Punya NPWP, Bebas Fiskal ke Luar Negeri

Written on 23 December, 2008 – 09:01 | by Rahmat Zikri |

Beberapa waktu belakangan ini santer terdengar rumor yang mengatakan bahwa di tahun 2009 ongkos fiskal ketika berpergian ke luar negeri akan naik sampai Rp 3.000.000,00  2.500.000,00! (catatan: berdasarkan siaran pers Dirjen Pajak pada tanggal 23 Desember 2008, diputuskan tarif fiskal bagi individu yang tidak memiliki NPWP adalah Rp 2.500.000,00. Nilai ini lebih rendah dibanding rencana semula, Rp 3.000.000,00). Namun, tarif fiskal setinggi itu hanya dikenakan kepada mereka yang belum memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Untuk mereka yang telah memiliki NPWP tidak dikenakan biaya fiskal, alias bebas fiskal.

Ongkos fiskal yang selama ini sudah tinggi (Rp 1.000.000,00 untuk perjalanan udara dan Rp 500.000,00 untuk perjalanan laut) sekarang menjadi semakin tinggi. Tapi, disadari atau tidak, ini adalah trik untuk memaksa banyak orang untuk menjadi wajib pajak. Memang tidak semua orang akan melakukan perjalanan atau berpergian ke luar negeri. Sehingga dari sudut pandang ini, memiliki NPWP menjadi tidak ada gunanya juga.

Pada sebuah sesi penjelasan tentang NPWP yang saya ikuti, terlihat bahwa kepemilikan NPWP sangat menguntungkan untuk individu yang berstatus sebagai karyawan. Dari contoh hitung-hitungan yang ada, seorang pegawai yang memiliki NPWP kini akan membayar pajak lebih rendah ketimbang yang dibayarkan sebelumnya (dengan peraturan lama). Secara tidak langsung, terdapat selisih yang mengakibatkan ‘kenaikan’ gaji tahunan “tak disengaja”. Sebaliknya, jika seorang pegawai belum memiliki NPWP, pajak yang harus dibayarkan menjadi lebih tinggi ketimbang mereka yang telah memiliki NPWP. Ini merupakan contoh kecil lainnya dari keuntungan memiliki NPWP saat ini.

Dari gencarnya Direktorat Jenderal Pajak dalam mengajak semua orang membuat NPWP, sepertinya yang menjadi target paling utama dalam waktu dekat adalah jumlah penerimaan pajak (secara kolektif) dari seluruh wajib pajak yang meningkat drastis. Berapa pun besar/kecilnya pajak yang Anda bayarkan, jika ini dilakukan dengan sadar oleh banyak orang, tentunya penerimaan kas negara semakin besar.

Ok, kembali lagi ke urusan utama soal posting ini. Dalam sebuah perjalanan kembali ke Jakarta, saya mampir mengisi BBM di sebuah pom bensin di pinggir Jakarta. Di sana tergeletak brosur mengenai sunset policy (kebijakan penghapusan sanksi pajak untuk semua individu yang mendaftarkan diri sebagai wajib pajak sebelum 31 Desember 2008). Salah satu keuntungan yang disebut di sana adalah gratis fiskal setiap kali berpergian ke luar negeri!

Menurut salah satu sumber yang pernah saya baca, gratis fiskal ini akan berlaku untuk setiap wajib pajak yang telah memiliki NPWP sekurang-kurangnya 1 (satu) bulan ketika melakukan perjalanan tersebut. Jadi, Anda tidak dapat membuat NPWP sehari sebelum berangkat ke luar negeri untuk menikmati fasilitas ini. Bebas fiskal juga berlaku untuk anak-istri si wajib pajak, sekali pun mereka (anak dan/atau istri) melakukan perjalanan tanpa didampingi si wajib pajak (ayah/suami). Yang penting ketika hendak pergi melengkapi diri dengan bukti/salinan NPWP yang dilengkapi juga dengan kartu keluarga.

