Mengurus Visa Amerika Serikat

Written on 8 January, 2008 – 14:13 | by Rahmat Zikri |

Visa merupakan salah satu syarat wajib yang mesti dimiliki oleh seseorang untuk dapat memasuki wilayah kedaulatan sebuah negara. Kecuali jika negara tersebut memiliki perjanjian bebas visa dengan negara kita (misal, orang Indonesia bebas bepergian ke Singapura atau Malaysia tanpa harus membuat visa terlebih dahulu).

Berdasarkan pengalaman mengurus visa di beberapa negara, urusan yang satu ini sebenarnya kegiatan gampang-gampang susah. Tergantung ke negara mana kita hendak berkunjung.

Pada dasarnya tujuan pembuatan visa sekadar masalah tertib administrasi saja. Maksudnya, pihak negara yang akan dikunjungi itu ingin agar semua tamunya terdata dengan baik. Namun, tidak semua negara merasa nyaman dikunjungi (baca: tidak terlalu ‘welcome’ rumahnya didatangi tamu). Sudah menjadi rahasia umum, negara yang paling bersikap paranoid untuk urusan yang satu ini adalah Amerika Serikat.

Boleh percaya boleh tidak (kalau tidak percaya ya coba sendiri saja), dari ratusan orang yang terlihat antri setiap paginya di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di depan Stasiun Gambir, Jakarta, tidak sampai separuhnya yang sukses mendapatkan visa untuk memasuki wilayah Amerika Serikat!

Pada tulisan ini, saya mencoba menuliskan tips agar anda tidak sia-sia berjuang.. Atau sebaliknya, membuat anda tahu diri bahwa belum waktunya mendapatkan visa Amerika Serikat. Terdengar kasar memang. Tapi itulah kenyataan yang akan anda hadapi jika maju terus. Secara tidak langsung, tulisan ini juga dapat diimplementasikan ketika mengurus visa di kedutaan besar negara-negara lainnya (catatan: pengurusan visa Amerika Serikat adalah yang tersulit). –Sedikit pengecualian adalah untuk negara-negara di bawah bendera Uni Eropa. Pada saat ini mereka mengimplementasikan visa “satu atap” yang dikenal dengan nama Visa Schengen. Dengan memiliki visa ini, kita bisa memiliki hak berkunjung ke beberapa negara sekaligus. Untuk mengurusnya, bisa di kedutaan besar negara Uni Eropa mana pun. Namun standar pelaksanaannya adalah diurus di negara yang akan kita kunjungi paling lama di antara negara-negara yang mungkin akan kita kunjungi. Jika ternyata relatif sama, maka yang diambil adalah negara pertama yang akan kita singgahi.

Dengan alasan keamanan warga negaranya dan keamanan si pengunjung itu sendiri, pemerintah Amerika Serikat memang sangat ketat dalam menyeleksi siapa saja orang yang boleh masuk dan siapa yang tidak boleh. Walau alasannya sangat bagus, namun tidak jarang masalah subyektivitas dalam menilai pemohon visa sangat kental. Coba saja berjenggot tebal dan panjang, berbaju gamis, celana menggantung dan memegang tasbih, dijamin anda akan mendapat perhatian ekstra dan segudang pertanyaan untuk men-skak-mat anda, sehingga mereka punya alasan bahwa anda tidak punya cukup alasan kuat untuk datang ke Amerika Serikat.

Seperti halnya mengurus visa di semua kedutaan besar negara-negara lain, pemohon harus memulai proses dengan membuat jadwal interview. Untuk Amerika Serikat, permohonan pembuatan janji jadwal interview bisa dilakukan lewat email atau telpon (sepertinya lebih baik lewat email) (update: sekarang harus dilakukan secara online lewat situs web Kedubes AS). Lihat keterangan alamat email dan/atau nomor telpon pada situs U.S. Embassy – Jakarta di link ini. Sebutkan nama lengkap dan nomor paspor anda, sebutkan tujuan utama/jenis visa yang ingin diperoleh (kunjungan wisata, sosial, bisnis atau bahkan migran). Sebutkan pula hari/tanggal yang anda inginkan. Sepengetahuan saya, kapan pun tanggal yang anda minta selalu di-amini, kecuali tanggal tersebut adalah hari libur (termasuk hari libur nasional di Amerika Serikat). Pada tanggal tersebut, anda diminta untuk datang pagi hari jam 07.00. Beberapa orang malah sudah berdiri di tempat antrian sejak sebelum jam 6 pagi! Pintu masuknya sendiri baru mulai dibuka pada pukul 08.00. Yang perlu diingat, loket kasir tutup pukul 10.00.

Sejak akhir tahun 2005, pemerintah Amerika Serikat mengharuskan semua pemohon untuk menggunakan formulir aplikasi pendaftaran elektronik (formulir DS-156) yang diisi di situs web yang telah disediakan. Formulir ini bisa diisi pada halaman web ini. Cetak dan bawa formulir yang sudah diisi dan mendapatkan barcode dari web ini ketika anda hendak mengantri di kedutaan. Tanpa membawa paspor dan formulir, anda tidak akan dilayani. Jangan lupa pula menyertakan pas foto berukuran 5×5. Ada standar ukuran khusus yang telah ditetapkan. Jangan asal 5×5. Amannya, katakan pada studio foto tempat anda hendak membuat pas foto, bahwa anda hendak membuat visa Amerika Serikat. Jika dia tidak mengerti, tinggalkan. Cari saja studio foto yang lain. Di Jakarta banyak studio yang paham koq. Apalagi di sekitar Jalan Sabang, jelas-jelas mereka memajang tulisan “Terima pas foto visa U.S.”.

Antrian pertama yang harus dilalui di depan ini adalah antrian untuk masuk ke area ring terluar dari kedutaan. Selain akan diperiksa kelengkapan dokumen standar dan diperiksa bahwa nama anda benar-benar ada di dalam daftar pemohon, tentunya barang bawaan anda pun akan diperiksa. Demi kenyamanan anda sendiri, sangat amat tidak disarankan membawa barang-barang yang tidak perlu (termasuk jaket). Karena selain repot membawanya, anda pun akan berkali-kali melewati proses pemeriksaan.

