dan yang paling pintar orang yang ” say to megawati”

  34. By yan on Apr 10, 2009 | Reply

    oh ya, saya samppai adu mulut dengan bapak saya saya gara2 ngomongin Partai, beliau itu dulunya panatik PDI, saya ngerti betul karakter bapak saya itu keras, nah pada saat kami cek-cok ade saya yang kelas 2 SMA ngebelain saya, dia minta bapak saya menyebutkan 3 keuntungan memilih megawati, lalu dia bingung dan hanya sanggup mengatakan kalo dia ank Soekarno,itu saja. Lalu adek saya nanya lagi Megawati itu sekolahnya sampe mana? terus prestasinya gimana? bpk saya bingung, coz dia selalu bilang kao orang itu bisa di lihat dari background pendidikannya… hehe, sekarang Alhamdulillah bapak saya ngak pilih PDI-P lg, dia jadi lebih pintar. jd- yang masih milih PDI-P dan Megawati adalah orang-2 yang masih membutuhkan petunjuk, perlu bayak belajar, dsb. belajar dulu ya ….

  35. By yan on Apr 10, 2009 | Reply

    bu mega ku yang BODOH…kerjakan dulu PRnya ya.. besok sebelum jadi capres, bersihkan dulu hati nya jagn jelek-jlekin orang lain, kasian kan. masalhnya ibu sendiri itu lebih jelek dari pada yang dijelekin

  36. By bobby on Apr 11, 2009 | Reply

    semoga diberi pemimpin yang soleh, adil, cerdas, berpendidikan, penyabar, tidak pendendam, dll

  37. By L on Apr 11, 2009 | Reply

    bu jangan selalu mengejek bpk sby dgn kt2 itu juga belom tentu lebih bai rd bpk sby tu

  38. By lia on Apr 15, 2009 | Reply

    ktk Mega jd president,pengusaha2 pd bilang bhw pem erintahannya lusr biasa korupnya, segala bisa dihalalkan asal ada duit, ktnya lbh dr jaman soeharto, pantes aja korupsi nya ranknya no. 1. padahal pemerintahannya cuman 2th, lbh2 kalau berkuasanya 5th, tak kebayang semmerautnya bakal kaya apa.

  39. By Uthok on Apr 16, 2009 | Reply

    Mas cukur donk rambutnya, supaya tidak kelihatan gondrong… karena supaya blog anda ini jadi lebih elegan…

  40. By udin anak dusun on Apr 18, 2009 | Reply

    kalu gue sih mendingan pilih mega wati ‘Maksudku Mega nya tukul arwana dan Wati si kakak budi,
    kalau IBU MEGAWATI ya ….. Gak aja dech,
    tapi beliau pinter lho sebagi seorang president yang hanya melanjutkan saja, bukan hasil karya sendiri, bisa menjual aset negara yang banyak, bisa meloloskan undang2 perburuhan yang sangat buruk, bisa mendukung BLT yang bodoh, lengkapkan
    kalau sekarangh beliau mengumpulkan tokoh politik pastilah untuk melanjutkan cita citanya yang luhur. jual habis aset negara , habisi para buruh dengan undang 2 perburuhan yang lebih berat, obral BLT yang gak bisa kelacak kemana dan berapa yang nyampe. dan bikin koloni baru untuk menghancurkan KPK yang mulai menjadi Team menakutkan bagi politisi lama yang korup.
    BRAFO BU MEGA, BRafo kata orang yang seneng negara indonesia Hancur. tapi pantesnya kita coba sekali lagi Coblos / contreng Mega ( BUKAN MEGAWATI )

  41. By yudi on Apr 18, 2009 | Reply

    terus terang sy bkn pendukung mega. kenapa.. karena menurut saya megawati cuma berlindung dibalik bayang bayang bapaknya..

    padahal anak seorang Nabi pun bukanlah Nabi. apalagi anak sukarno, jelas bukan seorang sukarno..

  42. By bunga on Apr 19, 2009 | Reply

    ak rasa orang2 yang buat komentar disini juga punya sisi negatifnya, jadi kenapa harus menjelekkan orang lain. lihat dirimu apa yang sudah kamu perbuat untuk bangsa dan tanah air ini.Sudah seberapa besar mas….Jangan cuma omong doang. Anda tidak lebih dari beliau. Kebebasan berbicara bukan berarti bebas menjekkan orang lain. Mari kita saling menghargai, hilangkan budaya adudomba.

    “” SAY NO TO NEGATIVE THINGKING “”.
    “” SAY YES TO POSITIVE THINGKING”"

    HIDUP IBU MEGA….

    M E R D E K A ! ! !

  43. By taufik on Apr 19, 2009 | Reply

    SMS YG MASUK PADA HP SAYA SETELAH PEMILU LEGISLATIF…

    1. Ingat kaki tangan GOLKAR dan Demokrat ada pada disetiap kelurahan, banyak yang gak terdaftar pemilu 2009, berdoa saja kecurangan tidak bisa di LANJUTKAN…!!!

