Melancong ke Kuala Lumpur

Written on 11 May, 2007 – 10:05 | by Rahmat Zikri |

Seperti halnya berlibur ke Singapura, Kuala Lumpur telah menjadi salah satu tujuan wisata bagi sebagian orang Indonesia. Dengan ongkos yang hanya berbeda sedikit dengan ongkos Jakarta-Denpasar (Bali), Kuala Lumpur menjadi alternatif yang menarik. Karena ‘judul’nya adalah liburan ke luar negeri! Gengsinya jelas beda.

Tulisan saya kali ini akan membahas cara menuju Kuala Lumpur, lewat Singapura. Rute ini adalah rute yang sangat menarik, karena ibarat pepatah, sekali merengkuh dayung dua-tiga pulau terlampaui. Tulisan ini sekaligus merupakan sambungan dari tulisan saya tentang cara menuju Singapura dengan biaya lebih murah melalui Batam, yang bisa di baca di sini.

Rute yang bisa ditempuh untuk paket hemat ini adalah berangkat dari Jakarta menuju Batam, lalu ke Singapura dan melanjutkan ke Kuala Lumpur. Kembali ke Jakarta langsung dari Kuala Lumpur. Atau kalau mau dilanjutkan lagi, ada banyak alternatif, misalnya ke daerah Genting (pegunungan seperti di Puncak, dengan berbagai fasilitas hiburan, termasuk judi), atau ke Pulau Penang. Genting dan Penang masih dalam wilayah kedaulatan Malaysia. Kalau mau terus lagi bisa juga ke wilayah selatan Thailand (Phuket dan sekitarnya), terus ke atas bisa sampai Bangkok.

Pada umumnya pelancong yang sedang di Singapura dan ingin melanjutkan perjalanan ke Kuala Lumpur akan mengambil alternatif perjalanan darat dengan bus. Selama ini rute baku yang diketahui adalah direct dari Singapura ke Kuala Lumpur. Naik bus dari terminal Golden Miles di Singapura, yang akan membawanya ke terminal Puduraya di Kuala Lumpur. Bus ini bertarif sekitar SGD 26/orang. Pilihan ini bukan yang terbaik. Karena dengan sedikit trik, anda bisa mendapatkan 1/2 harga, dengan naik bus yang sama!

Bagaimana caranya? Bus-bus yang berangkat dari Golden Miles (Singapore) ini akan mampir terlebih dahulu di terminal bus Larkin, di Johor Baru (Malaysia). Nah, cobalah naik bus tujuan Kuala Lumpur dari terminal ini. Tarifnya hanya MYR 24 (sekitar SGD 11 saja!). Untuk bisa tiba di terminal Larkin ini, ada banyak bus yang bisa dinaiki dari Singapura. Setidaknya yang saya tahu ada di dekat stasiun MRT Bugis, Lavender dan Kranji. Tarif bus dari Singapura menuju Johor Baru ini sekitar SGD 2.50/orang, dengan waktu tempuh sekitar 30-40 menit. Setiap saat ada bus yang berangkat. Mungkin sekitar 10-15 menit sekali di setiap tempatnya. Jadi, ngga usah khawatir.

Di perbatasan negara antara Singapore dan Malaysia kita mesti melewati checkpoint imigrasi ke-dua negara. Di sini, kita harus turun dari bus dan berjalan kaki ke loket imigrasi. Jangan lupa untuk membawa semua barang bawaan tanpa terkecuali. Karena waktu keluar dari sini kemungkinan besar bus yang akan kita pakai untuk melanjutkan perjalanan adalah bus yang berbeda. Tinggal naik saja. Yang penting perusahaan operator bus-nya sama. Ada beberapa yang saya ingat, misalnya SBS, Causeway, dsb. Jangan sampai tiket hilang, karena itu artinya harus bayar lagi. Bus berjalan sebentar, mungkin hanya sekitar 1-2 menit, sudah berhenti lagi dan lagi-lagi kita harus turun. Kalau tadi adalah imigrasi Singapura, kali ini imigrasi Malaysia. Hal serupa mesti dilakukan kembali, bawa semua barang.

