<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>..\Rahmat\Zikri</title>
	<atom:link href="http://www.zikri.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.zikri.com</link>
	<description>Demi Tuhan, Bangsa dan Dokter Vera</description>
	<pubDate>Thu, 05 Jun 2008 04:56:33 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Ahmadiyah dan Kebebasan Beragama</title>
		<link>http://www.zikri.com/2008/06/05/ahmadiyah-dan-kebebasan-beragama/</link>
		<comments>http://www.zikri.com/2008/06/05/ahmadiyah-dan-kebebasan-beragama/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2008 04:28:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Zikri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<category><![CDATA[Opinion]]></category>

		<category><![CDATA[ahmadiyah]]></category>

		<category><![CDATA[fatwa]]></category>

		<category><![CDATA[indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[lahore]]></category>

		<category><![CDATA[mirza ghulam ahmad]]></category>

		<category><![CDATA[MUI]]></category>

		<category><![CDATA[qadian]]></category>

		<category><![CDATA[sesat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.zikri.com/2008/06/05/ahmadiyah-dan-kebebasan-beragama/</guid>
		<description><![CDATA[Hari minggu kemarin, 1 Juni 2008, serombongan massa yang diidentifikasi sebagai FPI (Front Pembela Islam) menyerang dan membubarkan aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh AKK BB (Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan). Pada malam harinya, saya mendengar keterangan bahwa aksi pembubaran tersebut dilakukan oleh Komando Laskar Islam, di mana FPI hanyalah salah satu elemen [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari minggu kemarin, 1 Juni 2008, serombongan massa yang diidentifikasi sebagai FPI (Front Pembela Islam) menyerang dan membubarkan aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh AKK BB (Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan). Pada malam harinya, saya mendengar keterangan bahwa aksi pembubaran tersebut dilakukan oleh Komando Laskar Islam, di mana FPI hanyalah salah satu elemen di bawahnya.</p>
<p>Sejatinya, jika melihat namanya, AKK BB, sudah barang tentu unjuk rasa yang dilakukan di lapangan Monas (info lain mengatakan bahwa di sana mereka hanya berkumpul, unjuk rasa baru akan dilakukan di Bunderan HI) ini bertujuan membela Ahmadiyah. Karena beberapa waktu terakhir mereka (AKK BB) adalah kelompok orang yang tidak mendukung pembubaran Ahmadiyah (oleh Pemerintah RI melalui Surat Keputusan Bersama). Sesuai dengan namanya, AKK BB menganggap Ahmadiyah layak untuk dipertahankan, tentu dengan alasan kebebasan beragama dan berkeyakinan.</p>
<p>Dalam hal terjadinya peristiwa Monas hari minggu lalu, saya tidak secara spesifik memihak pada FPI/KLI dan juga tidak ke AKK BB. Semua pihak tersebut punya kontribusi terhadap terjadinya kerusuhan tersebut. Hal yang membuat acara &quot;berkumpulnya&quot; AKK BB di lapangan Monas pun menjadi rancu karena ada yang mendompleng dengan mengatakan bahwa itu adalah peringatan hari kelahiran Pancasila, ada juga yang membonceng dengan isu kenaikan BBM. Tapi memang kalau mau <em>fair</em>, apa urusannya kebebasan beragama dan berkeyakinan dengan BBM?</p>
<p>  <span id="more-80"></span>
<p><strong>Ajaran Ahmadiyah Yang Dianggap Sesat</strong></p>
<p>Syarat menjadi Islam (muslim) jika disarikan sederhana saja, termaktub dalam <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rukun_Islam" target="_blank">rukun Islam</a> yang ada 5; salah satunya adalah membaca dua kalimat syahadat (yang artinya: tidak ada tuhan yang layak disembah selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah); dan juga pada <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rukun_Iman" target="_blank">rukun iman</a> yang ada 6; diantaranya beriman kepada Allah, kitab-kitab dan rasul-rasul-Nya.</p>
<p>Pada Alqur&#8217;an dan hadis juga tersirat dan tersurat bahwa tidak ada lagi nabi/rasul setelah Muhammad SAW. Alqur&#8217;an juga disebut sebagai kitab yang sempurna sepanjang masa (sampai detik ini pun tidak ada hal duniawi yang pernah bertentangan dengan isi Alqur&#8217;an; termasuk dunia medis atau bahkan ruang angkasa yang tentunya dulu sangat jauh di awang-awang).</p>
<p>Secara singkat, ajaran <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ahmadiyyah" target="_blank">Ahmadiyah</a> yang didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad di Punjab, India, pada tahun 1889. Yang menjadi pokok utama persoalan atas tuntutan pelarangan ajaran Ahmadiyah adalah karena mereka menganggap bahwa pemimpinnya (sang pendiri) adalah nabi/rasul. Dari penjelasan singkat pada tulisan saya di 2 paragraf di atas, hal ini jelas bertentangan dengan ajaran Islam. Bahwa tidak ada nabi/rasul setelah Rasulullah Muhammad SAW. Dalam kepercayaan kaum Ahmadiyah, nabi yang wajib di-imani ada 26 (25 pertama sama persis seperti nabinya umat Islam, ditambah &#8216;nabi&#8217; Mirza Ghulam Ahmad).</p>
<p>Ahmadiyah juga mempunya kitab suci sendiri, yang bernama Tadzkirah. Kitab ini merupakan kumpulan &#8216;wahyu&#8217; yang diturunkan &#8216;Tuhan&#8217; kepada sang &#8216;nabi&#8217;, Mirza Ghulam Ahmad. Kitab ini lebih tebal dari Alqur&#8217;an. Jika rukun iman mewajibkan umat Islam mengimani 4 buah kitab Allah: Taurat, Zabur, Injil dan Alqur&#8217;an; maka Ahmadiyah mengimani 5 buah, tentu ditambah dengan Tadzkirah. Selain itu, mereka juga mempunyai tanah suci sendiri, tempat menunaikan ibadah haji di India. Lagi-lagi tentunya bertentangan dengan Rukun Islam.</p>
<p>Walau, berdasarkan ensiklopedi <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ahmadiyyah" target="_blank">Wikipedia</a> disebut bahwa tujuan pendirian Ahmadiyah (oleh Mirza Ghulam Ahmad) adalah untuk menghidupkan Islam dan menegakkan Syariah Islam. Ahmadiyah bukanlah sebuah agama baru. Pengikut-pengikutnya mengamalkan Rukun Islam dan Rukun Iman. </p>
<p><strong>Keberadaan Ahmadiyah di Indonesia</strong></p>
<p>Ahmadiyah pertama kali masuk ke Indonesia&#160; pada tahun 1925. Akan tetapi ternyata terdapat 2 (dua) kelompok Ahmadiyah (hal serupa juga terjadi di belahan dunia lain). Dua kelompok ini memiliki perbedaan prinsip yang mendasar.</p>
<ol>
<li>Ahmadiyah Qadian. Di Indonesia dikenal dengan nama Jemaat Ahmadiyah Indonesia (organisasi ini berpusat di Bogor). Kelompok inilah yang mengakui bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah seorang nabi. Tentu juga dengan segala hal yang tersebut pada bagian-bagian ajaran Ahmadiyah yang dianggap sesat. </li>
<li>Ahmadiyah Lahore. Di Indonesia dikenal dengan nama Gerakan Ahmadiyah Indonesia (organisasi ini berpusat di Yogyakarta). Kelompok yang kedua ini tidak mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi. Seperti halnya saudara muslim yang lain, mereka mengakui bahwa Muhammad SAW adalah nabi terakhir. Hal yang tentunya sangat fundamental sebagai akidah Islam. </li>
</ol>
<p><strong>Problematika Ahmadiyah di Belahan Dunia</strong></p>
<p>Masalah kesesatan ajaran Ahmadiyah bukanlah hal yang baru terjadi kemarin sore. Problematika ini telah ada lebih dari 1 abad yang lalu. Di berbagai belahan dunia keputusan yang diambil sama seperti keputusan yang ditetapkan/difatwakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), bahwa ajaran Ahmadiyah adalah sesat (walau jika benar ada 2 kelompok yang berbeda tersebut perlu ada dialog agar bisa membedakan mana yang Qadian dan mana yang Lahore). Di negeri jiran seperti Malaysia dan Brunei Darussalam pun mengambil fatwa serupa. Melarang ajaran Ahmadiyah. Bahkan di Pakistan secara tegas meminta Ahmadiyah untuk mengaku sebagai agama sendiri (karena jika mengaku Islam, banyak hal yang bertentangan dengan akidah/rukun Islam dan Iman, yang tentu secara otomatis menggugurkan ke-Islam-annya).</p>
<p>Bukan hanya per-negara, pelarangan ajaran Ahmadiyah juga ditetapkan oleh Liga Muslim Dunia (Rabithah Alam Islami). Pelarangan ini di antaranya atas dasar para pengikut Ahmadiyah menganggap bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah nabi sesudah Rasulullah Muhammad SAW.</p>
<p><strong>Kebebasan Beragama versi AKK BB</strong></p>
<p>Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan secara giat mengkampanyekan kebebasan beragama sebagai mana yang dilindungi oleh Undang-Undang Dasar 1945. Niatannya sebenarnya bagus dan perlu didukung. Islam pun terbukti sangat toleran terhadap pemeluk agama lain. Pada berbagai sejarah di berbagai belahan dunia ketika Islam berkuasa di sebuah wilayah, pemeluk agama lain diberi kebebasan untuk beribadah dan menjalankan aktivitas lainnya dengan tenang.</p>
<p>Tapi pada kasus ini, yang terjadi adalah bukan soal kebebasan beragama dan berkeyakinan. Masalah yang terjadi adalah penodaan atas agama. Hal inilah yang perlu ditegaskan dan digarisbawahi. </p>
<p>Kenapa penodaan atas agama? Dari beberapa paragraf tulisan saya di atas, sudah jelas tersebut alasan atas pelarangan Ahmadiyah di berbagai belahan dunia (tentu termasuk di Indonesia). Ketika akidah (fondasi) dasar berubah (misal: nabi terakhir, kitab suci, tanah suci, dsb), tentulah &#8216;bangunan&#8217; di atasnya ikut berubah. Ketika fondasi yang dimaksud adalah fondasi membangun Islam, tentu berubah pula-lah Islamnya.</p>
<p>Pada kerangka berpikir di sinilah kita harus memahami dan membedakan, mana yang dimaksud dengan kebebasan beragama dan mana yang merupakan penodaan atas sebuah agama.</p>
<p><strong>FPI vs AKK BB</strong></p>
<p>Pada berbagai pemberitaan akhir-akhir ini, dan juga opini publik yang terbentuk, FPI bertindak bringas dan membabi-buta menghajar AKK BB yang sedang memperingati Hari Kelahiran Pancasila. Kemarin saya &#8216;menguping&#8217; pembicaraan 2 orang Bapak di <em>executive lounge</em> Bandara Soekarno-Hatta, kurang lebih isinya &quot;apa sih maunya FPI itu, orang lagi diam-diam <em>koq</em> digebuki?&quot;.</p>
<p>Intinya, orang-orang hanya melihat ekses terakhir yang terjadi. Tiba-tiba ada yang digebuki. Tapi ngga banyak orang yang tahu atau mau melihat kondisi yang menjadi akar permasalahannya. Secara singkat &#8217;sejarahnya&#8217; seperti yang saya tulis di atas. AKK BB dengan alasan mendukung kebebasan beragama bersikukuh menolak keluarnya Surat Keputusan Bersama tentang pelarangan ajaran Ahmadiyah. Konon, pihak FPI sudah mencoba berbicara baik-baik dan menjelaskan apa dan bagaimananya. Tapi keterangan tersebut sangat mungkin tidak dianggap. Hingga akhirnya AKK BB menyelenggarakan acara &#8216;berkedok&#8217; Peringatan Hari Kelahiran Pancasila. Kenapa saya gunakan tanda kutip, karena jelas wacana utama yang diangkat adalah masalah Ahmadiyah dan kebebasan beragama tadi. </p>
<p>Atas dasar &#8216;kenekatan&#8217; menyelenggarakan acara itulah, pihak FPI merasa AKK BB menantang (baca: mengajak perang). Sudah diberitahu dan dijelaskan baik-baik, tapi ternyata masih menganggap bahwa apa yang mereka suarakan adalah masalah kebebasan beragama. Hasilnya, kita sudah tahu semua. Digebuki.</p>
<p><strong>FPI Yang Bringas</strong></p>
<p>Pada ormas yang bernama FPI ini, saya sendiri berdiri di dua sisi. Antara mendukung dan tidak mendukung. Pada satu sisi mendukung, karena mereka mencoba menegakkan ajaran Islam. Banyak pihak yang khawatir, terutama non muslim. Wajar-wajar saja, tentu karena takut siapa tahu suatu saat malah jadi korban kebringasannya FPI. Dalam hal ini saya sangat percaya bahwa FPI tidak akan mengganggu non muslim. Misal, dalam berbagai kebringasan tersebut, tidak ada serangan yang dilakukan pada non muslim, apalagi pada tempat-tempat ibadahnya. Mungkin saja ada non muslim yang jadi korban, tapi perlu dicari tahu juga, kenapa bisa terjadi. Mungkin saja dia menjadi pendukung maksiat (mungkin pemilik bar, panti pijat, dsb), atau mungkin malah ikut-ikutan menyuarakan bahwa Ahmadiyah merupakan bagian dari kebebasan beragama. Mendukung tanpa tahu akar permasalahan tentu harus siap juga dengan segala resiko yang mungkin dihadapi.</p>
<p>Nah, pada sisi yang tidak mendukung, tentunya saya tidak setuju dengan &quot;keputusan akhir&quot; untuk menggunakan cara-cara kekerasan. Kita berada di negara hukum, ada hal-hal yang harus diselesaikan secara hukum. Pada &#8216;gaya&#8217; FPI yang keras tersebut, tentunya justru akan memberikan pencitraan buruk atas Islam.</p>
<p><strong>Penutup</strong></p>
<p>Masalah Ahmadiyah adalah masalah dunia. Problem yang ada sudah terjadi lebih dari 1 abad yang lalu. Jadi, bukan masalah kemarin sore. Apa pun yang terjadi, kita harus terbiasa melihat akar permasalahannya. Lihat latar belakang yang menjadi babak pendahuluan atas terjadinya masalah tersebut.</p>
<p>Berbagai bahan bacaan tambahan bisa ditelusuri dari <a href="http://www.google.com/search?q=ajaran+ahmadiyah+sesat&amp;rls=com.microsoft:*&amp;ie=UTF-8&amp;oe=UTF-8&amp;startIndex=&amp;startPage=1" target="_blank">Google</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.zikri.com/2008/06/05/ahmadiyah-dan-kebebasan-beragama/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Microsoft Fast Track Academy Jadi Juara</title>
		<link>http://www.zikri.com/2008/06/01/microsoft-fast-track-academy-jadi-juara/</link>
		<comments>http://www.zikri.com/2008/06/01/microsoft-fast-track-academy-jadi-juara/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jun 2008 15:07:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Zikri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Geek]]></category>

		<category><![CDATA[Junk]]></category>

		<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<category><![CDATA[fast track]]></category>