    2. GUE ASLI GOLPUT gak ada didaftar Pemilu ha…ha….Pemerintah ini haram banyak bikin rakyat GOLPUT, padahal ada PANWASLU – Panita Pengawas Lucu..ini dagelan Politik.

    3. Hanura kiri atas, PKS kanan atas tapi rakyat masih percaya pilih tengah PDI-P mas….

    4. FATWA HARAM MUI salah alamat bukan untuk rakyat tapi untuk pemerintah, Rakyat boleh DEMO ke MUI dan KPU tuntut hak yang hilang atau jangan mau LANJUTKAN kebohongan.

    5. Pemilu ini yang diuntungkan itu partai PKS, karena kalo namanya tidak terdaftar di istri pertama mungkin ada di istri kedua he…he…

    6. SOEHARTO 32 tahun mengajarkan kepada GOLKAR untuk tetap berkuasa, apapun dibenaknya kekuasaan padahal kekuasaan tidak selamanya baik kadang menjadi musibah dan bencana ingat LAPINDO

    7. Kisruh Pemilu merupakan bencana pemerintahan SBY tapi selalu lepas tanggung jawab bikin konfrensi pers disetiap bencana, yang masih hangat kisruh BLT, BBM, LAPINDO dan akan di LANJUTKAN….

    ok gitu dulu, masih ada banyak nanti saya posting lagi deh…

    salam
    taufik

  44. By sutrisno juono on Apr 21, 2009 | Reply

    Buku kontroversial yang berjudul “10 DOSA SBY-JK” karangan Boni Hargens, staf pengajar FISIP UI telah membuat merah kuping pemerintahan SBY-JK.

    Berikut adalah list 10 dosa tersebut:
    1. Membebani rakyat melalui pemotongan subsidi BBM.
    2. Kemiskinan dan pengangguran meningkat.
    3. Terjadinya pembunuhan aktivis HAM Munir.
    4. Pembohongan publik via pidato kenegaraan Presiden SBY pada HUT Kemerdakaan RI 2006 di gedung DPR/MPR.
    5. Tebang pilih dalam memberantas korupsi
    6. Mengorbankan rakyat via kebijakan impor beras.
    7. Menyelesaikan konflik Aceh via MoU Helsinki 15-8-2005.
    8. Konsultasi politik pemerintah-DPR untuk mengakhiri rencana interpelasi nuklir Iran.
    9. Kelambanan penanganan kasus korban lumpur Lapindo.
    10. (Dosa pribadi SBY) Menari di atas penderitaan rakyat melalui album Rinduku Padamu.
    tambahan lain…….11. Dijaman SBY Pemilu berantakan, caleg banyak gila, money politik, caleg bunuh diri, kpu tdk independen demi kekuasaan ini pertanda rezim orde baru akan kembali lagi. mari sadar dan jangan terpengaruh wajah.

  45. By menyo on Apr 23, 2009 | Reply

    Orang sering mengartikan diam itu emas. padahal ada yang diam karena terlalu guoblok untuk bisa menjelaskan suatu masalah.

    Saya pasti juga punya kekurangan, tapi untungnya saya bukan siapa2 (dan tidak ambisi menjadi pemimpin indonesia) jadi kekurangan saya tidak merugikan rakyat indonesia.

  46. By Mas Juliman on Apr 23, 2009 | Reply

    Rakyat kita sudah bosan dengan demokrazy, mereka ndak akan ngurusi siapa yang jadi presiden. tapi siapa yang dapat ngasih kemudahan dalam mencari rezeki, itulah presiden harapan mereka.