Setibanya di terminal Larkin (Johor Baru, Malaysia), mungkin anda akan dihampiri oleh 1-2 orang calo. Ngga usah diladeni. Ngga perlu khawatir juga, terminal di sana cukup aman koq, jangan bayangkan anda seperti orang kampung yang baru tiba di terminal Kampung Rambutan atau Pulogadung di Jakarta, yang bisa “dimakan” orang. Bahkan di tengah malam sekali pun. Cobalah berjalan berkeliling beberapa loket agen bus yang ada di depan mata. Coba lihat tulisan jam keberangkatan bus tujuan Kuala Lumpur. Cari saja yang paling dekat jam keberangkatannya. Ada baiknya juga sebelum memutuskan hendak naik bus yang mana, cobalah memandang ke bus-bus yang parkir, bus milik operator mana yang menarik minat anda. Saya menghindari penyebutan nama perusahaan bus favorit saya di sini, karena alasan netralitas. Tapi mestinya mata anda pun tak akan berbohong pada diri sendiri. Bus mana yang bagus, setidaknya dari tampilan fisik. Pada poin ini pun tidak perlu khawatir, setiap saat ada bus yang akan berangkat ke Kuala Lumpur.

Waktu tempuh antara terminal Larkin (Johor Baru) dan Puduraya (Kuala Lumpur) sekitar 4-5 jam. Perjalanan pada malam hari akan lebih cepat, karena jalanan kosong. Jika ternyata masih ada waktu menunggu, di terminal ini juga banyak kedai tempat makan yang bisa dipakai sebagai tempat duduk-duduk membuang waktu sambil menikmati makanan atau kopi. Karena saya adalah pecandu kopi tubruk, catatan untuk sesama penggemar kopi tubruk di sini adalah, bilang: “saye nak kopi o”. Jangan cuma kopi. Nanti yang diberikan adalah kopi 3in1.

Selama perjalanan di bus tidak banyak yang menarik. Tapi lumayanlah buat ganti suasana pemandangan. Satu hal yang menarik, di Singapore atau Malaysia supir bus itu digaji. Bukan kejar setoran seperti di Indonesia. Jadi ngga akan kebut-kebutan. Malah pernah saya menggerutu sendiri, karena menganggap si supir terlalu lamban menjalankan busnya seperti keong.

Terminal tujuan di Kuala Lumpur adalah terminal Puduraya. Lokasinya tidak jauh dari daerah pecinan di Petaling street. Hanya sekitar 5 menit dengan berjalan kaki. Terminal ini pula-lah yang menjadi titik sentral bus-bus antar kota di Malaysia atau bahkan antar negara (Malaysia-Singapore atau Malaysia-Thailand). Jadi, jika nanti selanjutnya berminat melanjutkan perjalanan darat ke kota-kota lain –termasuk ke beberapa kota di Thailand atau kembali lagi ke Singapura– anda mesti kembali lagi ke terminal ini.

Sama seperti terminal-terminal antar kota di Indonesia, di sekitar terminal ini pun banyak tersedia penginapan. Mulai dari yang kelas losmen/hostel sampai hotel yang bagus. Jika anda tiba di sini dini hari, mungkin sebaiknya beristirahat dulu di penginapan yang murah. Lumayan menghemat, karena seperti di Indonesia, jika anda check-in sebelum jam 6 pagi itu dihitung menginap 1 malam. Check-in jam 7 pagi tidak ada bedanya dengan anda check-in jam 7 malam. Setelah hari terang baru mencari hotel yang bagus. Ini jika anda ingin tinggal di hotel yang lebih bagus.

Alternatif arah perjalanan anda untuk mencari penginapan ada 2 (dua). Berjalan ke arah bawah menuju Petaling street (pada arah yang sama jika diteruskan berjalan 4-5 menit dari Petaling street anda akan menemukan lokasi wajib lainnya yaitu Pasar Seni). Pada arah ini, tepatnya di seputaran Petaling street dan jalan-jalan di sekitarnya, ada beberapa hotel dan juga hostel (backpacker). Penginapan backpacker di sini bertarif sekitar MYR 30-40 per ranjang. Sedangkan untuk hotel berkelas bintang 1-2 tarifnya sekitar MYR 80-150 per kamar. Alternatif yang ke-dua adalah dari terminal Puduraya berjalan ke arah atas, ke arah Bukit Bintang. Ini juga adalah daerah wajib dikunjungi. Ada beberapa shopping center yang menarik, termasuk untuk belanja barang-barang elektronik (yang ini cari saja di Plaza Low Yat). Di seputaran Bukit Bintang ini ada banyak sekali penginapan. Lagi-lagi dari yang kelas hostel sampai hotel. Salah satu favorit tempat saya menginap ada di sini. Tapi tarifnya bukan tarif backpacker, tapi buat saya price per performance-nya lumayan.

