Mau Pasang Telkom Speedy? Tunggu Stres dan Gila Dulu….

Written on 27 February, 2011 – 17:57 | by Rahmat Zikri |

Sebenarnya hampir saja saya ngga mau bikin tulisan ini, karena sempat berprasangka baik. Tapi karena untuk kesekian kalinya lagi-lagi mengesalkan dan mengganggu istirahat di Minggu sore ini, saya posting saja… Selain karena memang kesal, semoga saja tulisan ini bisa menjadi perbaikan bagi cara kerja kantor ber-“pelat merah” ini supaya cepat tumbuh dewasa dan profesional.

Selama ini saya menggunakan 2 (dua) buah modem 3G yang dipakai bergantian atau pun berbarengan di laptop dan PC. Pada bulan Desember 2010 lalu saya tertarik untuk mendaftar layanan Speedy dari Telkom. Kebetulan pada waktu itu sedang ada promo yang di-bundel dengan YesTV, yang berakhir di 31 Desember 2010.

Pada tanggal 27 Desember 2010, saya telpon ke 147 (sebuah nomor yang sering dikeluhkan banyak orang karena kita dipaksa mendengar jingle iklan yang panjang, padahal kita telpon ke sana itu ngga gratis!). Setelah mendaftarkan nama, nomor telepon dan memilih paket Speedy yang diinginkan, CS yang melayani mempersilahkan saya menunggu sekitar 2-3 hari untuk proses instalasi (didatangi rumahnya). Jika lewat dari waktu tersebut belum ada tindak lanjut, mohon hubungi 147 kembali.

Tahun berganti jadi 2011, tapi janji tinggal janji. Setelah terlewat lebih dari seminggu, pada tanggal 12 Januari 2011 kembali saya hubungi 147 untuk menanyakan status pendaftaran saya. CS yang menerima telepon saya memeriksa aplikasi, menyebut bahwa permohonan sedang diproses. Saya mempertanyakan janji awalnya yang hanya perlu menunggu 2-3 hari.. Dijawab (kurang-lebih) “baik pak, kami akan menyegerakan pemasangan di tempat Bapak”. Tidak sampai 2 jam, benar saja…. Ada telepon masuk dari 0251-8301812. Sempat bingung juga sih, posisi saya di Kelapagading (Jakarta Utara), kenapa yang menelepon dari Bogor? Tapi ya sudah lah.. Si penelepon mengaku sebagai teknisi Speedy, mengkonfirmasi pendaftaran saya dan rekonfirmasi alamat. Penelepon ini menanyakan kapan mereka bisa berkunjung ke rumah untuk melakukan pemasangan? Saya jawab: SEGERA. Kapan Anda bisa-nya, nanti saya tunggu di rumah. Dia menjawab, baik pak kalau begitu besok siang kami ke sana. Saya jawab, OK. Keesokan hari-nya saya pun membuang waktu seharian di rumah.

Beberapa hari kemudian, ada telepon masuk melalui telepon rumah; mengucapkan “Selamat, nomor ini terpilih untuk mengikuti paket promo dari TelkomSpeedy” … dan seterusnya. Saya pun segera mendamprat, walau tidak bisa dibilang kasar. Saya bilang (kurang lebih), “Mbak, saya ini sudah mendaftar lewat 147 sejak bulan Desember.. Beberapa hari lalu saya ditelepon dari nomor Bogor, yang mengaku dari bagian teknis Speedy, katanya ‘besok’ mau datang. Saya tunggu sampai hari ini ngga ada kabarnya lagi. Ini kok tahu-tahu malah diucapi selamat dan ditawari paket promo baru dari Speedy”.  Si penelepon ini buru-buru minta maaf dan mengatakan bahwa dia hanya menjalankan tugasnya.. Dia bilang ini dari Speedy Jakarta. Lah, kemarin-kemarin saya menelepon 147 di Hongkong atau bagaimana?