  47. By joko on Apr 24, 2009 | Reply

    saya tidak suka mega karena saya lebih suka gus dur, sultan HB X, dan Rizal Ramli tetapi saya lebih tidak suka SBY bukan hanya tidak suka tapi benci kali sampai dalam hati saya berharap supaya SBY tidak menjadi presiden lagi kasihan rakyat . Apa sih yang sudah dilakukan SBY selama dia hidup dan menjadi presiden bagi negaraku tercinta ini. Selama dia memimpin rakyat setiap hari dibodohbodohinya karena dia tahu rakyat memang masih bodoh terutama kalian yang lagi ribut semua khususnya group anti mega terlalu bodoh tidak mengerti apa apa tapi sok menghujat. saya aktivis 97-98 yang selalu mengikuti perkembangan politik mulai era suharto hingga sekarang. Saya tahu kebobrokan suharto , Habibie,Gus Dur, Nega, SBY dan kelebihannya. Saya tahu dosa Mega beratus terutama menjual aset negara menjadi hilang. Tapi jangan pernah membela SBY karena coba anda ingat apa yang sudah dia lakukan pada rakyat. SBY ibarat hanya bintang Sinetron yang mempertontonkan 1, 2 hasil karyanya tetapi stiap hari masuk TV sehingga rakyat merasa dia sudah banyak berbuat ibaratnya artis Shereen Sungkar dimana anda lihat aktingnya sangat sangat bobrok bisa dikatakan semua artis sinetron aktingnya paling jelek tapi karena terbius alur cerita yang tepat dan menarik penonton tidak pernah memperhatikan itu, karena setiap hari ditayangkan di TV dan Si artis nongol setiap hari maka banyak masyarakat menilai dia bagus dan terpilihlah dia menjadi artis favorit panasonic padahal aktingnya bobrok dan hanya baru disatu sinetron dia main mengapa masyarakat tidak memenangkan artis lain yang jauh lebih bagus dan banyak karyanya. Seperti itulah SBY karyanya hanya BLT, PNPM, Aceh Damai katanya, Preman dan judi tidak adalagi katanya,minyak turun 3x (naik berkali kali dan sembako tidak turun). Padahal BLT (membuat rakyat malas), PNPM (arah duitnya tak jelas), Aceh Damai (isi MoU banyak celah Aceh merdeka) pemrakarsanya siapa sih, preman judi tak ada (siapa bilang)(TNI dan Polri yang misah bukan SBY tapi Gusdur mega kali), minyak turun yang merancang siapa sih. cuman itu tapi diakukannya dan antek anteknya dan setiap hari ditanamkan dengan setiap detik diungkit masuk semua media terutama TV (sebanyak itu biaya darimana ya) sehingga rakyat merasa karyanya (kalau karyanya) bagus dan banyak karena setiap detik di koarkan dan diakukan sebagai keberhasilannya dan tanggungjawabnya karena dia presiden yang baik, pintar, berhasil(pemilu terburuk di dunia / katanya sih berhasil dan bagus kog tidak diakukan tanggung jawabnya sebagai presiden ya, kali semasa pemilu dia tidak presiden tapi kalla kali ya). Jadi kalian semua menghujat Mega kasihan dia karena gimanapun dia eks Presiden RI. memang dosa mega berpuluh puluh menurut anda tapi nanti setelah hipnotis SBY selesai setelah dia lengser baru anda akan lihat kebobrokan dan dosanya SBY (sebagia kecil termasuk saya sudah tahu itu)dan anda anda baru sadar anda dan banyak rakyat masih bodoh. Jadi bagi anda yang hobby menghujat lihat diri anda dulu , apa yang sudah anda lakukan pada keluarga anda, lingkungan anda dan bangsa anda. Jangan -jangan pada pada diri dan keluarga anda belum berbuat apa-apa tapi kog sudah berani menghujat orang. Semua presiden RI sampai sekarang masih bobrok jadi marilah kita bersatu untuk menjadi pintar menganalisa pemimpin kita dan mengawasinya dan memberitahu kepada rakyat lainnya supaya tidak tertipu lagi karena anda orang pintar jadi jangan ikutan bodoh sehingga kita tidak selalu ditipu pemimpin kita baik siapapun itu.

  48. By taufik on Apr 24, 2009 | Reply

    dari email tetangga,….

    PKS SEHARUSNYA MENDUDUKI POSISI KE 2 (DUA)

    Pada Pemilu Legislatif 2009 ini Iklan-iklan dari Partai-Partai peserta
    pemilu meramaikan media elektronik dan cetak bahkan sampai kepada
    pemasangan Baliho dipinggir-pingir jalan untuk mempengaruhi para
    pemilih.

    Yang sangat inovatif dan kreatif itu dari Partai Keadilan Sejahtera
    (PKS), yang akan dapat mempengaruhi dan menarik pemilih-pemilih baru
    itulah strategi maraup suara….

    Contohnya dengan iklan sbb.:

    - Pojok Kanan ataS (pojok kanan atas dari kertas suara)
    - Emang MERAH, HIJAU, KUNING, BIRU Bisa PKS?
    Demi Indonesia yang lebih baik, kenapa tidak?
    - SBY Presidenku, PKS Partaiku

    Dari jargon kata-kata diatas ternyata bukan menambah suara PKS malah
    mengurangi suara PKS karena ada kontestan lain menggunakan kata-kata
    iklan yang sama, begitu juga dengan Iklan mengenai Warna yang juga
    mengurangi suara PKS notabena warna-warna tersebut milik partai lain.

    Seperti SBY Presidenku, PKS Partaiku malah orang awam beranggapan
    bahwa partai PKS dipemilu legislatif menusuk partainya SBY (Demokrat)
    karena pada hari H-14 atau 2 minggu sebelum pemilu legislatif, Partai
    Demokrat sangat gencar sekali mengiklankan SBY dan Demokrat disetiap
    stasiun televisi sehingga masyarakat beranggapan PKS telah mendukung.

    Jadi menurut Lembaga Survey Independet dan PANWASLU (Panitia Pengawas
    LUCU) yang telah disurvey kemasyakat dan meneliti dengan seksama ada
    beberapa kesalahan pemilih PKS yang telah mencontreng karena iklan
    tersebut, diperkirakan suara PKS yang hilang 6 % jadi seharusnya
    kedudukan PKS itu nomor 2 setelah Demokrat.

    Penelitian dan Hitungan Lembaga Survey tersebut rata-rata sebanyak 1 %
    suara yang hilang tiap iklan.