Setelah urusan penginapan beres, tinggal masalah jalan-jalan. Ada banyak lokasi yang bisa dikunjungi. Selain Petaling street dan Pasar Seni yang tadi sudah disebutkan, tentu saja jangan lupa untuk meng-explore seluk beluk daerah Bukit Bintang ini. Seperti hal-nya daerah Geylang yang saya sebut pada tulisan terdahulu, Bukit Bintang adalah juga kawasan red-light. Tapi yang lebih banyak berkeliaran di sini adalah makelarnya. Pernah ada yang dengan terang-terangan menawarkannya ke saya dengan mengatakan: “awak nak ape… melayu ker? cine ker? atau nak keling juge ade!”

Seperti halnya orang ndeso jalan-jalan ke Jakarta yang tidak akan melewatkan wisata ke Monas, para turis yang melancong ke Kuala Lumpur pun wajib datang dan berfoto di menara kembar Kuala Lumpur City Center (KLCC), yang merupakan salah satu dari gedung tertinggi di dunia. Dari Bukit Bintang bisa saja jalan kaki ke mari. Tapi sebaiknya naik taksi. Kurang lebih ongkosnya MYR 10, pakai argo. Tapi harap diingat, pada jam-jam tertentu (jam macet, jam pulang kantor) banyak supir taksi yang ogah pakai argo untuk jarak dekat atau yang melewati daerah macet. Ada juga perusahaan taksi yang mengenakan tambahan biaya beberapa puluh sen untuk tambahan per penumpang (jika penumpang dalam taksi ada 2,3 atau 4 orang).

Jika anda berminat untuk naik ke atas menara, pihak manajemen KLCC mengijinkannya.. dan gratis! Tapi untuk ini anda mesti mengantri tiket terlebih dahulu. Sangat disarankan mengambil tiket sepagi mungkin. Lokasi tiket ada di basement salah satu menara dari twin tower ini. Cari atau tanyakan saja pada satpam. Di dekat loket tiket ini juga ada toko yang khusus menjual memorabilia tentang KLCC. Setelah mendapatkan tiket, anda akan mengetahui kira-kira jam berapa anda boleh naik. Perlu diingat juga, kalau hari Senin tidak ada turis yang boleh naik, karena itu waktu perawatannya. Anda akan mendapatkan kesempatan sekitar 10 menit berada di atas jembatan yang menghubungkan Tower 1 dan Tower 2, yang berada di ketinggian sekitar lantai 41-42.

Selain KLCC Twin Towers –yang juga disebut menara Petronas–, Malaysia juga memiliki Menara Kuala Lumpur (KL Tower), yang juga merupakan salah satu menara tertinggi di dunia. KL Tower ini mirip seperti Menara TVRI di Senayan Jakarta. Tapi lebih besar. Menara ini berlokasi di Bukit Nanas. Bisa naik monorail untuk mencapai lokasi ini. Sebagai orang Indonesia, kita boleh ikut berbangga, karena arsitek bangunan kebanggaan orang Malaysia ini adalah insinyur Indonesia. Anda boleh berlama-lama di atas menara ini, karena untuk menaikinya mesti bayar, MYR 20. Tapi dari atas sini kita bisa melihat sekeliling Kuala Lumpur dan meneropong berbagai tempat dengan teropong koin. Posisi anda pun jauh di atas posisi jembatan penghubung Twin Towers.

Tempat lain yang menarik untuk membuat foto kenangan adalah Dataran Merdeka (Merdeka Square). Di sini ada gedung menarik, Sultan Samad Building, yang juga menjadi icon Kuala Lumpur. Masih ada beberapa tempat menarik lainnya. Tidak usah khawatir, di berbagai tempat (misal di dalam mal di KLCC) anda akan dengan mudah mendapatkan berbagai brosur tujuan wisata di sekitar KL dan/atau kota lain di Malaysia.

Terakhir, untuk kembali ke Jakarta, anda bisa menuju stasiun KL Sentral dengan menaiki LRT. Dari sini, perjalanan dilanjutkan kembali menuju bandara. Uppss, bergantung pesawat apa yang anda naiki. Jika naik AirAsia, anda mesti menuju LCC (Low Cost Carrier) Terminal. Tapi jika naik pesawat selain AirAsia, anda harus menuju KLIA (Kuala Lumpur International Airport). Jika tujuan anda adalah LCC (naik AirAsia), anda mesti berjalan ke luar area stasiun LRT, cari petunjuk ke arah bus menuju LCC Terminal (turun ke bawah). Anda akan menemukan bus yang akan membawa anda ke LCC. Tarifnya hanya MYR 9. Tapi jika tujuannya adalah KLIA, mesti naik kereta KLIA Express. Kalau yang ini, anda ngga perlu ke luar area stasiun LRT. Cari di mana loket tempat membeli tiket KLIA Express. Keretanya bagus dan bersih. Hanya perlu waktu 30 menit untuk bisa tiba di KLIA. Tapi harganya juga bagus. MYR 35. hehe. Kalau bepergian dengan partner, 3 atau 4 orang, mending naik taksi ke KLIA (dari Kuala Lumpur sekitar MYR 80).