Saya coba untuk mendengarkan dia berbicara. Akhirnya saya menerima tawaran paket dengan free device berupa WiFi router. Dia meng-update permohonan saya sebelumnya dan akan mengusahakan instalasi secepatnya.

Kembali saya menunggu berhari-hari.. Pada tanggal 31 Januari 2011, karena masih penasaran, kembali saya telepon 147. Dengan intonasi suara mulai meninggi, saya bilang bahwa saya sudah menunggu lebih dari 1 bulan sejak saya pertama kali menelepon, dengan janji hanya 2-3 hari sudah terpasang. Saya juga sampaikan kekecewaan atas tindak penipuan teknisi yang bernomor Bogor itu, yang bilang “besok akan datang”, tapi sampai lewat 2 minggu dari ucapannya tersebut, ngga kunjung muncul batang hidungnya. Kali ini, informasi yang saya peroleh adalah bahwa permohonan saya dulu telah dibatalkan. Jika ditilik dari paragraf di atas, jelaslah bahwa “Speedy Jakarta” yang telah membatalkan permohonan awal saya. Tapi seharusnya dia mengganti dengan permohonan berikutnya yang mendapatkan “bonus” wifi router bukan?

Akhirnya CS yang melayani mengatakan bahwa dia akan membantu dengan memberi catatan khusus, “SEGERA”. Seperti sebelumnya, tidak lama kemudian (sekitar 1-2 jam) ada telepon masuk. Kali ini dari nomor yang “wajar” buat saya, yaitu nomor dengan area Rawamangun dan sekitarnya (021-47861090). Lagi-lagi saya bilang bahwa saya sudah 2-3x ditelepon dari nomor Bogor, bilang mau datang tapi ngga datang-datang. Seperti sudah menjadi SOP, kembali penelepon kali ini mengatakan bahwa akan segera datang.. Bahkan ketika saya ‘tantang’ untuk datang hari ini juga, dia menjawab “akan diusahakan sore ini”.

Sampai di sini sebenarnya kepala saya sudah mau pecah… Sudah ingin menulis semua ini sejak awal Februari lalu.. Sampai tiba-tiba kembali ada telepon dari nomor area Rawamangun tersebut yang memohon maaf karena katanya tidak ada slot kosong yang tersedia untuk melayani sambungan baru akses Internet buat saya.

Keterangan tersebut walaupun terlambat sebenarnya bisa saya mengerti, andai saja sejak awal disampaikan dengan baik. Yang menjadi masalah, sepertinya tidak ada koordinasi yang jelas antara layanan 147, telemarketing, bagian teknis, dan sebagainya. Contoh yang sangat jelas, bagaimana telemarketing (sales) berani-beraninya menelepon nomor telepon rumah saya (yang jelas-jelas dari nomor tersebut bisa diketahui area-nya), lalu mengucapkan selamat karena terpilih sebagai pelanggan yang bisa mendapatkan layanan Internet dengan paket promo.. Bla.. bla… sedangkan di saat yang bersamaan ternyata slot yang tersedia untuk area saya dinyatakan habis oleh bagian teknis yang melayani pemasangan?!! Bagaimana pula mereka bisa berkali-kali dengan enteng menelepon dan mengatakan bahwa “besok” akan datang melakukan pemasangan; tapi keesokan harinya sama sekali tidak datang dan sepatah kata pun tak terucap sebagai permohonan maaf karena ternyata tidak bisa datang dengan alasan apa pun?

Celakanya lagi, setelah saya menerima tawaran paket “wifi” tersebut, masih saja ada telepon masuk ke rumah yang mengaku dari “Telkom Speedy” dan menawarkan hal yang sama! What the hell are you doing? Sebuah perusahaan telekomunikasi besar yang sudah seharusnya berkelas dunia masa’ tidak bisa tahu mana orang yang sudah pernah dihubungi dan mana yang belum? Mana yang sedang dalam proses, dan sebagainya… Jangan-jangan yang sudah pasang pun akan ditelepon juga. Puncak semuanya baru saja terjadi sore tadi, kali ini saya ditelepon dan ditawari akses sebesar 1 Mbps oleh Telkom Speedy yang menelepon ke rumah. Entah 1 Mbps dari mana… Mungkin lewat kaleng dan benang yang ditarik dari rumah mbah-nya. Kalau cuma main telepon-teleponan begini, lama-lama bisa gila juga gara-gara Telo satu ini.