Setelah masuk ke dalam pagar, anda akan bertemu lagi dengan antrian yang kedua. Antrian ini menuju loket kasir, di mana anda harus membayar uang administrasi. Loket kas hanya menerima pembayaran dalam bentuk rupiah. Selama ini besarnya adalah USD 100 (yang di-rupiah-kan menjadi Rp 900.000,00). Tapi yang saya baca di surat kabar beberapa waktu yang lalu, per tahun 2008 ini terjadi kenaikan biaya menjadi USD 131 (saya belum mengetahui nominalnya dalam rupiah). Diterima atau tidak diterimanya aplikasi visa anda, say goodbye to your money. Kasir akan dengan riang gembira menerima uang anda, tidak perduli apakah formulir anda lengkap atau tidak, benar semua atau masih ada salah. Kasir akan memberikan nomor regu (panggilan interview akan dilakukan secara berkelompok, beberapa orang sekaligus).

Antrian yang ketiga adalah antrian untuk memasuki ring yang lebih dalam lagi di lingkungan kedutaan. Di sini anda harus melewati metal detector. Semua barang elektronik harus ditinggalkan di meja security — tidak terkecuali flash disk! Saya yang ketika itu menggunakan safety shoes standar lingkungan pertambangan (yang di bagian depannya terdapat logam yang melindungi bagian atas jari kaki) dipaksa melepas sepatu dan secara khusus sepatunya melalui scanner. Sesekali terlihat tentara berseragam pakaian dinas lapangan lengkap berjalan mondar-mandir. Benar-benar tentara bule, berseragam loreng gurun, berwajah tegang dan dingin menyandang senjata otomatis dalam posisi standby.

Setibanya di dalam, kita kembali mengantri. Kali ini bisa duduk. Tunggu nomor kelompok anda dipanggil. Regu yang dipanggil akan memasuki sebuah ruangan. Lagi-lagi antri lagi. Duduk-duduk lagi. Di dalam terdapat beberapa loket kaca yang membatasi antara pemohon dan peng-interview. Perhatikan di sini, jika si pemohon mendapatkan kembali paspornya, itu artinya dia gagal. Jika yang diterima adalah sepotong kertas putih, itu artinya dia hampir pasti akan mendapatkan visanya (kecuali tiba-tiba ada hal luar biasa yg membuat dia gagal).

Pertama kali saya berurusan dengan interview di Kedutaan Amerika Serikat, proses interview hanya sekitar 2-3 menit, bule cowok yang awalnya saya anggap begitu nice karena sangat ramah mengajak saya bercakap-cakap, tanpa ada hujan atau angin, tiba-tiba mengembalikan paspor saya dan bilang bahwa saya tidak punya cukup alasan untuk datang ke Amerika Serikat! masih dalam keadaan terbengong-bengong karena tidak menyangka dan tidak mengantisipasi “keramahan” orang ini, dia segera bilang “next”. Maksudnya, pemohon berikutnya diminta maju untuk di-eksekusi olehnya.

Faktor yang saya anggap menjadi alasan buat dia adalah karena saya tidak bisa menunjukkan paspor lama saya. Sebenarnya sebelum datang saya sudah mencoba mencari di mana saya menaruh paspor lama tersebut. Tapi karena saya tinggal di beberapa tempat –setidaknya di Jakarta dan Bandung–, paspor lama ini tidak ketemu. Jadi ketika dia tanya mana paspor lamanya, saya gampangkan saja dengan bilang diambil oleh kantor imigrasi setempat ketika saya memperbarui paspor. Kenyataannya memang hampir terjadi seperti itu. Tahun 2003 ketika saya memperpanjang paspor di kantor imigrasi Lampung, petugasnya hendak mengambil paspor lama saya. Tapi karena saya ingin memilikinya sebagai kenang-kenangan, akhirnya dia minta paspor tersebut difotokopi dan kopinya ini diserahkan. Bayangkan jika paspor lama ini tidak saya miliki. Mungkin sampai kapan pun saya ngga akan pernah bisa mendapatkan visa Amerika Serikat.

Walau alasan tersebut juga sebenarnya saya anggap mengada-ada (bisa jadi juga karena nama saya yang islami, sehingga ditolak saja), yang paling membuat saya sakit hati adalah dia sama sekali tidak menggubris bahwa saya sebenarnya mendapat undangan untuk hadir di sebuah acara Microsoft yang dihadiri juga oleh Bill Gates! Bagaimana mungkin bule itu bisa bilang saya tidak punya cukup alasan tanpa dia melihat sedikit pun lembar kertas yang saya bawa. Yah, bodohnya saya juga kagetan ngga nyangka bakal ditolak. Jadi tidak sempat memaksa dia untuk melihat undangan yang saya miliki.  Jadilah, hari itu saya pulang dengan tangan hampa dan duit hilang percuma.

Setelah bertanya-tanya kiri dan kanan, salah satu faktor yang akan sangat dipertimbangkan oleh mereka adalah “track record” perjalanan ke luar negeri kita selama ini. Apakah anda orang yang sering bepergian atau tidak. Salah satu ketakutan mereka adalah kita datang ke negaranya dan kemudian tak ingin kembali lagi (ke Indonesia!). Jadi, jika anda tidak pernah ke luar negeri, tiba-tiba hendak ke Amerika Serikat, tanpa ada alasan yang sangat kuat (misal karena anda diundang oleh Gedung Putih!), lupakan saja. Perjalanan ke negara-negara tetangga seperti Malaysia atau Singapura bisa dibilang tidak masuk dalam hitungan. Jika anda pernah bepergian ke Australia, Jepang atau negara-negara kroni Amerika Serikat di Uni Eropa, ini baru merupakan modal yang sangat kuat untuk juga mendapatkan visa Amerika Serikat. Jika anda malah rajin berkunjung ke daerah “daftar hitam” seperti Afghanistan atau Libya, bisa jadi seumur-umur anda hanya akan melihat Amerika di televisi atau bioskop.

Atas desakan beberapa orang, akhirnya seminggu kemudian saya datang lagi. Kali ini dengan amunisi lengkap dan telah mempelajari peta situasi sebelum kembali ‘bertempur’. Bukan hanya juga membawa serta paspor lama yang jadi kambing hitam pada proses sebelumnya, kali ini saya juga membawa semua print-out rekening koran dan buku tabungan yang saya miliki. Bahkan tagihan beberapa kartu kredit pun saya bawa, untuk menunjukkan berapa pagu kredit yang saya miliki. Dokumen-dokumen ini saya bawa serta karena sebelumnya saya lihat ada yang bawa-bawa ijasah dan bahkan surat tanah. Yang tak kalah penting adalah surat jaminan dari kantor bahwa anda akan kembali (jika anda seorang pegawai). Kartu nama resmi dari kantor juga sangat bermanfaat. Jika anda pengusaha, tunjukkan bahwa di negara ini anda masih punya banyak aset. Tidak mungkin tidak kembali. Intinya adalah meyakinkan mereka bahwa kita pasti kembali. Sepertinya memang terdapat sindrom gede-rasa alias ge-er, bahwa kita akan terpesona di negerinya dan tak ingin pulang. Walau tidak bisa dipungkiri juga bahwa ada orang-orang yang sengaja datang ke sana untuk mencari rejeki di tanah orang. Seperti halnya di Jakarta, masalah tenaga kerja tanpa skill yang memadai merupakan beban bagi Pemerintah.