		<category><![CDATA[indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[microsoft]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.zikri.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Jika anda melihat profil MVP saya di situs Microsoft, mungkin pernah bertanya-tanya, apa itu Microsoft Fast Track Academy? Sejujurnya, Microsoft Fast Track Academy sebenarnya adalah sebuah program marketing, di bawah Business &#38; Marketing Organization - Microsoft Indonesia. Program ini pertama kali digodok pada medio 2006 (bersama rekan Subhan Novianda Mani dan Mario Hadiwinata; keduanya sekarang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika anda melihat <a href="https://mvp.support.microsoft.com/profile/ZIKRI" target=new>profil</a> MVP saya di situs Microsoft, mungkin pernah bertanya-tanya, apa itu Microsoft Fast Track Academy? Sejujurnya, Microsoft Fast Track Academy sebenarnya adalah sebuah program <em>marketing</em>, di bawah Business &amp; Marketing Organization - Microsoft Indonesia. Program ini pertama kali digodok pada medio 2006 (bersama rekan Subhan Novianda Mani dan <a href="http://hadiwinata.net" target=new>Mario Hadiwinata</a>; keduanya sekarang telah <em>resign</em>), dan mulai dijalankan pada bulan Agustus 2006.</p>
<p>Program yang telah dijalankan beberapa kali (baru saja selesai batch ke-13, Mei 2008) mengundang orang-orang dari berbagai perusahaan di Indonesia untuk datang dan mengikuti program ini secara gratis! Sejujurnya lagi, orang-orang yang diharapkan hadir adalah mereka yang pada posisi bisa mengambil keputusan di kantornya (misal: IT Manager, Direktur, dsb). Walau tidak menutup kemungkinan bagi mereka yang ada di posisi &#8216;prajurit lapangan&#8217; seperti <em>systems administrator</em> dan sejenisnya. Namanya saja program <em>marketing</em>, tentu ekspektasinya adalah anda yang hadir bisa memutuskan untuk segera membeli dan menggunakan teknologi Microsoft.</p>
<p>Yang unik dari program ini adalah kemasan <em>marketing</em> yang dibungkus dengan edukasi. Program yang dijalankan dari Senin s.d Sabtu dengan komposisi Senin s.d Jumat dijalankan setelah jam kantor, 18.30-21.15 WIB (yang pada praktiknya biasa baru mulai jam 19.00, karena mesti memberi kesempatan yang menunaikan shalat Maghrib dan menikmati makan malam gratis yang disediakan) dan hari Sabtu seharian, 09.00-16.00 WIB. Pada hari Senin s.d Jumat agenda-nya saya yang akan aktif membahas berbagai <em>issue</em>, mulai dari Active Directory s.d berbagai back-end server Microsoft. Pada sesi ini peserta juga diharapkan aktif bertanya dan boleh membawa masalah di kantornya sebagai <em>case study</em>. Pada sesi malam ini tidak ada lab yang dikerjakan peserta, kecuali hanya saya yang mendemonstrasikannya. Di hari terakhir, Sabtu, peserta berkesempatan mencoba pada sesi hotlab sepanjang hari (1 peserta 1 PC, dengan jumlah peserta per-batch sekitar 30 orang).</p>
<p><span id="more-79"></span></p>
<p>Awalnya program ini hanya direncanakan berjalan 8-10x saja. Tapi ternyata respon rata-rata dari peserta sangat baik. Akibatnya, program terus berjalan dan masih akan berlanjut setidaknya pada tahun fiskal berikutnya (FY09 Juli 2008-Juni 2009). Memang waktunya sebenarnya sangat terbatas. Tidak akan bisa membuat anda menjadi tahu dan mahir berbagai hal dalam sekejap. Tapi setidaknya cukup untuk membuat anda mengerti apa dan bagaimana teknologi Microsoft pada sebuah infrastruktur jaringan komputer. Dan ini semua anda dapatkan secara cuma-cuma.. Setelahnya pun tidak ada paksaan untuk membeli produk Microsoft. Saya sendiri secara pribadi sangat memanfaatkan <em>moment</em> ini sebagai sarana memperluas <em>relationship</em> yang siapa tahu suatu saat berbuah <em>project</em>! Hehehe.</p>
<p>Sebuah kabar menyenangkan beberapa waktu yang lalu saya terima, ternyata program Fast Track Academy ini mendapatkan internal award di Microsoft regional Asia Pasifik untuk kategori <em>Competitive Impact</em> pada Asia Pacific Market Awards. Tidak ada hadiah dalam bentuk materi yang saya terima. Tapi kebahagiaan sebagai ujung tombak program ini mulai dari penggodokan sampai pelaksanaan di lapangan lebih dari cukup. Setidaknya apa yang telah saya lakukan tidak sia-sia <img src='http://www.zikri.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Oh ya, program ini masih terus akan berjalan. Jika anda merasa orang yang tepat untuk hadir di acara ini, coba saja daftarkan nama anda dan perusahaan, juga keterangan posisi anda sebagai apa (mungkin akan lebih baik kalau juga memberi gambaran singkat tentang perusahaan anda; juga gunakan alamat email resmi dari kantor) ke Platform Strategic Manager - PT Microsoft Indonesia, Irving Hutagalung (irving.hutagalung [at] microsoft.com) atau melalui Justine Kurnia (v-jukurn [at] microsoft.com). </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.zikri.com/2008/06/01/microsoft-fast-track-academy-jadi-juara/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ketemu Bill Gates (Lagi!)</title>
		<link>http://www.zikri.com/2008/05/07/ketemu-bill-gates-lagi/</link>
		<comments>http://www.zikri.com/2008/05/07/ketemu-bill-gates-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 May 2008 16:05:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Zikri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.zikri.com/2008/05/07/ketemu-bill-gates-lagi/</guid>
		<description><![CDATA[Setahun yang lalu, tepatnya bulan Maret 2007 saya berkesempatan bertemu langsung dengan Bill Gates pada jarak yang terdekat, persis di bawah panggung sang tokoh yang sedang berceramah di acara Microsoft Most Valuable Professional Global Summit 2007. Bagai dejavu, acara yang tempo hari saya ikuti di Washington State Convention Center, Seattle, Amerika Serikat, akan terjadi lagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setahun yang lalu, tepatnya bulan Maret 2007 saya berkesempatan bertemu langsung dengan Bill Gates pada jarak yang terdekat, persis di bawah panggung sang tokoh yang sedang berceramah di acara Microsoft Most Valuable Professional Global Summit 2007. Bagai dejavu, acara yang tempo hari saya ikuti di Washington State Convention Center, Seattle, Amerika Serikat, akan terjadi lagi hari Jumat pagi besok (9 Mei 2008).</p>
<p>Mungkin sudah banyak yang tahu bahwa sang pendiri Microsoft dan salah satu orang terkaya di dunia ini akan datang ke Indonesia. Setidaknya banyak media yang sudah memberitakannya. Tentu saja saya pun tidak ketinggalan berita. Tapi terus terang, saya tidak berharap apa-apa dengan kedatangannya. Bagaimana mungkin, di jadwal kunjungannya yang singkat di Indonesia, yang sudah di-antri dengan sederet kegiatan pertemuan dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin), menteri-menteri, hingga pak Presiden Republik Indonesia, saya bisa &#8216;nyelip&#8217;. Bahkan konon mampir ke kantor Microsoft Indonesia pun tidak ada dalam jadwal agenda Bill Gates.</p>
<p>Keyakinan itu setidaknya sampai dengan menjelang jam kantor berakhir tadi sore. Saat itu, ada seorang teman yang bertanya, &#8220;Om Bill mau datang ke Indonesia, elo ikutan liat dia ngga di JCC besok?&#8221;. Karena memang saya ngga berharap dan tidak menjadwalkan akan bertemu, ya dijawab saja asal-asalan, &#8220;ngga ikutan yang di JCC. <em>entar</em> aja, ngopi bareng di starbak.&#8221;.</p>
<p>Jawaban itu ternyata tidak valid. Tidak sampai 1 jam kemudian, di tengah kemacetan di daerah Mampang Prapatan, tiba-tiba saya mendapat telepon, bisa datang di acara <em>ketemu</em> Bill Gates ngga? Kalau mau nanti diberi undangannya. Karena Bill Gates kali ini datang sebagai tamu negara, jadi undangan ini tentunya diperlukan untuk menembus protokoler Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).</p>
</p>
<p><span id="more-78"></span></p>
<p>Bak mendapat durian runtuh, saya segera memacu kendaraan untuk mengambil undangan tersebut. Akhirnya ternyata ketemu lagi&#8230; Hehehe.. Walau kali ini tentunya saya tidak bisa seenak hati &#8216;berkeliaran&#8217;, jongkok, nungging, <em>ndlosor</em> di depan Bill dan sibuk memotretnya. Karena kali ini tentu saya harus mengikuti protokoler negara. (baca tulisan saya tahun lalu yang berjudul &#8220;<a href="http://www.zikri.com/2007/03/14/ketemu-bill-gates/">Ketemu Bill Gates</a>&#8220;).</p>
<p><a href="http://www.zikri.com/wp-content/uploads/2008/05/invitation.jpg"><img style="border-right: 0px; border-top: 0px; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="485" alt="invitation" src="http://www.zikri.com/wp-content/uploads/2008/05/invitation-thumb.jpg" width="400" border="0"/></a> </p>
<p>Saya sendiri belum tahu forum apa yang akan saya hadiri hari Jumat nanti. Karena setahu saya &#8211;begitu juga pemberitaan yang marak&#8211; menyebut bahwa acara yang dihadiri Bill Gates itu hari Kamis. Sedang undangan yang saya dapat menyebut <em>session</em> pada hari Jumat. Dari jam 6.30 pagi sudah harus hadir dan diperiksa Paspampres. Padahal gosip yang beredar Bill tidak menginap di Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.zikri.com/2008/05/07/ketemu-bill-gates-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pengurus MUGI Nasional</title>
		<link>http://www.zikri.com/2008/05/05/pengurus-mugi-nasional/</link>
		<comments>http://www.zikri.com/2008/05/05/pengurus-mugi-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 May 2008 18:01:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Zikri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Junk]]></category>

		<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<category><![CDATA[indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[microsoft]]></category>

		<category><![CDATA[mugi]]></category>

		<category><![CDATA[nasional]]></category>

		<category><![CDATA[pengurus]]></category>

		<category><![CDATA[users group]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.zikri.com/2008/05/05/pengurus-mugi-nasional/</guid>
		<description><![CDATA[Pada pertemuan luar biasa MUGI (Microsoft Users Group Indonesia) kepengurusan Nasional beberapa hari yang lalu (pada liburan 1 Mei 2008), diagendakan membicarakan masalah internal yang paling hangat. Seperti biasa, huru-hara internal yang selalu sibuk &#8216;berantem&#8217;. Sampai-sampai di dalam Microsoft Indonesia ada yang bertanya, sebenarnya MUGI itu komunitas atau partai politik?
Agenda &#8217;sampingan&#8217; selain membahas kewenangan MUGI [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada pertemuan luar biasa <a href="http://www.mugi.org" target="_blank">MUGI</a> (Microsoft Users Group Indonesia) kepengurusan Nasional beberapa hari yang lalu (pada liburan 1 Mei 2008), diagendakan membicarakan masalah internal yang paling hangat. Seperti biasa, huru-hara internal yang selalu sibuk &#8216;berantem&#8217;. Sampai-sampai di dalam Microsoft Indonesia ada yang bertanya, sebenarnya MUGI itu komunitas atau partai politik?</p>
<p>Agenda &#8217;sampingan&#8217; selain membahas kewenangan MUGI Nasional dan MUGI Regional (seperti: Jadetabek, Priangan, Surabaya, Balikpapan, Batam, dsb) adalah membahas suksesi kepengurusan nasional. Dua pembahasan tersebut berkaitan dengan pernyataan Pak Ketua MUGI Nasional yang beberapa hari sebelumnya menyatakan mundur dari jabatan. Walau saya sendiri kurang sepakat dengan kata mundur tersebut. Karena tanpa ada &#8216;huru-hara&#8217; dan bilang mundur pun, memang masa jabatan telah lama &#8216;expired&#8217;.</p>
<p><span id="more-75"></span></p>
<p>Acara yang berlangsung di <a href="http://www.biotrop.org/" target="_blank">Biotrop</a>, kawasan Tajur, Bogor, awalnya hanya ditujukan sebagai ajang silaturahim sekaligus persiapan munaslub. Entah angin dari mana, tiba-tiba sore harinya berubah menjadi ajang pergantian pengurus nasional. Sementara terpilih pengurus utama (2008-2011), yang tentunya akan ditambah dengan seksi-seksi pendukung lainnya. Pengurus utama sebagai berikut:</p>
<blockquote><p>Ketua: Sony Setiawan<br />Wakil Ketua: Oke Hendradhy<br />Sekretaris: Rahmat Zikri</p>
</blockquote>
<p>Lucu juga.. Kalau mengingat 10 tahun yang lalu, saya pun menjadi <a href="http://bandung.linux.or.id/?q=node/58" target="_blank">pengurus</a> sekaligus turut sebagai pendiri Klub Linux Bandung (<a href="http://bandung.linux.or.id" target="_blank">KLuB</a>). Kalau mau ditarik sejarah ke belakang, masih ada setidaknya 2 sistem operasi utama lainnya yang pernah mewarnai &#8220;riwayat hidup&#8221; saya, yaitu FreeBSD Unix dan Novell Netware. Walau tentunya telah bertahun-tahun terakhir ini saya lebih banyak diwarnai oleh teknologi Microsoft. Tak heran jika ada komentar &#8216;aneh&#8217; di halaman &#8220;<a href="http://www.zikri.com/about" target="_blank">About Me</a>&#8220;:</p>
<blockquote><p>cuma bs tentang windows doank ya om……<br />gak ad yg laen????????????????</p>
</blockquote>
<p>Jawabannya: ada. banyak tuh <img src='http://www.zikri.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Terus terang saya hanya bisa tertawa jika ada pertanyaan semacam itu. Pertanyaan paling umum yang sering terlontar oleh mereka yang baru kenal dunia <em>Open Source. No offence, I&#8217;d been there. </em>Orang-orang tipe ini seringkali taklik buta, alias jadi alergi dengan Microsoft. Buat saya sebagai profesional, apa saja oke. Yang penting harga cocok. Masalahnya, sekarang secara kompentensi, <em>friendly</em>, kompetisi, dsb, kompatibilitas saya merasa cocok dengan teknologi Microsoft. Tidak lebih.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.zikri.com/2008/05/05/pengurus-mugi-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Email Gratis @teman.zikri.com Bisa Didownload</title>
		<link>http://www.zikri.com/2008/04/19/email-gratis-temanzikricom-bisa-didownload/</link>
		<comments>http://www.zikri.com/2008/04/19/email-gratis-temanzikricom-bisa-didownload/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Apr 2008 12:59:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Zikri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Junk]]></category>

		<category><![CDATA[download]]></category>

		<category><![CDATA[email]]></category>

		<category><![CDATA[free]]></category>

		<category><![CDATA[gratis]]></category>

		<category><![CDATA[hotmail]]></category>

		<category><![CDATA[http]]></category>

		<category><![CDATA[live]]></category>

		<category><![CDATA[mail]]></category>

		<category><![CDATA[pop3]]></category>

		<category><![CDATA[smtp]]></category>

		<category><![CDATA[webmail]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.zikri.com/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[





Get a free account @teman.zikri.com






Sign up 




Check e-mail 




Pada tanggal 9 Juni 2001 saya membuat subdomain teman.zikri.com dan mengaktifkan email gratis berdomain tersebut. Walau beberapa tahun belakangan ini tidak terpublikasi, tetapi service tersebut sebenarnya tetap berjalan. Memang tidak banyak yang pakai, karena saya pun tidak gencar mempublikasikannya. Setidaknya sampai bulan lalu ada sekitar 300-an mailbox.
Selama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center>
<div style="background-image: url(http://images.domains.live.com/OpenSignupImages/OpenMembership240x240.jpg); overflow: hidden; width: 240px; position: relative; height: 240px">
<div style="overflow: hidden; width: 100%; height: 100%">
<table style="table-layout: fixed; word-wrap: break-word" cellspacing="0" cellpadding="5" align="left" border="0">
<tbody>
<tr>
<td style="font: 16px arial; color: #000000" valign="center" align="middle" width="240" height="160">Get a free account @teman.zikri.com</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div style="border-right: #ffffff 1px solid; border-top: #ffffff 1px solid; left: 15px; border-left: #ffffff 1px solid; width: 90px; bottom: 55px; border-bottom: #ffffff 1px solid; position: absolute">
<div style="border-right: #1f59a5 1px solid; border-top: #1f59a5 1px solid; border-left: #1f59a5 1px solid; border-bottom: #1f59a5 1px solid">
<div style="border-right: #ffffff 1px solid; padding-right: 0px; border-top: #ffffff 1px solid; padding-left: 0px; background-image: url(http://images.domains.live.com/OpenSignupImages/OpenButtonBackground.gif); padding-bottom: 1px; margin: 0px; border-left: #ffffff 1px solid; padding-top: 1px; border-bottom: #ffffff 1px solid; text-align: center"><a style="font: bold 12px arial,helvetica,sans-serif; color: #092076; text-decoration: none" href="https://domains.live.com/members/signup.aspx?domain=teman.zikri.com" target="_blank">Sign up</a> </div>
</div>
</div>
<div style="border-right: #ffffff 1px solid; border-top: #ffffff 1px solid; right: 15px; border-left: #ffffff 1px solid; width: 90px; bottom: 55px; border-bottom: #ffffff 1px solid; position: absolute">
<div style="border-right: #1f59a5 1px solid; border-top: #1f59a5 1px solid; border-left: #1f59a5 1px solid; border-bottom: #1f59a5 1px solid">
<div style="border-right: #ffffff 1px solid; padding-right: 0px; border-top: #ffffff 1px solid; padding-left: 0px; background-image: url(http://images.domains.live.com/OpenSignupImages/OpenButtonBackground.gif); padding-bottom: 1px; margin: 0px; border-left: #ffffff 1px solid; padding-top: 1px; border-bottom: #ffffff 1px solid; text-align: center"><a style="font: bold 12px arial,helvetica,sans-serif; color: #092076; text-decoration: none" href="http://mail.live.com" target="_blank">Check e-mail</a> </div>
</div>
</div>
</div>
<p></center>
<p>Pada tanggal 9 Juni 2001 saya membuat subdomain teman.zikri.com dan mengaktifkan email gratis berdomain tersebut. Walau beberapa tahun belakangan ini tidak terpublikasi, tetapi <em>service</em> tersebut sebenarnya tetap berjalan. Memang tidak banyak yang pakai, karena saya pun tidak gencar mempublikasikannya. Setidaknya sampai bulan lalu ada sekitar 300-an mailbox.</p>
<p>Selama ini <em>service</em> di-<em>hosting</em> pada Everyone.net. Pada awalnya dulu hanya menyediakan <em>space</em> sebesar 6MB (sebuah ukuran yang lazim pada masa itu) dan berbagai fitur webmail lainnya. Kali ini <em>service</em> email gratis pada domain teman.zikri.com saya aktifkan kembali. Tapi sekarang menggunakan layanan terintegrasi dari <a href="http://www.live.com" target="_blank">Live.com</a>.</p>
<p><span id="more-74"></span></p>
<p>Semua pengguna Internet pasti tahu yang namanya <a href="http://www.hotmail.com" target="_blank">Hotmail</a>. Nah, sekarang email berdomain @teman.zikri.com pindah rumah ke Hotmail. Dengan kata lain, ini sebenarnya adalah email Hotmail, tetapi berdomain teman.zikri.com. Semua fitur yang ada di Hotmail juga dimiliki oleh email di teman.zikri.com.</p>
<p>Fitur-fitur yang ada di antaranya adalah:</p>
<ul>
<li>Ruang m<em>ailbox</em> yang lega, 5GB per <em>account</em>.  </li>
<li>Proteksi email sampah (<em>junk mail</em>) dengan menggunakan teknologi <em>SmartScreen</em>.  </li>
<li>Antivirus pada server.  </li>
<li>Akses webmail mirip seperti Hotmail melalui <a href="http://mail.live.com" target="_blank">http://mail.live.com</a>.  </li>
<li>Integrasi dengan semua teknologi Windows Live, termasuk bisa dipakai juga untuk login di Live Messenger (dulu dikenal dengan nama MSN Messenger).  </li>
<li>Bisa di-<em>download</em> dan dibaca <em>offline</em> di PC anda dengan menggunakan program <em>mail client</em> seperti Windows Live Mail (bisa di-<em>install</em> mulai dari Windows XP dengan Service Pack 2). <em>Download</em> Windows Live Mail (gratis!) di <a href="http://get.live.com" target="_blank">http://get.live.com</a>. Jika sudah di-<em>install</em>, pilihan jenis <em>account</em> adalah HTTP (jangan POP3/SMTP). Masukkan <em><a href="mailto:username-anda@teman.zikri.com">username-</a></em>anda@teman.zikri.com. Jika ingin menggunakan Microsoft Outlook, mesti <em>download</em> dan <em>install</em> aplikasi <em><a href="http://office.microsoft.com/en-us/outlook/HA102225181033.aspx" target="_blank">connector</a></em> nya terlebih dahulu.  </li>
<li>dsb.</li>
</ul>
<p>Ada segudang fitur lainnya, yang merupakan bawaan Hotmail dan juga hasil kombinasi dengan teknologi keluarga Windows Live lainnya, seperti <em>calendar</em>, <em>online shared folder</em>, blog, dsb. Semua bisa diaktifkan hanya dengan <em>single login</em>: <a href="mailto:namaanda@teman.zikri.com">namaanda@teman.zikri.com</a>.</p>
<p>Hal yang juga tidak kalah penting untuk diketahui adalah jaminan <em>privacy</em> semua email di domain @teman.zikri.com. Seluruh isi mailbox di-<em>hosting</em> di Hotmail, tanpa campur tangan saya sebagai pemilik domain zikri.com. <em>So, feel free to use this email!</em></p>
<p>Note: Artikel saya tentang bagaimana cara membuat email Hotmail dengan domain sendiri seperti ini bisa dibaca di majalah CHIP edisi April 2008 (beredar 22 April 2008 s.d 21 Mei 2008)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.zikri.com/2008/04/19/email-gratis-temanzikricom-bisa-didownload/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Film Fitna dan Pemblokiran Youtube</title>
		<link>http://www.zikri.com/2008/04/11/film-fitna-dan-pemblokiran-youtube/</link>
		<comments>http://www.zikri.com/2008/04/11/film-fitna-dan-pemblokiran-youtube/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 16:18:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Zikri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Information]]></category>