Sebenarnya sudah banyak cerita tentang layanan Speedy ini.. Mulai dari akses yang ngga bagus-bagus amat, support yang jelek dan tak kunjung selesai kalau kita lapor ke 147, dan sebagainya. Tapi sungguh tak menyangka bahwa ternyata untuk poin yang seharusnya cepat digarap, yaitu kesempatan menambah pelanggan baru, ternyata ngga beres juga. Entah manajemen seperti apa yang dipakai di sana.

Catatan: Cerita di atas saya buat berdasarkan rekonstruksi log telepon masuk di ponsel saya. Seharusnya ada beberapa bagian yang tidak bisa saya rekonstruksi karena saya lupa timeline –nya, karena pihak Speedy menelepon ke telepon rumah dan/atau saya menelepon pihak Speedy dari rumah. Jadi, telepon-telepon janji surga “mau datang” itu lebih banyak daripada yang saya ceritakan di atas.

Silahkan saja kalau ada yang mau forward tulisan ini ke pihak-pihak yang berwenang. Nomor telepon saya 021-45856xxx.

Update 1: 2 minggu setelah saya posting di blog ini dan bulan ke-TIGA
setelah saya pertama kali mencoba mendaftar layanan Speedy, semalam ( 8
Maret 2011, sekitar jam 18:53 WIB) kembali ada telepon dari pihak Speedy
(nomor 021-48702607)…

Untuk ke-sekian-kalinya mereka LAGI-LAGI bilang, "akan kami usahakan untuk
datang dan melakukan pemasangan BESOK SIANG".

… dan sekarang, di hari yang mereka maksud dengan "BESOK", sudah jam
20:45. jangankan sepatah kata lewat telepon untuk meminta maaf ngga jadi
datang, apalagi sampai batang hidung mereka muncul di rumah saya..

Update 2: sehari setelah Update 1 di atas (12 Maret 2011), kembali saya menerima telepon di rumah, MENAWARKAN PAKET SPEEDY! … DAMN YOU. Sampai saat ini tetap saja ngga ada yang datang untuk pasang.

Update 3: Again!!! Di Minggu siang (13 Maret 2011), telepon di rumah kembali berbunyi. Setelah saya jawab Halo, kampret di ujung sana segera berkata: "Apakah Bapak di rumah sudah pakai Speedy atau belum?". Langsung saja saya berondong, dan segera tutup gagang telepon setelah puas.

Update 4: Akhirnya pada hari Senin sore (14 Maret 2011) teknisi Speedy yang akan melakukan instalasi datang juga ke rumah. Ini setelah sebelumnya (11 Maret 2011) saya kirim direct message ke CS Speedy di Twitter (@AnnisaSpeedy) dan memberikan link ke posting blog ini. Tapi tetap saja, ternyata yang dipasangkan adalah paket modem biasa, bukan paket WiFi yang saya pilih; bukan pula paket 1 Mbps yang ditawarkan hanya senilai Rp 150.000/bulan. Tapi ya sudah-lah…. daripada nanti urusannya jadi lama lagi. Mending beli wireless router sendiri, sambil tunggu ada provider lain yang bisa kasih bandwith lebih baik dan harga lebih murah masuk ke kompleks saya.

Be Sociable, Share!

Related Posts

--related post--

Post a Comment

About Me

The smiling geekIndependent IT Consultant and Trainer, mastering in Microsoft technologies. 13 years experience in all level of systems and network engineering. Currently being awarded as Microsoft MVP in Exchange Server. Live in Jakarta, Indonesia. Claimed himself as a not ordinary geek, who loves photography and hanging out with friends. More.

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Google