Pada kesempatan interview kali ini, saya sudah mempersiapkan diri bahwa saya-lah sebagai “play-maker” nya. Semua bahan pembicaraan sudah saya hapalkan sejak malam harinya. Alur pembicaraan dan “bahan peraga” berupa surat undangan, itenerary trips perjalanan yang akan saya lakukan (ke mana saja), show off kemampuan finansial, dsb, mengalir dengan lancar bak seorang sales profesional yang tengah menjajakan barang dagangan. Pas kebetulan pula kali ini yang meng-interview saya adalah bule cewek cantik. Tatap saja matanya terus menerus.. dan dia akan segera di bawah kendali. Pertanyaan pertama mengenai maksud dan tujuan ke Amerika segera saya jawab dengan mantap. “I want to meet Bill Gates!“. Dia jawab, “Really? He’s the richest and famous man“. Belum hilang kagetnya dia, saya terus nyerocos sebagaimana skenario yang telah saya pikirkan malam harinya. Sampai akhirnya dia menyerahkan secarik kertas dan bilang “Okay, come back again at this date“.

Selain dokumen-dokumen yang saya sebutkan tadi, akan sangat berguna juga jika kita membawa serta tiket pesawat pergi-pulang. Lagi-lagi, ini untuk membuktikan bahwa kita pasti pulang. Jelas karena ada tiket perjalanan kembali. Anda juga harus tahu dengan pasti, akan tinggal di mana (jika di hotel, sebutkan nama dan alamatnya juga). Akan lebih baik jika ada contact person warga Amerika di sana yang bisa dihubungi. Jika perjalanan anda ke Amerika Serikat adalah kunjungan wisata, sangat disarankan agar anda berkunjung dengan menggunakan paket wisata yang disediakan oleh jasa agen perjalanan. Biarkan agen perjalanan yang menguruskan visa anda.

Walau sepertinya kemampuan finansial anda akan sangat berpengaruh terhadap status diterima atau tidaknya permohonan visa anda, tapi saya melihat dengan mata kepala sendiri, di loket sebelah kiri saya, seorang ibu berpenampilan borjuis yang juga membawa-bawa buku tabungannya ketika di-interview tapi tetap ditolak. Entah karena apa. Padahal si ibu sudah bilang bahwa dia hendak menjenguk anaknya di sana.

Walau juga ada dugaan masalah nama yang islami bisa menjadi batu sandungan, tapi di loket sebelah kanan saya ada keluarga kecil yang terdiri dari sepasang suami istri dan dua orang anak yang masih balita ber-etnis tionghoa yang juga membawa-bawa tiket masuk ke Disneyland dan travel itenerary di beberapa kota di pantai barat Amerika Serikat, juga ditolak mentah-mentah. Yang saya dengar, bule yang meng-interview nya sempat menyebut-nyebut bahwa si pria tionghoa ini pernah juga ditolak 2x beberapa tahun sebelumnya. Entah karena apa, sepertinya kutukan atas dia belum lepas juga.

Proses normalnya berjalan sekitar 2 minggu. Artinya, sejak hari anda melakukan interview untuk permohonan visa sampai dengan visa tersebut bisa anda ambil kembali memakan waktu sekitar 2 minggu. Jadi, jangan harap bisa pergi mendadak, kecuali anda telah memiliki visa yang masih valid. Untuk alasan kenyamanan pribadi, jangan lupa pula kembali membawa serta beberapa dokumen yang penting (kali ini tidak perlu semua) seperti travel itenerary, voucher hotel, surat undangan (jika datang untuk keperluan bisnis), kartu nama dan uang dollar dalam jumlah memadai harus ada di tangan anda. Sebagai orang yang berasal dari Indonesia, hampir pasti anda akan ‘diculik’ untuk mendapatkan ‘kelas’ interogasi khusus bagi pendatang dari negara-negara tertentu setibanya anda di Amerika Serikat. Welcome to United States of America!

Update: Hati-hati terhadap penipuan/scam di Internet yang mencari mangsa perempuan Indonesia di Internet (Facebook, dsb). Baca: “Jelita” Tertipu Scammer Cinta yang Mengaku Jenderal Amerika. Modus bisa berupa penipuan uang, sindikat narkoba yang mencari kaki-tangan/kurir, penjualan perempuan di luar negeri, sambil menyelam minum air (dapat perempuan sekaligus dapat pembantu di rumah), atau sekedar penjahat kelamin.

Be Sociable, Share!

Related Posts

--related post--
  1. 548 Responses to “Mengurus Visa Amerika Serikat”

  2. By Dala on Nov 30, 2011 | Reply

    Makasih banyak untuk infonya mas,rencana sih mau baru mau ngurus VISA,tapi dgn baca ini jadi agak gemetar jg sih………..,lolos ga ya????apalagi kesananya untuk liburan…,mudah2an berhasil.Thank’s a lot untuk infonya mas..

  3. By kikit on Dec 2, 2011 | Reply

    aduh jd hopeless nih liat komen2nya.. ;(
    cowok saya org US mau dtg ke indonesia bulan february untuk menikah secara agama, terus kita bakal nikah lg di US secara hukum. masalahnya passport aku kosong, dan rekening aku juga ga terlalu banyak uangnya. visa fiancee kan lama prosesnya, jd mungkin aku mau pake visa turis aja. tp lihat komen2nya bikin kecewa.. sepertinya kalo aku bawa dia ke kedubes pun ga akan membantu ya.. huhuu

  4. By Rina Putri on Dec 13, 2011 | Reply

    Terima kasih banget infonya Mas Rahmat, saya dalam bulan ini juga mau bikin VISA ke US, karena suami lagi kuliah s3 disana dan surat-surat saya sebagai pendamping suami juga sudah beres semua disana. saya baca tulisan Mas Rahmat ini perasaannya campur aduk, seneng karena ada yang berbagi info yang sangat saya butuhkan dan harap-harap cemas, agar permohonan VISA saya diterima US Embassy.

