Jangan Kirimi Aku Hoax!

Written on 31 October, 2008 – 15:25 | by Rahmat Zikri |

Hoax, alias berita palsu yang dibuat sedemikian rupa sehingga seakan-akan mengandung kebenaran. Ada macam-macam tujuan orang membuat hoax, mulai dari iseng, sekedar guyonan, sampai ke maksud-maksud tertentu yang lebih serius.

Walau salah satu tujuan awal mungkin sekali guyonan si pembuat (tangan pertama), namun seringkali hoax yang saya terima bertendensi ditanggapi serius oleh orang yang mem-forward ke alamat email atau messenger saya. Lebih gawat lagi, ternyata tidak sedikit teman-teman kita yang berperilaku seperti itu (baca: sangat hobi mem-forward pesan yang sebenarnya sebuah hoax belaka!). Hasilnya, jadilah saya secara bertubi-tubi akan menerima sebuah hoax yang sama pada musimnya (kadangkala hoax lama pun masih bisa muncul lagi).

Hoax Yahoo!

Pertengahan Oktober lalu beredar sebuah hoax yang menyebut Yahoo! hampir bangkrut. Salah satu konsekuensinya adalah Yahoo! harus mengurangi jumlah user. Namun demikian, mereka hanya akan menghapus user-user yang sudah tidak aktif lagi. Untuk membantu pihak Yahoo! mengetahui mana user yang masih aktif, harap forward pesan ke semua teman-teman di dalam list Yahoo! Messenger.

Pesan ini cukup membuat panik sebagian pengguna Yahoo! Messenger di Indonesia. Terbukti secara bertubi-tubi saya menerima forward-forward-an dari beberapa orang yang takut ngga bisa chatting lagi di YM. Beberapa orang yang sebenarnya tidak tergolong gemar mem-forward hoax pun bertanya-tanya, “emang isi pesan itu benar ngga sih?”

Atas pertanyaan yang datang bertubi-tubi tersebut, saya jawab singkat saja. Ngga perlu menjadi “orang IT” untuk bisa menggunakan akal sehat, bayangkan kamu yang jadi “orang Yahoo”… ngga sulit untuk melihat log mereka, mana saja user yang aktif dan tidak aktif. Bahkan kalau mereka mau pun, bisa diperoleh data kapan login terakhir! Bodoh sekali jika perusahaan IT sebesar dan sehebat Yahoo masih butuh bantuan “forward-forward-an” untuk mendeteksi siapa user yang masih aktif.

Hoax Friendster

Pada kesempatan lain (kira-kira 1-2 tahun yang lalu), yang menjadi korban adalah Friendster. Sebuah pesan yang beredar di bulletin board dan juga personal message menyebut bahwa Friendster yang selama ini gratis akan men-charge iuran dari user-nya. Kali ini hoax mengajak seluruh pengguna Friendster untuk beramai-ramai mengirimkan pesan tersebut ke semua teman-temannya, untuk menunjukkan bahwa mereka tidak setuju Friendster mengutip bayaran dari penggunanya.

Sama seperti hoax Yahoo!, hanya orang bodoh dan ketakutan ngga bisa Friendster-an lagi saja yang panik dan ikut menyebar berita palsu tersebut. Tahu-kah Anda, pemuda berusia 23 tahun yang membuat Facebook ditasbihkan sebagai ABG terkaya yang memperoleh uang dari upayanya sendiri (bukan karena warisan)? Apakah Facebook mengutip bayaran dari user-nya? Nah, setali tiga uang-lah dengan Friendster. Walau bukan yang terkaya seperti yang bikin Facebook, tetap saja pasti duit senilai milyaran rupiah bisa dimiliki olehnya. Lebih dari itu semua, ngga usah takut mati hanya karena ngga bisa Friendster-an atau YM-an. Mati satu (kalau memang benar-benar mati) bisa tumbuh seribu yang lain. Ada yang nekat mengutip bayaran, cari yang bisa kasih gratis. Beres.