Bagaimana cara membuat NPWP? Selain dengan mendatangi langsung Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdekat dari domisili Anda (alamatnya bisa dilihat di sini), Anda juga dapat mendaftarkan diri melalui situs e-Registration. Langkah pertama yang mesti dilakukan adalah membuat login terlebih dahulu. Setelah Anda bisa melakukan login, barulah Anda dapat masuk dan mengisi formulir pendaftaran.

Pada saat mengisi formulir, jika Anda adalah pegawai, pilih status usaha sebagai: karyawan yang tidak melakukan pekerjaan bebas. Lalu pada jenis usaha, masukkan nama perusahaan tempat Anda bekerja. Lengkapi data yang dibutuhkan pada formulir tersebut. Setelah selesai, cetak dan kirimkan (ke alamat KPP yang disebut) formulir tersebut bersama dokumen pelengkap seperti fotokopi KTP dan kartu keluarga. Kalau ada fotokopi NPWP perusahaan akan lebih afdol.

Jika masih kurang jelas, Anda dapat melihat presentasi petunjuk pendaftaran online melalui link ini, atau membuka situs utama Dirjen Pajak, atau langsung mendatangi KPP terdekat.

Kini dengan memiliki NPWP kita tidak perlu pusing lagi mengakali bagaimana cara menuju Singapura atau Kualalumpur dengan biaya murah.

Be Sociable, Share!

Related Posts

--related post--
  1. 58 Responses to “Punya NPWP, Bebas Fiskal ke Luar Negeri”

  2. By D on Dec 23, 2008 | Reply

    yang bener gimana sih? Katanya yang punya NPWP tetep bayar 3jt tapi nanti di laporan SPT bisa di deduct ama biaya fiskal tersebut. Ntar deh Z gw kirim artikel yang di forward temen gw ya

  3. By Rahmat Zikri on Dec 23, 2008 | Reply

    D, artikel nya itu sumber nya dari mana? :)
    kalau yg kamu sebutkan itu adalah skenario lama (pembayaran fiskal kita bisa dianggap sebagai bagian dari setoran pembayaran pajak tahunan).

    ini saya kasih link berita yang berasal dari website nya Dirjen Pajak: di sini. Jangan lupa juga, saya melihat brosurnya langsung (yang dibagi-bagikan oleh Dirjen Pajak di beberapa tempat).

  4. By Mas Jamez on Dec 23, 2008 | Reply

    Btul…Zik..mnurut info yg 3 jt itu bukan..jdi tetap bebas fiskal…
    Cuman bagaimana rencana govnt…yg aka mnghpus fiskal….buat smua indon yg au go abroad…..mungkin stlh sosialisasi npwp sukses kle…

  5. By Rahmat Zikri on Dec 23, 2008 | Reply

    Jamez, ya ini dia yg tempo hari dimaksud ama pemerintah, rencana menghapus fiskal. dalam tanda kutip kali yah maksudnya. bebas fiskal, selama Anda terdaftar sebagai wajib pajak! :D

  6. By chaerudin on Dec 23, 2008 | Reply

    Bingung mana yang bener kalau punya npwp langsung ga bayar fiskal atau bayar dulu nanti dikompensasi fiskalnya untuk spt wah percuma doang..kalau begitu indonesia sudah kacauuuuu semuaaaa…. mau bener aja susah eh eh…..

  7. By Rahmat Zikri on Dec 24, 2008 | Reply

    @chaerudin: apa yang masih dibingungin mas? keterangannya kan langsung dari situs resmi Dirjen Pajak.

    kalau dulu, punya NPWP atau tidak tetap saja bayar fiskal. bedanya, yg punya NPWP bisa meng-kompensasi fiskalnya pada SPT.

    kalau nanti (per 2009, tapi saya kurang jelas, apakah Januari atau April –> fiscal year), punya NPWP tidak perlu bayar fiskal. kalau ngga punya NPWP bayar fiskal 3jt.

  8. By Arche on Dec 24, 2008 | Reply

    @Zikri: Pengenaan tarif fiskal bagi non NPWP berlaku mulai 1 Jan 2009, sebesar 2,5 juta via udara. Dapat dibaca di http://www.pajak.com

  9. By Rahmat Zikri on Dec 24, 2008 | Reply

    tulisan berlanjut ke: Prosedur Bebas Fiskal ke Luar Negeri dengan NPWP.