    Ohya Mas Rahmat,.. jawaban pas di interview paling “aman” kira-kira apa ya Mas?? asliii,.. saya takut jadinya,..

  5. By Rina Putri on Dec 13, 2011 | Reply

    Terima kasih banget infonya Mas Rahmat, saya dalam bulan ini juga mau bikin VISA ke US, karena suami lagi kuliah s3 disana dan surat-surat saya sebagai pendamping suami juga sudah beres semua disana. saya baca tulisan Mas Rahmat ini perasaannya campur aduk, seneng karena ada yang berbagi info yang sangat saya butuhkan dan harap-harap cemas, agar permohonan VISA saya diterima US Embassy.

    Ohya Mas Rahmat,.. jawaban pas di interview paling “aman” kira-kira apa ya Mas?? asliii,.. saya takut jadinya,.. kira-kira dengan status suami saya sebagai mahasiswa dan saya yang juga ingin S2 disana cukupkah untuk dapetin VISA US?

  6. By Freddy on Dec 14, 2011 | Reply

    Kemarin saya diberi surat kuning,
    passport ditahan .
    Kira – kira visa kapan di approved ya..?

  7. By Pali 09 on Dec 20, 2011 | Reply

    Terima kasih sebelumya untuk mas Rahmat yg udah berbagi pengalamannya..
    untuk semuannya yg tau jawabannya,tolong banget di jawab ya pertannyaan saya:
    Kalau kita ke sana dikirim oleh perusahaan kita untuk mengikuti sebuah training,apa akan sulit juga prosesnya jika pihak penyelenggara training di sana sudah membuatkan sebuah undangan untuk kita? dan apa NPWP diperlukan?
    terima kasih atas perhatiannya ya semua..

  8. By kadek on Dec 20, 2011 | Reply

    klo masalah intrograsi ulang di amerika, mungkin hanya berlaku untuk kalangan tertentu saja, teman saya pernah giring untuk di intrograsi di sana, waktu di tanya soal agama, di menjawab dari pulau Bali dan beragama Hindu, langsung petugas menjawab, I love Bali Island, Welcome to America and Have a nice days.

  9. By wiwied on Dec 25, 2011 | Reply

    Saya pacaran online selama 14 bulan dan kita serius banget mau nikah di USA, tp kita belum pernah ketemu…wah brarti K1 ga bisa dunk yach… sad face

  10. By Female on Jan 9, 2012 | Reply

    Saya mau cerita sedikit disini nyampaiin unek2. Saya punya visa amerika tahun 2005, waktu itu saya berkunjung kesana bersama ibu dan saya tidak punya siapa2 di amerika. Hari ini saya apply lagi setelah sebulan yang lalu gagal, tapi hasilnya gagal lagi dikarenakan (dugaan saya tapi hampir pasti) karena petugas curiga saya akan immigran ke amerika hanya karena saya punya saudara yang pemegang greencard sejak tahun 2008, oh come on…saya sudah jujur bicara saya punya saudara tapi malah jadi petaka. Pekerjaan saya punya,surat dari kantor, print’nan tabungan lebih dari cukup, sertifikat tanah sudah saya tunjukkan semua tapi tetap digagalkan. Saya gak mengerti apa sebenarnya masalahnya, seharusnya mereka pakai logika jika hendak menolak orang, apa salahnya kalo kita punya duit mau liburan 1 bulan atau 5 bulan juga terserah selagi kita tidak over stay selama disana. Saya jadi tidak berminat mengajukan liburan ke amerika lagi, apalagi mau tinggal disana, penduduknya banyak yang pengangguran, negara amerika bukan lagi negara super power, jadi amerika gak perlu GR dan sombong. Jadi buat yang pengen kesana pikir2 lagi deh. Mending liburan ke negara maju lain yang gak sombong.

  11. By mamamia on Jan 10, 2012 | Reply

    Saya mau nanya nih, single name pengaruh gak ya saat pengurusan visa? Kebetulan mau buat visa utk urusan pekerjaan dan ada sponsor perusahaan. Terimakasih sebelumnya.

  12. By gege on Jan 26, 2012 | Reply

    Naah…ga segitu complicated nya kok. I just had an interview this morning and my visa was granted in less then 5 min. Bahkan petugas konsulernya ga minta lihat bank statement dan perincian perjalanan.

    Dia hanya bertanya, mau ke kota mana, berapa lama, dan sekarang kerja dimana; berapa lama. Thats it!!

    Saran gue sih ga usah beli tiket dulu, ga recommended, bahkan di website kedutaan Amerika juga dihimbau untuk tidak membeli tiket sebelum mendapatkan visa. Bottom line is: Lo harus tenang dan bisa meyakinkan mereka kalau kita punya “life” here di Indo.

  13. By zhiesd on Jan 31, 2012 | Reply

    mas rahmat maap nih mau tanya,, saya punya rencana untuk apply visa kunjungan memakai invitation letter dari keluarga asli amerika,, saya sudah pegang tiket peswat pp,,dan pasport tentunya
    nah untuk rekening tabungan biasanya berapa minimal yg dibutuhkan? dan apa kita bisa ganti tipe visa kita setelah tiba di sana? thx

  14. By may on Feb 5, 2012 | Reply

    saya,mau,nanya,nih,buat,mba2,yg,udah,brhasil,jadi,wrga,USA.,skrg,saya,lagi,apply,fiancee,visa,lwat,jalur,lawyr,cuz,aku,baru,ktemu,ama,ni,blog,,aku,ketemu,ama,pacar,aku,lwat,internt,bulan,mei,lalu,dan,dia,dtg,k,indo,bulan,nov,lalu..dan,dia,sndiri,yg,lgsung,brurusan,dgn,lawyr..

    prtanyaan,saya:
    surat,akte,klahiran,saya,dalam,bahasa,indo,apakah,harus,diterjmahkan??

    kebetulan,saya,org,manado,,nanti,saya,mau,k,kdutaan,yg,disurabaya,or,di,jkarta?

    masih,byk,prtanyaan,ni,,,mohon,bantuannya,dong,dari,mba2,yang,udah,brhasil…

    soalnya,,niatnya,kalo,dapat,visa,saya,mo,k,amrik,sndiri,,i’ve,never,been,abroad,before,,

    tolong,bantu,masukannya,
    email,saya:”mey_ril@yahoo.com”