updated: Untuk tempat tinggal di KL dengan tarif ekonomis bisa coba sewa apartemen-nya Riyani (orang Indonesia yang tinggal di KL). Apartemennya disewakan untuk umum (ada beberapa kamar). Ukuran kamar terkecil 3x4m, ber-AC tentunya. Harga mulai dari MYR 80/malam. Lokasi di KL Plaza Suite, Jalan Bukit Bintang, bersebelahan dengan JW Marriott Hotel dan satu gedung dengan Planet Hollywood. Bisa hubungi Riyani via handphone di nomor +60164401978, atau email/YM: riyaniwong@yahoo.com.

Be Sociable, Share!

Related Posts

--related post--
  1. 318 Responses to “Melancong ke Kuala Lumpur”

  2. By Ardi on Jul 20, 2011 | Reply

    Halo..saya ada rencana ke KL naik air asia.
    Nah rencana tinggal di KL PLaza, mohon tips buat naik bis dari bandara ke bukit bintang (khususnya KL Plaza)..bisa langsung sampai di tempat atau harus naik lagi. Dan ongkosnya berapa yah kira2..thanks 🙂

  3. By Ria on Aug 6, 2011 | Reply

    Mas RahmatZikri,

    Thanks banget untuk sharenya yang begitu jelas & komplit. Tulisan ini sudah mengispirasi saya untuk berangkat ke Singapura & Malaysia.

    Saya harap tulisan anda juga bermanfaat untuk teman-teman lain. Satu hal yang sangat mengganjal saat saya menginap di Apartemen di Bukit Bintang, yang pemiliknya Indonesian. ybs sangat tidak komunikatif saya meminta alamat dan cara mencapai lokasi tidak diberikan. padahal ketika itu saya sudah melunasi pembayarannya full payment. Dan ketika saya tiba di sana saya terkejut dgn keadaan di apartment. tidak spt yg saya baca dari beberapa teman. jadi saya menganjurkan kepada teman-teman sebaiknya bila mengambil hotel carilah di hostelworld disitu bisa pilih beberapa hostel. harganya sedikit lebih tinggi tapi well recommended. spt juga yang ditulis beberapa penulis di buku2 traveling. ada hangout@emily & hangout@jonker di singapura & malaka.. itu hostel yg worted untuk dipilih.. sedikit lebih mahal tp pasti puas..Goodluck untuk temen-temen pencinta travelling..

  4. By yuni on Aug 10, 2011 | Reply

    halo mas..
    aku yuni,,,
    rencana nya bulan oktober akhir aku mau liburan,
    stay dari medan, mau menuju KL ,bangkok,phuket dan krabi,
    nah aku mau nnya,, lebih hemat aku dari medan-kebangkok dulu,,ato dar medan- ke KL ,SETELAH itu bangkok?
    please kasih referensi perjalanan yg murah alah bagpacker mas,, soalnya aku baru kali ini mau jalan-jalan berdua sm sahabat aku,,
    dan mau keliling bangkok-phuket dn krabi,,,
    dan KL jg,,,
    thx

  5. By haikal on Aug 23, 2011 | Reply

    Thanks bro Rahmat. Maret-April 2011 lalu saya ke Singapura dan Malaysia bersama keluarga. Saya ke Singapur dulu, setelah bbrp hari dsana baru kemudian menuju KL dengan menggunakan jalan darat, naik taksi dari Singapur menuju Johor, dan dari Johor menuju KL menggunakan Bus.

    Saya berencana ke KL lg beberapa bulan lagi, dan dari sana berniat pergi menuju Hatyai Thailand dengan menggunakan jalan darat. Kalau ada saran2/trik dari bro Rahmat dan rekan2 yg lain bagaimana untuk ke Hatyai dengan mudah dan cepat naik bus/kereta apa?, dan dsana enaknya jalan2 kemana aja, makanan muslimnya dmn saja dll, Berikut saran hotel2 dan tarifnya. , saya sangat berterima kasih sekali.

    Thanks a large. Bro Rahmat ada akun FB?