  10. By Tami on Dec 26, 2008 | Reply

    Hallo,

    Saya pribadi sih merasa diuntungkan dengan peraturan ini, karena toh sudah bayar pajak juga dari sekitar 6 tahun yang lalu.

    Terus terang kalo untuk urusan dana pajaknya sendiri, saya ga mau perduli, toh kalau perduli malahan jadi pusing mikirinnya… he3, intermezzo. Daripada tidak ada manfaatnya untuk diri sendiri dan orang sekitar lebih baik, manfaatkan saja fasilitasnya untuk kepentingan diri sendiri, orang2 terdekat kita… syukur2 bisa berguna bagi bangsa dan negara… :)

    Salam !

  11. By Endah on Dec 26, 2008 | Reply

    gue sempat lihat prosedur yang berupa gambar ilustrasi gitu kok. tinggal tunjukin kartu npwp. kalo istri dan anak yg ga punya npwp cukup tunjukin kartu keluarga orang yg punya kartu npwp…
    jadi kalo mo gratis fiskal tapi ga mo buat npwp, ya kawin aja sama cowo yg udah punya npwp atau ngajuin jadi anak angkat :p

  12. By Freddy on Dec 29, 2008 | Reply

    Ini dia susahnya percaya sama berita dari pemerintah indonesia. Ga ada yang bener, seenak jidat – bisa keluar news 3 juta, then 2.5 juta.

    Trus, nanti giliran sampe di loketnya, oh bapak kurang ini itu (minta duit kaya biasa).

    And worst still, maybe ini cara taktik supaya orang punya NPWP – trus maybe akhir taon ini, fiskal harus wajib bayar lagi (sama aja boong).

  13. By Rahmat Zikri on Dec 30, 2008 | Reply

    @ Freddy: jangan skeptis gitu mas. yang Rp 3 juta itu waktu masih dalam bentuk RUU (Rancangan Undang-Undang), alias belum di-sah-kan oleh DPR. Maunya Pemerintah (c.q Dirjen Pajak) begitu, tapi yang disetujui oleh wakil rakyat (c.q DPR) cuma Rp 2,5 juta. Ini namanya mekanisme pemerintahan (ada fungsi kontrol antara eksekutif dan legislatif).

    betul, ini taktik agar semakin banyak orang membuat NPWP. taktik lainnya adalah dgn menurunkan besaran Pajak Penghasilan. mereka yg tidak memiliki NPWP akan dipotong lebih besar gajinya ketimbang yang punya NPWP. tujuan akhirnya, secara kolektif nilai pajak yang diterima oleh Pemerintah secara keseluruhan diharapkan jauh meningkat ketimbang penerimaan pajak pada saat ini.

    akhir tahun nanti bakal wajib bayar fiskal lagi? maaf, sayangnya anda salah. karena dipastikan undang-undang ini berlaku setidaknya sampai akhir 2011. ini bisa dibilang sebagai masa transisi sebelum pemerintah benar2 menghapus bea fiskal sama sekali (baik untuk mereka yg punya NPWP atau tidak punya NPWP).

    selalu berpikir positif akan membuat hidup kita lebih nikmat :)

  14. By DAN GATOT on Jan 2, 2009 | Reply

    GAK PUNYA NPWP APA KATA DUNIA.TAPI KLO DIBALIK DANA PAJAK DI KORUOPSI APA KATA AKHERAT

  15. By bundakynan on Jan 2, 2009 | Reply

    sipppp … mas zikri, saya setuju … kita coba berfikir postif aja, moga-moga soal ‘fiskal’ ini benar begitu adanya …

  16. By Nana on Jan 8, 2009 | Reply

    Katanya Indonesia menganut satu NPWP dalam keluarga. gimana kalo justru yang ada NPWP itu istri,suami belum punya. jd apa bisa NPWP tersebut juga dipakai suami n anak kalo mau pergi keluar negeri

  17. By fe on Jan 8, 2009 | Reply

    Kalau menikah dengan WNA ( suami ) apakah istrinya harus tetap punya NPWP meskipun istri nya tidak bekerja ( ibu rumah tangga ) dan suami tidak bekerja di Indonesia.

