Pasang Iklan Jual Mobil? Hati-hati Ditipu Orang!

Written on 20 December, 2010 – 22:14 | by Rahmat Zikri |

Akhir pekan kemarin saya memasang iklan jual mobil di harian Pos Kota. Memang dari dulu koran yang satu ini sudah sangat melekat sebagai tempat referensi para calon penjual atau pembeli, terutama (mungkin) yang amatiran.

Kemarin adalah pengalaman pertama saya mencoba menjual mobil lewat iklan. Dulu sih kalau mau jual barang, selalu jual ke teman. Termasuk jual mobil yang sebelumnya pun ke teman sendiri.

Respon yang saya dapat ternyata lumayan… Walau mobil yang saya tawarkan bukan masuk ke dalam kategori mobil sejuta umat yang bisa laku secepat jualan kacang goreng (seperti Avanza/Xenia, Kijang, dan sejenisnya). Mulai dari yang sekedar nanya, sampai yang ingin melihat langsung… Dan, tidak sedikit yang mau menipu!

Kasus pertama yang saya identifikasi berawal dari sebuah pembicaraan telepon dari nomor 085215037273. Dengan bahasa yang santun, lelaki yang menelpon ini menyebut bahwa ia baru saja melihat iklan saya di Pos Kota dan sangat tertarik dengan penawaran tersebut. Mobil yang saya tawarkan adalah Suzuki Baleno tahun 2002, dengan harga tertulis Rp 78 juta (dari hasil survei Pos Kota sekitar 1 bulan, rata-rata penawaran yang dipasang untuk Baleno 2002 sekitar 77-80 juta). Singkat kata, dia minta waktu sebentar untuk berdiskusi dengan istrinya dan meminta saya menyimpan nomor telepon dan namanya. Dia menyebut namanya Bambang Irawan (pasti bohong!).

Sekitar 15 menit kemudian, orang ini menelepon kembali dan menyatakan bahwa istrinya setuju… “boleh nawar ngga pak?”, begitu ujarnya. Saya bilang boleh-boleh saja ditawar dikit. Ajaib, dia bilang “bagaimana kalau 77 juta?”. Saya sempat terperangah. Ini orang pernah beli barang mahal atau ngga sih? Nawar kok cuma sejuta. Tapi saat itu saya lebih merasa riang gembira ketimbang terperangahnya… Tentu tidak lupa segera menjawab “OK deh”.

Setelah deal masalah harga, orang ini bilang bahwa dia sedang di luar kota. Baru kembali 2 hari kemudian. Saya bilang, “Wah, ngga bisa begitu pak…. Saya mana mau tunggu Bapak dan menolak orang lain yang mungkin berminat dengan mobil saya. Dari mana saya tahu 2 hari lagi Bapak benar-benar datang dan jadi membeli mobil saya?” Saya minta dia untuk memberikan tanda jadi sebagai pengikat.. Supaya saya percaya terhadap keseriusan dia. Sebenarnya sih buat saya berapa saja, 1 juta pun rasanya lebih dari cukup. Tapi namanya juga ajaib, dengan santainya dia bilang kalau begitu saya transfer saja 7 juta nya dulu. Nanti waktu ketemu saya lunasi sisanya yang 70 juta.

Lagi-lagi saya terperangah…. Tapi ya biarlah. Siapa tahu memang ada orang seajaib itu. Saya kan senang-senang saja. Saya tanya dia mau transfer lewat mana. Saya kasih 2 alternatif, transfer ke rekening saya di Bank BCA atau di Bank Mandiri. Dia pilih transfer ke rekening saya di Bank Mandiri, karena katanya dia lebih sering bertransaksi lewat Mandiri. Dia minta informasi nomor rekening yang mesti dia transfer. Dia bilang akan segera men-transfer dalam tempo selambat-lambatnya 30 menit. Saya pun menyetujuinya dan segera menutup telepon dan mengirim SMS berisi informasi nomor rekening saya.

Ditunggu-tunggu sampai 1 jam tidak ada informasi apa-apa lagi dari orang yang mengaku bernama Bambang tadi. Setelah berlalu 1,5 jam akhirnya dia menelepon lagi… Dia bilang, “Maaf, tadi saya mau transfer lewat mobile banking, tapi gagal melulu.. AKhirnya saya cari-cari ATM dulu dan baru ketemu. Barusan saya sudah transfer 7 juta. Diperiksa ya pak. Mohon mobilnya jangan ditawarkan lagi ke orang lain”.