		<category><![CDATA[Opinion]]></category>

		<category><![CDATA[Politic]]></category>

		<category><![CDATA[Technology]]></category>

		<category><![CDATA[blokir]]></category>

		<category><![CDATA[fitna]]></category>

		<category><![CDATA[geert wilders]]></category>

		<category><![CDATA[indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[kominfo]]></category>

		<category><![CDATA[menteri]]></category>

		<category><![CDATA[multiply]]></category>

		<category><![CDATA[nuh]]></category>

		<category><![CDATA[rapidshare]]></category>

		<category><![CDATA[youtube]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.zikri.com/2008/04/11/film-fitna-dan-pemblokiran-youtube/</guid>
		<description><![CDATA[Banyak pengguna Internet di Indonesia yang kecewa, menggerutu sampai memaki-maki Pemerintah (c.q Departemen Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia) karena tiba-tiba mereka tidak bisa mengakses situs Youtube dan juga beberapa situs lainnya seperti Multiply dan Rapidshare beberapa hari terakhir ini.
Jika kita coba iseng browsing di Internet, bisa dijumpai beberapa pihak yang pro dan kontra. Saya sendiri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak pengguna Internet di Indonesia yang kecewa, menggerutu sampai memaki-maki Pemerintah (c.q Departemen Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia) karena tiba-tiba mereka tidak bisa mengakses situs <a href="http://www.youtube.com" target="_blank">Youtube</a> dan juga beberapa situs lainnya seperti <a href="http://www.multiply.com" target="_blank">Multiply</a> dan <a href="http://www.rapidshare.com" target="_blank">Rapidshare</a> beberapa hari terakhir ini.</p>
<p>Jika kita coba iseng <em>browsing</em> di Internet, bisa dijumpai beberapa pihak yang pro dan kontra. Saya sendiri mencoba untuk bersikap netral. Kenapa? Pada satu sisi tentu saya akan memilih kontra, ketika mengingat ada banyak hal bagus yang sebenarnya bisa kita dapatkan di situs-situs tersebut. Untuk yang ini, semua orang pasti bisa memaklumi, apalagi mereka yang beramai-ramai meneriakkan kekecewaannya. Tapi di sisi lain, saya pun setuju dengan langkah yang diambil oleh Pemerintah. Tulisan kali ini akan lebih mengupas kira-kira alasan apa yang dipakai oleh Pemerintah sebagai dasar pikiran, sekaligus menuangkan apa yang menjadi buah pikiran saya sebagai pembenaran.</p>
<p> <span id="more-73"></span>
<p><strong>Fitna</strong></p>
<p>Belakangan ini, tiba-tiba banyak orang di dunia yang meributkan film Fitna, karya seorang politisi Belanda yang bernama Geert Wilders. Walau saya sendiri belum menontonnya (setidaknya sampai ketika menulis <em>posting</em> ini saya belum meluangkan waktu untuk menonton, padahal punya filmnya), secara umum saya mengetahui kira-kira apa dan bagaimana isinya. Sejak awal diributkan hingga menjadi ramai karena Pemerintah menutup akses ke Youtube, terus terang saya tetap tidak <em>interest</em> untuk menonton film tersebut. Bukan karena film tersebut menjelek-jelekkan Islam, tapi karena saya melihat bahwa ini hanyalah sebuah film murahan tanpa sebuah muatan berarti, baik dari segi teknik gambar apalagi <em>content</em>. Walau gawatnya ternyata berpotensi memecahbelah manusia di dunia.</p>
<p>Konon kabarnya menurut mereka yang sudah menonton, film ini hanyalah sebuah kumpulan dari potongan-potongan gambar dari berbagai peristiwa yang pernah terjadi. Kumpulan tersebut dijadikan sebagai satu kesatuan. Jadi sebenarnya ini lebih tepat disebut kliping. Meneer Wilders menganggap apa yang dilakukannya adalah bagian dari kebebasan berpendapat, alias <em>freedom of speech</em>.</p>
<p><strong>Kebebasan Berpendapat</strong></p>
<p>Di daratan Eropa dan juga Amerika, banyak orang mengagung-agungkan kebebasan berpendapat. Siapa pun boleh membicarakan apa pun. Kita pun sebenarnya di Indonesia bebas berpendapat. Hal ini lah yang membuat Geert Wilders membuat film yang katanya sebagai cara dia mengemukakan pendapatnya. Ada beberapa kasus lain yang menimbulkan kehebohan juga didasarkan karena merasa bebas mengemukakan pendapat pribadi, bebas sebebas-bebasnya.</p>
<p>Tapi apa bedanya bangsa Indonesia dan bule-bule itu? Kita dibesarkan dengan etika dan moral ke-timur-an. Walau kebebasan mengemukakan pendapat itu dilindungi oleh Undang-Undang, kita juga tahu dan mengerti bahwa kebebasan itu ada batasnya. Dalam hal ini yang membatasi adalah perasaan orang lain.</p>
<p>Dalam kasus film Fitna, di mana yang menjadi latar adalah soal agama, mestinya Geert Wilders mau belajar dari Alqur&#8217;an, yang salah satu ajarannya adalah: la kum diinukum waliyadiin (bagimu agama-mu, bagiku agama-ku). Sebagai penganut agama non-Islam, silahkan saja Wilders memuja agamanya setinggi yang dia bisa, itu adalah hak dan kewajibannya. Tapi ketika caranya adalah dengan menghujat agama orang lain, di sinilah muncul keterusikan tersebut.</p>
<p><strong>Potensi Perpecahan</strong></p>
<p>Sebagian orang (termasuk saya) mungkin memilih tidak ambil pusing dan juga tidak berminat untuk menonton film tersebut. Sebagian lagi jadi penasaran ingin menonton karena besarnya kehebohan yang ditimbulkan (setidaknya gara-gara akses ke beberapa situs jadi tertutup). Tapi, tidak bisa dinafikan bahwa tidak mungkin ada pihak yang akan terpancing dan marah karena film tersebut.</p>
<p>Bagi mereka yang beragama Islam, film ini setidaknya bisa membuat kemarahan karena mendiskreditkan umat Islam &#8211;hal yang seringkali dilakukan oleh dunia barat. Tak kenal maka tak sayang. Begitu istilah yang paling tepat untuk hal ini. Di waktu yang bersamaan, bagi mereka yang non-muslim dan menelan bulat-bulat akibat &quot;kebebasan berpendapat&quot;-nya Wilders, juga berakibat menyuburkan sikap Islamophobia.</p>
<p>Dua sisi yang bergesekan dan bertolak-belakang bagaikan api dalam sekam. Semakin dibiarkan subur, semakin cepat api itu akan berkobar dan membakar apa saja yang ada di sekitarnya.</p>
<p><strong>Keputusan Pemerintah</strong></p>
<p>Pada hari Senin yang lalu, Pak Muhammad Nuh, Menteri Kominfo RI mengundang beberapa rekan blogger untuk ikut urun rembuk mengenai beberapa perkembangan terakhir, utamanya mengenai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Turut dibahas pula tentunya soal Fitna. </p>
<p>Menurut Pak Nuh, beliau mengeluarkan surat keputusan tersebut atas permintaan Pak Susilo Bambang Yudhoyono (Presiden RI). Sebelum surat keputusan untuk mem-blokir akses ke situs Youtube, Pak Menteri sudah terlebih dahulu meminta kepada pihak Youtube agar menghapus <em>content</em> yang berkaitan dengan film tersebut. Tetapi sampai batas waktu yang ditunggu, Youtube tidak juga menghapus. Sehingga akhirnya Pemerintah terpaksa mengeluarkan keputusan untuk benar-benar menutup akses ke situs Youtube.</p>
<p><strong>Ekses Terhadap Situs-situs Lain</strong></p>
<p>Melalui <a href="http://romisatriawahono.net/wp-content/uploads/2008/04/suratpemblokirandepkominfo.pdf" target="_blank">Surat Keputusan</a>-nya, Pak Menteri tidak menyebut secara khusus nama situs yang dimaksud, tapi hanya meminta kepada pihak Internet Service Provider agar menutup akses ke film Fitna. Pada pelaksanaannya, pihak ISP &#8211;mungkin karena ketakutan&#8211; jadi memblok beberapa situs yang diantisipasi juga sebagai situs yang memungkinkan untuk <em>sharing</em> film, seperti Multiply dan Rapidshare. Jadi sebenarnya ini lebih kepada hal teknis pelaksanaan di lapangan.</p>
<p>Pada eksekusi di lapangan, tindak pemblokiran akses ini lebih mirip dengan &#8220;membunuh nyamuk dengan meriam&#8221;. Ada banyak hal positif lain yang bisa kita peroleh dari situs semacam Youtube. Tapi hanya karena Fitna, Youtube jadi tidak bisa diakses dari Indonesia (setidaknya sampai saat ini, dan tentu kita berharap &#8216;kasus&#8217; ini bisa diselesaikan dengan <i>happy ending</i> bagi semua pihak &#8211;kecuali Meneer Wilders). Pemblokiran Youtube juga bukan ide yang baik, karena sebenarnya bisa saja menyusul kemudian dilakukan pada situs-situs lainnya. Apa jadinya jika Pemerintah harus menutup berbagai situs lain yang menyusul?</p>
<p>Pada pertemuan antara para blogger dan Pak Menteri, tersurat bahwa pemblokiran tersebut tentu bukanlah hal yang permanen. Jika pihak Youtube mau memahami keberatan Pemerintah Indonesia dan menghapus <em>content</em> dimaksud, maka tentunya tidak ada alasan lagi untuk tetap melanjutkan pemblokiran akses tersebut. Rangkuman dan foto-foto acara tersebut bisa diakses di <a href="http://romisatriawahono.net/2008/04/08/hasil-diskusi-blogger-dan-komunitas-maya-dengan-pak-nuh/" target="_blank">sini</a>.</p>
<p><strong>Respon dari Pihak Youtube</strong></p>
<p>Entah ini merupakan jawaban <em>official</em> dari pihak Youtube atau bukan, tapi situs berita detikcom sempat memberitakan bahwa ada <a href="http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/04/tgl/04/time/163116/idnews/918501/idkanal/399" target="_blank">respon dari Youtube</a>:</p>
<blockquote><p><em>Internet memberi kesempatan kepada setiap orang untuk berbicara dan didengarkan. Namun memudahkan orang mengekspresikan diri di Internet juga memunculkan kekhawatiran yang terkait dengan budaya dan politik di negara </em><em>tertentu. </em>      <br /><em>Itulah sebabnya kami memudahkan pengguna untuk menginformasikan konten yang mereka yakini melanggar ketentuan dan persyaratan kami. Jika hal ini terjadi, kami akan menghapus konten itu. </em>      <br /><em>Kami juga bekerja sama dengan otoritas hukum di negara bersangkutan dalam penanganan konten yang mungkin melanggar hukum yang berlaku di negara tersebut. </em>      <br /><em>Kami kira pendekatan ini memberi keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan penghargaan terhadap hukum di suatu negara.</em></p>
</blockquote>
<p>Tapi yang jelas, sampai waktu saya menulis <em>posting</em> ini, Youtube masih tidak bisa diakses (baca: masih belum menghapus film Fitna dari servernya).</p>
<p><strong>Eksistensi Bangsa Indonesia</strong></p>
<p>Sebuah alasan yang lain yang menurut saya pribadi sebenarnya pantas diangkat justru masalah menunjukkan eksistensi bangsa Indonesia di dunia Internet. Saya sempat menyebut hal ini pada beberapa orang yang secara pribadi menanyakan mengapa pemerintah memblokir akses ke beberapa situs.</p>
<p>Penduduk Indonesia secara statistik menempati urutan ranking dunia sebagai negara berpenduduk tinggi. Memang benar, dari 200-an juta penduduk Indonesia yang sudah mengakses Internet belum banyak. 10% mungkin sudah bisa dibilang angka yang bagus. Namun, dari tahun ke tahun jumlah ini terus berkembang. 15 tahun yang lalu Internet bisa dibilang barang mewah. Sekarang, di kota kecil pun mungkin kita sudah bisa menemukan warung Internet tanpa kesulitan.</p>
<p>Jika dulu hanya kantor-kantor besar atau kampus bonafid yang terkoneksi dengan jaringan Internet, sekarang jangan heran jika melihat Sekolah Dasar pun <em>nyambung</em> ke Internet.</p>
<p>kenaikan angka positif dalam jumlah penduduk Indonesia yang mengakses ke Internet bisa dibaca sebagai adanya pasar potensial bagi Internet di Indonesia. Pasar yang dimaksud bisa apa saja. Mulai dari hal-hal yang positif sampai yang negatif. Jika kita ambil hal positif saja, ambillah satu contoh sebagai pasar tempat menjual produk-produk barang dan jasa, maka pasar Indonesia adalah sebuah tempat yang sangat menarik untuk digarap dan dikuasai secara serius oleh siapa pun yang mempunyai naluri bisnis yang baik.</p>
<p>Nah, pada kondisi ini, saya melihat aspek politis pemblokiran situs Youtube. Jika selama ini kita &#8216;diam&#8217; saja ketika dicekoki berbagai hal oleh pihak asing (bukan hanya berbicara soal dunia maya, tapi juga dalam dunia nyata), maka sudah sepatutnya jika sekali-sekali kita tunjukkan bahwa kita merdeka. Sikap berani mem-blokir bisa dibaca sebagai &quot;kami tidak hanya diam dipaksa menelan sesuatu, tapi kami juga punya hak untuk menentukan apa yang semestinya kalian suguhkan&quot;.</p>
<p>Pada kalimat terakhir di atas, yang saya maksud jelas bahwa mereka (Youtube, dsb) boleh menyuguhkan apa saja. Namanya disuguhkan itu kan belum tentu akan kita nikmati. Tapi, tolong jangan suguhkan sesuatu yang jelas-jelas tidak layak untuk dimakan.</p>
<p>Seorang teman membantah argumen saya melalui Yahoo Messenger, &quot;mas, jumlah penduduk Indonesia yang akses Internet itu berapa?&quot; Saya jawab, bukan pada jumlah aktual pada saat ini, tapi pasar potensial yang besar lah yang kita miliki. Untuk itu, kita harus berani bersikap dan menunjukkan eksistensi diri di dunia Internet. Katakan &quot;Tidak&quot; pada mereka, jika itu memang harus kita katakan. sebagai pasar yang sangat potensial, sudah sewajarnya jika kita menunjukkan jatidiri sebagai &quot;obyek dan sekaligus subyek aktif&quot;, bukan melulu di bawah tekanan mereka yang berkuasa.</p>
<p><strong>Internet Indonesia yang Mandiri</strong></p>
<p>ketika kita meng-akses Internet, pernah kah terpikir, sebagian besar akses yang dilakukan itu sebenarnya hanyalah akses &quot;internal&quot; ke server-server yang ada di Indonesia saja atau server-server yang ada di luar negeri? Pada pertanyaan pertama ini mungkin jawabannya <em>absurd</em>.</p>
<p>Selanjutnya kita coba kembangkan pertanyaan berikutnya. Berdasarkan <em>content</em>, apakah sebagian besar situs yang kita akses memuat informasi &quot;global&quot; atau hanya &quot;lokal Indonesia&quot;?</p>
<p>Untuk pertanyaan yang ke-dua ini, saya akan ambil sebagai contoh adalah akses Internet yang banyak dilakukan oleh pengguna Internet di Indonesia secara umum (dengan tidak melihat kebutuhan &quot;global&quot; seperti pencarian data riset, dsb). </p>
<p>Banyak pengguna Internet di Indonesia yang selalu mengikuti <em>trend</em> turut bergabung dan aktif dalam berbagai situs <em>social-networking</em>, seperti: <a href="http://www.friendster.com/" target="_blank">Friendster</a>, <a href="http://www.multiply.com" target="_blank">Multiply</a>, <a href="http://www.facebook.com" target="_blank">Facebook</a>, dsb. Jika anda termasuk orang yang &quot;ikut-ikutan&quot; <em>trend</em> membuat <em>account</em> di situs-situs semacam ini, pernah kah menyadari bahwa (bagi sebagian besar orang) daftar temannya hampir 100% adalah teman-teman yang juga berada di negara yang sama (baca: sama-sama di Indonesia)?</p>
<p>Ketika kita menggunakan <em>instant messenger</em> seperti Yahoo Messenger, Live Messenger, GoogleTalk, dsb, pernah kah kita sadari juga, bahwa ternyata sebagian besar (atau mungkin seluruh) orang yang ada di dalam daftar <em>messenger</em> kita tinggal di Indonesia?</p>
<p>Pernah kah kita sadari, setiap saat mungkin kita juga membaca situs-situs berita berbahasa Indonesia seperti <a href="http://www.detik.com" target="_blank">Detikcom</a>, <a href="http://www.okezone.com" target="_blank">OkeZone</a>, <a href="http://www.jawapos.co.id" target="_blank">Jawa Pos</a>, <a href="http://www.kompas.com" target="_blank">Kompas</a> atau bahkan <a href="http://www.poskota.co.id" target="_blank">Pos Kota</a>? </p>
<p>Singkatnya, disadari atau tidak, ada banyak <em>content</em> yang kita akses di Internet yang justru sebenarnya atau seharusnya sangat dekat dengan kita. Kecuali situs-situs berita yang disebutkan di atas, sadarkah kita bahwa yang lainnya (<em>social networking</em>, <em>instant messenger</em>, dsb) justru terletak di server-server milik asing? Coba bayangkan jika ada orang yang mau menginvestasikan hal serupa di Indonesia. Tentu jika niatan tersebut juga didukung oleh sebagian besar (jika tidak mungkin memaksa semua) pengguna Internet di Indonesia untuk mendukungnya, bukan tidak mungkin kita tidak perlu bergantung pada server-server milik orang lain di luar negeri.</p>
<p>Beberapa kali sempat muncul keinginan seperti itu, sebut saja salah satunya yang pernah populer sekitar awal tahun 2000, KafeGaul. Ide pembuatan <em>instant messenger</em> ala Indonesia juga pernah ada yang mencoba. Tapi mungkin karena kurangnya dukungan dana atau konsep, visi dan misi yang tidak mumpuni, tidak ada yang berumur panjang.</p>
<p>Pada saat ini, Indonesia telah memiliki Indonesia Internet eXchange (IIX). Yaitu sebuah backbone internal dalam negeri yang menghubungkan jaringan ISP-ISP yang ada di Indonesia. Dengan IIX, bayangkan kita memiliki semacam <em>ringroad</em> penghubung sebagai urat nadi komunikasi. Jika dulu seorang pengguna layanan dari ISP A hendak mengakses sebuah server yang adanya di ISP B (di mana ISP A dan ISP B sebenarnya sama-sama ada di Indonesia), dulu akses harus berputar ke luar negeri (jalur yang hampir pasti terjadi adalah melalui Amerika Serikat dan/atau Jepang). Kini, dengan adanya <em>ringroad</em> dalam negeri, akses tidak perlu berputar jauh dan tentu lebih cepat.</p>
<p>Prinsip kerja Internet tidak mengharuskan pengguna berselancar berputar-putar ke mana-mana. Dengan kata lain, tanpa keberadaan server-server lain di luar Indonesia tetap saja memungkinkan bagi kita untuk mandiri. Yang menjadi masalah tentunya bagaimana memperkaya <em>content</em> di dalam negeri.</p>
<p>Oke, saya tidak bermaksud mengatakan bahwa kita tidak butuh Internet (baca: akses ke server-server di luar negeri). Tapi hanya bermaksud mengatakan bahwa kebergantungan itu bisa kita kurangi. Hal yang menjadi contoh adalah &quot;kecanduan&quot; pada <em>social networking sites</em> yang ternyata tidak ada server serupa di dalam negeri yang bisa menggantikannya. Andai saja ada situs semacam Friendster di dalam negeri, kita tidak butuh yang di sana (baca: Friendster.com).</p>
<p>Pada <em>level-level</em> tertentu, memang keberadaan internetworking dengan dunia luar (maksudnya di luar Indonesia) sangat diperlukan. Misal, tidak mungkin kita menggunakan kacamata kuda untuk tidak mau melihat ada apa di luar sana. Tidak pula kita mengekang diri sendiri untuk tidak ikut terlibat pada berbagai riset antar institusi melalui Internet seperti halnya yang saat ini banyak dilakukan oleh berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Tapi sekali lagi, kita pun harus bebas merdeka, tanpa tekanan dan kebergantungan dengan pihak lain.</p>
<p><b>Note: Saat ini Pemerintah telah mencabut status blokir ke situs-situs yang disebut di atas, setelah pihak Youtube merespon. Walau tidak menghapus Film Fitna, tapi pihak Youtube akan mem-filter akses dari Indonesia ke film tersebut.</b></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.zikri.com/2008/04/11/film-fitna-dan-pemblokiran-youtube/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kolaborasi qmail dan Microsoft Exchange Server</title>
		<link>http://www.zikri.com/2008/03/13/kolaborasi-qmail-dan-microsoft-exchange-server/</link>
		<comments>http://www.zikri.com/2008/03/13/kolaborasi-qmail-dan-microsoft-exchange-server/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Mar 2008 16:39:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Zikri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Geek]]></category>