Hoax Bawa-bawa Agama

Ada lagi jenis hoax yang kurang-ajar. Bawa-bawa agama. Sebagai muslim, sudah barangtentu yang sering saya dapat adalah yang berkaitan dengan Islam. Tapi ini bukan berarti tidak ada hoax yang bawa-bawa agama lain. Sebuah hoax yang paling populer adalah yang menyebut-nyebut bahwa pesan yang disampaikan di dalam email tersebut berasal dari imam masjid Nabawi (masjid nabi di Madinah, Arab Saudi). Konon pesan berantai (hoax) ini sudah berumur puluhan tahun. Setidaknya pada masa usia Sekolah Dasar di pertengahan tahun 80-an saya pernah membacanya dalam bentuk selebaran fotokopian (tentu sekarang ber-metamorfosis dalam bentuk email). Ada juga email mirip, tidak bawa-bawa imam masjid Nabawi (atau imam mana pun), namun muatannya sama. Singkatnya berisi ancaman di situ. Jika mem-forward/menyebarkan ke sekian orang (katakanlah 20 orang), tunggu-lah akan ada mukjizat/keberuntungan yang diterima. Namun jika mengabaikan, awas!! Anda bisa mendapatkan musibah.

Isi pesannya mungkin baik. Berisi nasihat, berisi kebaikan. Tapi kalau Anda mem-forward karena percaya akan mendapat keberuntungan, apalagi kalau karena takut mendapat musibah, bisa dibilang sudah masuk kategori syirik. Setidaknya kalau cuma dosa saja sih bisa dipastikan-lah. Masa percaya masalah keberuntungan dan kesialan hanya karena urusan forward-forward email. Aya-aya wae.

Hoax Barang Gratisan

Nah, hari ini, lagi-lagi untuk kesekian-kalinya, ada lagi beberapa orang yang percaya dengan sebuah hoax yang menyebut jika kamu mem-forward pesan yang katanya dari sebuah produsen barang elektronik (hari ini yang beredar adalah bagi-bagi handphone Apple iPhone 3G) ke 20 orang, Anda akan mendapatkan sebuah handphone Apple iPhone 3G gratis! Apple iPhone gratis punya bapak moyangnya.

Isi pesan hoax ini meminta Anda mem-forward ke-20 alamat email berbeda, dan jangan lupa menaruh alamat email yang katanya adalah email-nya staf sales Apple di Jakarta, dengan alamat: jkt.applecorp@asia.com. Dasar bodoh! Coba buka www.asia.com, itu website-nya Apple atau bukan? Lebih bodoh lagi, mau percaya bahwa hanya dengan mengirim ke-20 alamat bisa dapat handphone mahal dengan mudah dan gratis. Mungkin sudah penyakit sebagian orang Indonesia yang sudah stres hidup susah. Begitu lihat ada sesuatu yang demikian mudah diraih, tanpa pikir panjang langsung disikat.

Hoax Matahari Bersinar 36 Jam

Boleh jadi ini adalah hoax of the month di bulan Oktober. Entah dari mana asal usulnya, tapi tidak sedikit orang-orang yang mem-forward sebuah berita yang menyebut pada tanggal xx Oktober lalu (kalau tidak salah 17 Oktober?) matahari akan bersinar terus menerus selama kurang lebih 36 jam di Jakarta. Mungkin ini puncak kebodohan pada penggemar kabar burung. Entah apa yang mereka pikirkan ketika ternyata senja hari matahari terbenam seperti biasa di tanggal tersebut. Hoax yang ini ngga usah dibahas panjang lebar lah. Bodoh ya bodoh saja, tapi jangan kebangetan.

Hoax Operasi Kontra Intelijen

Awal tahun ini saya juga sempat kebanjiran hoax tentang BCA. Di sini disebut bahwa pada sebuah tanggal, sekitar jam 00.00-03.00 (kalau tidak salah sekitar itu), Pihak IT Bank BCA akan mengadakan perubahan sistem. Untuk itu ada kemungkinan nasabah bisa mengalami gagal transaksi jika menggunakan mesin ATM pada jam-jam tersebut.