  18. By mita on Jan 11, 2009 | Reply

    berarti kalo bokap gue udah punya NPWP, gw bisa keluar juga bebas fiskal dong?? cuman bawa fotokopi npwp sama kartu keluarga aja kan??
    ASIIIKKKKKKKKKKKK!!!
    makasi loo infonyaa

  19. By david on Jan 12, 2009 | Reply

    Gue tuh bingung… Ga pernah kepikiran juga bisa ga ke luar negeri…?? (terkait promo bebas fiskal ni…)
    Cuma yang gw bingung, gw punya usaha counter hp dengan omset 60 juta/bulan. Untungnya sekitar 5-6 % (kotor), artinya belum dikurangi dengan gaji 3 orang pegawai. (yang satu gajinya 850 ribu. Yang 2 org lainnya @ 450 ribu = 1.750.000). Itupun masih ada pengeluaran pribadi mulai dari rokok, beras smp peralatan mandi (yang udah saya beli plus ppn 10%). Nah itupun masih ada pengeluaran yang lain lain semisal bensin dan kebutuhan mendadak lainya) total +/- dari 1,5 jt. Yang saya bingungkan kalo udah seperti ini saya mesti bayar pajak berapa? Selama ini saya selalu mengisi SPT Tahunan PPh pasal 21 dengan penghasilan=nihil. Sebetulnya saya pengin taat pajak tapi ga tau cara ngitungnya. Mohon pencerahan yaaa… Apakah Pengeluaran saya untuk pegawai dan kebutuhan pribadi masih termasuk PKP? Thanks

  20. By abeyabe on Jan 16, 2009 | Reply

    bagi infonya donk
    1. kalo pake NPWP perusahaan gmn? tp itu npwp pribadi kalo ga sala
    cth : 47.6**.**7.0-4******
    ini valid ga disebut npwp pribadi?jadi bisa bebas fiskal?
    2.nah misal itu npwp saya.
    kalo ibu saya belum punya npwp.dia bisa ikut npwp saya? tapi KK kita udah berbeda..
    gmn?ibu saya masi gratis bebas fiskal..
    sembari ayah sebagai kepala keluarga sudah meninggal dan belum punya npwp juga.
    ibu pun cuma sebagai ibu rumah tangga.apa bebas fiskal?

    terimakasih

  21. By imo on Jan 18, 2009 | Reply

    ok bang…sedikit mau tanya tenatng npwp…saya seorang pelancong yang ingin pergi keluar negri..tapi saya buta tentang cara dan menggunakan npwp ini..boleh abang menjelaskan bagaimana cara saya mendaftar dan apa saja yang perlu saya bayar sewaktu mendaftar npwp untuk mendaftar kan kartu npwp itu …???

    sebelumnya terimah kasih

  22. By Rahmat Zikri on Feb 7, 2009 | Reply

    @Nana: saya ngga bisa jawab. tapi logikanya, suami harus jadi kepala keluarga. Punya NPWP bukan berarti pasti harus bayar pajak. kalau ternyata penghasilan dalam setahun di bawah kriteria penghasilan kena pajak, ya ngga bayar pajak :)

    @Fe: saya juga ngga bisa jawab dgn pasti. Tapi logikanya, NPWP hanya untuk WNI dan/atau WNA yang mencari nafkah di Indonesia. punya NPWP juga tidak berarti harus bekerja dan punya penghasilan tetap.

    @Mita: benar. tapi mesti di-cek lagi, sampai umur berapa kah seorang anak bisa dianggap di bawah pertanggungan bapaknya. logika saya, sampai dengan umur 21 tahun, atau telah menikah, atau telah memiliki penghasilan sendiri.

    @David: hitungan pasti saya ngga bisa bantu. tapi ada banyak kok konsultan pajak yang bisa dibayar, paling sekitar 100-200 ribuan untuk sekali konsultasi seperti ini. Atau cari teman yang mengerti soal pajak.