		<category><![CDATA[Technology]]></category>

		<category><![CDATA[active directory]]></category>

		<category><![CDATA[autentikasi.]]></category>

		<category><![CDATA[domain]]></category>

		<category><![CDATA[email]]></category>

		<category><![CDATA[exchange]]></category>

		<category><![CDATA[freebsd]]></category>

		<category><![CDATA[kolaborasi]]></category>

		<category><![CDATA[linux]]></category>

		<category><![CDATA[mta]]></category>

		<category><![CDATA[postfix]]></category>

		<category><![CDATA[qmail]]></category>

		<category><![CDATA[sendmail]]></category>

		<category><![CDATA[server]]></category>

		<category><![CDATA[single id]]></category>

		<category><![CDATA[unix]]></category>

		<category><![CDATA[windows]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.zikri.com/2008/03/13/kolaborasi-qmail-dan-microsoft-exchange-server/</guid>
		<description><![CDATA[Pada sebuah project di akhir 2003, saya sempat mempunyai ide untuk mengkolaborasikan salah satu produk email server di atas platform Unix yang cukup populer, yaitu qmail (note: penulisan yang benar memang qmail dengan huruf kecil semua), agar bisa di-&#8217;harmonisasi&#8217;-kan di dalam environment domain Windows.
Ketika itu, pilihan qmail sebagai alternatif (bukan Mail Transfer Agent yang lain) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada sebuah <em>project</em> di akhir 2003, saya sempat mempunyai ide untuk mengkolaborasikan salah satu produk email server di atas platform Unix yang cukup populer, yaitu <a href="http://www.lifewithqmail.org/lwq.html#whatitis" target="_blank">qmail</a> (note: penulisan yang benar memang qmail dengan huruf kecil semua), agar bisa di-&#8217;harmonisasi&#8217;-kan di dalam <i>environment</i> domain Windows.</p>
<p>Ketika itu, pilihan qmail sebagai alternatif (bukan Mail Transfer Agent yang lain) karena qmail bisa dikonfigurasi untuk dapat melakukan autentikasi dan juga penyimpanan atribut menggunakan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ldap" target="_blank">LDAP</a> (Lightweight Directory Access Protocol). Secara konseptual, apa yang dilakukan oleh qmail + LDAP mestinya sama dengan apa yang dilakukan oleh produk serupa milik Microsoft, yaitu <a href="http://www.microsoft.com/exchange/default.mspx" target="_blank">Exchange Server</a> (versi 2000 ke atas) yang berkolaborasi dengan Active Directory (<em>directory services</em> milik Microsoft yang &#8216;kebetulan&#8217; menggunakan standar LDAP juga).</p>
<p>Kalau begitu, secara logika bisa ditarik sebuah kesimpulan bahwa bisa saja qmail di server yang menggunakan Unix (atau pun Linux tentunya) melakukan autentikasi user dan menyimpan atribut-atributnya di sebuah Active Directory database yang terdapat di Windows Server!&#160; Mengapa harus &#8216;dibelokkan&#8217; ke Active Directory? Tidak bisa dipungkiri pada saat ini banyak sekali sistem jaringan yang bergantung pada sistem Microsoft, bahkan sampai level desktop. Di sini sebenarnya ada banyak sekali fitur menarik yang bisa dikembangkan. Hanya saja memang tidak semua orang tahu. Bahkan tidak sedikit yang sudah antipati terlebih dahulu tanpa pernah mau mengenal lebih dalam. Jika kita bisa &#8216;memaksa&#8217; sistem semacam qmail untuk &#8216;berbelok&#8217; menggunakan Active Directory, itu artinya <em>user</em> hanya perlu mengingat satu <em>username </em>dan <em>password</em> miliknya yang ada di Active Directory. Dengan username dan password yang sama, user bisa mengakses semua sub-sistem yang ada di dalamnya, termasuk qmail!</p>
<p><span id="more-69"></span>
<p>Ide dasar semua ini sebenarnya sederhana, memaksa qmail &#8216;menggantikan&#8217; peran Microsoft Exchange Server sebagai Mail Transfer Agent pada <em>environment</em> Microsoft Windows. Sejujurnya, peran Exchange Server memang tidak bisa di-substitusi oleh qmail 100%. Fitur yang ditawarkan oleh Exchange Server tidak hanya terbatas pada peran sebagai email server. Hal ini lah yang tidak banyak diketahui oleh banyak orang. Alhasil, ketika mengetahui harga lisensi yang harus dibayar per-user yang menggunakan Exchange Server terbilang mahal, banyak orang jadi makin enggan menggunakannya.</p>
<p>Secara pribadi jika diminta memilih saya akan pilih Exchange Server. Ada banyak fitur yang sangat berguna yang bisa dimanfaatkan. Misal bagaimana mudahnya mencari jadwal <em>meeting</em> terbaik bagi beberapa orang di dalam sebuah kantor, melihat status <em>free/busy</em> rekan sekerja, melakukan <em>resource booking</em>, sinkronisasi kalender dengan berbagai <em>device</em> (termasuk <em>handphone</em>). Bisa diakses dari mana pun. Dan segudang fitur lainnya. Apalagi jika kita mau melihat roadmap ke depan dari produk ini, arah yang dituju adalah implementasi <a href="http://www.microsoft.com/uc/default.mspx" target="_blank">Unified Communications</a>. Di mana berbagai moda komunikasi yang ada (seperti email, telepon, faks, <em>instant messenger</em>, dsb.) bisa saling silang satu dengan lainnya.</p>
<p>Tapi memang, sekali lagi, biaya lisensi per orang yang akan menggunakannya itu tidak bisa dibilang murah. Di saat yang bersamaan, tidak semua orang pula membutuhkan berbagai manfaat tersebut. Ada banyak orang yang hanya membutuhkan email. Hanya sebuah email yang berdomain resmi kantornya, misal <a href="mailto:nama.seseorang@contoso.co.id">nama.seseorang@contoso.co.id</a>.</p>
<p>Baru beberapa saat saya mulai mempelajari skema LDAP yang diimplementasikan di qmail, tiba-tiba saya diminta membantu implementasi Pemilu 2004, tepatnya di awal bulan Februari 2004. Sibuk terlibat dalam pesta akbar politik di sepanjang tahun 2004 membuat saya melupakan &#8216;riset&#8217; yang baru mulai saya rintis. Setelah tahun 2004 pun ternyata saya tetap &#8216;melupakan&#8217; PR tersebut.</p>
<p>Di awal tahun 2008, tepatnya bulan Januari lalu, saya kembali ter-&#8217;<em>trigger</em>&#8216; untuk kembali membuka ide lama tersebut. Walau tidak persis sama, menurut saya kali ini idenya jauh lebih menarik. Bagaimana caranya membuat dua buah sub-sistem yang berbeda, dalam hal ini qmail dan Exchange ada di dalam satu <em>environment</em> bersama! Tepatnya, bagaimana caranya agar sebuah domain email &#8211;semisal @contoso.co.id&#8211; diurus oleh kedua sistem tersebut sekaligus. User yang memang membutuhkan fitur-fitur yang hanya bisa dipenuhi jika menggunakan Microsoft Exchange &#8216;terpaksa&#8217; di-<em>create </em>di Exchange. Sedangkan user yang hanya membutuhkan email cukup dikonfigurasi di qmail! Dengan cara seperti ini penghematan biaya lisensi user yang mesti dikeluarkan lumayan besar. Bayangkan saja, jika sebuah perusahaan yang memiliki 2.000 orang pegawai &#8216;terpaksa&#8217; meng-&#8217;email&#8217;-kan semua usernya di Exchange, dan jika lisensi 1 user anggap saja USD 100, untuk lisensi saja sudah berapa? Padahal pada umumnya pegawai non level manajemen tidak terlalu membutuhkan fitur-fitur selain sekedar sebuah mailbox.</p>
<p>Minggu lalu, pada sebuah implementasi demo <em>Unified Communications</em> di sebuah BUMN yang bergerak di jasa penerbangan nasional dan internasional, bentuk &#8216;kolaborasi&#8217; antara qmail dan Exchange ini berhasil saya konfigurasi. Dengan menggunakan nama domain email yang sama, sebagian besar user tetap berada pada sistem yang telah <em>established</em> selama ini menggunakan qmail dan sebagian user dikonfigurasi pada Exchange agar dapat memanfaatkan berbagai fitur. User-user yang terdapat di kedua sisi ini bisa saling berkomunikasi via email secara internal maupun ke Internet.</p>
<p>Sampai di sini, qmail dan Exchange masih &#8216;mengurus&#8217; user-nya sendiri-sendiri. Dalam pengertian bahwa user yang mailbox-nya ada di qmail didefinisikan di Unix based, sedang user yang ada di Exchange adalah user yang ada di domain Active Directory. Dualisme ini membuat user yang ada di qmail &#8216;terpaksa&#8217; memiliki 2 username dan 2 password jika mereka juga ingin bisa login di domain-based Active Directory.</p>
<p>Pada saat ini saya sudah mempunyai gambaran dan arah jalan &#8216;research&#8217; lanjutan, yaitu bagaimana caranya agar user yang seharusnya didefinisikan pada Unix bisa &#8216;didelegasikan&#8217; ke Active Directory. Dengan demikian, user yang emailnya terdapat di Unix-based pun bisa menggunakan username dan password yang sama dengan yang dipakainya jika hendak mengakses jaringan berbasis Windows. Dibanding kondisi 5 tahun yang lalu, kondisi teknologi yang ditawarkan pada saat ini jelas lebih maju dan lebih memudahkan dan memungkinkan apa yang saya bayangkan itu terjadi. Insya Allah, sebelum tahun 2008 berakhir saya punya cukup waktu untuk mencoba mewujudkannya.</p>
<p>Pada implementasinya, kolaborasi Exchange ini tidak mesti dilakukan dengan qmail saja. Bisa saja menggunakan subsistem lainnya, apakah itu Postfix, Sendmail dan sebagainya. Platform Unix nya pun bisa macam-macam, berbagai famili Unix based seperti FreeBSD, dsb. sampai macam-macam varian Linux.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.zikri.com/2008/03/13/kolaborasi-qmail-dan-microsoft-exchange-server/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kenangan Dengan Buya Hamka</title>
		<link>http://www.zikri.com/2008/02/19/kenangan-dengan-buya-hamka/</link>
		<comments>http://www.zikri.com/2008/02/19/kenangan-dengan-buya-hamka/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Feb 2008 08:32:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Zikri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<category><![CDATA[abdul]]></category>

		<category><![CDATA[amrullah]]></category>

		<category><![CDATA[buya]]></category>

		<category><![CDATA[haji]]></category>

		<category><![CDATA[hamka]]></category>

		<category><![CDATA[karim]]></category>

		<category><![CDATA[kenangan]]></category>

		<category><![CDATA[lampung]]></category>

		<category><![CDATA[malik]]></category>

		<category><![CDATA[maninjau]]></category>

		<category><![CDATA[masyumi]]></category>

		<category><![CDATA[muhammadiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.zikri.com/2008/02/19/kenangan-dengan-buya-hamka/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu ada sebuah tablig akbar memperingati 100 Tahun Buya Hamka, bertempat di Masjid Al Azhar, Kebayoran Baru - Jakarta.
Ya, seandainya beliau masih diberi umur panjang sampai hari ini, umurnya telah mencapai 100 tahun. Buya Hamka dilahirkan di Maninjau (Sumatera Barat), 16 Februari 1908.
Buya Hamka adalah salah seorang ulama besar yang pernah dimiliki [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari yang lalu ada sebuah tablig akbar memperingati 100 Tahun Buya Hamka, bertempat di Masjid Al Azhar, Kebayoran Baru - Jakarta.</p>
<p>Ya, seandainya beliau masih diberi umur panjang sampai hari ini, umurnya telah mencapai 100 tahun. <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Haji_Abdul_Malik_Karim_Amrullah" target=new>Buya Hamka</a> dilahirkan di Maninjau (Sumatera Barat), 16 Februari 1908.</p>
<p>Buya Hamka adalah salah seorang ulama besar yang pernah dimiliki oleh bangsa Indonesia. Selain sebagai ulama, juga seorang sasterawan yang besar pula. Beberapa karya novelnya termasuk karya yang legendaris (seperti: Tenggelamnya Kapal Van der Wijck dan Di Bawah Lindungan Ka&#8217;bah).</p>
<p><span id="more-68"></span>Nama Hamka, berasal dari singkatan nama beliau, Haji Abdul Malik Karim Amrullah. Mungkin untuk menyingkat penulisan identitas pada karya-karya sasteranya, digunakanlah nama HAMKA.</p>
<p>Sebenarnya tidak banyak kenangan saya dengan beliau. Karena buya telah dipanggil Yang Maha Kuasa pada 24 Juli 1981, pada waktu yang sama usia saya pun barulah 6,5 tahun.</p>
<p>Pada sebuah kesempatan kunjungan kerja beliau di Lampung, entah bagaimana ceritanya, yang saya tahu beliau menginap di rumah orangtua saya. Jelaslah, pada hari-hari tersebut saya dan buya tinggal se-atap. Hal yang tidak saya lupakan adalah rumah saya jadi kebanjiran orang-orang yang ingin bertemu. Waktu itu saya sangat menikmati keramaian yang ada. Tiba-tiba saja rumah yang biasanya tanpa penjaga, mendadak ditunggui oleh beberapa orang Hansip, siang dan malam.</p>
<p>Sebagai seorang bocah &#8211;kalau tidak salah peristiwa tersebut terjadi di tahun 1980, ketika saya berumur 5 tahun&#8211; saya jelas tidak memahami kesibukan aktivitas orang-orang semacam Buya Hamka, yang jelas-jelas pasti memiliki banyak sekali agenda yang mesti dilakukan ketika berkunjung ke Lampung. Tapi yang jelas, sepertinya buya punya perhatian yang luar biasa untuk meladeni anak ingusan seperti saya. Buktinya, dalam perkenalan singkat selama beliau menginap di rumah, saya merasa sangat dekat dengannya.</p>
<p>Saking dekatnya, saya ingin buya tinggal lebih lama lagi di rumah. Ketika beliau mengatakan harus pulang ke Jakarta karena mesti bekerja, serta-merta saya pun menyiapkan sebuah <em>travelling bag</em> untuk ikut beliau ke Jakarta! Sebuah foto ukuran 10R yang tersimpan di album keluarga di rumah cukup bercerita tentang hal ini. Foto saya berdampingan dengan Buya Hamka dan diapit oleh ayah dan mami (begitu saya memanggil kedua orangtua saya), plus salah seorang kakak. Di foto ini, saya memegang erat tas yang berisi pakaian, siap ikut ke Jakarta.</p>
<p>Bukan cuma Buya yang bingung, orangtua saya pun jadi kewalahan. Akhirnya dipakailah penyelesaian secara &#8220;tipu-tipu&#8221;.. Setelah gagal membujuk saya agar membatalkan acara ikut pulang ke Jakarta, akhirnya <em>travelling bag</em> tersebut dimasukkan ke mobil yang dibawa oleh Buya dan staf nya (saya lupa, apakah ini staf, anaknya, atau supir.. <em>I didn&#8217;t really care about this</em>). Setelah saya merasa pasti ikut, karena tas sudah di mobil, pengawasan &#8216;melekat&#8217; saya atas Buya pun mengendur.</p>
<p>Alih-alih ingat bahwa saya mesti memperhatikan setiap gerak-gerik Buya, kalau tidak salah saya terkecoh dengan bujukan lain. Sialnya ketika sadar terkena &#8220;tipu muslihat&#8221;, Buya sudah tidak ada. Hehe.. Sedih sekali. </p>
<p>Sampai suatu ketika akhirnya ibu mengajak ke Jakarta dan mengunjungi kediaman Buya Hamka di dalam kompleks Masjid Al Azhar, Jakarta. Kalau tidak salah ini terjadi pada tahun 1981, beberapa bulan sebelum beliau wafat. Yang saya ingat, saya cukup senang bertemu lagi dengan beliau dan gantian mengunjungi rumahnya. Dan ketika itu di sana saya justru sibuk bermain mobil-mobilan yang baru dibeli (kalau tidak salah beli di Blok M) di halaman rumahnya! (ternyata sebagai bocah saya masih jauh lebih tertarik dengan mainan).</p>
<p>Membaca kembali biografi Buya Hamka di koran, buku atau <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Haji_Abdul_Malik_Karim_Amrullah">Internet</a>, saya melihat sebuah <em>path</em> yang sama yang dilalui oleh orangtua saya, khususnya ibu. Mulai dari aktivitasnya di Masyumi (Majelis Syura Muslimin Indonesia) sampai Muhammadiyah. Ngga heran kalau mungkin sebenarnya orangtua saya adalah murid sekaligus pengagumnya, sehingga ketika di Lampung pun buya memilih tinggal di rumah saya ketimbang fasilitas yang mungkin ada dari pemerintah daerah (kecuali Hansip yang akhirnya ronda di rumah).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.zikri.com/2008/02/19/kenangan-dengan-buya-hamka/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Shalat Ghaib untuk Pak Harto</title>
		<link>http://www.zikri.com/2008/01/29/shalat-ghaib-untuk-pak-harto/</link>
		<comments>http://www.zikri.com/2008/01/29/shalat-ghaib-untuk-pak-harto/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jan 2008 03:55:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Zikri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Information]]></category>