  15. By anggie on Feb 11, 2012 | Reply

    mau tanya dong soal visa amerika soalnya gw ga ngrti! parah kannn…gw mau brangkat kesana buat jalan” doang dan ini pertama kalinya gw mau berhubungan sm amerika, gw pengen tau brp banyak duit yg harus di keluarin trus brp banyak gw harus punya duit ditabungan gw?thnk you

  16. By Larisa on Mar 1, 2012 | Reply

    kemaren apply visa student dan ditolak 🙁

  17. By ????? on Mar 13, 2012 | Reply

    Salam sejahtera utk semuanya…
    Mohon infonya tentang Vaksin apa ??? yg sy harus lakukan utk keperluan visa immigrant. Mohon bantuannya bagi ???? tau. Thx b4

  18. By Melinawati on Mar 17, 2012 | Reply

    to Rahmat Zikri : thanks banget buat infonya.
    to Sandra : saya akan menikah dengan pria dari US, tapi belum pernah bertemu langsung. Untuk menikah di US, berarti saya harus mengajukan visa untuk fiance, apakah visa itu bisa disetujui kalau saya belum pernah bertemu langsung ? Saya sedang bingung, apakah menikah di Indonesia atau di US. makasih sebelumnya.

  19. By Melinawati on Mar 17, 2012 | Reply

    to : Rahmat Zikri : jika permohonan visa kita ditolak, apakah kita bisa langsung mengajukan permohonan ulang ? thank sebelumnya ya..

  20. By Jessica on Mar 20, 2012 | Reply

    Hey guys ak 3 bulan lalu baru ditolak, hari ini ke US embassy minta visa lagi. Luckily aku dapat. Poin utama untuk dapat visa adalah hanya jujur. as you know ak msh SMA. Visa sebelumnya aku ditolak gara” ak bilang aku mau homestay, tp sebenernya mau visit uncle (pemegang greencard), jln” sm adikku yg smp.ak kira visa bakal lbh ditolak kalo kt pny relative disana. mama papa ga ikut. Trus krn no preparation, wkt diinterview bingung wkt dtny ikt homestay mana. Trus kalo kt ditolak, kt hr tulis prnh d reject krn mereka pny datanya. Tadi aku di interview ttg rejection ku jg. ak dah prepared bwat prtanyaan macam gini sebelumnya. dgn lancar aku jwb aja dgn sedikit berbohong, tp smua data kali ini jujur. klo kmrn emg mau ikt homestay soalnya lum tau klo uncle juni ini ke jkt menghadiri weedding relative istrinya. skrg dah taw jd ada yg accompany ke us. sebenernya ak mau lht the beauty of US sm lifestyle nya, krn kpn hr papa mama g ikt, g ada yg accompany, plannya sih ikt homestay gitu. dr situ interview ku berjalan lancar, bahkan smua persiapan yang aku dah bawa sama sekali gak dilihat (mungkin rasanya dia dah percaya). surat keterangan sekolah, surat pembiaya, KK, rekening koran papa, etc gak dilihat semua, tp di approve 😀

  21. By yudi on Mar 22, 2012 | Reply

    aku hanya mau nanggapin deskripsi diatas walaupun aku tahu ini sudah sangat terlambat.USA adalah negara sekuler, artinya USA tdk mengait-ngaitkan masalah agama dalam urusan hidup dan kehidupan. ini adalah pengalaman saya pribadi. saya punya teman, dia pernah berangkat haji (terlihat di pasport nya) tapi buktinya dia juga bisa dapat visa kerja. ada juga teman saya 2 orang nama depannya Muhammad, mereka juga bisa dapat visa kerja. dan nama saya sendiri juga berbau Islam, tapi juga bisa dapet visa kerja. jadi kesimpulannya, dapet atau tidaknya visa bukan dari nama, agama atau ciri2 fisik seseorang. intinya adalah kejujuran.

  22. By Nancy Virgio Leverton on Apr 4, 2012 | Reply

    Hi….salam kenal semua…
    well, February 4th 2012 kemarin saya baru menikah dengan warga USA di Surabaya, Indonesia. Puji Tuhan semua berjalan lancar, semua surat – surat yang berurusan untuk pernikahan dapat selesai dalam 1 minggu meskipun ini pernikahan 2 negara. dan surat catatan sipil saya selesai 2 hari setelah tanggal pernikahan kami, padahal semua orang bilang catatan sipil paling cepat 10 hari….

    sesudah menikah saya dan suami segera mengurus visa, karena saya dan suami akan tinggal di USA (saya harus ikut suami ).
    kami mengurus visa di konjen USA di surabaya, karena memang sebelum menikah semua surat untuk pernikahan kami dapat juga dari konjen USA di surabaya, bahkan sesudah menikah suami disumpah yang menyatakan bahwa benar telah menikah dengan saya, setelah prosesi sumpah tersebut kami mendapat surat resmi dari konjen saat itu juga. dan setelah selesai prosesi tersebut kami berbincang-bincang dengan konsulat yang menanda tangani surat resmi setelah prosesi sumpah…. namanya Pauline…kebetulan Pauline yang melayani prosesi sumpah dan yang menandatangani surat resmi tersebut….Pauline pun memberi jalan bahwa visa untuk saya adalah K-3, karena saya selaku istri warga USA yang akan dibawa suami ke USA….dan visa tersebut harus dilakukan oleh suami di USA selaku petitioner dan saya adalah petions nya…. sekuat-kuatnya kami mengurus di indonesia ngga akan ada hasil….memang Pauline mengakui, WNI ke USA memang sulit, begitu juga sebaliknya warga USA ke Indonesia juga lebih sulit lagi….

    sesudah menikah kami sempat ke Embassy di Jakarta untuk mengurus semua ini, tapi memang alasan mereka sama. visa saya tidak dapat dilakukan di Indo. harus dilakukan suami di USA untuk mendapatkan petition yang selanjutnya di approve dan saya baru ke embassy Jakarta sekaligus medical check up. seperti itulah yang harus kami lalui.

    sempat juga waktu kami di dalam embassy Jakarta, menunggu untuk menanyakan masalah kami, ada orang yang duduk di depan saya, kebetulan sama seperti saya ( yang perempuan- Indo, yang pria- USA, yang kebetulan dari kota yang sama dengan suami saya ), perempuan itu menyarankan saya apply tourist visa agar bisa cepat selesai dan pulang dengan suami karena suami harus meninggalkan Indonesia February 22nd 2012, suami tiba di Indonesia January 12 th 2012.
    tapi dalam hati saya dan suami betentangan….kami tidak bisa melakukan itu karena memang tujuan saya bukan turis….
    yang ingin saya tanyakan, apakah langkah kami sudah benar, sesuai dengan pengalaman teman-teman???? saat ini memang saya dan suami terpaksa long distance meskipun memang communication by phone and video call, ngga pernah putus. berasanya masih berdekatan saja meskipun jarak memang jauh…..
    visa yang akan saya gunakan ( K-3 ) perlu waktu berapa lama?????