    1. Pojok Kanan atas mereka saat memilih lupa yang dipilih itu Pojok
    kiri atas iklan punya Partai Hanura.
    (hasil wawancara bilang, wah saya salah contreng sebelah kiri)
    diperkirakan jumlahnya 1 % yang hilang
    2. Emang MERAH, HIJAU, KUNING, BIRU Bisa PKS? Nah..ini banyak yang
    bingung dipikir PKS itu BISA PDI-P, BISA PPP (P3), BISA GOLKAR dan
    BISA PARTAI PAN jadi diperkirakan hilang 4 % suara yang hilang..mereka
    berfikir memilih PDI-P sama dengan memilih PKS
    3. SBY Presidenku ini PKS terlalu cepat-cepat mengiklankan SBY
    seharusnya PKS menunggu selesai Pemilu LEGISLATIF jadi para pemilih
    PKS tidak akan lari kepartai Demokrat karena ada sebagian yang
    berpikir ini Pemilu Presiden jadi mereka memilih Partai Demokrat.

    Lihat Tabel KPU dan TABEL Lembaga Survey tersebut.

    HASIL PENELITIAN LEMBAGA INDEPENDENT

    1 Partai Demokrat 19.58%
    2 Partai Keadilan Sejahtera 14.15%
    3 Partai Golongan Karya 13.62%
    4 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 13.02%
    5 Partai Amanat Nasional 5.25%
    6 Partai Kebangkitan Bangsa 5.11%
    7 Partai Persatuan Pembangunan 4.33%
    8 Partai Gerakan Indonesia Raya 4.31%
    9 Partai Hati Nurani Rakyat 2.63%
    10 Partai Bulan Bintang 1.87%
    11 Partai Lain-Lain 16.12%
    TOTAL 100.00%

    HASIL RESMI KPU
    1 Partai Demokrat 20.58%
    2 Partai Golongan Karya 14.62%
    3 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 14.02%
    4 Partai Keadilan Sejahtera 8.15%
    5 Partai Amanat Nasional 6.25%
    6 Partai Persatuan Pembangunan 5.33%
    7 Partai Kebangkitan Bangsa 5.11%
    8 Partai Gerakan Indonesia Raya 4.31%
    9 Partai Hati Nurani Rakyat 3.63%
    10 Partai Bulan Bintang 1.87%
    11 Partai Lain-Lain 16.12%
    TOTAL 100.00%

    Jadi ini merupakan pelajaran untuk PKS agar lebih cermat lagi dalam
    beriklan, menurut kepala penelitian tersebut agar nantinya suara yang
    sangat berarti itu tidak pindah ke Partai lain mengingat PKS merupakan
    partai yang sedang digandrungi ini.

    salam,
    taufik

  49. By Ro on Apr 27, 2009 | Reply

    Apapun yg dikatakan ttg kebaikan Mega, gue gak akan pilih Beliau.
    Dan, apapun yg dikatakan ttg keburukan SBY, gue tetap akan pilih Beliau.

  50. By adrian on Apr 28, 2009 | Reply

    Percaya dan memilih Megawati dalah perbuatan bodoh !
    tidak sadarkah kita apa-apa saja yang pernah dia ucapkan…? BISANYA CUMA MENCACI LAWAN, MENDOMPLENG KETENARAN, ANGKUH, TIDAK PROFESIONAL.
    ORANG MACAM ITU YANG AKAN ANDA JADIKAN PEMIMPIN……?

  51. By Anti ifan sama bunga. on Apr 28, 2009 | Reply

    Eh, elu yang mbelain mega,dapat apa… mati-matian mbelani megawati, dia hanya untung aja dapat nama belakang sukarnoputri coba gada. she is no nothing !

  52. By joko on Apr 29, 2009 | Reply

    Sudah saya bilang jangan saling menghujat tak ada untungnya. Mereka saja yang di atas sedang bermesraan, kalian yang tolol saling menghujat.
    Lihat tuh mereka sudah mengatur strategi untuk bagi bagi kue eh malah kamu yang tolol bagi bagi kotoran terutama kamu tuh ifan jangan bawa bawa nama Sukarno, walau saya tidak suka mega tapi saya pengagum fanatik Sukarno. Kamu lihat tuh di media, Demokrat berkoalisi dengan PKS, PKB, PDS, PBB mungkin dengan PAN. PDIP berkoalisi dengan Gerindra, Hanura, mungkin dengan Golkar, PPP dan PAN juga. jadi kalau kita rakyat sudah pintar bukan bodoh terutama kamu yang hanya pintar menghujat pasti bisa menganalisa koalisi koalisi di atas kan sangat aneh terutama berdasarkan sejarah dan ideologi mereka. Mereka hanya menipu rakyat saja. Jadi mari pilih dan dukung Capres-CaWapres pilihan kalian tetapi siapapun yang menang mari kita dukung dan awasi bersama sama jangan saling menghujat. Mari berkarya untuk diri,keluarga, limgkungan dan terutama untuk Bangsa kita yang tercinta INDONESIA.