		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<category><![CDATA[bid'ah]]></category>

		<category><![CDATA[fardhu]]></category>

		<category><![CDATA[ghaib]]></category>

		<category><![CDATA[indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[jenazah]]></category>

		<category><![CDATA[kifayah]]></category>

		<category><![CDATA[mayat]]></category>

		<category><![CDATA[meninggal]]></category>

		<category><![CDATA[presiden]]></category>

		<category><![CDATA[shalat]]></category>

		<category><![CDATA[soeharto]]></category>

		<category><![CDATA[wafat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.zikri.com/2008/01/29/shalat-ghaib-untuk-pak-harto/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah 24 hari dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta, Soeharto &#8211;mantan Presiden Republik Indonesia&#8211; akhirnya meninggal dunia pada hari Minggu 27 Januari 2008 kemarin. Sengaja saya menggunakan kata &#8216;akhirnya&#8217;, karena sepertinya hampir semua orang bisa menduga bahwa beberapa waktu yang lalu ajal Pak Harto memang sudah sangat dekat.
Dengan kondisi kesehatan yang sangat fluktuatif dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah 24 hari dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta, Soeharto &#8211;mantan Presiden Republik Indonesia&#8211; akhirnya meninggal dunia pada hari Minggu 27 Januari 2008 kemarin. Sengaja saya menggunakan kata &#8216;akhirnya&#8217;, karena sepertinya hampir semua orang bisa menduga bahwa beberapa waktu yang lalu ajal Pak Harto memang sudah sangat dekat.</p>
<p>Dengan kondisi kesehatan yang sangat fluktuatif dalam 3 minggu terakhir ini, apalagi ditambah pernyataan tersirat dari tim dokter bahwa peluangnya bisa dibilang <em>fifty-fifty</em>, hari-hari beliau dirawat di rumah sakit merupakan berita yang tentunya sangat menarik untuk diikuti. </p>
<p>2 minggu terakhir sebelum wafatnya Pak Harto, nyaris bisa dibilang saya tidak berhubungan dengan tv dan/atau koran nasional. 1 minggu saya berada di remote site sebuah perusahaan pengalengan nenas di Lampung, plus hampir 1 minggu di negeri jiran. <em>Updating</em> hanya saya terima dari Internet dan tv asing. Makanya, boleh dibilang saya bersyukur tidak kehilangan <em>moment</em> berita penting ketika hari Minggu kemarin sudah ada di Jakarta kembali.</p>
<p>Di antara sekian banyak berita, baik liputan atau pun obituari &#8211;yang saya yakin sekali sebenarnya semua stasiun tv sudah menyiapkannya sejak beberapa hari sebelum Pak Harto mangkat&#8211;, satu yang menarik saya untuk berkomentar. Yaitu adanya orang yang melakukan shalat ghaib di beberapa tempat, untuk men-shalat-kan Soeharto.</p>
<p><span id="more-65"></span></p>
<p>Berdasarkan tuntunan agama Islam, salah satu rukun jenazah yang harus dijalankan adalah adanya <strong>kewajiban</strong> men-shalat-i jenazah. Hukumnya adalah fardhu kifayah. Fardhu artinya wajib. Berdasarkan jenisnya ada 2 (dua). Fardhu &#8216;ain dan fardhu kifayah. Fardhu &#8216;ain adalah kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan atau diwakilkan oleh orang lain. Contohnya kewajiban shalat 5 (lima) waktu. Sedangkan fardhu kifayah adalah kewajiban yang dibebankan atas kelompok. Ketika sudah ada yang menjalankan, maka orang yang lain akan terlepas dari kewajiban tersebut. Salah satu contoh yang paling hangat adalah shalat jenazah.</p>
<p>Normalnya, shalat jenazah dilakukan di depan si mayat. Yang membedakan dengan shalat lainnya adalah tidak adanya gerakan ruku&#8217; apalagi bersujud di depan mayat. Jika pada shalat berjamaah lainnya ada banyak sekali persyaratan bagi seorang imam (di antaranya: memiliki bacaan paling baik), pada shalat jenazah sangat diutamakan yang menjadi imam adalah orang terdekat almarhum/almarhumah (misal: anak kandung). Pada kasus khusus, agama juga mengajarkan tata cara shalat jenazah tanpa keberadaan jenazah di depan. Istilahnya disebut dengan shalat ghaib. </p>
<p>Shalat ghaib dimaksudkan agar orang tetap bisa men-shalat-kan orang yang dipastikan meninggal tetapi tidak ditemukan keberadaan jenazahnya. Misalnya, korban yang tenggelam di laut, atau pesawat jatuh di hutan belantara yang kemudian tidak berhasil ditemukan. Jika diambil dari pendekatan bahasa, ghaib berarti hilang == raib. Jika demikian, jika mayatnya tidak hilang (baca: jenazah jelas-jelas ada) maka tidak ada yang namanya shalat ghaib untuk jenazah tersebut (kecuali jika ternyata tidak ada yang men-shalat-kannya, misal karena meninggal di tempat yang tidak ada orang muslimnya). Apalagi jika ternyata sudah ada beberapa orang lain yang men-shalat-kan jenazah tersebut. Atas dasar jenis hukum shalat jenazah yang bersifat fardhu kifayah, maka gugurlah kewajiban orang lain (jika sudah ada yang menjalankan). Dengan kata lain, ketika sudah ada banyak orang yang men-shalat-kan jenazah Pak Harto, maka kita yang tidak sempat hadir dan ikut men-shalat-kan jenazahnya tidak perlu menjalankan shalat ghaib di tempat atau kota lain.</p>
<p>Selain &#8216;kasus&#8217; shalat ghaib bagi Pak Harto, sebenarnya &#8216;kasus&#8217; serupa adalah hal umum yang banyak dilakukan orang di Indonesia. Paling umum terjadi adalah ketika ada kerabat yang meninggal ketika menjalankan ibadah haji di tanah suci Makkah. Untuk yang satu ini, alangkah luar biasanya mereka yang meninggal di tanah suci. Bayangkan saja, berapa ratus ribu atau bahkan juta orang yang men-shalat-kannya di sana. Kenapa masih harus dibuat-buatkan shalat ghaib di tanah air?</p>
<p>Walau niat, maksud dan tujuannya baik, tapi yang lebih penting untuk diingat adalah tindakan tersebut merupakan perbuatan yang&nbsp; tidak ada tuntunannya, alias bid&#8217;ah. Jadi, walau kelihatannya maksudnya baik, tapi yang didapat bukan pahala, malah bisa jadi sebaliknya. Sekali lagi, berdasarkan tuntunan, shalat ghaib hanya dijalankan ketika jenazahnya benar-benar ghaib alias hilang (atau jika jenazah belum di-shalat-kan orang lain).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.zikri.com/2008/01/29/shalat-ghaib-untuk-pak-harto/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mengurus Visa Amerika Serikat</title>
		<link>http://www.zikri.com/2008/01/08/mengurus-visa-amerika-serikat/</link>
		<comments>http://www.zikri.com/2008/01/08/mengurus-visa-amerika-serikat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jan 2008 07:13:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Zikri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Information]]></category>