Semua orang bodoh dan penggemar berita burung beramai-ramai mem-forward pesan ini, via YM, Friendster, mailinglist, dsb. Coba dipikir baik-baik, pesan tersebut sebenarnya ditujukan kepada penghuni alam gaib yang mungkin ingin mengambil uang pada jam segitu! Jadi, kirim-lah forward message tersebut ke syaitanirrojim dan kawan-kawan.

Bicara agak serius sedikit, sebuah perusahaan sebesar BCA pasti memiliki action plan yang jelas, bagaimana cara mereka mengantisipasi kegagalan proses penggantian sistem (jika memang benar saat itu mereka akan melakukan perubahan). Perusahaan sebesar ini pasti punya prosedur yang sudah dipersiapkan sedemikian rupa, bahkan mestinya bersifat zero tollerance terhadap kegagalan, apalagi yang berakibat merugikan nasabah. Di tengah kompetisi antar bank yang semakin ketat seperti saat ini, sebuah bank yang service-nya ngga becus, apalagi kalau ATM nya mesti berhenti beroperasi karena ada updating terhadap sistem, bisa-bisa ditinggal oleh nasabahnya pindah ke bank lain!

Puncak kebodohan pada email ini adalah penutup pada email tersebut. Di situ disebut sebuah nama yang ‘katanya’ pegawai BCA. Tapi yang menggelikan adalah status (jabatan)-nya. Saya lupa persisnya, tapi kalau tidak salah si mbak ini disebut di situ adalah staf Divisi Legal. Come on, apa urusannya upgrading sistem IT dengan mbak-mbak Legal ini? Masih mending kalau di situ disebut dia adalah Public Relations. Ada yang masih coba berargumentasi, mungkin si mbak ini cuma mau sharing saja. Seandainya saya adalah atasannya di BCA, saya langsung memecat dia! Kenapa? segala sesuatu yang ada di internal perusahaan itu harus ada standard operation procedure-nya. “Membocorkan” informasi kemungkinan adanya failure pada proses upgrade “nanti malam” ke publik adalah kesalahan fatal yang bisa menurunkan kredibilitas perusahaan.

Saking kesalnya dengan kebodohan para penggemar berita burung ini, saya iseng membuat sebuah aksi “kontra intelijen”. Saya coba susun ulang sebuah pesan dengan gaya bahasa yang sama, juga “ditandatangani” oleh nama mbak yang sama, namun kali ini saya sebut bahwa ada ralat terhadap pemberitahuan sebelumnya. Saya sebut bahwa proses upgrading tidak jadi dilakukan pada tanggal yang sudah disebut sebelumnya. Pesan ini saya sebarkan ke beberapa orang penggemar kabar burung. Hasilnya, operasi “kontra intelijen” berjalan dengan arah kebalikan… Pesan ralat ini pun beredar dengan cepat. Dasar bodoh.

Be Sociable, Share!

Related Posts

--related post--
  1. 15 Responses to “Jangan Kirimi Aku Hoax!”

  2. By D on Oct 31, 2008 | Reply

    Ha ha ha… untung gw gak ikutan nyebarin gratis IPhone 3G. Gak jadi orang bodoh kategori elu dah Zii.. :D

  3. By Gryphone on Oct 31, 2008 | Reply

    Salah satu cara mudah mendeteksi hoax adalah kata2 terakhir yang (biasanya) memberi instruksi untuk menyebarluaskan e-mail / berita tersebut ke rekan2 kita, “…kalau anda peduli”. Yang paling menyebalkan adalah kalau ditambahi dengan “kirim ke minimal 10 orang, atau anda akan celaka”. Udah seperti surat berantai…yang kaya begini (kalau gue lagi niat) langsung cari di google, dan langsung reply to all dengan link yang membuktikan ketidakbenarannya. Kalau lagi ga niat, ya langsung delete dan empty trash.