  53. By indra on May 2, 2009 | Reply

    Mega.. waktu kampanya az yang hebat berkoar koar kaya geluduk diantara mega mendung, waktu koalisi ato saat2 kya gni lah, diem, malah ad backround sound yang mendikte, ex: pramono anung, etc. kenapa orang2 pinter dibelakang mega az yang maju, bukan mega yang sepertinya “g bisa apa2″..

  54. By taufik on May 2, 2009 | Reply

    dari email rakyat tetangga,….

    Soeharto menangis karena kalah Pemilu diakherat bahkan
    di Pemilu ini suara partainya merosot, yang membuat dirinya sangat kesal
    adalah Partai Munir sangat dominan dan menang total diseluruh daerah
    di akherat,….menurut info KPU disana sangat bersih karena sudah online semua,
    tidak ada kecurangan didalam pengurusan DPT, semua masuk daftar
    pilih…oh ternyata yang mengurus itu Malaikat…tentu saja tidak
    punya kepentingan dan gak bisa disogok dan diimingi-imingi jabatan.

    Bulan Juli 2009 akan ada Pemilu Pemimpin akherat, sudah pasti calon
    dari partainya Munir yang akan menang,….TUHAN.

  55. By taufik on May 3, 2009 | Reply

    Ada 3 Jenderal Ikut Pemilu Presiden/Wakil Presiden

    1. SBY (Demokrat)
    2. Wiranto (Hanura)
    3. Prabowo (Gerindra)

    Siapakah Prajurit Sejati ?…Mari kita lihat sepak terjangnya,…

    1. SBY ia didesak mundur pada 1 Juni 2001 oleh pemberi mandat karena ketegangan politik antara Presiden Abdurrahman Wahid dan DPR karena ketidaksetiaan/loyal kepada atasan. Pemerintahan Mega juga sering membuat manuver politik akhirnya disuruh mengundurkan diri juga.

    2. Wiranto dinonaktifkan dan mengundurkan diri pada pemerintahan GUSDUR karena ketidak loyal kepada atasan.

    3. Prabowo melakukan diduga insubordinasi dan berupaya menggerakkan tentara ke sekeliling Istana Negara untuk kudeta pada Mei 1998, karena juga ketidaksetia kepada atasan.

    Ingat Militer tidak pernah menentang atasan apa kata atasan harus dijalankan tidak boleh berpolitik. Apalagi nanti memimpin rakyat, hanya janji-janji saja tidak dapat dipenuhi.

    SBY pernah meninggalkan GUSDUR
    SBY pernah meninggalkan MEGA
    SBY pernah meninggalkan RAKYAT
    SBY pernah meninggalkan JK

    semoga pencalonannya kembali tidak meninggalkan janji-janji belaka…

  56. By gus dor on May 13, 2009 | Reply

    Alah segitu aja ko repoot, mbok jangan hujat menghujat deh apalgi pusing2 mikirin negara,wong makan aja susah pokoke pilih presiden yang merakyat,negara aman ekonomi stabil,pastinya bukan buMEGA ama Pak Peti kemasnya

  57. By Ton's_Banten on May 22, 2009 | Reply

    Makanya Om-Om, Mas-Mas, Tante-Tante…dst..Kalo ngasih komentar jangan punya tendensi apa2, tapi lihat dulu backgraoung figur yang ingin kita pilih.Cuma karena kita anak negeri, punya hak dan kewajiban. Jadi hapus idiologi “GOLPUT”, karena selain merugikan diri sendiri, mana tahu merugikan orang lain (sangat masuk akal). Figur pemimpin ke depan, menurut harapan aku harus pintar/berpendidikan, shaleh, memiliki track record yg baik. Andai demikian yang nantinya kita miliki, mudah2 an Negeri kita akan bisa lebih bermartabat…AMIIIIN

  58. By rival.dano on May 24, 2009 | Reply

    kalian semua sepertinya kayak pahlawan aja semua……cuma bisa jelekin orang…..kalo kamu mau tahu….jelek2 gitu ibu megawati….ada juga jasanya masa terjadi reformasi…bahkan boleh dibilang cukup besar…..tapi coba kalian lihat SBY…yang kamu agung2kan itu……masa itu dia juga sama dengan yang lain, di rezim suharto….. cuma makan uang rakyat….aja…..ehhh….sekarang malah…bisa2 jadi presiden……bodoh betul kalian semua….hanya terbujuk dengan wajah SBY….yang…….cengeng itu………..biar kamu tahu kalo masa sekarang ini kita gak butuh presiden yang suka menangis…kayak banci aja……masa seorang mantan jenderal…..sangat lamban cara fikirnya….jenderal kancil kaleeeeeeee…………….

  59. By rival.dano on May 24, 2009 | Reply

    kalian banggakan…..program BLT nya SBY…… tahu gak kamu…rakyat kita dikibulin oleh rezimnya SBY…untuk mencegah rakyat jangan demontrasi sewaktu BBM dinaikan…maka dibujuk rakyat dengan BLT…itu sama aja nyogok rakyat biar gak demo lagi…pemerintahan apa itu namanya…..rakyat aja diajarkan gimana bisa korupsi…….kami gak butuh BLT….kami gak butuh SBY…….

