Parkir Inap di Bandara

Written on 28 March, 2011 – 21:29 | by Rahmat Zikri |

Beberapa teman pernah menanyakan bagaimana prosedur parkir nginap di bandara Soekarno-Hatta (Cengkareng), karena kebetulan saya termasuk orang yang lumayan sering memanfaatkan fasilitas ini.

Di bandara CGK ini terdapat beberapa lokasi parkir inap, yaitu di terminal 1A, 1B, 2F dan 3. Silahkan saja pilih lokasi terdekat dari penerbangan Anda. Ngga usah khawatir pula jika ternyata pesawat kembali nanti ternyata berbeda lokasi terminal-nya, karena kita bisa memanfaatkan shuttle bus gratis yang disediakan pihak Angkasa Pura II, yang akan membawa kita dari terminal 1 ke terminal 2 dan terminal 3; begitu seterusnya. Ketersediaan bus ini lumayan bagus, dengan waktu tunggu rata-rata sekitar 10-15 menit.

Pertanyaan yang paling sering ditanyakan mengenai parkir inap di bandara ini adalah soal biaya. Banyak yang ngga tahu kalau parkir di area parkir kendaraan yang bermalam ini sama dengan parkir di luar area tersebut, sama-sama Rp 2.000/jam (catatan: baik di dalam atau di luar, parkir di CGK ini memang sedikit ‘menggetok’ orang untuk membayar minimal Rp 4.000 untuk 2 jam pertama). Jadi, dengan ongkos parkir yang sama insya Allah kita dapat tempat parkir yang relatif lebih aman ketimbang di luar area khusus ini. Karena setidaknya area ini ada di dalam area ‘tertutup’ yang dipagari.. Sehingga lalu-lalang orang-orang di sekitar situ relatif lebih bisa diawasi dan dipertanggungjawabkan. Syukur-syukur kalau kita dapat parkir di tempat yang beratap, sehingga mobil tidak jadi panas terjemur, atau diterpa hujan.

Ketika kita masuk ke area tersebut, petugas akan membantu menunjukkan/mengarahkan ke lokasi parkir yang tersedia. Setelah parkir di posisi yang nyaman, jangan lupa untuk mengunci pintu. Biasanya sebelum mengunci saya akan membuka kaca jendela sedikit, untuk memberikan ventilasi; terutama kalau tidak dapat tempat parkir yang teduh. Kalau mobil Anda tidak terpasang talang air sebaiknya jangan dilakukan, karena khawatir kalau hujan air akan masuk ke dalam. Jika mobil akan ditinggalkan lebih dari 2 malam, saya biasanya akan melepas kabel negatif pada aki. Jangan sampai gara-gara beberapa hari tidak dihidupkan, mobil jadi susah di-starter.

Setelah semua OK, datangi loket yang ada di sana untuk melapor, mereka akan memberikan secarik kertas semacam nota, sebagai tanda kalau kita parkir menginap di lokasi tersebut. Oh iya, jangan lupa untuk membawa kartu parkir. Jangan ditinggalkan di dalam mobil. Karena itu lebih valid sebagai bukti Anda parkir di bandara. Hilang salah satu, apalagi dua-duanya, artinya Anda dalam masalah Senyum dengan mulut terbuka Pada saat di loket ini mestinya petugas akan mengingatkan Anda untuk membawa kartu parkir tersebut. Di sini juga mereka akan menanyakan nama dan nomor telepon yang bisa dihubungi seandainya terjadi sesuatu pada mobil kita.

Sebelum beranjak meninggalkan loket, petugas di loket (atau siapa pun yang ada di sekitar situ) biasanya akan menawarkan jasa cuci mobil. Memang sih cuci mobilnya standar ala rumahan saja. Cuma modal ember air, sabun dan kain lap. Saya nyaris tidak pernah menolak tawaran ini. Cukup memberikan uang sebesar Rp 20.000 dan informasikan perkiraan waktu kapan kita akan kembali, nanti mobil sudah bersih. Buat saya, uang ini kita anggap saja sebagai uang rokok untuk lebih memastikan mobil kita diperhatikan.

Ketika hendak keluar dari area parkir inap ini menuju terminal, bisa jadi Anda juga akan ditawari jasa antar dengan motor (ojek). Ini pun tidak akan saya tolak. Ngga ada tawar-menawar atau tanya berapa ongkosnya. Tinggal naik saja… Saya biasanya kasih Rp 10.000. Tapi pernah lagi ngga ada uang kecil, saya kasih RP 5.000 pun dia bilang terimakasih dan langsung pergi… Lha jaraknya kan ngga jauh. Kecuali Anda parkir di terminal 1A, padahal mau naik pesawat di terminal 3. Ya jauh. Lagi-lagi ini juga saya anggap sebagai uang rokok untuk mereka yang ada di tempat parkir inap tersebut. Insya Allah hati lebih tentram dan merasa aman.

Jadi kalau ditanya apakah parkir di area parkir inap lebih mahal? jawabannya parkir di luar atau di dalam area parkir inap secara tarif relatif sama.. Kita keluar uang lebih Rp 30.000 dengan ‘bonus’ mobil bersih dan diantar ojek ke terminal. Itu juga kalau kita mau…

Perlu diingat bahwa tidak selalu kita akan bisa mendapatkan space parkir di area parkir inap ini. Apalagi pada hari-hari sibuk seperti akhir pekan, atau Senin. Pada kondisi ini, kalau mau coba cek di lokasi parkir inap di terminal lain silahkan saja.. Tapi kalau terpaksa parkir di luar area parkir inap, pilihlah lokasi yang dekat dengan keramaian… Jangan di tengah-tengah, apalagi di sisi ujung yang jauh…. Buat jaga-jaga aja sih… Saya juga sudah beberapa kali terpaksa parkir inap dengan kondisi seperti ini. Kebetulan tidak ada pengalaman buruk.

Be Sociable, Share!

Related Posts

--related post--

Post a Comment

About Me

The smiling geekIndependent IT Consultant and Trainer, mastering in Microsoft technologies. 13 years experience in all level of systems and network engineering. Currently being awarded as Microsoft MVP in Exchange Server. Live in Jakarta, Indonesia. Claimed himself as a not ordinary geek, who loves photography and hanging out with friends. More.

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Google