  4. By adinoto on Oct 31, 2008 | Reply

    bwakakaka kang, kalo disini yang ada matahari ga bersinar 36 jam :D *alias ngedon aja ga keluar2 :P kekekeke….

    *jangan2 kena hoax iphone 3g yg katanya buka kantor di jkt wakakak *ngacirr

  5. By Rahmat Zikri on Nov 1, 2008 | Reply

    betul, abis kena hoax Apple buka kantor di Jakarta.. akhirnya meledak juga kekesalan sama orang2 bodoh yang berharap barang gratisan tanpa mikir.. mungkin pas pembagian otak dia ngga datang :))

  6. By achmad faisal on Nov 1, 2008 | Reply

    banyaknya masyarakat kita yang kurang memahami teknologi informasi yang berkembang, hingga banyak orang yang mudah dibodohi…

  7. By krisna on Nov 2, 2008 | Reply

    iya nih, minggu ini dapet bnyk bgt…T_T
    cape d..kesel juga menuh2in inbox n pop up dari messenger..T_T

  8. By bambangp on Nov 8, 2008 | Reply

    Memang sepertinya orang endonesa nggak mau susah dikit, konfirmasi kebenaran dulu, langsung main forward aja.

    Capee dehh…

  9. By Tedi Melvia on Nov 18, 2008 | Reply

    Hahhaaa..gw senang dengan gaya penulisan elo Zik..
    Pedas tapi dalem..kayak abis makan sambel pake merica hihi..
    Pastinya elo sewot banget…kalo gw paling sebel ttg agama itu tuch..basi..diulang2 mulu..ampe hapal dech :):)

  10. By ddkry on Nov 21, 2008 | Reply

    hahaha, mereka kebanyakan nonton infotainment jadinya korban gosip, akhirnya punya mental penakut

  11. By keshie on Dec 9, 2008 | Reply

    halo kang rahmat, salam kenal ni. saya tertarik banget membaca postingan Anda di atas. bolehkah saya memuatnya di rubrik blog di media saya? kalo Anda berminat, silakan e-mail saya di kc@tabloidpcplus.com yaa. thxx :)

  12. By bAkT on Dec 17, 2008 | Reply

    Mbok saya dikirimi hoac hoax gitu, kontra inteljen nya sekalian . . :D
    soale kadang kalo sayang counter malah saya dimusuhi karena serasa membodohi mereka. ya karena kebanyakan kawan dekat, sulit bilang mereka gaptek begitu saja, cuma ya tetep pengen tahu bahasa yg halus tapi dimengerti.
    ya ibu2lah sama bapak2 yg berumur, cuma ya konyol aja lho gituan diforward kemana2 . .

    nuwun
    bAkT

  13. By Khaled on Feb 22, 2009 | Reply

    Tulisannya bagus juga Zik… Boleh gue shared ke Temen-temen di kantor yang hobinya suka kirimin hoax ga ?
    tentunya dengan menambahkan diambil dari by Rahmat Zikri – http://www.zikri.com...
    Biar gue ga dikirimin hoax lagi dari mereka. dan biar mereka juga sadar kl menyebarkan informasi tuh di cross check dulu kebenarannnya… thanks bro..

  14. By Mutiara on Aug 8, 2009 | Reply

    Harus pintar-pintar kita menyaringnya supaya gak tertipu :)

  1. 2 Trackback(s)

  2. Apr 10, 2009: adinoto’s blog » Blog Archive » Email Penipuan Seputar Undian iPhone 3G Gratisan
  3. Jun 18, 2009: Jangan Kirimi Aku Hoax! « Papa Berkumis Blog

Post a Comment

About Me

The smiling geekIndependent IT Consultant and Trainer, mastering in Microsoft technologies. 13 years experience in all level of systems and network engineering. Currently being awarded as Microsoft MVP in Exchange Server. Live in Jakarta, Indonesia. Claimed himself as a not ordinary geek, who loves photography and hanging out with friends. More.

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Google