    @Abeyabe: 1. kalau di kartu NPWP nya tertulis nama Anda, itu namanya NPWP Orang Pribadi. sekali pun bikinnya borongan atau dibikinkan lewat kantor, bukan NPWP kantor namanya, tapi pribadi. 2. amannya update KK Anda, masukkan nama ibu di situ. supaya jelas bahwa ibu di dalam pertanggungan Anda.

    @Imo: paling gampang datang saja ke kantor pajak terdekat dari rumah. bisa tanya dulu ke hotline pajak 021-500200. datang, daftar dan pulang :)

  23. By andrewmalachel on Feb 10, 2009 | Reply

    Well, biar ga kejebak aja yaa…
    Pengalaman dari kawan saya yang mau pergi ke luar, and udah punya NPWP atas nama pribadi (tapi dibuatkan dan pajak dibayar oleh kantor) ternyata kena fiskal juga!

    Berbagai argumen dilontarkan tapi tetep aja, alasannya karena NPWP dibuatkan oleh kantor. Ga tau kenapa bisa gitu.. Katanya ada revisi di peraturannya or sumthing, or jangan2 cuma ulah ‘oknum’ disana aja…(tapi kalo oknum siy aneh, orang2 disana pada nyetujuin aturan ini.. apa ‘oknum’nya banyak, or bagian fiskalnya… hmmm..)

    Terpaksa dibayar, soalnya urusannya penting, tapi jadi makin ‘jelas’ dan ‘terbuka’ aja peraturan pajak di negara tercinta yang hukumnya carut-marut dan ga jelas ini…

  24. By Fahim on Feb 11, 2009 | Reply

    Mas…mw tnya..
    Sy mhasisw cairo..n blm brpenghasilan bisa g sy bwt npwp byar bbas fiskal??
    Emang c…dnger2 bwt pljar bbas fiskal tp hrus bsa nunjukn krtu mhassw,sdangkan krtu mhassw sy msh d mesir n bru d brikan klo uda nympe sna…
    Please reply

  25. By mei on Feb 19, 2009 | Reply

    sy punya npwp bbrp tahun lalu, dan selalu lapor bulanan nihil, karena sudah di laporkan di pph pasal 21 (pajak karyawan) nya perusahaan tpt saya kerja. apakah cara saya sudah betul, atau lebih baik lapor dan bayar berdasarkan npwp pribadi saya?? terima kasih

  26. By tony on Feb 23, 2009 | Reply

    mau tanya nih, yg naik haji yg perlu biaya yg cukup besar, menghabiskan uang yg cukup banyak, kok bebas fiskal? padahal mereka2 kan punya uang yg banyak, kok tidak perlu npwp? bagaimana dengan warga agama lain, misalnya ingin ketmepat suci agamanya, misalnya jerusalem, apa bebas fiskal jg?

  27. By Surya on Feb 24, 2009 | Reply

    Mohon infonya. Kalau suami belum bekerja, yang bekerja adalah istri. Dan Istri yang punya NPWP. Apakah saat berpergian ke Luar Negeri, suami tetap dikenakan fiskal? Apakah tidak bisa ikut dengan NPWP istri? Karena dihampir semua website yang aku baca, semua tertulis NPWP suami, lalu istri dan anak bisa ikut gratis. Nah bagaimana kalau NPWP punya istri? Apa suami bisa ikut dapat fasilitas yang sama? Thanks.

  28. By Rahmat Zikri on Feb 24, 2009 | Reply

    @andrew: catat namanya dan laporkan ke hotline Pajak. emang apa bedanya NPWP yg diurus sendiri dan diurus oleh kantor? sama-sama bayar pajak ke negara dari penghasilan kita juga toh?

  29. By Rahmat Zikri on Feb 24, 2009 | Reply

    @fahim: bikin aja NPWP. kan nanti di laporan pajaknya bisa diisi NIHIL.

  30. By Rahmat Zikri on Feb 24, 2009 | Reply

    @mei: maksudnya punya 2 NPWP nih? kalau benar persepsi saya, salah satu dimatikan saja (laporan).

  31. By Rahmat Zikri on Feb 24, 2009 | Reply

    @surya: suami bikin NPWP aja. kalau memang sedang tidak punya penghasilan karena menganggur, ya tulis saja NIHIL pada laporannya nanti.