    saat ini posisi file-file saya dan suami sedang di proses, bahkan saya memang selalu ngecek di website, sampai dimana proses visa saya. sejak march 8th 2012 hingga kini visa saya berada di posisi Initial Review…
    mohon bantuan dan informasinya karena saya dan suami sebenarnya tidak nyaman dengan situasi seperti ini, belum lagi keluarga besar di sana, setiap kali saya telpon selalu mengatakan kalau mereka mengharapkan kedatangan saya dan menunggu untuk menggelar pesta pernikahan kami yang ke 2, karena keluarga besar di sana menginginkan untuk mengadakan pesta lagi, karena masih banyak keluarga besar yang belum bisa merasakan kebahagian kami saat pesta di Indonesia. apa yang harus kami lakukan berdasarkan pengalaman teman????mohon bantuannya….terima kasih….

    regard,
    Nancy

  23. By vincent on Apr 14, 2012 | Reply

    hi all,

    Thanks sudah berbagi,rencana mau apply visa, ada yg mau saya tanyakan yaitu
    – apakah interview harus dlm bhs inggris atau sebaiknya dlm bahasa dikarenakan bnyk yg menyarankan agar bicara dlm bhs indo saja krn semakun kancar bhs inggris kita semakin dicurigai akan kerja di us
    – bolehkah kitu apply visa tanpa pesan tiket pp dan hotel dulu? setelah dpt baru kita beli atau malah kebalikan hrs beli dulu?

    Thanks ya semua

  24. By AFZ on May 4, 2012 | Reply

    Aku blm prnh ke Amrik, seumur2 baru sekali ngurus visa, nggak pernah tanya2 cara buat visa Amrik, (jenis visanya aja aku nanya dulu ke staf di kedubes), tp malamnya aku dah aplikasi online. intinya aku ga tau kl visa amrik itu susah, jd hr jum’at aku ke sana ringan aja, krn wkt itu ga terlalu ramai (di depanku cm 3 orang), ya ga ngantri, cepet banget, aku wawancara pk bhs Indonesia.

    Aku cm bw paspor (blm kena cap imigrasi negara manapun smskl), undangan dari college di Connecticut yg lg ngadaiin acara, foto 5×5, ama lembar konfirmasi. Terus dikasih tiket warna putih disuruh ambil passport dan visanya hari selasa karena senin kedubes tutup, libur katanya.

    Pas baca pengalaman tmn2, ada untungnya jg dulu itu aku naif dan blank ga ngerti apa2. Jd ga paranoid. Aku dulu ngira ngurus visa itu kayak ngurus kartu puskesmas, pasti semua orang dapat.

    Oh ya namaku nama Arab bgt, bahkan nama margaku itu pernah jadi daftar hitam pemerintah AS. Tp selama pengurusan visa ga disinggung-singgung sama sekali.

    Gitu deh pengalamanku.

  25. By susi on May 22, 2012 | Reply

    Saya malu sekali dengan kalian para wanita Indonesia yang berniat menetap di Amerika dengan mencari cowok-cowok Amerika yang kesepian di internet.

    Gara-gara kalian semua cewek Indonesia di-cap sebagai “Mail Order Bride”.

    Gak masuk akal, masak orang asing baru kenal di internet langsung mau dinikahi?? Orang yang pacaran bertahun-tahun aja belum tentu cocok jadi suami istri.

  26. By fidel on May 23, 2012 | Reply

    salam kenal .. saya ingin membuat green card kemungkinan saya akan stay disana . tepatnya di denver .. saya disana punya 2 orang teman , jadi dia siap meyediakan tempat tinggal buat saya .. jadi, bagaimana cara untuk mendapatkan green card??? . saya bingung sekali dari kmren2 blom dpet infonya .. thx before

  27. By Dewi on May 28, 2012 | Reply

    @ Nancy Virgio Leverton :

    Perkenalkan, saya Dewi. Setelah membaca tulisan mbak, ternyata kita senasib. Untuk informasi singkat, saya juga sedang dalam proses K-3 visa. Suami sudah apply petition tanggal 31 Oktober 2011, dapat NOA1 (Notice of Action #1) seminggu kemudian, dan sejak itu statusnya tetap di Initial Review. Baru 2 minggu yang lalu (7 bulan kemudian) kami mendapat NOA2 yang menyatakan status visa petition sudah di-approve, sekarang dalam proses dikirim dari sana ke kedutaan sini (rasanya JKT) dan saya disuruh siap” aja untuk menerima panggilan untuk wawancara, yang saya nggak tau akan dipanggil kapan.

    Mbak Nancy sabar aja, ada yang bilang prosesnya cepat, lahh seperti saya mesti nunggu 7 bulan sebelum status itu pindah kotak (Initial Review to Post-Approval Decision). Kalau petisi ini sudah di Initial Review, enggak ada yang bisa kita lakukan siii selain bersabar & menunggu, dan jangan lupa berdoa ya mbak. Kalo dari informasi yang saya baca” sii pengurusan K-3 ini antara 6 bulan (kalo beruntung) sampai 1.5 tahun. I know, capek deeehhhh….

    Ohhh, ada bagusnya juga kalo suami mbak di Amerika rajin nelponin orang di USCIS, sekadar utk nanya gimana status petisinya, ato untuk cari informasi apa kira” ada yang kurang/salah/apalah dari dokumen” yang sudah di-submit. Sapa tau orang USCIS-nya bisa bantu. Nggak bayar kok kalo cuman sekedar nanya”. Cuman harus bikin appoinment aja.

    Good luck ya mbak….

    Best,
    Dewi

  28. By Dewi on May 28, 2012 | Reply

    @ Melinawati:

    Saya rasa menikah di Indonesia lebih baik, karena bisa jadi faktor pendukung yang lebih kuat bahwa pernikahan kalian bukan main”, mengingat kalian belum pernah tatap muka sebelumnya (siapa tau si officer jadiin itu masalah).