  60. By rival.dano on May 24, 2009 | Reply

    Modal SBY cuma hanya belas kasihan rakyat indonesia……waktu pemilu 2004..(bilang orang dikuncilkan megawati ) hingga muncul wajah sedihnya ( lebih sedih dari ratapan anak tiri ) biar rakyat simpati….pemilu sekarang udah pasang cara lama lagi ( wajah sedih ) ketika dikritik oleh pak JK….. sekali muncul lagi wajah sedihnya , maaf pak SBY……kalo hanya dengan modal wajah sedih aja…… memimpin indonesia ini…………..WWWwaaaallllllaahhhh…….mau dibawa kemana negara kita ini…….

  61. By rival.dano on May 24, 2009 | Reply

    katanya semasa pimpinan SBY negara kita udah ada kemajuan…………….pengen tahu apa sih yang dimajukan pak SBY itu………..

  62. By Andi on May 26, 2009 | Reply

    trus milih mana mas???
    saya yg wong cilik ini jadi makin bingung…
    sebenernya yg salah sapa ya? saya lari ke kubu A, mereka bilang merekalah yg benar. saya lari ke kubu B, mereka juga bilang mereka yg memihak rakyat???

    ahhh…. daripada bingung mending ngegame aja… udah jelas mana penjahat mana lakon…

  63. By NiceBoyz on May 28, 2009 | Reply

    Bangsa yang Maju dan Besar bisa Menghargai pendapat pemimpinnya yang mungkin “Keliru” .. Tidak Mudah menjadi Seorang Pemimpin yang besar yang bisa memimpin ratusan juta orang dengan Latar Sosial dan Budaya yang berbeda-beda.. Jadi dukunglah Pemimpin yang menurut Kita patut di pilih, janganlah saling menyalahkan,dukung terus kemajuan yang telah di capai…siapapun pemimpin kita..

  64. By brondongan on Jun 7, 2009 | Reply

    BLT adalah uang rakyat siapapun berhak mengawasi penyalurannya. Iklan PDI Perjuangan mengawal BLT adalah hak dari PDI Perjuangan untuk mengawal penyaluran dana tersebut. Apa salahnya kompinen bangsa ini mengawasi penyaluran uang negara???????

    Kalau BLT itu uangnya Presiden SBY dan PDI Perjuangan ikut-ikutan mengawal ya nggak nyambung. Kalau uang negara apa salahnya….banyak orang salah persepsi dengan iklan tersebut. Siapapun berhak mengawal penyaluran uang negara yang merupakan uang hasil pajak yang dibayar oleh rakyat. Bukan dari kantongnya SBY aja. Jangan berpikir diskriminatif tapi lihat permasalahan dengan baik dan objektif.

  65. By dladiez on Jun 8, 2009 | Reply

    assalamualaikum…
    smua yang ada di sini ajar kok ada yang pro dan kontra sama pembahasan.
    menurut saya:
    1. program BLT,,emang program itu buat nyogok rakyat ya?? klo menurut saya sih “membantu rakyat miskin”. tapi mungkin emang agak kurang berhasil. soal desek2an terima jatah BLT,,saya rasa karena orang2nya yang ngga bisa nerapin sistem kedisiplinan dan mau antri. Dan berapapun nominalnya,saya rasa klo dipake untuk hal yang tepat,,berarti kok. kembali lagi pada pribadi masing2.

    2. adanya grup tentang anti mega,, kan kita nganut sistem demokrasi. Mo menghujat kek,,mau mendukung,, kan kita bebas berbicara. Sekarang logikanya…selama ini rakyat ampe terkapar2, mana ada yang dengerin???orang2 dipemerintahan sana adem2 aja seolah ngga ada apa2. Mungkin orang2 yang terkesan menghujat ini,melakukannya karena emosi bgt. ya tetap berharap lah orang2 yang diomongin baca, dan bisa ngaca diri.

    3.soal kinerja SBY,MEGA, dsb,, setiap orang kan memiliki pendapat yang berbeda2,bebas donk..orang2 mo kasih statement apa tentang plus minusnya kinerja orang no.1. Dan kembali lagi, mungkin ada hal yang menurut 1 orang sebagai kesalahan,,tapi kan belum tentu menurut orang lain juga.

    4. oh iya, terkait sama program BLT yang katanya nyogok biar rakyat ngga demo,, klo saya si mikirnya malah bagus. jadi aman,,ngga rusuh mulu. kasarannya walaupun menutupi permasalahan mengenai kenaikan harga,tapi kan rakyat dapet laupunsedikit jumlahnya. ya sedikit membantu laaahhhh.
    tapi beda ya buat mas di atas yang mengaku aktivis angkatan 98. mungkin memang hobi demo kali. selalu ikut demo ya mas??. bagus klo anda ngerti mengenai apa yang didemokan saat itu. tapi saya sebagai mahasiswi mo menyatakan bahwa banyak orang2 yang nawarin buat demo sana sini, padahal dia yang mengajak nggak tau pasti apakah yang diajak itu ngerti apa nggak sama yang didemoin.Hal itu masih bisa kita temuin kok disetiap kampus. mas demo bener2 karna hati nurani untuk memperjuangkan rakyat atau hanya sekedar ikut partisipasi dengan teriak2 aja???? harusnya anda sebagai aktivis memiliki pemikiran yang positif mengenai rakyat. anda aja terkesan marah2 dan kesal sama salah satu orang yang comment,, jangan2 anda pendukung berat mega??? hehe..

    saya mungkin tidak terlalu mengerti mengenai politik, tapi saya menganut sistem demokrasi. saya rasa mungkin anda2 yang mengerti tentang politik akan meremehkan saya,, tapi ingat..yang rakyat bukan cuma anda… saya dan yang lainnya juga.. (hehe,,konfirmasi duluan).