  32. By Rahmat Zikri on Feb 24, 2009 | Reply

    @tony: mereka yg berhaji itu ngga semuanya orang kaya. ada yang mengumpulkan uang berpuluhtahun, ada yang jual harta benda, semua dilakukan karena ingin ibadah. haji itu adalah salah satu ibadah wajib umat islam (bagi yang mampu). pemerintah mem-fasilitasi ibadah wajib ini dgn membantu meringankan biaya fiskal.

    harap dicatat, bahwa untuk ibadah ziarah yang tidak wajib (baca: umrah), biaya fiskal tetap diberlakukan seperti perjalanan ke luar negeri biasa.

  33. By reny on Mar 1, 2009 | Reply

    saya juga pingin tahu jawaban dari pertanyaan anada.karena saya menikah dgn orang asing dan tinggal di luar negri , saya bekerja diluar negri tapi bukan di perusahaan indonesia, apakah saya juga harus mempunyai npwp,en kalau saya nanti libura ke indonesia dan mau balik lagi ke luar negri apakah saya harus bayar fiskal.thanks a lot

  34. By reny on Mar 1, 2009 | Reply

    why

  35. By hen on Mar 9, 2009 | Reply

    mau nanya
    apakah anak dibawah 21 tahun bisa bebas fiskal memakai npwp ibu tetapi di KK ibu pekerjaannya ibu rumah tangga

  36. By dini on Mar 14, 2009 | Reply

    kalau suami punya NPWP tapi tidak masuk golongan wajib pajak…apakah kalau istri mau keluar negri tetap bisa free dengan menggunakan NPWP suami?

  37. By claurencia on Mar 24, 2009 | Reply

    di keluarga saya yang punya NPWP ayah saja.dan semua anak2nya dan istri masih tercatat di bawah pertanggungannya termasuk saya.
    sedangkan saya sudah diatas 21 tahun tapi belum memiliki NPWP sendiri dan belum mandiri/berpenghasilan.
    apakah saya boleh menggunakan NPWP ayah untuk bebas fiskal?berbarengan jika berangkat dengan ibu saya? thanx…

  38. By ika on Mar 25, 2009 | Reply

    mau tanya ya ^^
    kalo uda umur 21 tahun tp ms kuliah..
    ke luar negeri kena fiskal?
    thx..

  39. By FFI on Apr 8, 2009 | Reply

    masih kurang yakin nih, kalo buat NPWP baru bisa digunakan setelah sebulan dari pembuatan ya?

  40. By Vanny Ottoman on May 1, 2009 | Reply

    saya mau tanya Mas, saya akan brangkat keluar negri dlm waktu dekat kurang lebih seminggu lg dan tiket sdh diissued, saya menggunakan NPWP suami unt bebas fiskal, yg jd masalah di NPWP suami saya masih menggunakan alamat rumah kami yg lama,s edangkan km sekeluarga sudah pindah dan Kartu keluarga juga sdh pindah alamat, apakah nanti di bandara jd hambatan petugas pajak? apakah saya hrs melapor dulu perihal perubahan alamat tersebut, apakah artinya mengganti kartu NPWP serta memakan waktu yg lama? sedangkan saya hrs segera berangkat, dan kebetulan suami saya sdh terlebih dahulu diluar negri. Dan saat berangkat dia tidak membayar fiskal krn menggunakan passpor biru. Mohon Informasinya Mas, Trimakasih

  41. By sensen on May 5, 2009 | Reply

    Istri saya akan berangkat keluar negeri dlm waktu dekat dg menggunakan NPWP suami utk bebas fiskal, yg jd masalah di NPWP suami masih menggunakan alamat rumah kami yg lama akibatnya alamat di NPWP dan paspor / KK berbeda. Apakah nanti di bandara jd hambatan petugas pajak? Mohon Informasinya. terima kasih

  42. By Erick on Jun 15, 2009 | Reply

    Mohon bantuannya,
    Saya berumur 21 tahun, berstatus mahasiswa, dan belum memiliki NPWP.
    Ibu saya seorang ibu rumah tangga, dan NPWPnya ikut Ayah.
    Yg ingin saya tanyakan, apakah kami jika berpergian ke luar negeri (Ayah tidak ikut), harus membayar fiskal?
    Jika tidak, apa saja yang harus kami lampirkan?
    Terimakasih sebelumnya.