Sebelum terima telepon yang terakhir ini, saya sempat cerita ke istri, ini ada orang aneh…. Masa baru baca iklan di koran, belum lihat langsung mobilnya, belum tahu kondisinya seperti apa, ngga tahu dia sedang bicara dengan siapa, ngga kenal sebelumnya dengan saya sebagai penjual, masa nekat mau transfer 7 juta??!

Iseng-iseng istri saya telepon ke om nya dan menceritakan hal tersebut…. Kecurigaan saya ternyata klop. Menurut si om, motif penipuan seperti itu pernah dialami juga oleh temannya…. Dengan cerita yang hampir identik. Belum lihat apa-apa, langsung bilang setuju dan menawar basa-basi… Lalu deal berikutnya akan mentransfer tanda jadi yang besar, karena dia sangat ingin mobil tersebut, padahal lagi di luar kota.

Berbekal informasi tersebut, saya santai-santai saja waktu menerima telepon yang menginformasikan kalau dia sudah transfer. Apalagi saya tidak kunjung menerima SMS otomatis dari Bank Mandiri, yang biasanya selalu muncul setiap kali ada transaksi masuk atau keluar di rekening. Iseng-iseng saya cek transaksi, hasilnya juga sama. Tidak ada transaksi baru, apalagi saldo bertambah. Jadi saya cuek saja.

Modus penipuan seperti ini konon juga menggunakan hipnotis. Ceritanya, ketika kita sudah sangat senang karena barang dagangan laku dengan harga bagus, kita tentu akan buru-buru memeriksa rekening untuk memastikan uang tersebut benar-benar masuk. Ketika kenyataannya belum masuk, tentu kita akan segera menghubungi orang tersebut (makanya dia meminta kita untuk menyimpan nomor teleponnya, agar tidak salah telepon). Seperti juga kasus-kasus penipuan/hipnotis yang kurang lebih mirip, si korban ini akan digiring untuk ke ATM saja (ingat, dia sudah mencoba menginformasikan bahwa dia gagal ketika coba transaksi melalui mobile banking/internet banking). Awalnya pasti dia akan mengatakan bahwa mungkin saja lagi ada masalah di sistem Bank Mandiri… Dia akan terus membimbing korban dan memastikan korban ada di depan ATM, lalu mengikuti petunjuk-petunjuk yang dia berikan. Langsung saja ke hasil akhirnya, bukannya dapat duit 7 juta, tapi malah kita “berbaik hati” mengirimkan uang senilai 7 juta ke dia!

Jenis penipuan lain saya terima sehari setelah iklan tersebut tayang…. Modusnya seragam. Berikut cuplikan-cuplikan SMS yang berniat menipu:

Dari nomor 083136041944:

MAAF SY IBU MIRA YG TEMPO HARI. MENGENAI MOBIL YG MAU DI JUAL, SY SUDAH COCOK LOKASI, UTK HRG SILAH KAN HBG SUAMI SY DI NO 085288386888 DGN PAK SUYANTO

Ini penipuan fatal, karena belum ada 1 orang wanita pun yang menghubungi saya untuk tanya soal mobil, apalagi sampai datang… Lebih bodoh lagi, ini mau beli mobil atau mau beli tanah? Masa sudah cocok lokasi?

Berikutnya dari nomor 083898328069:

MAAF SAYA.PAK IKBAL YANG TEMPO HARI LIAT MOBIL, KM SUDAH COCOK. MOH HUBUGI BAPAK SY.UNTUK MEM’BICARAKAN MASALAH HARGAH, PAK NASRULLAH 081282232889 TERIMA KASI

Ini pasti SMS dari Bapak-bapak kolokan yang masih mimi cucu dari botol… Menyebut diri sebagai Pak Ikbal (artinya sudah dewasa, bukan?), masa mau beli mobil saja masih bawa-bawa bapaknya? Kecuali kalau dia menyebut namanya Ikbal, tanpa embel-embel Pak.