  66. By jun on Jun 8, 2009 | Reply

    saya punya uneg2 nech…. setau saya fB ttg Say No To Mega kembali dibuka. seharusnya tidak perlu ditutup karena itulah gambaran pikiran masyarakat saat ini. memang menghujat bkn hal yang baik dari itu pilihlah pemimpin yang bisa meredam dan menenangkan amarah rakyat. raktyat sdh terlalu cape’. ju2r saja maz……otak orang IND itu orisinil dan pintar. tapi tertutupi oleh kemiskinan dan kebodohan. kita perlu pemimipin yang ttdk merendahkan harga diri rakyat dan negaranya. kita baru bs mlht pmimipin baru pada 2014, dimana semua tetua itu sdh tdk mnclonkan diri lagi…….

  67. By somad on Jun 11, 2009 | Reply

    Negara ini perlu dipimpin orang yang benar-benar pintar, berpendidikan tinggi dan AMANAH. Bukan oleh orang yang hanya diam saja ketika ada/tidak ada masalah dan apalagi menjual aset negara. Jangan sampai jadi contoh untuk rakyat, untuk apa sekolah tingg-tinggi lha wong lulus sma saja bisa jadi President.Melamar kerja saja banyak yg persyaratannya minimal S1, apalagi memimpin negara.

  68. By ajo on Jun 12, 2009 | Reply

    Gue ga mau presiden gue perempuan..titik.!!

  69. By monica on Jun 13, 2009 | Reply

    yah…Mega mah ga pernah berhati besar!Masa SBY yang gantiin jabatan dia,dendamnya masih dibawa sampe sekrang. Kalo orang ngerasa dia bisa mimpin,pasti pemilu yang lalu ,rakyat pada milih dia. Sombong banget!ga mau salaman ama SBY. Cuma bawa2 nama Soekarno,tapi hati ga kayak bung Karno

  70. By Ari Gayo on Jun 15, 2009 | Reply

    sempet nge Fans sama Megawati.tetapi dia kebanyakan tidur siang jadi ga update ma berita.karena ga update jadinya diem ga bisa action.
    Saat di wawancara ma TVOne pada suatu kesempatan kenapa tidak datang keistana pada perayaan 17 Agustus seperti mantan Presiden lainnya…jawabannya bikin kesel aja.
    dibilang “saya ga harus datang ke (istana)kan?”

    SBY dan PD dah oke…meski iklannya bikin sebel.
    SBY the best of the worst…
    Megawati the worst of the worst…even compare with Habibie..

  71. By kamal on Jun 16, 2009 | Reply

    hai….teman2, banyak rakyat Indonesia yang belum dapat menghitung secara cermat.
    Apa untung nya ketika kita nyontreng SBY, dan apa untungnya ketika kita nyontreng Mega. Kita dapat menilai model orang2 pendukung Mega. Dan kita dapat menilai orang pendukung SBY. Kalau kita merasa pendukung sby, dengan segala alasan yang sangat masuk akal. Biarkanlah pendukung mega berbucara meski kurang masuk akal……darpada diam kirain bodo.

  72. By sannnn** on Jun 23, 2009 | Reply

    waduw bu mega bnyak musuh yaah?? kasian pak karno ga tenang disana liat ibu…

  73. By amir on Jun 24, 2009 | Reply

    RAMALAN :

    sejarah akan terulang,
    megawati akan menjadi pecundang
    seperti saat ia mempecundangi Gusdur….

    itupun kalo pasangan megapro menang dan bertahta,

    KEGELISAHAAN SAAT INI :

    kita dalam posisi ronde akhir skema strategi
    ajudan2x Alm Suharto, yang sejak detik jatuhnya
    Suharto skema pemilu seperti ini sudah dicanangkan

    skema nya :
    - Pilihan 1 Sipil + (diiringi ex AD)
    - Pilihan 2 ex AD + Sipil
    - Pilihan 3 Sipil + (diiringi ex AD)

    SBY ex KASOSPOL ABRI
    Prabowo ex PANGKOSTRAD + DANJEN KOPASUS
    Wiranto ex PANGLIMA

    trus U mau pilih mana demi keamanan Keluarga Suharto.. ?