  43. By william on Jul 1, 2009 | Reply

    mau tanya dunk..
    saya umur 25 tapi blum bekerja, tp bapak saya uda punya NPWP, saya mau bepergian ke luar negri tapi kata petugas bandara diatas 21 harus punya NPWP sendiri sudah tak bisa pake NPWP bapak..
    saya baca di peraturan pajak, katanya klo blum punya NPWP sendiri tapi masi dlm tanggungan org tua bisa di lampirkan fotokopi KK jadi ikut NPWP bapak, tapi kok kata org bandara peraturan itu sudah ga berlaku lagi..yang benar yang mana ya? apa petugas bandaranya “ga bener” ?

  44. By bjml on Aug 3, 2009 | Reply

    mas RZ sy mua nanya……
    saya mahasiswa udah bikin NPWP, trus ada rencana ke luar negri tp ayah saya sebagai kepala keluarga gak punya NPWP.. kami dalam 1 KK… apakah kami bisa berangkat tanpa bayar fiskal dengan menunjukan NPWP milik saya??????
    harap pencerahannya…..
    thx sblmnya

  45. By stella on Sep 1, 2009 | Reply

    Mau naya dong mas,…
    Teman saya pemilik NPWP pribadi,…Tahun lalu Orang tua teman saya itu meninggal, dan sampai sekarang nama yang tercantum di kartu keluarga teman saya itu, masih nama Ayahnya sebagai kepala keluarga. Nah rencananya akhir tahun ini Teman saya mau bawa kakek dan neneknya ke luar negri, dengan kondisi…Kakek dan nenek (di atas 65 thn) teman saya itu sekarang menjadi tanggungan teman saya secara ekonomi karena tidak berpnghasilan lagi,…tapi mereka punya kartu keluarga sendiri atas nama Kakek teman saya itu…
    Nah…apakah kakek nenek teman saya itu bisa di bebaskan dari fiskal dengan ikut kartu NPWP teman saya itu? atau bagaimana? Mohon solusinya…Tx….

  46. By ria on Dec 10, 2009 | Reply

    mo ty nih, anak sy umur 5 th mo berangkat keluar bareng orang tua sy masi perlu byr fiskal ga ya?….suami sy ada npwp tp nama anak sy blm dimasukkan ke dlm kk. sy baca di penjelasn fiskalnya depkeu yg otomatis bebas fiskal usia 21 th kebwh tp sy masi bingung nih krn kan yg berangkat cm anak sy dan orang tua sy yg pny kk n npwp terpisah dr anak sy. mohon penjelasannya yah. klo emang anak sy ga perlu bayar fiskal, suami sy ga maksa kudu revisi kk.
    terima kasih.

  47. By sue on Dec 13, 2009 | Reply

    saya sdh terdaftar NPWP sejak bln oktober dan saya igin melakukan perjalanan keluar negeri pd bulan desember, apakah saya bebas fiskal atau harus bayar fiskal? yg saya pegang saat ini kartu NPWP-nya sedangkan SKT-nya belum saya ambil dikantor pajak, mohon jawabannya, thanks ya sblmnya!

  48. By eric on Dec 13, 2009 | Reply

    saya baru saja buat npwp baru,terdaftar tgl.1 des 2009,npwp bokap sy mungkin ditutup akhir desember,dl arti sy meneruskan usaha bokap sy. tgl.31 januari 2010 sy rencana keluar negeri,sedangkan npwp sy bru terdaftar 1 bln,apa ada masalah dibandara nanti?pliz sarannya?

  49. By william on Jan 3, 2010 | Reply

    mau tanya mas:
    saya mahasiswa 22 tahun. gini mas, alamat yang tertera di pasport saya dan alamat yang tertera di KK saya berbeda, apakah bisa bebas fiskal LN?
    terus terang, pasport dan KK terdaftar di beda kota.. mohon jawaban dan saranya. Thx..