Ada lagi dari nomor 083139037678:

Ass, Sy IRWAN Yg kmaren dtng liat kondisi MOBIL anda. kbetulan kmi brminat n setujuh,Mngenai hrg’y Mhon Hub bpk sy utk dibicarakn. Dr.H.ARIEF BUDIMAN 081389669777

Ini mau beli mobil atau mau laporan bahwa Bapaknya bergelar Dr dan H? Senyum dengan mulut terbuka

Yang terakhir (setidaknya sampai tulisan ini saya buat), lagi-lagi dari seseorang yang mengaku wanita, dari nomor 083870051899:

Ass.mf sy ibu Dewi yg kmrin mgenai mobil anda dan sy udah berminat dgn mobilnya jadi u/nego harga tlong hub suami sy bpk HELMI CANIAGO 081218533709 tks wasslam

Untuk semua SMS di atas, saya juga menduga motif akhirnya akan sama. Si “Bapak” akan pura-pura lagi berada di luar kota dan akan mentransfer tanda jadi fiktif. Lalu karena penasaran duit ngga masuk, kita akan dipengaruhi untuk melakukan langkah-langkah sesuai instruksinya di depan ATM… Lalu duit pun melayang.

Penipuan-penipuan itu belum berakhir…. Tadi siang lagi-lagi saya menerima telepon dari nomor berbeda tentunya. Bilang bahwa dia kemarin sudah lihat mobilnya (yakin sekali dia kalau saya ngga hapal satu per satu orang-orang yang datang). Singkatnya dia menawar, ngga terlalu lama untuk kemudian deal harga. Karena lagi-lagi orang ini hanya berbasa-basi. Lalu minta mobil disimpan dulu sampai hari Rabu, karena dia lagi di luar kota. Lagi-lagi saya bilang mana bisa begitu…

Selanjutnya bisa ditebak, dia menawarkan untuk kasih tanda jadi senilai buntut harga yang disepakati. Pelunasan 70 juta baru akan dibayar ketika dia kembali ke Jakarta hari Rabu nanti. Kali ini saya bilang, maaf, saya maunya tunai. Bapak datang saja sekarang ke sini, saya lagi di Plaza Senayan. Dia bilang bahwa ngga mungkin dia datang, karena lagi di luar kota. Saya bilang, Bapak bisa suruh istri atau teman Bapak bertemu saya, pokoknya saya hanya terima tanda jadi dalam bentuk tunai dan pelunasan kita sama-sama ke Bank atau ATM. Titik. Mungkin dia sudah terpojok, akhirnya dia bilang, kalau begitu nanti saya tanyakan dulu ke orang saya, mudah-mudahan ada yang bisa datang. Saya jawab, silahkan.

Setelah telepon ditutup, saya coba mengingat-ingat gaya bicaranya….. Ahhhh, itu logat orang yang mengaku bernama Bambang Irawan. Dia pikir ingatan saya lemah. Segera saya kirim SMS ke nomor yang terakhir dia pakai tersebut dan dengan pede-nya saya tulis: “Mending Bapak cepetan lihat mobilnya sekarang…. Nanti keburu kiamat!”.

Note: setelah 5 hari, akhirnya mobil yang saya jual laku juga. selama waktu tersebut, ternyata yang berniat menipu dengan cara di atas (pura-pura deal dan akan segera transfer) setidaknya ada 4. sudah dipastikan juga bahwa model-model semacam itu akan menggunakan gendam/hipnotis ketika korban benar-benar ada di depan ATM.

Be Sociable, Share!

Related Posts

--related post--
  1. 8 Responses to “Pasang Iklan Jual Mobil? Hati-hati Ditipu Orang!”

  2. By Jay on Dec 21, 2010 | Reply

    Weh, gitu ya modusnya, menggiring kita ke ATM.
    Kalo daftar SMS report Mandiri ya gak akan kegiring sih, tunggu SMS aja.
    Or better kalo pake internet banking.

    Modus menggiring ke ATM mental semua.