		<category><![CDATA[Travelling]]></category>

		<category><![CDATA[america]]></category>

		<category><![CDATA[amerika]]></category>

		<category><![CDATA[consular]]></category>

		<category><![CDATA[embassy]]></category>

		<category><![CDATA[interview]]></category>

		<category><![CDATA[jakarta]]></category>

		<category><![CDATA[janji]]></category>

		<category><![CDATA[kedutaan]]></category>

		<category><![CDATA[konsular]]></category>

		<category><![CDATA[mengurus]]></category>

		<category><![CDATA[schengen]]></category>

		<category><![CDATA[serikat]]></category>

		<category><![CDATA[states]]></category>

		<category><![CDATA[united]]></category>

		<category><![CDATA[visa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.zikri.com/2008/01/08/mengurus-visa-amerika-serikat/</guid>
		<description><![CDATA[Visa merupakan salah satu syarat wajib yang mesti dimiliki oleh seseorang untuk dapat memasuki wilayah kedaulatan sebuah negara. Kecuali jika negara tersebut memiliki perjanjian bebas visa dengan negara kita (misal, orang Indonesia bebas bepergian ke Singapura atau Malaysia tanpa harus membuat visa terlebih dahulu). 
Berdasarkan pengalaman mengurus visa di beberapa negara, urusan yang satu ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Visa merupakan salah satu syarat wajib yang mesti dimiliki oleh seseorang untuk dapat memasuki wilayah kedaulatan sebuah negara. Kecuali jika negara tersebut memiliki perjanjian bebas visa dengan negara kita (misal, orang Indonesia bebas bepergian ke Singapura atau Malaysia tanpa harus membuat visa terlebih dahulu). </p>
<p>Berdasarkan pengalaman mengurus visa di beberapa negara, urusan yang satu ini sebenarnya kegiatan gampang-gampang susah. Tergantung ke negara mana kita hendak berkunjung. </p>
<p>Pada dasarnya tujuan pembuatan visa sekadar masalah tertib administrasi saja. Maksudnya, pihak negara yang akan dikunjungi itu ingin agar semua tamunya terdata dengan baik. Namun, tidak semua negara merasa nyaman dikunjungi (baca: tidak terlalu &#8216;welcome&#8217; rumahnya didatangi tamu). Sudah menjadi rahasia umum, negara yang paling bersikap paranoid untuk urusan yang satu ini adalah Amerika Serikat. </p>
</p>
<p><span id="more-64"></span></p>
<p>Boleh percaya boleh tidak (kalau tidak percaya ya coba sendiri saja), dari ratusan orang yang terlihat antri setiap paginya di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di depan Stasiun Gambir, Jakarta, tidak sampai separuhnya yang sukses mendapatkan visa untuk memasuki wilayah Amerika Serikat! </p>
<p>Pada tulisan ini, saya mencoba menuliskan tips agar anda tidak sia-sia berjuang.. Atau sebaliknya, membuat anda tahu diri bahwa belum waktunya mendapatkan visa Amerika Serikat. Terdengar kasar memang. Tapi itulah kenyataan yang akan anda hadapi jika maju terus. Secara tidak langsung, tulisan ini juga dapat diimplementasikan ketika mengurus visa di kedutaan besar negara-negara lainnya (catatan: pengurusan visa Amerika Serikat adalah yang tersulit). &#8211;Sedikit pengecualian adalah untuk negara-negara di bawah bendera Uni Eropa. Pada saat ini mereka mengimplementasikan visa &#8220;satu atap&#8221; yang dikenal dengan nama Visa Schengen. Dengan memiliki visa ini, kita bisa memiliki hak berkunjung ke beberapa negara sekaligus. Untuk mengurusnya, bisa di kedutaan besar negara Uni Eropa mana pun. Namun standar pelaksanaannya adalah diurus di negara yang akan kita kunjungi paling lama di antara negara-negara yang mungkin akan kita kunjungi. Jika ternyata relatif sama, maka yang diambil adalah negara pertama yang akan kita singgahi.</p>
<p>Dengan alasan keamanan warga negaranya dan keamanan si pengunjung itu sendiri, pemerintah Amerika Serikat memang sangat ketat dalam menyeleksi siapa saja orang yang boleh masuk dan siapa yang tidak boleh. Walau alasannya sangat bagus, namun tidak jarang masalah subyektivitas dalam menilai pemohon visa sangat kental. Coba saja berjenggot tebal dan panjang, berbaju gamis, celana menggantung dan memegang tasbih, dijamin anda akan mendapat perhatian ekstra dan segudang pertanyaan untuk men-skak-mat anda, sehingga mereka punya alasan bahwa anda tidak punya cukup alasan kuat untuk datang ke Amerika Serikat. </p>
<p>Seperti halnya mengurus visa di semua kedutaan besar negara-negara lain, pemohon harus memulai proses dengan membuat jadwal interview. Untuk Amerika Serikat, permohonan pembuatan janji jadwal <em>interview</em> bisa dilakukan lewat <del datetime="2008-01-10T05:55:53+00:00">email atau telpon (sepertinya lebih baik lewat email)</del> (<i>update</i>: sekarang <b>harus</b> dilakukan secara online lewat situs web Kedubes AS). Lihat keterangan <del datetime="2008-01-10T05:55:53+00:00">alamat email dan/atau nomor telpon</del> pada situs U.S. Embassy - Jakarta di link <a title="US Embassy - Jakarta" href="http://jakarta.usembassy.gov/consular/consular.html" target="_blank">ini</a>. Sebutkan nama lengkap dan nomor paspor anda, sebutkan tujuan utama/jenis visa yang ingin diperoleh (kunjungan wisata, sosial, bisnis atau bahkan migran). Sebutkan pula hari/tanggal yang anda inginkan. Sepengetahuan saya, kapan pun tanggal yang anda minta selalu di-amini, kecuali tanggal tersebut adalah hari libur (termasuk hari libur nasional di Amerika Serikat). Pada tanggal tersebut, anda diminta untuk datang pagi hari jam 07.00. Beberapa orang malah sudah berdiri di tempat antrian sejak sebelum jam 6 pagi! Pintu masuknya sendiri baru mulai dibuka pada pukul 08.00. Yang perlu diingat, loket kasir tutup pukul 10.00. </p>
<p>Sejak akhir tahun 2005, pemerintah Amerika Serikat mengharuskan semua pemohon untuk menggunakan formulir aplikasi pendaftaran elektronik (formulir DS-156) yang diisi di situs web yang telah disediakan. Formulir ini bisa diisi pada halaman web <a title="DS-156" href="https://evisaforms.state.gov/ds156.asp" target="_blank">ini</a>. Cetak dan bawa formulir yang sudah diisi dan mendapatkan barcode dari web ini ketika anda hendak mengantri di kedutaan. Tanpa membawa paspor dan formulir, anda tidak akan dilayani. Jangan lupa pula menyertakan pas foto berukuran 5&#215;5. Ada standar ukuran khusus yang telah ditetapkan. Jangan asal 5&#215;5. Amannya, katakan pada studio foto tempat anda hendak membuat pas foto, bahwa anda hendak membuat visa Amerika Serikat. Jika dia tidak mengerti, tinggalkan. Cari saja studio foto yang lain. Di Jakarta banyak studio yang paham koq. Apalagi di sekitar Jalan Sabang, jelas-jelas mereka memajang tulisan &#8220;Terima pas foto visa U.S.&#8221;. </p>
<p>Antrian pertama yang harus dilalui di depan ini adalah antrian untuk masuk ke area ring terluar dari kedutaan. Selain akan diperiksa kelengkapan dokumen standar dan diperiksa bahwa nama anda benar-benar ada di dalam daftar pemohon, tentunya barang bawaan anda pun akan diperiksa. Demi kenyamanan anda sendiri, sangat amat tidak disarankan membawa barang-barang yang tidak perlu (termasuk jaket). Karena selain repot membawanya, anda pun akan berkali-kali melewati proses pemeriksaan. </p>
<p>Setelah masuk ke dalam pagar, anda akan bertemu lagi dengan antrian yang kedua. Antrian ini menuju loket kasir, di mana anda harus membayar uang administrasi. Loket kas hanya menerima pembayaran dalam bentuk rupiah. Selama ini besarnya adalah USD 100 (yang di-rupiah-kan menjadi Rp 900.000,00). Tapi yang saya baca di surat kabar beberapa waktu yang lalu, per tahun 2008 ini terjadi kenaikan biaya menjadi USD 131 (saya belum mengetahui nominalnya dalam rupiah). Diterima atau tidak diterimanya aplikasi visa anda, say goodbye to your money. Kasir akan dengan riang gembira menerima uang anda, tidak perduli apakah formulir anda lengkap atau tidak, benar semua atau masih ada salah. Kasir akan memberikan nomor regu (panggilan interview akan dilakukan secara berkelompok, beberapa orang sekaligus). </p>
<p>Antrian yang ketiga adalah antrian untuk memasuki ring yang lebih dalam lagi di lingkungan kedutaan. Di sini anda harus melewati metal detector. Semua barang elektronik harus ditinggalkan di meja security &#8212; tidak terkecuali <i>flash disk</i>! Saya yang ketika itu menggunakan safety shoes standar lingkungan pertambangan (yang di bagian depannya terdapat logam yang melindungi bagian atas jari kaki) dipaksa melepas sepatu dan secara khusus sepatunya melalui scanner. Sesekali terlihat tentara berseragam pakaian dinas lapangan lengkap berjalan mondar-mandir. Benar-benar tentara bule, berseragam loreng gurun, berwajah tegang dan dingin menyandang senjata otomatis dalam posisi standby. </p>
<p>Setibanya di dalam, kita kembali mengantri. Kali ini bisa duduk. Tunggu nomor kelompok anda dipanggil. Regu yang dipanggil akan memasuki sebuah ruangan. Lagi-lagi antri lagi. Duduk-duduk lagi. Di dalam terdapat beberapa loket kaca yang membatasi antara pemohon dan peng-interview. Perhatikan di sini, jika si pemohon mendapatkan kembali paspornya, itu artinya dia gagal. Jika yang diterima adalah sepotong kertas putih, itu artinya dia hampir pasti akan mendapatkan visanya (kecuali tiba-tiba ada hal luar biasa yg membuat dia gagal). </p>
<p>Pertama kali saya berurusan dengan interview di Kedutaan Amerika Serikat, proses interview hanya sekitar 2-3 menit, bule cowok yang awalnya saya anggap begitu nice karena sangat ramah mengajak saya bercakap-cakap, tanpa ada hujan atau angin, tiba-tiba mengembalikan paspor saya dan bilang bahwa saya tidak punya cukup alasan untuk datang ke Amerika Serikat! masih dalam keadaan terbengong-bengong karena tidak menyangka dan tidak mengantisipasi &#8220;keramahan&#8221; orang ini, dia segera bilang &#8220;next&#8221;. Maksudnya, pemohon berikutnya diminta maju untuk di-eksekusi olehnya. </p>
<p>Faktor yang saya anggap menjadi alasan buat dia adalah karena saya tidak bisa menunjukkan paspor lama saya. Sebenarnya sebelum datang saya sudah mencoba mencari di mana saya menaruh paspor lama tersebut. Tapi karena saya tinggal di beberapa tempat &#8211;setidaknya di Jakarta dan Bandung&#8211;, paspor lama ini tidak ketemu. Jadi ketika dia tanya mana paspor lamanya, saya gampangkan saja dengan bilang diambil oleh kantor imigrasi setempat ketika saya memperbarui paspor. Kenyataannya memang hampir terjadi seperti itu. Tahun 2003 ketika saya memperpanjang paspor di kantor imigrasi Lampung, petugasnya hendak mengambil paspor lama saya. Tapi karena saya ingin memilikinya sebagai kenang-kenangan, akhirnya dia minta paspor tersebut difotokopi dan kopinya ini diserahkan. Bayangkan jika paspor lama ini tidak saya miliki. Mungkin sampai kapan pun saya ngga akan pernah bisa mendapatkan visa Amerika Serikat. </p>
<p>Walau alasan tersebut juga sebenarnya saya anggap mengada-ada (bisa jadi juga karena nama saya yang islami, sehingga ditolak saja), yang paling membuat saya sakit hati adalah dia sama sekali tidak menggubris bahwa saya sebenarnya mendapat undangan untuk hadir di sebuah acara Microsoft yang dihadiri juga oleh Bill Gates! Bagaimana mungkin bule itu bisa bilang saya tidak punya cukup alasan tanpa dia melihat sedikit pun lembar kertas yang saya bawa. Yah, bodohnya saya juga kagetan ngga nyangka bakal ditolak. Jadi tidak sempat memaksa dia untuk melihat undangan yang saya miliki.&nbsp; Jadilah, hari itu saya pulang dengan tangan hampa dan duit hilang percuma. </p>
<p>Setelah bertanya-tanya kiri dan kanan, salah satu faktor yang akan sangat dipertimbangkan oleh mereka adalah &#8220;<em>track record</em>&#8221; perjalanan ke luar negeri kita selama ini. Apakah anda orang yang sering bepergian atau tidak. Salah satu ketakutan mereka adalah kita datang ke negaranya dan kemudian tak ingin kembali lagi (ke Indonesia!). Jadi, jika anda tidak pernah ke luar negeri, tiba-tiba hendak ke Amerika Serikat, tanpa ada alasan yang sangat kuat (misal karena anda diundang oleh Gedung Putih!), lupakan saja. Perjalanan ke negara-negara tetangga seperti Malaysia atau Singapura bisa dibilang tidak masuk dalam hitungan. Jika anda pernah bepergian ke Australia, Jepang atau negara-negara kroni Amerika Serikat di Uni Eropa, ini baru merupakan modal yang sangat kuat untuk juga mendapatkan visa Amerika Serikat. Jika anda malah rajin berkunjung ke daerah &#8220;daftar hitam&#8221; seperti Afghanistan atau Libya, bisa jadi seumur-umur anda hanya akan melihat Amerika di televisi atau bioskop. </p>
<p>Atas desakan beberapa orang, akhirnya seminggu kemudian saya datang lagi. Kali ini dengan amunisi lengkap dan telah mempelajari peta situasi sebelum kembali &#8216;bertempur&#8217;. Bukan hanya juga membawa serta paspor lama yang jadi kambing hitam pada proses sebelumnya, kali ini saya juga membawa semua print-out rekening koran dan buku tabungan yang saya miliki. Bahkan tagihan beberapa kartu kredit pun saya bawa, untuk menunjukkan berapa pagu kredit yang saya miliki. Dokumen-dokumen ini saya bawa serta karena sebelumnya saya lihat ada yang bawa-bawa ijasah dan bahkan surat tanah. Yang tak kalah penting adalah surat jaminan dari kantor bahwa anda akan kembali (jika anda seorang pegawai). Kartu nama resmi dari kantor juga sangat bermanfaat. Jika anda pengusaha, tunjukkan bahwa di negara ini anda masih punya banyak aset. Tidak mungkin tidak kembali. Intinya adalah meyakinkan mereka bahwa kita pasti kembali. Sepertinya memang terdapat sindrom gede-rasa alias ge-er, bahwa kita akan terpesona di negerinya dan tak ingin pulang. Walau tidak bisa dipungkiri juga bahwa ada orang-orang yang sengaja datang ke sana untuk mencari rejeki di tanah orang. Seperti halnya di Jakarta, masalah tenaga kerja tanpa skill yang memadai merupakan beban bagi Pemerintah. </p>
<p>Pada kesempatan interview kali ini, saya sudah mempersiapkan diri bahwa saya-lah sebagai &#8220;<em>play-maker</em>&#8221; nya. Semua bahan pembicaraan sudah saya hapalkan sejak malam harinya. Alur pembicaraan dan &#8220;bahan peraga&#8221; berupa surat undangan, itenerary trips perjalanan yang akan saya lakukan (ke mana saja), show off kemampuan finansial, dsb, mengalir dengan lancar bak seorang sales profesional yang tengah menjajakan barang dagangan. Pas kebetulan pula kali ini yang meng-interview saya adalah bule cewek cantik. Tatap saja matanya terus menerus.. dan dia akan segera di bawah kendali. Pertanyaan pertama mengenai maksud dan tujuan ke Amerika segera saya jawab dengan mantap. &#8220;<em>I want to meet Bill Gates!</em>&#8220;. Dia jawab, &#8220;<em>Really? He&#8217;s the richest and famous man</em>&#8220;. Belum hilang kagetnya dia, saya terus nyerocos sebagaimana skenario yang telah saya pikirkan malam harinya. Sampai akhirnya dia menyerahkan secarik kertas dan bilang &#8220;<em>Okay, come back again at this date</em>&#8220;. </p>
<p>Selain dokumen-dokumen yang saya sebutkan tadi, akan sangat berguna juga jika kita membawa serta tiket pesawat pergi-pulang. Lagi-lagi, ini untuk membuktikan bahwa kita pasti pulang. Jelas karena ada tiket perjalanan kembali. Anda juga harus tahu dengan pasti, akan tinggal di mana (jika di hotel, sebutkan nama dan alamatnya juga). Akan lebih baik jika ada contact person warga Amerika di sana yang bisa dihubungi. Jika perjalanan anda ke Amerika Serikat adalah kunjungan wisata, sangat disarankan agar anda berkunjung dengan menggunakan paket wisata yang disediakan oleh jasa agen perjalanan. Biarkan agen perjalanan yang menguruskan visa anda. </p>
<p>Walau sepertinya kemampuan finansial anda akan sangat berpengaruh terhadap status diterima atau tidaknya permohonan visa anda, tapi saya melihat dengan mata kepala sendiri, di loket sebelah kiri saya, seorang ibu berpenampilan borjuis yang juga membawa-bawa buku tabungannya ketika di-interview tapi tetap ditolak. Entah karena apa. Padahal si ibu sudah bilang bahwa dia hendak menjenguk anaknya di sana. </p>
<p>Walau juga ada dugaan masalah nama yang islami bisa menjadi batu sandungan, tapi di loket sebelah kanan saya ada keluarga kecil yang terdiri dari sepasang suami istri dan dua orang anak yang masih balita ber-etnis tionghoa yang juga membawa-bawa tiket masuk ke Disneyland dan travel itenerary di beberapa kota di pantai barat Amerika Serikat, juga ditolak mentah-mentah. Yang saya dengar, bule yang meng-interview nya sempat menyebut-nyebut bahwa si pria tionghoa ini pernah juga ditolak 2x beberapa tahun sebelumnya. Entah karena apa, sepertinya kutukan atas dia belum lepas juga. </p>
<p>Proses normalnya berjalan sekitar 2 minggu. Artinya, sejak hari anda melakukan interview untuk permohonan visa sampai dengan visa tersebut bisa anda ambil kembali memakan waktu sekitar 2 minggu. Jadi, jangan harap bisa pergi mendadak, kecuali anda telah memiliki visa yang masih valid. Untuk alasan kenyamanan pribadi, jangan lupa pula kembali membawa serta beberapa dokumen yang penting (kali ini tidak perlu semua) seperti travel itenerary, voucher hotel, surat undangan (jika datang untuk keperluan bisnis), kartu nama dan uang dollar dalam jumlah memadai harus ada di tangan anda. Sebagai orang yang berasal dari Indonesia, hampir pasti anda akan &#8216;diculik&#8217; untuk mendapatkan &#8216;kelas&#8217; interogasi khusus bagi pendatang dari negara-negara tertentu setibanya anda di Amerika Serikat. <em>Welcome to United States of America!</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.zikri.com/2008/01/08/mengurus-visa-amerika-serikat/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tahun Baru, Situs Baru dan MVP Baru</title>
		<link>http://www.zikri.com/2008/01/04/tahun-baru-situs-baru-dan-mvp-baru/</link>
		<comments>http://www.zikri.com/2008/01/04/tahun-baru-situs-baru-dan-mvp-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jan 2008 02:42:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Zikri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Junk]]></category>

		<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<category><![CDATA[blog]]></category>