  50. By Nina on Jan 3, 2010 | Reply

    tanya dong… kalo KK nya pake KK yang lama apakah bisa dibuat untuk NPWP… soalnya KK yang baru masih dalam proses. tapi alamat rumah di KTP dan KK masih sama.

    mohon penerangan

  51. By iwan on Jan 6, 2010 | Reply

    Mas fikri( ato yg lainnya yg bisa jawab)..sy mau nanya, sy udah punya NPWP (meskipun sy pengangguran)tapi gak pernah laporan SPT. Apakah ini menjadi masalah kalo sy ke LN dan harus bayar fiskal? Jadi intinya pertanyaan sy adalah Apakah no NPWP bisa dicekal ?

  52. By dhani on Jan 16, 2010 | Reply

    saya mempunyai npwp tp belom menikah, jd kk masih jd 1 sama bapak,ibu dan adik apa kalo bapak,ibu dan adik saya mau ke luar negeri bisa gak pake npwp saya,karena mereka kan tdk bekerja dan menjadi tanggungan saya mohon infonya

  53. By Sofie on Jan 18, 2010 | Reply

    Dear Team..

    Tanya donk :
    1. Apakah saudara yang masuk pada KK saya (saya punya NPWP) juga berlaku sebagai bebas fiskal?
    2. Syarat apa yang diwajibkan untuk memiliki NPWP? bagaimana dengan pembantu saya, apakah dia wajib untuk memiliki NPWP? karena dalam waktu dekat ini, saya berencana akan mengajak dia untuk keluar negeri. Mohon bantuan informasinya ya….

    Thanks,
    Sofie…

  54. By rosa on Apr 27, 2010 | Reply

    Saya mau tanya , saya mau keluar negeri dengan ibu saya, sedangkan ibu saya sebagai kepala keluarga tidak punya NPWP, tapi saya punya NPWP , apakah ibu saya bisa bebas fiskal? denag menyerahkan fotocopy KK, terima kasih

  55. By Rahmat Zikri on May 30, 2010 | Reply

    @all: baca posting terbaru saya di http://www.zikri.com/2010/04/11/sekali-lagi-jalan-jalan-ke-luar-negeri-bebas-fiskal-dengan-npwp/

  56. By ida on Jul 29, 2010 | Reply

    Mas Rahmat Zikri, Saya mau tanya nich, apakah anak2 yang berusia dibawah 12 tahun bebas fiskal, kalau betul apakah saya boleh mendapatkan peraturan tsb.
    Terimakasih banyak atas perhatiannya.

  57. By David on Dec 22, 2010 | Reply

    Saya ada rencana pergi ke luar negeri awal Januari dan saya belum punya NPWP. Rencananya saya akan membuat NPWP dalam waktu dekat. Apakah kebijakan masa aktif NPWP harus minimal 1 bulan untuk syarat bebas fiskal masih berlaku? Apakah anak dibawah 10 th bebas fiskal?
    Saya dengar mulai 15 Jan 2011 bebas fiskal walaupun tidak punya NPWP? Mohon informasinya sebelumnya saya ucapkan terima kasih.

  58. By meilia on Mar 25, 2011 | Reply

    ahhh bo’ong deh….di airport saya masih harus bayar fiskal 2.500.000 rupiah…karena gak punya fiskal………….
    ahhhhhhhhhhhhhhhhhhh keseeeeeeeeeeeeeeeeeeelllllll
    mana berita yang bener yaaaaaa

  59. By Rahmat Zikri on Apr 8, 2011 | Reply

    @meilia: punya bukti pembayaran fiskal nya? kalau ngga punya, cuma ada 2 kemungkinan: anda dibohongi orang, atau anda yang berbohong :D

    bagaimana bisa bayar fiskal, kalau saat ini (sejak Januari 2011) sudah tidak ada lagi loket pembayaran fiskal perjalanan ke luar negeri.

Post a Comment

About Me

The smiling geekIndependent IT Consultant and Trainer, mastering in Microsoft technologies. 13 years experience in all level of systems and network engineering. Currently being awarded as Microsoft MVP in Exchange Server. Live in Jakarta, Indonesia. Claimed himself as a not ordinary geek, who loves photography and hanging out with friends. More.

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Google