Fiskal dan Tikus-tikusnya
Wednesday, January 17th, 2007 |Kendala bagi kebanyakan orang dengan dana pas-pasan ketika hendak jalan-jalan ke luar negeri adalah beban biaya fiskal udara sebesar Rp 1 juta (catatan: fiskal laut/darat besarnya Rp 500 ribu) yang mesti dibayarkan oleh setiap penumpang pesawat yang hendak terbang ke luar negeri.
Walau sudah menjadi rahasia umum bahwa di terminal keberangkatan internasional (terutama yang saya tahu dengan persis yaitu di Terminal 2D/E Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta) banyak sekali terdapat “tikus-tikus” yang menawarkan jasa pembayaran fiskal “bawah tangan”. Biasanya penawaran dibuka sebesar Rp 800 ribu per penumpang. Angka ini bisa dinegosiasikan jika bayar borongan untuk beberapa orang secara bersama-sama. Oh ya, fiskal laut pun sama.. semua bisa dinegosiasikan (coba saja menyeberang dari Batam ke Singapura dengan ferry). Kapan negara ini mau maju kalau penggelapan uang negara terjadi di mana-mana.
Popularity: 16%
Independent IT Consultant and Trainer, mastering in Microsoft technologies. 10 years experience in all level of systems and network engineering. Currently being awarded as Microsoft MVP in Exchange Server. Live in Jakarta, Indonesia. Claimed himself as a not ordinary geek, who loves photography and hanging out with friends.