		<category><![CDATA[book]]></category>

		<category><![CDATA[buku]]></category>

		<category><![CDATA[exchange]]></category>

		<category><![CDATA[mvp]]></category>

		<category><![CDATA[online]]></category>

		<category><![CDATA[planet]]></category>

		<category><![CDATA[rahmat]]></category>

		<category><![CDATA[situs]]></category>

		<category><![CDATA[web]]></category>

		<category><![CDATA[website]]></category>

		<category><![CDATA[zikri]]></category>

		<category><![CDATA[zikri.com]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.zikri.com/2008/01/04/tahun-baru-situs-baru-dan-mvp-baru/</guid>
		<description><![CDATA[1 tahun yang lalu, untuk pertama kalinya saya ikutan nge-blog. Ya, baru di bulan Januari 2007 itu-lah terjadi. Tidak pernah ada blog lain yang pernah saya buat, walau sebenarnya sejak bertahun-tahun sebelumnya banyak yang menyarankan untuk mengganti situs zikri.com dengan blog.
Selama 1 tahun berjalan, blog yang saya buat dipublikasikan dengan alamat http://blog.zikri.com. Di saat yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1 tahun yang lalu, untuk pertama kalinya saya ikutan nge-blog. Ya, baru di bulan Januari 2007 itu-lah terjadi. Tidak pernah ada blog lain yang pernah saya buat, walau sebenarnya sejak bertahun-tahun sebelumnya banyak yang menyarankan untuk mengganti situs zikri.com dengan blog.</p>
<p>Selama 1 tahun berjalan, blog yang saya buat dipublikasikan dengan alamat http://blog.zikri.com. Di saat yang bersamaan, situs lama saya yang selama ini dikenal dengan nama Planet Zikri! masih setia menghuni alamat utama di zikri.com, yaitu pada alamat http://www.zikri.com.</p>
<p>Sejak pertama kali situs tersebut online pada tahun 1997 (sebelumnya dengan alamat http://zikri.indoglobal.com), situs utama ini pernah beberapa kali mengalami perubahan.  Hal yang paling utama yang membuat situs ini lumayan populer di Internet dan dikunjungi oleh banyak orang dari berbagai belahan dunia adalah kehadiran halaman Books Online, yang sebenarnya hanyalah kumpulan link buku-buku yang bisa dibaca (dan/atau di-download) secara online di Internet yang dulu rajin saya kumpulkan. Kalau tidak salah, updating dari segi content yang signifikan yng saya lakukan itu terjadi di akhir 2003, dengan meng-update halaman Books Online ini. </p>
<p><span id="more-63"></span>Updating minor lain yang terjadi adalah di tahun 2004, menambahkan info status keterlibatan saya dalam tim teknologi informasi pada pelaksanaan hajatan nasional Pemilu 2004. Setelah itu, tidak ada hal lain yang saya tambahkan, bahkan &#8216;pengalaman&#8217; setelah Pemilu 2004 selama 1,5 tahun berstatus sebagai direktur sebuah perusahaan baru pun &#8216;ogah&#8217; saya tambahkan.</p>
<p>Walau sebenarnya sejak 2004 saya sudah memiliki keinginan untuk me-&#8217;moderninasi&#8217; zikri.com dengan aplikasi web modern, tidak sekadar HTML biasa, tapi keinginan tersebut selalu terbentur dengan kemalasan yang berpadu dengan kesibukan lain. Baru pada 12 Januari 2007 lah terealisasi, setelah dibantu Priyadi dan di-&#8217;trigger&#8217; oleh sebuah email dari Microsoft pada 2 Januari 2007 yang menyatakan bahwa saya terpilih sebagai Most Valuable Professional untuk Windows Server System - Exchange Server.  Sebagai persiapan untuk mempertahankan award tersebut di tahun berikutnya, salah satu upaya yang dilakukan adalah membuat blog, karena bisa menjadi sarana untuk menunjukkan kontribusi individu yang bersangkutan dalam dunia &#8216;persilatan&#8217;nya.</p>
<p>1 tahun berjalan setelah Januari 2007 tersebut, sebenarnya kontribusi yang saya lakukan melalui tulisan-tulisan di blog yang signifikan berkaitan dengan teknologi Exchange bisa dibilang minim. Secara pribadi minat saya justru lebih senang membicarakan hal-hal lain di luar hal seputar IT yang menjemukan. Yang benar saja kalau setiap saat dan di setiap tempat saya mesti ngomong itu-itu saja. Tapi untungnya kontribusi saya di luar blog masih sangat cukup untuk membuat Microsoft kembali mengirimkan email pada 2 Januari 2008. Status MVP Exchange Server pun kembali saya peroleh.</p>
<p>Per Januari 2008 ini juga saya putuskan bahwa masa transisi keberadaan 2 situs saya, http://www.zikri.com dan http://blog.zikri.com di-&#8217;merger&#8217; jadi satu. Kembali ke alamat utama, sekarang hanya ada http://www.zikri.com. Isi situs lama dihapus. Isi http://blog.zikri.com dipindahkan ke alamat utama. Alamat situs http://blog.zikri.com tetap bisa diakses, namun sekarang hanya berupa nama alias. Pengunjung akan otomatis di-<i>redirect</i> ke alamat http://www.zikri.com. Halaman <a href="http://www.zikri.com/books-online">Books Online</a> yang selama ini membuat situs saya populer di banyak search engine juga mengalami koreksi. Saya sebut sebagai koreksi karena saat ini saya belum menambahkan koleksi baru. Yang ada malah menghapus banyak sekali koleksi yang ternyata sudah obsolete. Alamat asli sumber bukunya sudah tidak ada di Internet. Ke depan tentunya saya berkeinginan menambahkan link-link baru. Mudah-mudahan tidak perlu waktu bertahun-tahun untuk ini. Hehe.</p>
<p>Jadi, sebagai pembuka tahun 2008 ini adalah Tahun Baru, Situs Baru dan MVP Baru (re-awarded tepatnya. haha.). Selamat tahun baru!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.zikri.com/2008/01/04/tahun-baru-situs-baru-dan-mvp-baru/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kehilangan Login Yahoo</title>
		<link>http://www.zikri.com/2007/12/28/kehilangan-login-yahoo/</link>
		<comments>http://www.zikri.com/2007/12/28/kehilangan-login-yahoo/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Dec 2007 09:43:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Zikri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Junk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.zikri.com/2007/12/28/kehilangan-login-yahoo/</guid>
		<description><![CDATA[Siapa pengguna Internet yang tidak tahu Yahoo? Sepertinya sebuah jawaban yang sudah tidak perlu didebatkan lagi. Mungkin hampir semua orang pengguna Internet pernah menggunakan fasilitas yang ditawarkan oleh Yahoo. Apakah itu menjadi pengguna email gratis yang diberikan oleh Yahoo, atau memanfaatkan instant messaging yang terkenal dengan nama Yahoo! Messenger a.k.a YM, atau &#8220;terpaksa&#8221; menjadi anggota [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siapa pengguna Internet yang tidak tahu Yahoo? Sepertinya sebuah jawaban yang sudah tidak perlu didebatkan lagi. Mungkin hampir semua orang pengguna Internet pernah menggunakan fasilitas yang ditawarkan oleh Yahoo. Apakah itu menjadi pengguna email gratis yang diberikan oleh Yahoo, atau memanfaatkan instant messaging yang terkenal dengan nama Yahoo! Messenger a.k.a YM, atau &#8220;terpaksa&#8221; menjadi anggota mailinglist di bawah Yahoogroups, atau sekadar memanfaatkan search engine-nya. Sebenarnya masih banyak lagi fitur yang ditawarkan oleh Yahoo.</p>
<p>Awal mula saya menjadi pengguna Yahoo sekitar awal tahun 2000. Ini jika dihitung dari secara resmi saya membuat login, bukan hanya memanfaatkan search engine. Semula saya ogah membuat login, yang artinya hanya menambah banyak alamat email yang saya miliki. Ketika itu, selain sudah memiliki beberapa alamat email di bawah domain ITB, juga domain-domain lainnya, email saya yang berdomain pribadi zikri.com pun sudah &#8216;hidup&#8217; dan menjadi trademark yang mudah diingat oleh semua orang. Kalau tidak salah, pertama kali ada teman yang mengajak untuk bikin login di Yahoo adalah pada tahun 1999. Teman saya ketika itu bilang, &#8220;daftar gih, supaya bisa online pakai Yahoo Messenger dan kita bisa chatting&#8221;. Ketika itu saya menolak mendaftar, karena yang ada di dalam benak saya yang namanya &#8216;chatting&#8217; adalah kegiatan tidak produktif yang hanya buang-buang waktu. Baru pada tahun 2000 saya menemukan manfaat penting dari sebuah instant messaging seperti YM ini, ketika mulai melakoni hidup yang &#8216;mobile&#8217;, dari sebuah tempat ke tempat lain. Dari sebuah kota ke kota lain. Instant messaging seperti YM (saya juga memakai Live Messenger, yang dulu dikenal dengan nama Windows Messenger atau MSN Messenger) sangat terasa manfaatnya.</p>
<p><span id="more-57"></span>Ketika sedang berada di luar kota, apalagi untuk keperluan pekerjaan, bisa jadi tiba-tiba ada sesuatu yang tidak saya mengerti dan perlu teman diskusi. Atau sebaliknya, ada teman yang butuh bantuan, padahal saya sedang berada entah di mana. Tanpa harus mengirim email &#8211;yang jelas tidak instan&#8211; atau menelpon &#8211;yang jelas mahal&#8211;, instant messaging hadir sebagai solusi murah dan cepat. Walau demikian, tidak semua orang mengerti arti penting seperti ini. Sebagian pengguna menganggap bahwa YM dan sejenisnya adalah media untuk &#8216;ngerumpi&#8217;, tempat ngobrol ngalor-ngidul dengan teman, yang jika dikembalikan lagi ke &#8216;tuduhan&#8217; saya pada awalnya yaitu hanya sebagai kegiatan tidak produktif yang membuang-buang energi dan waktu secara sia-sia. </p>
<p>Beberapa kali saya pernah menerima protes dari beberapa teman yang di dalam isi kepalanya masih menganggap YM hanya untuk chatting &#8211;online di YM artinya sedang ingin chatting&#8211;, protes karena saya online tapi kalau diajak ngobrol hanya menjawab1-2 patah kata. Kalau ngga mau chatting ngga usah online! Pola pikir pengguna yang belum mencapai tahap &#8216;mature&#8217; dalam ber-Internet semacam inilah yang mengakibatkan beberapa perusahaan membuat policy dalam akses ke Internet bagi para pegawainya, termasuk di antaranya policy untuk mem-blok akses ke instant messaging. Tentu agar pegawainya bisa lebih berkonsentrasi ke pekerjaan ketimbang chatting sepanjang hari. Padahal, sisi positif dari instant messaging juga ada. Setidaknya seperti yang saya sebutkan tadi, bisa dipakai untuk minta bantuan!</p>
<p>Dengan arti penting login Yahoo seperti itu buat saya dan juga mengingat saya telah menggunakan Yahoo secara aktif sejak tahun 2000, bisa dibayangkan apa jadinya jika tiba-tiba kehilangan akses ke Yahoo. Apalagi kalau mengingat daftar contact yang ada sudah luar biasa. Dulu, pernah ada batasan jumlah contact, seingat saya pernah mengalami beberapa kali peningkatan dalam batas, 100, 200, 300, 500. Padahal daftar &#8216;antrian&#8217; yang hendak masuk list lebih dari itu. Dulu, tidak jarang saya terpaksa menghapus beberapa ID yang dianggap pasif, ngga jelas, nyaris tidak pernah online atau yang ngga ada gunanya, agar bisa menambahkan contact baru yang perlu di-approve. Sekarang, saya tidak tahu berapa quota daftar contact/friend yang diberikan oleh Yahoo. Yang jelas pada saat ini list di YM saya &#8211;yang beruntung tidak tereliminasi&#8211; mendekati angka 700! Rasanya kapan pun saya online, hari kerja atau libur, siang atau dini hari, seabrek orang akan tetap terlihat online di jendela YM saya <img src='http://www.zikri.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tahun lalu, pertengahan 2006, tiba-tiba saja saya tidak bisa login. Sebenarnya ini salah saya. Mengganti password, lalu lupa dengan password baru tersebut. Karena salah satu standar password yang saya pakai adalah harus kompleks, ada huruf besar, kecil, angka dan special character! Ketika itu sedang &#8216;mewabah&#8217; email &#8216;phising&#8217; di Internet, yang bisa berakibat password anda bisa diambil alih oleh orang lain. Pada periode sekitar Mei-Juli 2006, tiba-tiba saja ada beberapa teman yang meng-add saya di YM dengan menggunakan ID baru. Ke mana ID lamanya yang selama ini mereka pakai? Kenapa ganti baru? Ternyata mereka tidak bisa login ke ID nya yang selama ini dipakai.</p>
<p>Buat saya &#8211;dan tentu juga beberapa di antara mereka&#8211; hal itu adalah seperti mimpi buruk. Ada banyak contact penting di dalam list YM dan tiba-tiba kita kehilangan akses ke sana. Lebih buruk lagi jika mengingat ID Yahoo saya juga dipakai untuk mengelola beberapa mailinglist yang saya anggap penting. Kehilangan akses ke login Yahoo sama saja mematikan milis-milis tersebut secara perlahan. Sebelum terjadi, sekaligus dalam rangka periodik mengganti password, saya ganti saja password Yahoo dengan yang lebih kompleks. Saking hebatnya, esok harinya pun saya sendiri lupa nulis apa!</p>
<p>Hey, it&#8217;s okay&#8230; Kita bisa pakai fasilitas Yahoo untuk men-generate password baru. Saya coba masukkan data saya, it worked. Tapi sampai batas validasi data saja. Ketika masuk ke pilihan apakah akan menampilkan password baru di monitor atau kirim via alternate-email yang pernah didaftarkan, saya coba tampilkan di monitor. Kali ini ada satu pertanyaan rahasia yang harus saya jawab. Pertanyaan yang saya buat sendiri. &#8220;When is your anniversary?&#8221; Buset. Anniversary. Bukan birthday. Lagi-lagi saya lupa anniversary apa pula? Bisa jadi hal-hal yang saya anggap penting dalam kehidupan, atau jangan-jangan hari jadi kesatuan semacam Kopassus! haha.. Kalau pun ingat apa yang saya maksud, &#8216;bencana&#8217; berikutnya adalah bagaimana ketika itu saya menuliskan format tanggalnya? Benar-benar secret question yang gila!</p>
<p>Gagal lah upaya untuk menampilkan password baru. Harapan berikutnya adalah pada option untuk mendapatkan password baru yang akan dikirimkan secara otomatis ke alternate-email. Saya sudah mendaftarkan beberapa alamat email sebagai alternate-email. Ada beberapa, karena saya menggunakan beberapa nama domain untuk identitas saya di beberapa milis. Saya klik pilihan ini. Sukses. Ada pesan yang mengatakan bahwa email yang berisi password baru telah terkirim ke alamat email alternatif. Ditunggu-tunggu, ternyata tidak sampai-sampai. Di folder junk-mail pun tidak ada. Saya ulangi lagi. Sama saja. 2-3 hari coba, akhirnya menyerah. Ini pasti ada apa-apa dengan sistemnya. Apalagi beberapa teman telah lebih dulu menyerah dan membuat login baru di Yahoo.</p>
<p>Tapi saya masih belum benar-benar menyerah. Saya coba hubungi pihak Yahoo melalui email. Saya tulis permasalahan saya apa. Juga saya sebut bahwa saya mengerti bahwa saya hanyalah user gratisan. Bukan pengguna premium yang membayar ke Yahoo. Tapi saya sangat berharap mereka mau menolong, karena saya sangat membutuhkan seabrek contact list di YM saya kembali, juga tentunya akses ke beberapa milis penting bisa saya kontrol kembali! Lagi-lagi, 2-3 hari tidak ada respon. Kali ini saya ulangi lagi email saya, lebih panjang lebar dan terstruktur. Juga dilengkapi dengan penjelasan action apa saja yang sudah saya ambil. Saya sebutkan kalau saya sudah coba menu untuk men-generate password baru. Tapi sampai detik itu saya tidak pernah mendapatkannya di mailbox @zikri.com. Email saya lengkapi dengan beberapa capture screenshot langkah-langkah yang sudah saya kerjakan. Saya lingkari beberapa bagian penting dengan warna merah dan diberi keterangan dalam textbox. Saya juga menyebutkan beberapa bukti kepemilikan saya atas login Yahoo yang sedang saya klaim. Email ini saya kirimkan rangkap 10! Untuk memastikan bahwa mereka harus &#8220;pay attention&#8221; pada kasus saya. </p>
<p>Beberapa hari berturut-turut, email tersebut saya kirim ulang. Sampai sebuah kejutan terjadi di hari ke-tujuh. Tiba-tiba ada respon dari pihak Yahoo. Tapi ternyata mereka hanya seperti &#8220;mesin&#8221; di sistem generator password mereka. Lagi-lagi bertanya beberapa data yang sudah saya jawab lewat web. Tapi pada bagian &#8220;When is your anniversary?&#8221; saya jawab ini masalahnya. Saya lupa. Saya berikan &#8216;pelajaran&#8217; singkat kepada mereka, bahwa jika saya bisa menerima email mereka lewat alternate email saya di luar Yahoo ini, kemudian saya bisa membalas kembali, artinya saya dan dia telah sukses melakukan autentikasi 3 arah (3-way handshake authentication). Jika masih tidak percaya juga, bisa kontak saya lewat salah satu email namamilis-owner@yahoogroups.com pada milis-milis yang saya kelola. Ternyata mereka cerdas dan baik hati. Segera setelah itu, mereka mengirimkan email yang berisi password baru untuk saya! Gotcha!</p>
<p>Perjuangan ternyata tidak sia-sia. Saya mendapatkan kembali akses ke Yahoo. Sungguh tidak terbayang, Yahoo yang user-nya jutaan orang, ternyata masih mau melayani user yang menggunakan fasilitasnya secara gratis seperti saya.</p>
<p>Hampir 1,5 tahun berlalu, kasus hampir sama kembali berulang. Penyebabnya kali ini karena YM 9.0 Beta yang saya coba. Beberapa kali ada error yang menyebut bahwa  ID atau password saya salah. Aneh. Padahal sejak pagi saya bisa online. Hanya ketika tiba-tiba disconnected, jadi ngga bisa online. Kalau saya coba di YM 8.1, bisa masuk. Awalnya saya pikir mungkin YM 9.0 Beta pusing dengan password yg kompleks. Saya coba ganti jadi password sederhana. Tapi ternyata masih juga sama. Awalnya bisa login, tapi terus error lagi. Beberapa kali ganti password, sampai lagi-lagi saya lupa lagi. Kali ini saya berharap sistem Yahoo sudah OK. Saya coba generate password agar dikirim via email. Ternyata gagal lagi.</p>
<p>Kali ini saya langsung kirim email kembali ke pihak Yahoo. Email respon mereka tempo hari itu saya forward saja. Biar ngga usah banyak basa-basi. Saya langsung bilang kalau kasus 1,5 tahun lalu terjadi kembali. Sambil menunggu jawaban dari mereka, saya iseng login dengan ID alternatif saya di Yahoo, yang sempat saya buat 1,5 tahun lalu dan rencananya dipakai permanen andai saja ID &#8216;asli&#8217; saya tidak kembali lagi. Tapi saya juga lupa password di ID alternatif ini. Saya coba get new password. Ternyata berhasil. Akhirnya saya simpulkan, sistem Yahoo &#8216;mabok&#8217; ketika berhadapan dengan ID yang memiliki beberapa alternate-email yg teregister di sistem mereka. Setelah sukses mendapatkan password baru untuk ID alternatif saya, saya coba kembali untuk men-generate password baru untuk ID &#8216;asli&#8217; saya. Kali ini berhasil! Mungkin karena alamat email alternatif satu-satunya yang saya pakai di ID Yahoo alternatif saya sama persis dengan salah satu alamat email alternatif (dari 4 alamat yang saya daftarkan) pada ID Yahoo &#8216;asli&#8217; saya. Akhirnya, kembali saya bisa online. Tapi esok harinya, passwordnya invalid lagi. Ternyata kali ini pihak Yahoo yang langsung mengganti password saya berdasarkan request saya lewat email. Tanpa korespondensi lagi, mereka langsung percaya <img src='http://www.zikri.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kali ini support mereka benar-benar saya berikan acungan jempol&#8230; dan kali ini mereka meminta saya mengisi kuisioner soal kepuasan terhadap layanan mereka. Saya pun mengisi dengan senang hati dan memberikan semua jempol buat mereka.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.zikri.com/2007/12/28/kehilangan-login-yahoo/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Yang Tersisa dari Lebaran</title>
		<link>http://www.zikri.com/2007/12/14/yang-tersisa-dari-lebaran/</link>
		<comments>http://www.zikri.com/2007/12/14/yang-tersisa-dari-lebaran/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Dec 2007 07:08:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Zikri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Information]]></category>

		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<category><![CDATA[Opinion]]></category>