  3. By NUR on Dec 29, 2010 | Reply

    MAAF SY IBU FERA YG TEMPO HARI.MENGENAI RUMAH YANG MAU DIJUAL,SY SUDAH COCOK LOKASI, UTK HRG SILAHKAN HBG SUAMI SY DI NO 081237069075 DGN PAK HERLAMBANG LUBIS pengirim 083898328069
    Hati Hati dengan Penipu yang pura2 akan beli rumah/tanah/barang yang di tawarkan di jual via Internet

  4. By Rahmat Zikri on Jan 8, 2011 | Reply

    cerita penipuan dengan modus mirip di atas yang ada di link ini patut dibaca: http://www.mail-archive.com/karisma_honda@yahoogroups.com/msg36612.html

  5. By yudi on May 5, 2012 | Reply

    terimakasih atas share nya, saya juga sedang menerima sms serupa. mencurigakan. untung ada postingan anda

  6. By Ferry on Jun 17, 2012 | Reply

    Saya pernah punya pengalaman ditipu pihak Buana Mobil Trada, UANG TANDA JADI TIDAK KEMBALI……..!!!
    saat pertama kali menawarkan kredit mobil melalui salesgirl bernama LIA saya diminta untuk segera membooking kendaraan dengan membayar Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) agar dapat cepat diproses.
    Semula saya berpikir bahwa bagaimana salesgirl bodoh itu bisa memprediksi seolah-olah berkas saya nantinya akan disetujui pihak leasing. Bermodal rasa tidak curiga saya pun memberikan uang tersebut berikut berkas dan aplikasi bio sesuai yang diminta pihak leasing.
    Setelah itu saya pun menunggu kabar turunnya kendaraan. Tapi ternyata setelah hari itu tidak ada satupun telepon berupa konfirmasi, koordinasi, atau apapun dari pihak leasing maupun dari pihak Buana Mobil Trada, hingga saya yang harus menelponnya sendiri. Setelah sekian kali menelpon barulah salesgirl bernama Lia itu mengangkat telepon. Ia bertanya dari mana? Saya menjawab dari yang mau mengambil kendaraan suzuki Carry di daerah Condet, seketika salesgirl Lia itu mengeluarkan jurus salesnya. Rupanya ia menyangka bahwa saya adalah konsumen baru. : “oh iya bagaimana pak, jadi ambil kendaraannya? mumpung lagi diskon nih…”. Saya jawab, kalau saya adalah Si F di daerah Condet yang telah memberikan uang booking dan telah menyerahkan berkas-berkas aplikasi. Tiba-tiba ia terkejut dan menjadi gugup : ooh maaf pak F saya kira siapa…., soal mobil bapak kan sedang diproses, bla..bla…bla… jadi mohon sabar dahulu…”. Nampak sekali salesgirl itu tengah berusaha berkelit dan berusaha meraba kata-kata untuk menjawab. Dengan perasaan dongkol saya pun “manut” pada jawaban aneh itu.
    Beberapa hari kemudian ia menelpon dan menyatakan bahwa pengajuan kredit saya ditolak pihak leasing. Saya jawab, tidak masalah. lalu bagaimana dengan UANG TANDA JADI? Oh itu pasti akan dikembalikan, begitu kata salesgirl Lia itu. Namun hingga 3 bulan berlalu, setelah saya tidak bosan-bosan meminta uang booking dikembalikan, serta dengan sabar mendengar jawaban pihak salesgirl Lia bahwa “Pengembalian Uang harus melalui Prosedural” hingga kini tidak ada pengembalian atau apapun….!!!!!!

  7. By Seller on Jan 27, 2013 | Reply

    SAMA BANGET!

    Ceritanya bner2 mirip, ane juga jual mobil, malah udah ketipu ane gan, kaya di hipnotis gitu, blang dela, blom liat barang, dia transfer tuh duit, pas ane cek, blom ada uang transferan dari dia, gatau knapa, kok ane malah transfer balik ke dia ya?? semua uang di ATM ane waktu itu abiss, untung cuman ada 500rb, hati hati lah pokok nya

  8. By Bahrul Kusen ALuminium on May 19, 2013 | Reply

    Iya pak Zikri, saya juga pernah ngalamin gitu… ada sms orang mau nawar tapi kok ya disuruh nelpon ke orang lain, mbok ya bukan langsung aja nawar dan nelpon… hati-hati aja…

  1. 1 Trackback(s)

  2. Dec 26, 2010: Jadi Korban Penipuan Lewat Transfer Bank? Cepat Minta Blokir! | ..RahmatZikri

Post a Comment

About Me

The smiling geekIndependent IT Consultant and Trainer, mastering in Microsoft technologies. 13 years experience in all level of systems and network engineering. Currently being awarded as Microsoft MVP in Exchange Server. Live in Jakarta, Indonesia. Claimed himself as a not ordinary geek, who loves photography and hanging out with friends. More.

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Google