  6. By wiwi on Sep 27, 2011 | Reply

    ass..mas zikri,minta saran dong..sy rencana mau jlan2 k singapura lewat batam..sy bawa anak umur 2 dan 4 tahun..bagusx sy nginap dimana ya,ktx sih ada apart d orchard road y d sewakan..hargax berapaan?cocok ga buat sy dan suami y bawa anak umur segitu?trus kl jln kemana2 kami bagusx naik apa?trus kl mau nginap d singapur,bayar visa ga? kira2 budget y harus sy siapkan berapa?rencana nginap semalam d singapur..thanks ya..tolong d replay scepatnya..spy sy bs siapkan danax dr skarang..

  7. By Hendra on Oct 1, 2011 | Reply

    hallo masFikri, thank infonya ya…
    1.saya ingin nanya, saya rencana mau pergi ke KL (route batam – johor – KL) yang saya ingin tanya, klu di KL bagusnya sama nginap di daerah mana ?? yang kemana” dekat dengan tempat tujuan wisata di KL misal KLCC dll…
    2.rencana saya dr KL mau di lanjutkan ke Genting berangkat pagi hari dan pulangnya sore hari(balik ke KL), apa bisa ??
    3.Sesampainya di genting, info dr teman saya ktnya harus naik cable car lg ??apa benar ?? dan kalau benar brapa biayanya ??
    4. saya tertarik sama salah satu penginapan yang ada di KL berlokasi di area Golden Triangle..apa penginapan tersebut dekat dengan KLCC ??
    terima kasih, mohon di jawab.

  8. By Maulana on Oct 3, 2011 | Reply

    Om thanks info berharganya, om saya mau minta tolong, saya mau ke penang gelugor, tapi saya mau PP lewat KL. mau tanya Bus atau angkutan umum dari Kl ke Penang naik apa saja yach. tolong kirin ke email saya. thaks buangettt.

  9. By lina on Oct 11, 2011 | Reply

    hallo mas …
    nama saya lina

    bulan november saya ada rencana ke kl, saya nginap di kawasan bukit bintang, yang ingin saya tanyakan masalah akomodasi disana
    1. dari bukit bintang ke genting
    2. dari bukit bintang ke batu cavas

    mohon di info sebaiknya saya naik bus atau kereta dari mana. mohon di jawab ya mas

    terima kasih sebelum nya

  10. By yudi on Nov 11, 2011 | Reply

    bang…
    minta panduan transportasi lah dari LCCT dan KLIA ke tanjung malim. kendaraan apa aja yang harus di tumpangi (tidak termasuk taksi)

  11. By andi lee on Dec 4, 2011 | Reply

    kakk mau tanya kalau bayar fiskal itu biasanya pada umur berapa atau semua umur yang bayar??

  12. By abdul salam on Dec 11, 2011 | Reply

    Di KL terminal Puduraya sudah ditutup. Terminal yang baru di Salak Selatan lebih modern dan nyaman persis airport.

  13. By Asep Johari on Dec 13, 2011 | Reply

    Saya mau ke Kualalumpur mendaratnya dimana di LCCT atau KLIA , pertanyaan nya apakah moda transportasi untuk kedua Airport tersebut sama dilayani dengan Bus dan MRT .. ??

  14. By Freddy on Dec 17, 2011 | Reply

    Menurut info terminal Pudu raya ditutup.
    Jadi yang praktis ke Genting lewat terminal mana ?
    Jadi sya mau cari hotel di terminal baru itu ? ( Salak Selatan ?? ).
    Jawaban ditunggu karena kami sekeluarga mau ke Genting lewat KL .
    Makasih.
    Salam.

  15. By myah on Jan 28, 2012 | Reply

    salam,,saya mau tanya,,bulan juli insya ALLAH saya dan rombongan (4 orang) mau jalan2 k KL naek air asia,,dan selama d KL saya dan rombongan mau jalan k genting dan singapure,,mohon infox bgusan kami menginap d daerah mana yah??yg mudah akses transportasi k genting,singapura dan jalan2 d sekitaran malaysia,,hotel yg murah jugak,,trus kalo kami brgkat k singapura apakah lbih baik mnginap d sana atau langsung pp k KL???thx b4 yah,,:D

  16. By Dian on May 27, 2013 | Reply

    mau nanya dong, kalo saya mau ke lego land tetapi stay di malaysia dulu 1 hari, kemudian berangkat ke legoland stay 1 malam di sana setelah dari legoland dan kembali lagi ke malaysia hari berikutnya.

    mohon saran dan tips nya ya. thanks.

Post a Comment

About Me

The smiling geekIndependent IT Consultant and Trainer, mastering in Microsoft technologies. 13 years experience in all level of systems and network engineering. Currently being awarded as Microsoft MVP in Exchange Server. Live in Jakarta, Indonesia. Claimed himself as a not ordinary geek, who loves photography and hanging out with friends. More.

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Google