		<category><![CDATA[adha]]></category>

		<category><![CDATA[aidin]]></category>

		<category><![CDATA[faidzin]]></category>

		<category><![CDATA[faizin]]></category>

		<category><![CDATA[fitri]]></category>

		<category><![CDATA[hilal]]></category>

		<category><![CDATA[hisab]]></category>

		<category><![CDATA[idul]]></category>

		<category><![CDATA[lebaran]]></category>

		<category><![CDATA[minal]]></category>

		<category><![CDATA[minkum]]></category>

		<category><![CDATA[minna]]></category>

		<category><![CDATA[puasa]]></category>

		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>

		<category><![CDATA[rukyat]]></category>

		<category><![CDATA[syawal]]></category>

		<category><![CDATA[taqabbalallahu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.zikri.com/2007/12/14/yang-tersisa-dari-lebaran/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Lebarannya hari apa?&#8221;, begitulah pertanyaan yang sempat saya terima beberapa hari sebelum Idul Fitri 1428H yang lalu. &#8220;Jum&#8217;at&#8221;, begitu jawab saya. Lantas segera meluncur respon berikutnya, &#8220;Heran, kenapa sih mau lain sendiri. Beda dengan Pemerintah&#8221;.
Penetapan hari H jatuhnya tanggal 1 Syawal 1428H dari jaman dulu sampai sekarang menjadi sebuah polemik. Namun, sebenarnya itu bukanlah sebuah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Lebarannya hari apa?&#8221;, begitulah pertanyaan yang sempat saya terima beberapa hari sebelum Idul Fitri 1428H yang lalu. &#8220;Jum&#8217;at&#8221;, begitu jawab saya. Lantas segera meluncur respon berikutnya, &#8220;Heran, kenapa sih mau lain sendiri. Beda dengan Pemerintah&#8221;.</p>
<p>Penetapan hari H jatuhnya tanggal 1 Syawal 1428H dari jaman dulu sampai sekarang menjadi sebuah polemik. Namun, sebenarnya itu bukanlah sebuah isu yang harus dibesar-besarkan. Seperti yang sudah saya tulis beberapa bulan yang lalu yang berjudul Mengapa <a href="http://blog.zikri.com/2007/02/01/mengapa-idul-fitri-bisa-berbeda-hari">Idul Fitri Bisa Berbeda Hari?</a>, hal ini disebabkan karena adanya perbedaan pendekatan/metodologi, dengan cara hisab (kalkulasi astronomi) dan rukyat (melihat kemunculan bulan secara kasat mata). Dua-duanya bernilai benar. Dua-duanya juga memiliki dasar hukum yang kuat.</p>
<p><span id="more-56"></span>Berbahagia-lah umat Islam, karena agama membolehkan umatnya menggunakan akal dalam menerima sebuah kebenaran. Silahkan saja mengimani cara yang mana. Mau ikut pemerintah silahkan, mau ikut pendapat yang [kebetulan] berbeda dengan pemerintah juga monggo. Berbahagia pula-lah kita sebagai rakyat Indonesia, karena pemerintah memberikan kebebasan kepada penduduknya untuk memilih mana yang mau diikuti. Tidak ada paksaan untuk mengikuti hasil penetapan pemerintah. </p>
<p>Menurut hemat pribadi saya, kita sebagai umat hanya berkewajiban mengikuti mana yang kita anggap benar. Allah SWT Maha Pengasih. Yang penting itu niatnya dan kita meyakini kebenaran tersebut. Toh mereka yang di atas sana yang telah menentukan kapan jatuhnya 1 Syawal 1428H pasti tidak akan sembrono asal-asalan. Karena berdosa-lah mereka jika membuat kesalahan dengan sengaja, lantas diikuti oleh orang banyak yang mempercayainya.</p>
<p>Menghadapi pertanyaan di atas tadi, saya kembali ingin menulis ada masalah apa di balik penetapan tanggal 1 Syawal? Tulisan ini melengkapi tulisan saya beberapa bulan yang lalu.</p>
<p>Sepatutnya yang menjadi masalah bukan hanya 1 Syawal, tapi juga tanggal-tanggal yang lain. Mengapa? Kalender Hijriah menggunakan dasar hitungan revolusi bulan mengelilingi bumi. 1 orbit putaran penuh disebut dengan 1 bulan. Berbeda dengan kalender Masehi yang jumlah harinya setiap bulan antara 30 atau 31 hari (dengan pengecualian bulan Februari), jumlah hari dalam kalender Hijriah kebanyakan adalah 29 hari dan kadang-kadang berjumlah 30 hari (tidak ada ketentuan mana bulan yang berjumlah 29 hari dan mana yang 30 hari). </p>
<p>Akhir bulan adalah pada saat ijtima’ (posisi konjungsi bulan). Pada posisi ini bulan tidak terlihat. Ketika posisi bulan, bumi dan matahari mulai bergeser, bulan akan mulai (dapat) terlihat. Ini lah awal bulan menurut kalender Islam/Hijriah (itu sebabnya, secara siklus kalender, bulan purnama terjadi pada pertengahan bulan menurut kalender lunar/berdasarkan peredaran bulan, seperti kalender hijriah ini). Yang menjadi masalah adalah kesempatan (waktu) untuk dapat melihat posisi ini sangatlah terbatas. Apalagi, posisi konjungsi ini mungkin saja terjadi pada saat hari masih terang (siang). Berdasarkan kalkulasi astronomis, ijtima&#8217; terjadi pada hari Kamis 11 Oktober 2007, siang hari. Kalau tidak salah, sekitar jam 12 siang! Antara kondisi konjungsi sampai posisi &#8216;muncul&#8217; nya bulan pada hari Kamis 11 Oktober 2007 itu menurut hitungannya hanya dalam waktu 1 menit sekian puluh detik (saya kehilangan referensi tulisan pada artikel berita yang saya baca pada waktu itu). Apa pun kondisinya, menurut hitungan astronomis, mestinya siang itu sudah masuk ke tanggal 1 Syawal 1428H. Namun karena tidak dikenal istilah &#8220;puasa setengah hari&#8221;, maka untuk hari tersebut puasanya mesti disempurnakan (sampai waktu Maghrib).</p>
<p>Dengan waktu yang terbatas &#8212;lebih kurang 2 menit tersebut&#8212; dan juga tingginya intensitas cahaya matahari (karena masih siang), sangat sulit jika kita berharap dapat melihat kemunculan bulan (hilal). Dalam waktu kurang dari 2 menit, kita harus berlomba membidikkan alat &#8216;intip&#8217; langit ke arah yang tepat sehingga langsung dapat memanfaatkan waktu 2 menit itu untuk menunggu kesempatan melihat munculnya bulan pada arah bidikan tersebut, tapi juga berlomba dengan tingginya cahaya matahari, berharap bahwa cahaya tersebut tidak cukup terang untuk &#8216;menyembunyikan&#8217; bulan dari pandangan mata kita. </p>
<p>Berdasarkan kalkulasi astronomi inilah yang menjadi pendapat PP Muhammadiyah di Indonesia, bahwa shalat iedul fitri dilaksanakan pada hari Jumat, 12 Oktober 2007. Sebaliknya, PB Nahdlatul Ulama (dan juga Pemerintah) melalui hasil keputusannya (setelah mencoba melihat bulan pada hari kamis) menyatakan bahwa bulan tidak terlihat. Oleh karena itu, bulan Ramadhan 1428H digenapkan jumlah harinya menjadi 30 hari. Ini juga tidak bisa disalahkan. Karena juga memiliki dasar hukum. Bahwa jika tanda-tanda awal bulan tidak terlihat, maka jumlah hari pada bulan berjalan itu digenapkan menjadi 30 hari (ini sebabnya mengapa jumlah hari dalam bulan pada kalender Hijriah tidak ada kepastian mana yang 29 dan mana yang 30, tidak seperti bulan-bulan di kalender Masehi).</p>
<p>Kembali ke pertanyaan yang diajukan ke saya (pada paragraf pertama), saya sempat menjawab juga, &#8220;Lain sendiri bagaimana?&#8221; Yang (kebetulan) ber-idul fitri pada hari Jumat, 12 Oktober 2007 bukan hanya warga Muhammadiyah di Indonesia, tapi mereka yang ada di jazirah arab pun berlebaran pada hari <a href="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/10/tgl/12/time/040439/idnews/840857/idkanal/10">Jumat</a>. Lho, itu kan di Arab, beda jam dong dengan Indonesia&#8230; Kalau mau dipakai logika &#8216;jam&#8217;, mereka yang ada di belahan dunia &#8220;sebelah sono&#8221;, yaitu di Amerika Serikat dan Kanada, pun <a href="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/10/tgl/12/time/142428/idnews/840960/idkanal/10">merayakan</a> 1 Syawal 1428H pada hari Jumat 12 Oktober 2007. Lantas &#8220;lain sendiri&#8221; nya di mana?</p>
<p>Mengapa ada kecenderungan selama ini pendapat PP Muhammadiyah berbeda hasil dengan PB Nahdlatul Ulama (dan juga pemerintah) dalam hal penentuan tanggal 1 Syawal (juga terjadi pada penentuan 1 Dzulhijjah, untuk menentukan tanggal 10 Dzulhijjah &#8212;Idul Adha)? Menurut pendapat pribadi saya sebenarnya sederhana saja. Pertama jelas karena adanya perbedaan metodologi. PP Muhammadiyah menggunakan perhitungan astronomi. Sedangkan PB NU menggunakan rukyatul hilal (melihat tanda kemunculan bulan pada petang/malam sebelum tanggal 1). Menurut Islam, dua-duanya dibenarkan. Organisasi Nahdlatul Ulama sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia seyogyanya mempunyai &#8220;suara yang besar&#8221; pula di Pemerintah. Sehingga kerap terjadi bahwa &#8220;suara Pemerintah&#8221; dalam penentuan 1 Syawal identik dengan &#8220;suara NU&#8221;. </p>
<p>Dasar saya mengimani pendapat PP Muhammadiyah juga sederhana. Dengan kemajuan teknologi yang ada pada saat ini, kita bisa menghitung (dan tentu saja memprediksi) pergerakan benda-benda langit. Buktinya juga sederhana. Para ahli astronomi kita bisa menentukan dengan tepat jam berapa akan terjadi gerhana matahari atau bulan misalnya. Penguatan lainnya adalah, kita juga selama ini sudah terbiasa dan bisa menentukan kapan waktu sholat, pun berdasarkan kalkulasi astronomi. Mengapa kita tidak menggunakan cara &#8220;primitif&#8221; sebagaimana halnya di jaman Rasulullah SAW dengan melihat posisi benda langit (matahari)? Mengapa &#8220;hanya&#8221; menentukan kapan posisi konjungsi bulan, bumi dan matahari saja tidak bisa? </p>
<p>Alasan kedua, &#8220;kesempatan&#8221; untuk melihat hilal itu sangat sulit. Bisa saja tidak terlihat karena intensitas cahaya matahari yang masih sangat tinggi pada waktu konjungsi itu terjadi (seperti pernyataan di atas), bisa juga karena &#8220;salah bidik&#8221; ke posisi yang tidak ada bulannya, atau karena cuaca yang tidak mendukung. Saya pribadi berpendapat bahwa cara melihat langsung (hilal) ini ada karena teknologi pada jaman Rasulullah belum se-modern sekarang &#8212;walau ilmu astronomi sendiri berkembang pesat karena sumbangan-sumbangan cendekiawan Islam pada masa lampau.  Jumlah hari dalam setiap bulan pada kalender Hijriah kebanyakan adalah 29 hari, hanya kadang-kadang dibulatkan menjadi 30 hari. Ini juga yang mendasari saya mempercayai bahwa bulan Ramadhan dibulatkan menjadi 30 hari itu jarang terjadi. Alasan yang terakhir adalah karena Indonesia adalah negara sekuler. Sehingga walau dalam Islam diajarkan untuk ikut/patuh pada pimpinan (negara), tapi karena Indonesia adalah negara sekuler (memisahkan urusan agama dan urusan pemerintahan), menurut pemahaman saya kewajiban patuh tersebut menjadi luntur (dalam hal ini untuk urusan agama, karena kalau untuk urusan nasionalisme, ngga usah tanya saya lagi <img src='http://www.zikri.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> ). Dalam posisi ini, fungsi negara hanya sebagai fasilitator.</p>
<p>Sekedar menyoroti hal &#8216;kecil&#8217; pada pelaksanaan shalat ied &#8211;yang disunnah-kan dilaksanakan di lapangan&#8211;, beberapa kali saya melihat ada saja orang yang begitu tiba di lapangan langsung sholat 2 raka&#8217;at. Ngga jelas asal usulnya, tapi menurut perkiraan saya, orang itu melakukan shalat tahiyatul &#8216;lapangan&#8217;! Seperti hal-nya kita shalat 2 raka&#8217;at ketika memasuki masjid, shalat tahiyatul masjid dimaksudkan sebagai &#8216;penghormatan&#8217; terhadap masjid sebagai rumah Allah. Shalat tahiyatul masjid ada tuntunannya. Tapi shalat 2 raka&#8217;at di lapangan sebagai tahiyatul &#8216;lapangan&#8217; adalah perbuatan bid&#8217;ah alias mengada-ada tanpa dasar hukum yang jelas.</p>
<p>Kembali ke persoalan penentuan awal bulan, sekali lagi benang merah yang harus kita ambil bukanlah pada polemik pertentangan perbedaan hasil, tapi justru kepada rahmat yang diberikan. Bahwa Islam membolehkan umatnya menggunakan akalnya masing-masing, untuk mengimani mana yang dianggap benar. Jika kita yakin 1 Syawal itu (kemarin) jatuhnya pada hari Jumat, jangan berpuasa pada hari itu. Karena haram hukumnya berpuasa di 1 Syawal. Tapi jika tidak yakin, jangan tidak puasa. Karena berdosa jika tidak puasa di bulan Ramadhan. Ngga ada masalah mau memilih lebaran di hari yang mana. Yang penting kita meyakininya. Hal terpenting yang justru harus dijaga adalah ukhuwah, rasa persaudaraan. Ini adalah hal yang wajib hukumnya. Jangan karena lebarannya berbeda, lantas gontok-gontokan.</p>
<p>Hari lebaran &#8212;terutama idul fitri&#8212; kerap dipakai sebagai ajang bermaaf-maafan. Walau menurut hemat saya, lebih afdol itu jika bermaaf-maafan sebelum berpuasa. Sehingga ketika kita menjalankan ibadah puasa (shaum) yang katanya bisa menghapus dosa-dosa kita, ibadah ini bisa lebih &#8216;plong&#8217; karena semua urusan dengan manusia telah dibereskan. Baru berikutnya urusan dengan Sang Pencipta. Sebagai sebuah landasan pemikiran adalah dosa durhaka kepada Ibu/Bapak. Allah tidak akan mengampuni dosa besar ini, kecuali si anak telah meminta ampun pada orangtuanya dan sang Ibu/Bapak mau mengampuninya. Itu artinya, selesaikan dulu urusan horisontal, baru urusan vertikal. Bukan terbalik.</p>
<p>Kalimat yang dianjurkan oleh Rasulullah Muhammad SAW untuk diucapkan pada waktu hari raya Idul Fitri adalah &#8220;Taqabbalallahu minna wa minkum&#8221;, yang kurang lebih berarti &#8220;semoga Allah menerima semua amal ibadah kita dan kamu sekalian&#8221;. Sebuah kalimat yang semestinya disambut dengan jawaban &#8220;Taqabbal yaa kariim&#8221;. Beberapa tahun terakhir kalimat ini sudah mulai populer. </p>
<p>Yang &#8216;lucu&#8217; di waktu lebaran ini adalah penggunaan kalimat &#8220;Minal aidin wal faizin&#8221;, yang kerap salah tulis atau sebut menjadi &#8220;Minal aizin wal faizin&#8221;.. yang lebih sering disebut juga sebagai &#8220;faidzin&#8221;. Walau tidak salah untuk digunakan, tapi akan lebih tepat jika menggunakan kalimat yang dianjurkan sebelumnya. Hal &#8216;lucu&#8217; pada kalimat terakhir ini adalah banyak orang salah kaprah menganggap &#8220;Minal aidin wal faizin&#8221; ini berarti &#8220;Mohon maaf lahir dan batin&#8221;. Padahal arti sebenarnya dari kalimat &#8220;minal aidin wal faizin&#8221; adalah &#8220;semoga kita termasuk ke dalam golongan yang kembali (fitrah) dan semoga kita termasuk ke dalam golongan yang meraih kemenangan&#8221;. Jika diperhatikan, ucapan &#8220;minal aidin wal faizin&#8221; sebagai ucapan populer pada idul fitri merupakan budaya yang terjadi di Indonesia. Di negara lain, nyaris tidak terdengar. Sering kali setiap lebaran saya selalu tersenyum-senyum sendiri ketika mendapat ucapan &#8220;Minal aidin yaaaaaaaaaaaaaaa&#8230;&#8221;. Mungkin jawabannya adalah &#8220;Iya yaa&#8230;.&#8221; <img src='http://www.zikri.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.zikri.com/2007/12/14/yang-tersisa-dari-lebaran/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Minum Kopi Yuk</title>
		<link>http://www.zikri.com/2007/10/09/minum-kopi-yuk/</link>
		<comments>http://www.zikri.com/2007/10/09/minum-kopi-yuk/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Oct 2007 05:20:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Zikri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Information]]></category>

		<category><![CDATA[Junk]]></category>

		<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<category><![CDATA[aceh]]></category>

		<category><![CDATA[arabika]]></category>

		<category><![CDATA[aroma]]></category>

		<category><![CDATA[bandung]]></category>

		<category><![CDATA[cafe]]></category>

		<category><![CDATA[ganja]]></category>

		<category><![CDATA[java]]></category>

		<category><![CDATA[jawa]]></category>

		<category><![CDATA[kafein]]></category>

		<category><![CDATA[kopi]]></category>

		<category><![CDATA[lampung]]></category>

		<category><![CDATA[robusta]]></category>

		<category><![CDATA[toraja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.zikri.com/2007/10/09/minum-kopi-yuk/</guid>
		<description><![CDATA[Minum kopi adalah salah satu ritual wajib saya setiap hari. Ngga mungkin lupa. Karena &#8216;alarm&#8217; dalam metabolisme tubuh sudah otomatis akan mengingatkan jika pada hari tersebut saya belum meng-konsumsi zat kafein yang terkandung dalam setiap cangkir kopi.
Sejak usia SD/SMP saya sudah suka dengan kopi. Tapi sekadarnya saja. Belum tentu seminggu sekali minum kopi. Kebiasaan minum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Minum kopi adalah salah satu ritual wajib saya setiap hari. Ngga mungkin lupa. Karena &#8216;alarm&#8217; dalam metabolisme tubuh sudah otomatis akan mengingatkan jika pada hari tersebut saya belum meng-konsumsi zat kafein yang terkandung dalam setiap cangkir kopi.</p>
<p>Sejak usia SD/SMP saya sudah suka dengan kopi. Tapi sekadarnya saja. Belum tentu seminggu sekali minum kopi. Kebiasaan minum kopi ini baru muncul ketika masuk SMA.  Tepatnya ketika saya mulai memiliki sebuah PC (baca tulisan sebelumnya).</p>
<p><span id="more-55"></span>Berdasarkan jenisnya, kopi bisa dikelompokkan menjadi 2 (dua) jenis, kopi robusta dan kopi arabika. Tidak sulit untuk membedakan keduanya. Berdasarkan aromanya saja sudah bisa dibedakan. Paling gampang disebutkan di sini adalah bahwa kopi arabika itu beraroma wangi dan ’ringan’. Sebaliknya, kopi robusta beraroma lebih ’berat’.</p>
<p>Dari aromanya saja, bisa ditebak dengan mudah bahwa kopi-kopi yang banyak ditemukan di kafe-kafe yang menjamur di pusat-pusat perbelanjaan di banyak kota itu hampir bisa dipastikan berjenis kopi arabika. Jenis kopi ini cocok sekali sebagai teman santai. Bahkan untuk diminum oleh kaum perempuan sekali pun. Kopi jenis ini bukanlah jenis kopi yang cocok untuk teman begadang. Karena efek kafeinnya tidak cukup untuk membuat mata terbelalak tanpa kantuk.</p>
<p>Sebaliknya, jenis kopi yang pas untuk teman begadang atau ronda di malam hari adalah kopi robusta. Ciri khas dari kopi ini adalah berasa lebih pahit. Aroma wangi bukanlah nilai utamanya, melainkan kepekatan dan kepahitan yang khas-lah yang menjadi kelebihannya. Kopi jenis ini lebih banyak ditemukan di warung-warung pinggir jalan atau di terminal. Karena bagi mereka yang sering berada di tempat-tempat tersebut, yang namanya ngopi itu tujuannya memang untuk melek-melekan. Beda dengan peminum kopi di mall.</p>
<p>Kopi robusta banyak dihasilkan di daerah dataran rendah. Contoh kopi robusta yang populer di Indonesia adalah kopi Lampung. Beberapa merek yang saya kenal di kampung halaman kini dapat dengan mudah saya ditemukan di beberapa pasar swalayan, setidaknya di Jakarta atau Bandung. Sedangkan kopi arabika berasal dari daerah dataran tinggi. Penghasil kopi arabika di Indonesia yang menjadi favorit saya adalah kopi Toraja.</p>
<p>Selain Lampung dan Toraja, masih ada beberapa daerah lain di Indonesia yang juga menghasilkan kopi dengan kualitas dan rasa yang bagus. Kopi asal Indonesia ini sejak beberapa abad yang lalu sudah terkenal di mancanegara. Saking terkenalnya, salah satu bahasa pemrograman yang populer saat ini, yaitu bahasa Java, diambil dari kopi Indonesia! Ceritanya, para pencipta bahasa pemrograman Java itu bingung mau memberi nama apa pada bahasa pemrograman yang merek