    siapapun sebenarnya hanya bersimbol “untuk rakyat”
    sisanya sebagian besar demi Rezim Orba yang tidak mau terkatung 2x di kemudian hari…

    jadi ???
    inilah wajah kegelisahan Ibu pertiwi

  74. By hannaaj on Jun 28, 2009 | Reply

    tuan2 g TERHORMAT……………
    begitu pedas dan mengerikan kata2 yg terlontar utk ibu megawati..
    apakah ANDA lebih pintar?
    lebih baik?
    lebih bisa utk menjadi pemimpin negeri ini?
    klo ibu megawati benar2 dendam spt yg anda kira… saya rasa wajar.
    ditikam oleh orang kepercayaan tentu rasanya lebih sakit. apalagi ditikam oleh orang yg beliau pernah beri kerjaan. ibaratnya pernah makan ikut ibu megawati tiba2 ganti makan ibu mega..tp berkedok menjadi org yg dizolimi shg ibu mega menuai kecaman. gimana klo anda yg mengalami?
    ingat 1 jari menunjuk ke arah org lain maka yg 4 ke arah kita sendiri.
    tp apapun cemooh anda ttg ibu mega.. tentu tdk menyurutkan antusias, semangat, motivasi dan niat kami para pendukungnya utk selalu berdoa, berusaha dan berupaya agar ibu mega tetap eksis. dan jg berdoa utk para pembenci ibu mega spy kembali ke jalan yg benar.

  75. By ukie on Jul 1, 2009 | Reply

    saya rasa rakyat lebih pintar memilih…mana pemimpin yang suka menjual asset negara dan menjadi pemimpin hanya untuk dapat menjadi penguasa dan memperkaya diri…saya melihat pd kpemimpinan skarang banyak kekurangan juga banyak kelabihan dibandingkan pemimpin yag lalu,apa yang paling sulit diberantas di negara kita?? korupsi!! sudah pasti, kalo calon pemimpin yang kita pilih korupsi bagaimana dengan antek2nya???? jangankan memikirkan rakyat,ya mereka hanya mengisi kantong2 mereka dengan harta kekayaan..kalo mw melihat harta kekayaan sby hanya 6 miliar & budiono 22 miliar..kalah sama anggota DPR yang korupsi,..dari situ saja uadah rasional kan???pemberantasan korupsi jg tak pandang bulu bahkan itu besannya sendiri,,lagian rakyat ind.tak mw dong punya pemimpin yang bodoh??? coba liat dong latar belakang pendidikan masing2 capres,,,disini masi banyak pemuda-pemudi yang tinggi tingkat pendidikannya sampai S2 atw prof..tp knp yang tamatan SMU yang dicari thats rite???make it rational guys

  76. By Alei on Jul 7, 2009 | Reply

    Mega itu bukana perintis KPK? Baru mulai jalan di jaman SBY kan? Dia udah keburu turun. Ngejabat ga sampe 5 taon kok udah dihakimin. SBY tuh udah 5 taon baru kita ngomong fakta deh data2 perkembangan negara kita bener ga. Kalo soal BLT, menurut saya seh mang ga bagus, n kekna Mega juga tau itu ga bagus, tapi berhubung rakyat kita mayoritas ga berpendidikan, apalagi yang di dusun2 atau pesisir itu, tauna cuma bagus kl ada BLT, jadi butuh strategi donk buat dapetin suara mayoritas. Politik mah mang kek gitu, modal bener doank belum tentu menang.

  77. By titi on Jul 8, 2009 | Reply

    nobody is perfect. pilih saja capres cawapres yg paling cocok menurut anda. yang pasti belakangan situasi di negara kita lebih aman daripada waktu sebelumnya. dah capek lihat orang debat terus. negara ini bukan hanya milik para politikus. aku tidak suka politik. I love peace

  78. By Payjoke on Jul 10, 2009 | Reply

    ngapain sih pda ribut Mega,SBY ataupun yg laen….semua it ad kebaikan dan keburukan masing2….drpd ngejelekin mereka mending perbaiki diri kita biar kita bisa ngegantiin mereka jd Presiden (InsyaAllah….) dan memperbaiki kehidupan Indonesia…..Ambil kebaikan mereka dan buang kejelekan mereka….

  79. By Papi on Aug 2, 2009 | Reply

    Saya juga sependapat dengan anda om…!!!

  80. By masto on Jan 7, 2010 | Reply

    Wahai rakyat yang anti Mega dan pro berat SBY , banyak yang nyesel kan milih SBY. Gua lebih suka Mega meskipun gua Golput. yANG PINTER OMONG PINTER JUGA BOOOONNNNG!

  81. By yuda on Mar 28, 2011 | Reply

    saya pendukung PDI-P bagi saya megawati soekarno putri adalah presiden terbaik indonesia bahkan beliau sangat layak untuk mempin negara ini di tahun 2013 kelak

    MERDEKA!!!

Post a Comment

About Me

The smiling geekIndependent IT Consultant and Trainer, mastering in Microsoft technologies. 13 years experience in all level of systems and network engineering. Currently being awarded as Microsoft MVP in Exchange Server. Live in Jakarta, Indonesia. Claimed himself as a not ordinary geek, who loves photography and hanging out with friends. More.

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Google