    Sebenarnya menikah di Indonesia ga ruwet” amat kok. Memang surat” yang diminta lebih banyak, tapi kalo kita penuhi semua , lancar” ajalah. Coba berkunjung ke Catatan Sipil setempat, tanya” disana dokumen apa aja yang mereka perlukan. Biasanya siii utk pihak suami (WNA) akan diminta copy akte kelahiran (yang diterjemahkan ke bhs.Indo oleh sworn translater, paspor, ama surat dari kedutaan yang menyatakan statusnya bahwa dia emang layak utk menikah (single or divorced or apa). Apa lagi ya? Saya lupa. Pokoknya rajin” berkunjung ke CaPil setempat, mereka akan kasi kita lembaran form yang harus diisi.

    Setelah menikah & dapat Akte Pernikahan dari CaPil sini, terakhir saya nelpon Embassy Jkt tahun lalu siii mereka bilangnya gausa daftarkan akte itu di embassy, krn pernikahan masuk di State issue, bukan Federal issue. So, nanti suami cek/daftarkan aja pernikahan di City Council setempat di mana dia berdomisili. FYI, kalo State of California (asal suami saya), mereka sudah mengakui bahwa Akte Pernikahan Indonesia memang sudah legal adanya.

    Lalu, visa yang di-apply adalah K-3 visa (Spouse to American Citizen), bukan K-1.

    Hope it helps….

  29. By Dewi on May 28, 2012 | Reply

    @ mbak Defie…

    Mohon info dooong….
    1. Kalo interview K-3 di Embassy, apa aja pertanyaannya?
    2. Suami rencananya datang untuk proses itu, kita boleh masuk barengan ga ya?
    3. Untuk daftar vaksin” yang tertera di website, apa itu harus kita punya semua, atau sekadar dicek aja? Syukurnya siii saya ngga ada record penyakit yang aneh” itu, tapi contoh kyk vaksin Hepatitis B, saya belom punya. Wajib ya kita sudah divaksin itu?
    4. Keputusan diterima atau tidaknya visa apakah langsung saat selesai wawancara?
    5. SKCK Polisi sebenarnya perlu ato enggak? Ada yang bilang perlu, ada juga yang bilang enggak. Jadi bingung….

    Maaf agak banyak pertanyaannya. Gugup soalnya. Please help…

    Many thanks,
    Dewi

  30. By Nancy Virgio Leverton on Jun 4, 2012 | Reply

    Hi Fidel, please open US Citizenship and Immigration Services : http://www.uscis.gov

    you will found a lot of information. well, good luck for you and hope this information can help you.

    regard,
    Nancy Leverton

  31. By Nancy Virgio Leverton on Jun 4, 2012 | Reply

    hi Susi,
    sepertinya semua kembali ke individu masing-masing. banyak yang bersuami dengan warga Indonesia dan memilih tinggal di Indonesia, kalau kaya begitu gimana ya???
    ” Mail Order Groom ” ????
    malah mereka ( cewek bule) berjasa untuk Indonesia, sebut saja di Bali. Wanita itu sampai membuka klinik bersalin gratis dan ngga main-main, Presiden sampai ngasih penghargaan untuk jasanya.wanita ini menikah dengan pria Indonesia dan menetap di indonesia..
    belum lagi yang di kalimantan, wanita bule itu sampai terjun langsung di sungai untuk ngebersihin sampah-sampah di sungai untuk menjaga kelestarian, mengambil enceng gondong untuk dijadikan bahan membuat tas khas Kalimantan. dan sekali lagi Indonesia memberikan penghargaan untuk wanita bule, untuk jasanya itu.wanita ini juga menikah dengan pria Indonesia dan menetap di Indonesia.
    belum lagi yang di Jakarta, wanita bule yang menjadi ibu angkat untuk hewan-hewan terlantar di jalan, sudah hampir 1000 binatang dia selamatkan dari jalanan….
    Nah, apa yang dilakukan wanita-wanita dari seberang sana tidak ada artinya??? kalau memang tidak ada artinya, kok sampai dapat Piagam dari Pressiden Indonesia ya??? malahan, jejak mereka banyak diikuti oleh orang-orang Indonesia. Patner mereka untuk melakukan hal-hal sosial ini, orang Indonesia lo…

    Dan anehnya lagi kasus perceraian di Indonesia tertinggi di dunia lo. Padahal mereka sudah menikah dengan sesama orang Indonesia.
    well, seperti yang tadi saya katakan semua tergantung individu dan kita ngga berhak nge- judge mereka ( yang menikah dengan warga manapun). padahal diri kita yang nge- judge jelas bukan orang sempurna. masalah ketemu pasangan hidup dimana ( Internet, mall, rumah ibadah,dll ) dan berapa kali mereka bertemu, kita juga ngga berhak berkomentar apalagi nge- judge. apapun alasannya, kita ngga berhak atas hidup mereka bahkan jodoh mereka sekalipun….

    Damai itu indah…

  32. By emil on Jun 11, 2012 | Reply

    selamat sore semua. menarik sekali semua pengalaman2 anda semua. kebetulan saya juga belum pernah ke amrik, baru tadi siang saya dapat undangan untuk liburan summer di new york. semua ticket pulang pergi teman saya yang tanggung, tidak hanya 1 tiket, kebetulan saya akan membawa suami dan anak saya. untuk price tiket saya sudah confirm ke travel agent. nah yang saya males dan bingung, untuk mengurus visa tourist nya itu,, seperti dikatakan di atas tadi, harus bla bla bla…. pas sedang baca aja rasanya males duluan!!!!! karena alasan saya hanya untuk berlibur selama 2 minggu, apakah permohonan visa saya bisa di terima kah tidak?? karena bilang tdk diterima, uang untuk admin saja langsung hangus…. haduuuuuh… selalu dipersulit. jadi inti nya itu, buat kita2 yang mempunyai uang pas-pasan seperti saya, mending piki2 deh. dan saya sendiri sepertinya menolak tawaran teman saya untuk berlibur kesana. better teman saya saja yg suruh ke indo… agree???? ok tq buat semuanya…

  33. By yuyun on Jul 31, 2012 | Reply

    sebenarnya saya salah alamat si tny visa uni eropa ke site visa u.s.a cm ga salahnya saya bertanya.. lbh susah mana visa u.s.a ato visa unieropa? karena sya ad rencana jj ke amsterdam.. cm saya bingung alsan apa y yg plg cocok n bisa buat para embassy percaya bahwa saya bakalan balik ke indonesia lg? please tell me..

  34. By christiana on Sep 12, 2012 | Reply

    to susi, i think all things just back to each individual. If you think, they IndonesianS that marry strangers from everywhere they meet is wrong and something humiliate, then OK. that s your statement. but if they just happy, have a better life, be A blessing, then no one cant judge that either you and don’t be bitter. hope you already find someone who loves you, anyone…

  35. By Lina on Sep 26, 2012 | Reply

    @ Mbak Defie,
    Mbak msh ad gak no tlp ato email wedding planner di Bali nya?bole minta email mbak?

    @ Mbak Dewi,
    Mbak bole minta emailnya?

    Thankss yaa

  36. By hendra on Oct 18, 2012 | Reply

    apply visa amerika, pakai bahsa inggris ya wawancaranya. kalau gak bisa bhs inggris gimana ?
    termh kasih

  37. By ruli on Oct 23, 2012 | Reply

    aku baru akan mengajukan permohonan untuk visa amerika, ini akan menjadi perjalanan pertama saya ke luar negri.
    Saya punya pacar yang tinggal di texas. Dia bekerja sebagai US Army. Dan dia mau menjadi sponsor saya, menanggung semua biaya perjalanan, dan biaya hidup selama saya di amerika. Kira-kira Visa saya bisa disetujui atau nggak ya, mengingat pacar saya bekerja di US goverment.

    Saya berencana untuk mengajukan permohonan visa dengan bantuan jasa travel agent, apakah itu bisa membantu kemungkinan besar saya bisa mendapatkan visa amerika ??

    Terimakasih,,

  38. By Bella on Dec 17, 2012 | Reply

    salam semuanya…

    Insha Allah saya ingin menikah dengam warga negara USA, mohon bantuan nya persyaratan/ surat’apa saja yang saya & calon suami perlukan untuk menikah di Indonesia,
    Nikah KUA & Negara.

    Tolong info & bantuan nya. thx

    Bella

  39. By tanti on Dec 28, 2012 | Reply

    mau bkin K1 visa nech,tp pacarku org US a little bit parno,gara2 aku punya single name aza,kata dia gmn nulis first name n’ second name…Any suggestion..?!

  40. By itha on Mar 3, 2013 | Reply

    Hi semua, saya ingin menanyakan tata cara pengajuan visa fiance(e) karena saya dan calon saya benar benar awam masalah visa ini, petama kalinya untuk kami berdua, calon saya (tunangan) wn america ,bagian texas. yang saya tau adalah si calon saya ini harus mengajukan petisi di uscis diamrik sono, apa saja yang perlu dia lampirkan ketika pengajuan ke USCIS diamerika untuk petisi tersebut, dan apakah benar harus hubungan relationshipnya minimal 2 tahun baru bisa mengajukan visa fiance(e)? dan sementara dia mengajukan petisi disana, apakah yang harus saya lakukan di indonesia?khususnya yang harus saya lakukan ke kedutaan besar amerika disini ? apakah smeua berkas dan dokumen yang berbahasa indonesia harus diterjemahkan ke inggris terlebih dahulu sambil menunggu petisinya yang sudah diapproved nanti? help please 🙂

  41. By novi on Mar 20, 2013 | Reply

    Hi, salam kenal…

    Aku rencana mau liburan ke amrik akhir bulan juni 2013, aku cuma pernah sekali ke luar negeri (Australia) bulan february 2013 kemaren..

    Kira2 kalau aku apply visa k amrik diterima ga yah?

  42. By ati on May 11, 2013 | Reply

    hi Itha…untuk fiance visa pasangan harus ketemu dulu maksimun 2 tahun terakhir, dan calon yg apply dari USA, kurang lebih makan waktu 6 bulan, dan setelah di approve nnti ada petunjuknya tentang document apa aja yg harus di bawa, untuk document kamu semua harus di translate ke bahasa English, dan translatornya juga nanti di kasih tau dari kedutaan data2 list translator yg di jakarta or surabaya, yg pasti selama tidak ada masalah dgn calon kamu, semua akan berjalan lancar dan cepet. good luck ya

  43. By Yofie Setiawan on Jul 18, 2013 | Reply

    Nice article bro, saya baru saja ditolak 214b, bisa dibilang alasan bagi kebanyakan teman-teman disini ya. Pertanyaan saya adalah, kapan timing yang baik untuk kembali mengajukan visa? saya dengar-dengar sebaiknya jangan terlalu buru-buru seperti beberapa hari kemudian atau beberapa minggu. Apakah minimal 1 bulan kemudian? Karena ibarat main game saya penasaran, dan ingin segera kembali utk coba menyertakan dokumen yang mungkin bisa membantu membuktikan saya pasti kembali ke Indonesia. Thanks!

  44. By Yofie Setiawan on Jul 26, 2013 | Reply

    Saya memberanikan untuk apply kedua kali setelah ditolak, satu minggu kemudian, karena membaca pengalaman di sini. Tapi barusan saya ditolak lagi, lebih buruk dari yang pertama, bahkan tidak ada tanya jawab banyak seperti interview pertama. Cuma liat invitation letter sebentar, lgs di paraf lembar merah. Jadi sharing saya untuk teman-teman yang sudah gagal interview, sebaiknya memang tidak interview lagi kecuali misalnya sudah sangat berubah misalnya, yang tadinya usaha kelas menengah, udah jadi kelas atas. Atau tadinya single, udah merit dan punya anak. Tadinya belom pernah ke negara-negara eropa, akhirnya udah ada record di passportnya. Yah begitu lah… Jadi tulisan tentang “ikatan kuat keluarga, sosial, ekonomi di indonesia” sama sekali tidak berguna…

  45. By yutari on May 26, 2014 | Reply

    Hallo, nama saya yutari, saya baru saja membaca blog ini tentang pengalaman apply visa US, dan ternyata sama seperti yg saya alami tahun lalu, visa saya telah ditolak karena kurangnya beberapa dokumen pendukung, kebetulan tahun lalu saya apply di Kedubes US di Surabaya. Saya baru mengerti kenapa saya ditolak setelah membaca blog ini, karena waktu saya ditolak sama sekali tidak mendapatkan alasan kenapa saya ditolak.
    Terima kasih atas saran-saran dari pembuat blog ini dan komentar-komentarnya ya sodara/i.
    Salam,
    Yutari

Post a Comment

About Me

The smiling geekIndependent IT Consultant and Trainer, mastering in Microsoft technologies. 13 years experience in all level of systems and network engineering. Currently being awarded as Microsoft MVP in Exchange Server. Live in Jakarta, Indonesia. Claimed himself as a not ordinary geek, who loves photography and hanging out with friends. More.

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Google